Home » Info Sehat » Tips Menghindari Malpraktek Dokter

Tips Menghindari Malpraktek Dokter

Sekarang ini sudah makin marak pemberitaan di media massa tentang kasus-kasus malpraktek. Hal ini bukanlah kasus malpraktek biasa, tapi kasus-kasus mengejutkan yang ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga Amerika Serikat yang adalah salah satu negara maju dan “super power”. Di bawah ini beberapa artikel menarik yang memuat tentang malpraktek di Indonesia maupun di Amerika Serikat:

Saya percaya Anda tidak ingin kasus malpraktek dokter menimpa keluarga, sahabat, orang lain yang Anda kasihi, atau bahkan Anda sendiri. Pasien sudah cukup menderita dengan penyakit yang dideritanya, dan adalah harapan pasien untuk jangan sampai ada penderitaan tambahan oleh karena malpraktek. Ini sama saja dengan “sudah jatuh tertimpa tangga”. Kerugian atau penderitaan karena malpaktek bukan hanya rugi di segi waktu, uang dan energi dimasa sekarang saja, tapi lebih dari itu, pasien bisa kehilangan masa depan atau nyawanya.

Jika hal ini telah terjadi, penyesalan akan muncul belakangan dan kita pun tidak bisa kembali lagi ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang ada, karena waktu tidak bisa diputar mundur.

Untuk menghindari terjadinya malpraktek pada kasus Anda atau orang lain yang Anda kasihi, berikut tips dari pengalaman saya pribadi yang bisa Anda terapkan dengan mudah (walaupun rumah sakitnya berstandar internasional, tetaplah lakukan tips ini).

1. Cek Infus, Pengobatan, dan Diet Yang Diberikan oleh Pihak Rumah Sakit

Jika Anda atau kenalan Anda di rawat inap, catat merk & jenis infus, obat, dan diet yang diberikan pihak rumah sakit. Setelah itu carilah info mengenai apa yang Anda catat tadi, di internet lewat Search Engine Google. Cermati info yang Anda dapat dari internet dan bandingkan dengan kondisi sakit yang pasien hadapi.

Seringkali pasien percaya begitu saja dengan apa yang diberikan oleh dokter atau pihak rumah sakit tanpa cek ulang. Bisa dimaklumi karena pasien tdak paham sama sekali mengenai pengobatan. Beberapa kali saya mendapati kenalan, teman, atau kerabat saya sering diberikan infus, obat dan diet  yang salah.

Ada jutaan obat dipakai oleh dokter dan tidak mungkin kita bisa menghafal manfaat, pengaruh dan efek sampingnya. Oleh karena itu, adalah tindakan yang cukup cerdik jika kita memakai fasilitas internet untuk mengetahui tentang obat-obatan yang diberikan kepada pasien (gunakan fasilitas Google Search).

Sebagai contoh, saya ceritakan kasus yang terjadi pada  Ibu saya sendiri 2 tahun yang lalu.  Ibu menderita kanker payudara, hipertensi, dan asma. Usia beliau 48 tahun. Ketika dirawat di rumah sakit, beliau diberikan cairan infus, Sodium Chloride, yaitu garam murni yang sangat tidak cocok untuk hipertensi. Beliau juga diberikan obat antibiotik yang tidak cocok dengan kondisi beliau saat itu. Yang paling kacau adalah, untuk minum sehari-hari beliau diberikan sirup manis, bukannya air putih. Kondisi  Ibu makin memburuk dan dokter memutuskan untuk menjalankan kemoterapi. Saya yang pada waktu itu masih di luar kota, langsung bergegas pergi untuk melihat keadaan beliau.

Sungguh memprihatinkan, beliau saya temui dalam kondisi tidak bisa bergerak kemana-mana, selalu sesak nafas, sakit kepala, badan bengkak penuh cairan dan selalu diberikan oksigen. Saya cek perawatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit dan saya dapati pihak rumah sakit telah memberikan perawatan yang salah.

Saya melarang keluarga untuk melanjutkan saran-saran dari rumah sakit dan meminta mereka untuk sesegera mungkin memulangkan beliau. Keluarga pun menuruti saran saya dan Ibu bisa segera pulih dari semua kondisi tadi hanya dalam waktu seminggu.

2. Cari Pendapat Kedua bahkan Ketiga

Setiap orang tentu memiliki pendapat yang berbeda, begitu juga dengan dokter. Mereka memiliki pengalaman, ilmu, dan terlebih lagi hati nurani yang berbeda. Semua perbedaan ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik bagi Anda. Jika perbedaan pendapat antara dokter yang satu dengan yang lain makin lebar, sadarlah berarti Anda tidak jauh dari kasus malpraktek. berarti Anda harus memilih salah satu dari saran mereka, atau tidak sama sekali.

3. Jika Memungkinkan Cari Dokter yang Anda Kenal Baik Karakternya

Apakah Anda rela jika Anda atau keluarga Anda ditangani oleh dokter yang hanya peduli untuk mengejar setoran? Apa Anda juga rela jika Anda tahu dokter tersebut cuek dan tidak memperhatikan pasiennya dengan baik? Apa Anda suka mendapatkan dokter yang sangat jarang bertanya keluhan Anda, apa yang Anda rasakan dan paling parah, tidak mau menyentuh Anda karena rasa jijik? Yang menyentuh Anda justru hanya perawatnya saja.

Jika Anda mendapat sikap atau perlakuan demikian, cepat-cepatlah “kabur” dan cari dokter atau rumah sakit lainnya. Ingat, kerugian atau penderitaan karena malpaktek bukan hanya rugi di waktu, uang dan energi dimasa sekarang saja, tapi lebih dari itu, Anda bisa kehilangan masa depan atau nyawa!

4. Dapatkan Dokter dari Rekomendasi Orang Terpercaya

Ini adalah cara yang bijaksana. Tanyakan orang lain yang Anda kenal dan percaya, untuk mendapatkan referensi dokter yang baik bagi Anda. Ini akan mengurangi resiko malpraktek karena teman Anda sudah “mengalami” dokter yang dia rekomendasikan tersebut. Pelanggan yang tidak puas pasti tidak akan mengatakan sebaliknya tentang pelayanan yang buruk.

5. Waspadai Politik Informasi Tertutup

Jika dokter dan perawat tidak pernah menjelaskan kepada Anda rencana pengobatan mereka, apa dan untuk apa pengobatan itu, dan juga tidak memperbolehkan Anda dan keluarga melihat hasil lab, Anda HARUS SESEGERA MUNGKIN langsung cabut dari rumah sakit itu.

Ada berjuta-berjuta jiwa telah mengalami kasus malpraktek, baik kasus ringan yang membuat penyakit makin parah sampai dengan kasus yang mengakibatkan kematian. Saya percaya beberapa dari Anda sudah pernah mengalami atau melihat orang yang menjadi korban malpraktek, bukan?!

Ini harus segera dihentikan dan saya percaya, bisa dihentikan dimulai dari diri sendiri, yaitu memperlengkapi diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai masalah ini. “Knowledge is power and the truth will set us free.” Karena tidak tahu arah, seseorang bisa tersesat. Karena kurang pendidikan, seseorang dibodohi oleh yang lebih pintar. Dan karena tidak mengerti kesehatan dan sistem kesehatan konvensional, seseorang jadi korban malpraktek.

Oleh karena begitu banyak masyarakat yang buta mengenai kesehatan sehingga menjadi korban malpraktek atau korban dari pola makan dan hidup sendiri yang tidak sehat, saya membuka HIOS (Healindonesia Online School), dimana masyarakat awam bisa belajar sains holistik modern secara online. Temukan solusi dari semua permasalahan kesehatan Anda dengan belajar sendiri ilmu pengobatan holistik modern di www.hiossite.com

.

Healindonesia, Awan, 11 September 2008

361 Total Views 4 Views Today

35 Comments

  1. Ellen says:

    Wah terima kasih dg artikel nya sdr. Awan, saya sangat setuju jika ada Awan2 lain yang mau memberikan input2 seperti diatas, karena sepertinya nyawa pasien sudah bukan prioritas untuk mendapat kesembuhan yang sesuai dengan sumpah para mahasiswa yang baru lulus.

  2. fatma says:

    apakah sekarang dokter juga sudah tidak takut sama yang namanya dosa yah ? ck ck ck

    atau mungkin juga mereka itu sekarang sudah sangat malas belajar dan meng-upgrade ilmu kedokteran mereka.. sehingga kadang obat yang seharusnya sudah tidak bole dipergunakan lagi juga masih dipergunakan

  3. ray says:

    kelihatannya saudara awan ini broker kesehatan yach, kalau menurut saya saudara tidak pantas berbicara mengenai kesehatan karena saudara bukan orang kesehatan , saudara hanyalah broker kesehatan, kelihatannya seperti orang yang tak pernah berbuat salah padahal musang berbulu domba !!!!!!!

  4. Awan says:

    Saudara/I Ray,

    Sy bukanlah broker kesehatan. Saya adl praktisi kesehatan holistic modern jadi saya sdh terbiasa handle hampir semua jenis penyakit dari flu sampai kanker. Apa yg saya tulis di weblog sy tdk sekedar teori belaka, tapi didukung dg pengalaman pribadi, pengalaman para praktisi dan para ahli lainnya, didukung oleh para peneliti, fakta keseharian dan sejarah.

    Apakah maksud Anda “org kesehatan” itu adl HARUS dari medis kedokteran konvensional? Jika Ya, maaf jika dg TEGAS (bukan bermaksud kasar, hanya tegas kok) sy mengatakan, pernyataan Anda malah menjadi bukti bahwa komunitas Allopath (dokter dari medis konvensional) telah menyombongkan diri dengan pernyataan bhw praktisi kesehatan selain kalian berarti bukanlah “org kesehatan” dan tidak pantas berbicara mengenai kesehatan.

    Supaya Anda tahu saja, aliran Allopathy (medis konvensional) itu baru ada sekitar 2000 tahun yg lalu. Pengobatan atau ilmu kesehatan dari Tuhan itu sdh ada seblm alopathy, dan Tuhan menurunkan ilmu itu ke “hambaNya” untuk menyembuhkan org lain. Gelar penyembuh dulunya adl untuk orang2 ini dan ilmu pengobatan ini disebut sebagai “alternative” di jaman sekarang, padahal ilmu alternative ini lebih awal dibandingkan Allopathy. Oleh karena kepintaran marketing Allopathy-lah maka lambat laun alternative tergeser posisinya. Tapi lambat laun, Allopathy ini pun sdh mulai tergeser dg holistic modern krn bnyknya malpraktek dan kegagalan yg telah diciptakan oleh Allopathy itu sendiri.Jika kalian dari Allopathy memberikan pernyataan bhw org selain dari allopathy bukanlah org kesehatan, itu adl penghinaan bagi Tuhan dan kesombongan komunitas Allopathy.

    Saya sendiri tdk menganggap diri sendiri sbg musang tapi juga tdk menganggap sbg domba yg “bersih”. Saya adl domba “kotor” yg tahu apa itu “kotor” dan berjuang utk selalu dekat dg “Sang Gembala” supaya tdk kotor.

    Sy membuat weblog yg controversial ini bukan utk mencari keuntungan, tapi krn sy mengasihi bangsa saya. Justru dg membuat weblog inilah saya telah mengorbankan bnyk wkt sy yg sebenarnya bs sy pakai utk bersenang-senang, tapi dipakai utk menyiapkan artikel dan melayani konsultasi dari seluruh Indonesia dan menolong orang-orang. Justru dg perjuangan inilah nyawa sy justru terancam, krn beberapa pihak yg tdk suka kebenaran diungkapkan bisa saja berusaha utk “membungkam” saya.

    Oleh karena kasih-lah sy mengadakan gerakan Healindonesia ini! Tapi jika Anda menilai sy dg pandangan yg lain, sy tdk bs memaksa Anda utk berubah pikiran, krn itu hak Anda dan Anda belum mengenal saya secara pribadi. Semoga kita bs menjadi sahabat dan bersama-sama kita sembuhkan Indonesia.

  5. Arman says:

    Saya setuju dgn pendapat pak awan… sudah banyak diantara masyarakat indonesia beralih ke pengobatan alternatif dan mengkonsumsi herbal yang efek samping nya terhadap tubuh sangat kecil sekali. Semoga Amal dan pertolongan pak Awan kepada umat manusia khusus di Indonesia mendapat Ridho dari Allah.. Maju terus pak Awan.

  6. tia says:

    waH’…
    kok ada debat nih antara awaN n ray…??

    btw, apa yG ditulis awan ada benernya jg…
    jaman kN udah makin canggiH..

    qT jg bisa ngandelin internet…
    kya bapakQ yG lagi kena bronkhitis, setelah aQ cari tw ciri”nya lewat internet, ternyata bpkQ kena bronkhitis akut..

    nah, awaN bisa bantu gak cara aternativ buat pengobatannya…??

    aQ jG lg search di GoogLe…

    GBU..

  7. Awan says:

    Mbak Tia,

    Info ttg bronchitis di weblog sy bs Mbak klik: http://healindonesia.wordpress.com/2008/12/12/atasi-bronkhitis-secara-alami/

    Utk resep alami tanpa efek samping baik utk bronchitis akut dan kronis bs Mbak klik linknya di: http://healindonesia.wordpress.com/paket-sembuh-alami/bronkhitis/

    Mbak bisa cari topic kesehatan yang Mbak butuhkan, lewat fasilitas “Search” di pojok atas sebelah kanan Healindonesia. Tapi hasil pencarian terbatas hanya yg saya publish di Healindonesia saja.

  8. relaxa says:

    yah itulah sulitnya kedokteran, walau ditunjang dengan pemikiran ribuan orang pintar seluruh dunia, kenyataanya 1+1 = tetap bisa 2,3,4,5,6 dst..tetap tidak pasti…
    tetapi kedokteran modern jelas jauh lebih baik..ada penelitian, ada SOP, ada evidence based..bandingkan dengan alternatif pengobatan yang ada?? mereka tidak punya APA PUN..dan mereka TIDAK PERNAH DITUNTUT MALPRAKTEK oleh pasiennya…karena pasien tidak pernah mempunyai ekspektasi setinggi ekspektasi terhadap dokter..dilema..oh dilema…

  9. Awan says:

    Saudara/saudari Relaxa,

    Mohon maaf jika sy tdk setuju dg pendpt Anda. Mungkin ini krn Anda tdk menggeluti secara langsung dunia kesehatan (baik sbg pembelajar maupun praktisinya) serta menggabungkan pemahaman akan makna sejarah, sosiologi, marketing, spiritualitas, psikologi, fisika, dsb.

    Jika Anda mempelajari sejarah, dulu yg disebut dg panggilan dokter adl para praktisi alternative. Jadi jaman dulu, tdk ada istilah alternative. Merekalah yg dulu punya gelar sbg dokter. Medis konvensional br ada sekitar lbh dr 2000 th yg lalu tapi beberapa ratus tahun yg lalu mulai “dikorupsi” ilmunya dg yg namanya “cinta akan uang/ketamakan”. Aliran kesehatan medis konvensional yg kita kenal skrg ini (yg praktisinya biasa kt sebut dokter) disebut allopathy. Dg kepintaran marketingnya (krn demi keuntungan dan monopoli), allopathy berhasil mengambil gelar “dokter” dari para praktisi alternative dan “mempatenkan”-nya, meng-klaim bhw HANYA praktisi dari aliran allopathy sajalah diakui / diberi gelar sebagai dokter. Lain dari allopathy berarti disebut sbg dukun/tabib atau panggilan lainnya yg pasti bkn dokter RESMI.

    Oleh krn kepintaran para allopath (dokter konvensional) yg bekerjasama dg pemerintah jaman dulu, disertai ilmu marketing yg brilliant, ilmu bahasa yg “menghipnotis”, kecerdasan dlm penampilan luar dan hal2 “luar” lainnya, dilengkapi memanfaatkan kekuatan media massa, dunia allopathy berhasil memonopoli standar kesehatan di seluruh dunia.

    Spt yg sy katakan seblmnya, jaman dulu tdk ada yg namanya alternative. Dan ilmu kesehatan jaman dulu adl ilmu yg berasal dari Tuhan, krn diturunkan dan diilhami dari Tuhan. Tapi tentu saja, tdk semua pengobatan alternative berasal dari Tuhan. Ada jg yg dari sumber lain, yg mungkin dari manusia itu sendiri atau dari “roh gelap”. Oleh karena itu maka ada juga yg namanya santet, teluh, dsb (dan itu semua nyata!!!). Jika sy katakan pengobatan dari Tuhan, itu bukan berarti pengobatan yg sekedar bersifat meta-fisika atau gaib. Bukan. Pengobatn herbal, tanah liat, terapi juice, pengaturan pola makan, terapi madu, air, dsb-nya adl juga pengobatan dari Tuhan, dimana para praktisi alternative terilham dari alam dan Hukum Alam ciptaanNya. Jadi pengobatan jenis ini sejalan dg kehendak dan metode Tuhan dlm menyembuhkan. Jadi jika ada seseorang yg merendahkan, meragukan, atau menentang aliran ini, itu sama saja dg merendahkan, meragukan, atau menentang Tuhan yg sdh “menurunkan” ilmu ini ke kita.

    Lain halnya dg allopathy, ilmu allopathy adl ilmu dari manusia, krn JAUH LEBIH BANYAK mengandlkan metode-metode buatan manusia.

    Sy blak-blakan sj dg semua pembaca/pengunjung HI bhw sy adl org yg menentang dunia allopathy. Tapi yg sy tentang hanya allopathy, bukan ilmu kesehatan dan cabang ilmu pengetahuan modern lainnya, spt misalnya biologi, virology, pathologi, dsb. Dunia medis konvensional memiliki bnyk error yg fatal, sdngkan cabang ilmu lainnya adl benar2 ilmu pengetahuan modern sejati. Holistik modern yg ada termasuk Annanopathy (aliran sy) justru campuran dari semua ilmu pengetahuan modern sejati yg ada, tp tanpa dikorupsi oleh “ketamakan”. Jaman skrng sdh bnyk ilmu kesehatan dan yg besar adl allopathy dan holistic. Dan jaman sekrng 2 kubu ini “bersaing” atau “berperang” satu sama lain. Tapi ada jg dari sisi holistic yg bersifat netral terhdp allopathy.

    Jika Anda memperhatikan ada seseorg dg gelar dokter dan dibelakangnya ada singkatan MD, PhD, atau Prof Dr tapi menentang ilmu allopathy dan atau memakai ilmu alternative, mereka adl dari aliran holistic, bukan allopathy. Dulu yg bergelar MD mungkin seorg allopath, tp beralih ke holistic.

    Mengapa sy tdk bersifat netral adl krn standar medis allopathy yg sdh error telah bnyk memakan korban jiwa dan telah merenggut kebahagiaan dan kesejahteraan bnyk org. Ini semua bs saya buktikan dg mudah jika Anda mau sy membuktikannya.

    Ada banyak ilmu kesehatan modern di dunia ini yg lbh baik daripada medis konvensional, spt misalnya holistic modern. Jika kita cerdas, buat apa kita pilih yg jelek padahal ada yg lbh baik.

    Anda mengatakan bhw “kedokteran modern jelas jauh lebih baik..ada penelitian, ada SOP, ada evidence based..bandingkan dengan alternatif pengobatan yang ada?? mereka tidak punya APA PUN..dan mereka TIDAK PERNAH DITUNTUT MALPRAKTEK oleh pasiennya…karena pasien tidak pernah mempunyai ekspektasi setinggi ekspektasi terhadap dokter ” Well… Anda blm tahu bhw holistic modern (yg termasuk alternative jg) memiliki bnyk penelitian, SOP, dan evidence based yg jauh lbh baik krn TIDAK DIMANIPULASI DEMI KEUNTUNGAN. Jika Anda butuh bukti dari saya, akan dg mudah sy berikan.

    Kenapa pasien tdk punya ekspetasi tinggi terhdp alternative itu adl krn pengaruh “brain wash” allopathy yg mensosialisasikan bhw pengobatan alternative itu pengobatan “di bawah” allopathy dan tdk lbh baik drpd allopathy, jadi buat apa berekspetasi tinggi kpd alternative?!?

    Saking bnyk errornya di dunia allopathy, sy sgt yakin sekali berani menentang allopathy & percaya bisa membuktikannya dg mudah. Saya tdk keberatan jika ada professor doctor yg MURNI allopathy menantang saya utk membuktikan pernyataan2 sy diatas dg syarat: Kita adakan Talk Show yg diliput oleh Minimal 3 stasiun televisi di Indonesia, yg disiarkan secara life, dan disana kami berargumentasi.

    Kenapa harus min 3 stasiun TV dan harus life? Krn utk mencegah adanya manipulasi.

    Ini bukan berarti sy percaya dg kepintaran sy, bukan, sy hanya punya kemampuan rata2 saja, tapi sy tahu hukum alam yg mengatakan bhw “Yg salah tdk akan menang terhadap yg benar”. Ilmu kedokteran konvensional sdh terlalu bnyk salahnya dan itu mempermudah sy utk membuktikannya, bkn dg tantangn kata2 atau debat, tapi dg tantangan PRAKTEK LANGSUNG!!

    Lagipula sy berdiri membela Tuhan, sdngkan dokter konvensional berdiri membela alirannya atau kelompoknya.

    Jika Tuhan di sisi saya, siapa yg bisa melawan saya?!?!

    Saya SANGAT MEMOHON MAAF kepada Anda jika komentar saya ini mungkin sangat tdk berkenan di hati Anda. Tapi sy harus TERBUKA demi kebaikan Anda sendiri dan para pembaca/pengunjung HI lainnya. Ini adl bentuk “Speak the truth in love” dari saya. Sekali lagi sy MOHON MAAF.

  10. nunualone says:

    saya mau tanya belajar ilmu holistic modern dimna yah??
    jangan2 ini juga bentuk marketing produk holistic modern..
    bukannya mau berpikiran jelek mengenai ilmu holistic..
    tapi bukankah obat yang berbahan kimia juga bersumber dari “alam” dan ada peraturan dalam pembuatan obat seperti uji klinis yang sampai pada 4 tahap. yang dimna uji klinis tersebut untuk mencegah adanya efek RACUN pada masyarakat secara umum..dan apakah obat yang bapak jual melalui situs ni sudah melalui uji BPOM atau uji klinis…
    dilihat dari sejarah mengenai ilmu holistic saya rasa banyak kekurangannya..karena pada awalnya ilmu kesehatan itu berkembang di cina kemudia padam dan berkembang kembali ilmu kesehatan pada zaman kejayaan ISLAM didunia kemudian ilmu kesehatan dianggap ilmu SETAN ketika DUNIA dikuasai oleh para bangsa romawai karena pada saat itu pihak gereja beranggapan bahwa sakit adalah akibat dosa-dosa yang dilakukan oleh sipenderita , sehingga ilmu kesehatan/kedokteran sempat dianggap aliran “SESAT” oleh pihak gereja…dan selanjutnya setelah ebebrapa abad kemudian munculah para ilmuwan seeprti ibnu sina dan kawan-kawan yang mulai mengembangkan ilmu kedokteran yang hingga sekarang masih dipakai hingga socrates pun belajar dari buku2 ciptaan ibnu sina…setidaknya anda mencoba belajar sejarah yang benar jangan maen asal potong.maap bagi yang bukan muslim…didalam al-quran banyak tersirat mengenai berbagai macam jenis tanaman , hewan , alam yang mampu menjadi media pengobatan.
    dan TUHAN tidak perlu dibela bang!!!
    karena TUHAN lah yang menciptakan penyembuhan bukan anda yang memberikan kesembuhan bagi manusia…

  11. Awan says:

    Halo Mas Nunu,

    Thx utk commentnya. Sy belajar holistic modern dari berbagai sumber yaitu dr org2, dari Kitab Suci, dari buku, internet, dari ilmu sejarah, fisika, psikologi, marketing, filosofi, dan lain2 yg pokoknya campur2. Karena holistic itu sendiri artinya seluruh. Jadi sy mempelajari semua aspek hidup utk bs makin memahami penyembuhan holistic.

    Mungkin Mas blm membaca artikel saya yg berjudul “Waspadalah, Obat-obatan Mencemari Air Kita”. Link:

    http://healindonesia.wordpress.com/2008/09/29/waspadalah-obat-obatan-mencemari-air-kita/

    Sy lihat profile Mas di FS, terlihat Mas belajar dr Medis Konvensional ya?! OK sy bs maklum jk Mas mungkin membela komunitas Mas. Tapi FYI … Mas blm masuk terlalu dlm di komunitasnya dan belum cukup lama utk “melihat” buah dari medis konvensional ini.

    OK… Mas bilang kalau obat2an kimia berasal dari alam. That’s right. Bukan hanya obat2an kimia Mas, semuanya PASTI dari alam. Cuman pokok permasalahannya bukan asalnya, tapi perlakuannya thd alam itu sendiri.

    Obat2an kimia itu pasti dari alam, tp yg salah adalh obat2an kimia KEBANYAKAN (tdk semua) malah merusak alam. Lain halnya suplemen itu mengolah alam. Maksud saya begini…. Ini sy kutip dari artikel sy “Waspadalah, Obat-obatan Mencemari Air Kita”:

    JIka Produsen obat-obatan kimia berkata, “Tapi bukankah kami mengolah alam?” (jd bkn sekedar dalil dari alam saja)

    Benarkah memproduksi obat-obatan kimia adalah tindakan mengolah alam? Tidak. Yang benar adalah merusak alam. Hanya pembuatan suplemen saja yang merupakan mengolah alam. Perbedaannya sungguh besar karena pembuatan suplemen tidak merusak “rancangan” Tuhan atas materi asal yang dijadikan suplemen. Unsur alam yang ada telah memiliki fungsi atau manfaat yang telah ditentukan Tuhan sebelumnya dan tinggal kita yang memanfaatkan alam tersebut sesuai dengan yang “dimaksudkan” Tuhan untuk kebaikan kita.

    Contoh mengolah alam adalah pemanfaatan khasiat kelapa dengan membuat suplemen Virgin Coconut Oil, pemanfaatan khasiat omega-3 pada minyak ikan dengan ekstrak minyak ikan, pembuatan suplemen klorofil, pembuatan ekstrak bawang putih, dan sebagainya.

    Lain halnya dengan obat-obatan yang dibuat oleh manusia dengan cara pemisahan unsur molekul dari molekul aslinya (yang sebenarnya “menyeimbangkan”) sehingga “rancangan awal Tuhan” atas molekul tersebut jadi hilang.

    Contoh merusak alam dari molekul asli yang sebenarnya untuk “menyeimbangkan” adalah pembuatan garam meja yang digembor-gemborkan mengandung yodium yang baik untuk kesehatan ternyata adalah garam berbahaya yang telah dipecah dari unsur garam aslinya. Garam yodium malah terbukti menyebabkan hipertensi sedangkan garam laut asli yang “kita jauhi” ternyata diciptakan oleh Tuhan untuk penyedap rasa yang nikmat dan baik untuk meyembuhkan berbagai masalah kesehatan.

    Tindakan seperti ini sama saja dengan mengulangi sejarah awal kejatuhan manusia oleh Adam dan Hawa, ketika manusia ingin menjadi seperti Tuhan. Tindakan menggantikan alam ciptaan Tuhan dengan obat-obatan kimia dan lebih percaya pada cara manusia, sama saja dengan berkata (dalam tindakan, bukan dalam kata-kata), “Tuhan, saya lebih percaya dengan cara saya sendiri dibandingkan caramu dan ciptaanmu. Caramu kuno Tuhan.”

    Nah itulah bedanya Mas Nunu. Mas harus bisa memahami hal ini dulu dan lihat buah yg dihasilkan obat2an kimia ini. Jika Mas melakukan pencarian pada Search Engine Google, akan Mas akan dapati beribu-ribu jurnal ilmiah yang mempublikasikan permasalahan ini. Bukti-bukti dan fakta sejarah telah ada di depan mata kita!

    Di artikel itu jg ada 6 pertanyaan yg Mas Nunu bs renungkan, yaitu:
    1. Mana yang lebih manjur: Alam ciptaan Tuhan atau obat-obatan kimia buatan manusia?
    2. Apa yang terjadi jika Anda memberikan anak Anda obat antidepresan dan obat anti maag tiga kali setiap hari dalam setahun dibandingkan dengan Anda memberikan minyak ikan scott dan Virgin Coconut Oil tiga kali sehari dalam setahun? Semuanya berfungsi untuk menenangkan pikiran dan anti peradangan pada perut, tapi manakah yang Anda pilih untuk kesehatan anak Anda yang tercinta?
    3. Apa yang terjadi 50 tahun kemudian jika kita membuang berton-ton obat-obatan kimia ke tanah dan air kita, dibandingkan dengan jika kita membuang berton-ton suplemen VCO, klorofil, minyak ikan, dan suplemen-suplemen lainnya ke tanah dan air kita?
    4. Manakah yang paling banyak terjadi kasus malpraktek: Perawatan oleh dokter konvensional atau perawatan oleh praktisi holistik?
    5. Manakah yang lebih banyak memiliki efek samping negatif terhadap tubuh: obat-obatan kimia atau alam ciptaan Tuhan?
    6. Manakah yang paling banyak mengalirkan uang pada Anda: obat-obatan kimia atau alam ciptaan Tuhan?

    Problema di medis konvensional (allopathy) adl allopathy itu sangat mengandalkan standar buatannya dan berkeyakinan bhw uji klinis adl STANDAR PASTI suatu kebenaran. Standar allopathy adl standar buatan manusia dan uji klinis bukanlah STANDAR PASTI suatu kebenaran. Standar pasti suatu kebenaran adl dari Tuhan, yaitu fakta sejarah dan fakta sehari-hari, yaitu buah dari suatu objek itu sendiri.

    Semak belukar tdk mungkin berbuah anggur, begitu sebaliknya.

    Uji klinis bs dimanipulasi, seperti contoh “Isolasi HIV Selama ini Adl Manipulasi”. Link: http://healindonesia.wordpress.com/2009/02/16/isolasi-hiv-selama-ini-adalah-manipulasi/

    Tapi lain halnya dg fakta sejarah dan keseharian atau buah itu sendiri, benar2 nyata apa adanya.

    Tapi jgn mengira kalau holistic modern itu tdk ada uji ilmiahnya, tidak… justru standar dan uji ilmiah di holistic modern JAUH LEBIH TINGGI lagi dibandingkan allopathy. Search saja penelitian ttg cabae, jahe, minyak ikan, madu, dsb… yg asli alam. Pasti buanyak sekali tapi dg satu kondisi… Mas Searchnya dg bahasa Inggris. Kalau Indonesia sedikit Mas.

    Mengapa uji penelitian holistic tdk distandarkan atau dibakukan di allopathy adl krn unsur politik dan uang Mas. Bukan krn kurang penelitian. Spt yg sy bilang td, penelitian ajubilah banyak sekali.

    Selain praktisi holistic, sy juga org marketing, tapi marketing with love. Jadi itulah yg membuat marketing sy tetap jujur dan berusaha mengutamakan kepentingan customer, bukan kepentingan perut saya sendiri. Bisnis sy adl menyembuhkan penyakit, bukan bisnis menjual & merawat penyakit.

    Dan justru karena saya dari marketing dan tahu ttg konsep hipnotislah saya tahu “sisi gelap” bisnis merawat dan menjual penyakit dari allopathy ini.

    Membaca penjelasan Mas Nunu ttg sejarah kesehatan sepertinya Mas blm paham apa itu holistic. Holistik itu bukan dari kata holy yg artinya suci, tapi dari whole dan holism yg artinya menyeluruh. Info ttg sejarah holistic bs Mas klik linknya di:

    http://healindonesia.wordpress.com/2009/02/16/sejarah-holistik-ciptaan-tuhan-versus-ciptaan-manusia/

    Socrates, Plato, Ibnu Sina itu org2 holistik juga.

    Fisika, biologi, matematika, dan ilmu pasti lainnya itu memakai Hukum Alam dan jg holistic. Yg masalah adl medis konvensionalnya Mas, bukan ilmu pasti lainnya. Kami dari holistic modern tdk mempermasalhkan penyembuhan dan ilmu pasti lainnya. Yg kami permasalahkan adalah medis konvensionalnya saja.

    Kenapa demikian Mas bs baca dulu link2 yg saya kasih dan Search di Google situs2 holistik yg ada. (bahasa Inggris ya..)

    Semua produk yg saya tawarkan sdh pasti sdh teruji ilmiah dan ada ijin BPOMnya. FDA aja ngasih ijin kok.

    Membela Tuhan yg saya maksudkan bukan membela secara fisik atau literal spt itu Mas. Emangnya Tuhan itu lemah dan tdk bs membela diri sendiri? No… Yg sy maksudkan membela Tuhan adl membela dari sisi lain. Saya membela dari seseorg yg tdk rela karya ciptaanNya direndahkan. Membela dari sisi “menjernihkan permasalahan” dan “memberikan info yg benar”. Tuhan itu bekerja melalui umatnya, ya kita semua ini adl alatnya. Justru kalau kita mengharapkan Tuhan turun tangan sendiri itu adl penghinaan buat Dia.

    Contoh; suatu hari Mas mendengar SBY digosipin selingkuh sama si Tuti di Hari Selasa Jam 7 malam di tempt A. Padahal Mas tahu SBY hari selasa jm 7 mlm lagi sama Mas dan istrinya. Berarti isu ini hanya gossip yg nggak bener. Nah SBY sebenarnya sangat berkuasa utk membantah gossip ini, tapi Mas sbg org yg mengenalnya dg baik ya.. otomatis berbicara kpd public “membela” SBY. Nah skrng Mas mengerti khan?

    Ya benar, Tuhanlah yg menciptakan penyembuhan. Saya memakai bahasa:… “holistic modern itu fokus pada menyembuhkan atau sy bilang bisnis sy adl menyembuhkan”, itu adl dari segi bahasa saja Mas. Bukan dari sisi spiritualnya. Saya memakai bahasa marketing, bkn bahasa spiritual.

    Contoh: Ada org bilang, “Saya akhirnya berhasil memenangkan perlombaan ini”… “Wah Mr. Antony sdh sukses ya”…

    Lho.., bukankah kemenangan dan kesuksesan itu adl dari Tuhan? Nah, dari sisi spiritual kita memahami bhw semua kebaikan yg kita terima adl dari Tuhan. Termasuk kesembuhan jg demikian. Kata2 sy seperti “menyembuhkan” adl dari sisi bahasa marketing dan dari sisi humanism. Jika sy bicara spiritual terus, ntar dikiranya ini blog rohani. Wah kasus tuch :)

    Weblog sy memang kontroversial, dan sudah pasti menyinggung perasaan bbrp pihak. Tapi sy menulis bukan utk menyenangkan hati semua org dan memakai bahasa yg harus enak ditelinga semua org, tapi menulis dg bahasa kebenaran.

    Jika ingin melihat kebenaran… tahan dulu emosinya. Pakailah pikiran yg jernih, maka Mas Nunu bs melihat dg jelas. Pakailah pikiran yg obyektif dan melihat dari 2 sisi. Sy berterimakasih krn Mas bersedia mengeluarkan uneg2nya. Daripada dipendam khan? :)

  12. Dear says:

    Duh…salut buat mas Awan yang berani bicara benar…
    Saya setuju mas, jangan pernah takut berkata/ bertindak benar.
    Maju terus untuk kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik!!
    Jangan pernah ada lagi MALPRAKTEK!!

  13. jhonislam says:

    betul sekali sobat awan,bukan hanya di bidang ilmu pengobatan,di bidang lain seperti pertanian ala konvensional yang menggunakan bahan kimia telah banyak merenggut korban pada kesehatan saudara saudara kita,kesombongan ilmuan yang mengotak atik ciptaan tuhan dengan merekayasa tumbuhan agar memiliki kemampuan untuk industri komersil alias UANG,telah membuat petaka kesehatan.tonton acara metro tv jam 4 sore saya lupa judulnya….itu salah satu kesoktauan manusia,belum lagi motor,hp,ac, burger,nuklir.etc yang akan memusnahkan umat manusia yang tadinya penemuan teknologi yang di banggakan sebagai kecerdasan manusia untuk memmpernudah gaya hidup moderen hurahura alias nafsu angkuh dan arogan….makanya taurat,injil,dan al Quran meramalkan dunia akan kiamat…beruntunglah orang orang yang memperjuangkan kebenaran atas nama tuhan…..cepatlah bertaubat orang orang jahat agar kiamat tak terlalu cepat……………tpi itu pasti.n saya setuju dengan cara bos awan sukses…….

  14. ase says:

    mas, apa ga takut dosa kalo ada pasien yg mas tangani ternyata salah penanganan dan hasilnya buruk? (padahal bisa baik kalau ditangani dgn benar)

    saya percaya pasien harus diperlakukan secara holistik, dalam koridor ilmiah, dan evidence-based…

    sebagai contoh pernyataan mas tentang infus natrium chlorida, apa mas tidak pernah baca di pelajaran SMA bahwa natrium chlorida 0,9% (normal saline / NS) mempunyai osmolaritas mirip dengan cairan normal tubuh? bahwa natrium chlorida 0,9% adalah cairan pilihan untuk rehidrasi?
    mohon baca http://en.wikipedia.org/wiki/Saline_%28medicine%29

    mas juga salah total mendefinisikan edema. mohon baca http://en.wikipedia.org/wiki/Edema

    mohon pembaca forum ini juga kritis. banyak informasi yg benar bisa didapat di internet. cari saja di google…

  15. Awan says:

    Saudara/I Ase,

    Sepertinya Anda urang memahami apa bedanya dosa dengan kesalahan. Kesalahan blm tentu dosa, sdgkan dosa sudah pasti kesalahan. Salah penanganan pasien belum tentu dosa, tapi dosa atau tidak tergantung dari motivasi, hati nurani, norma, dan lain-lain. Utk masalah dosa dan keslahan ini, silahkan perdalam masalah spiritualitas ini dg ahlinya. Semua org punya dan PASTI melakukan kesalahan dan kalau seorang dokter takut melakukan kesalahan, dia tidak layak utk jadi dokter. Tapi jangan dengan sengaja melakukan kesalahan apalagi menyepelekan kesalahan. Pandanglah kesalahan sebagai apa adanya. Pertanyaan Anda ini mengesankan kalau apa yg saya lakukan CENDERUNG salah.

    Artikel sy ini adl berisi ttg membantu org lain supaya terhindar dari malpraktek dan ini juga termasuk dari malpraktek pengobatan jenis apapun, termasuk pengobatan saya.

    Natrium chloride akan baik jika digunakan sebagai “TIM” oleh molekul lainnya shg tdk mengakibatkan efek samping. Kesalahan medis konvensional adl “memisahkannya” dari komponen pelengkap itu sendiri. Di artikel ini sy tdk pernah menyangkal bahwa natrium chlorida 0,9% (normal saline / NS) mempunyai osmolaritas mirip dengan cairan normal tubuh dan bahwa natrium chlorida 0,9% adalah cairan pilihan untuk rehidrasi. Yang saya persalahkan adalah pemanfatan yang TIDAK TEPATnya dg cara memisahkannya dari komponen pelengkap. Info ini bisa Anda dptkan dari artikel saya “Terapi Garam untuk Atasi Hipertensi dan Penyakit Degeneratif” yang pasti Anda sdh baca. Saya anjurkan Anda membacanya lagi dg LEBIH HATI-HATI.

    Utk masalah edema… di artikel ini sy tdk ada menyebutkan sama sekali ttg edema. Kecuali yg Anda maksudkan adalah edema yg ada di artikel sy “Terapi Garam untuk Atasi Hipertensi dan Penyakit Degeneratif”. FYI, edema yg tertulis disana adl penjelasan PRAKTIS dari berita kesehatan di Inilah.com. Link: http://www.inilah.com/berita/kolom-pak-yadi/2008/06/28/35273/gangguan-rangsang-akibat-cedera/

    Kalau Anda baca di Inilah.com, pengertian edema yg Anda maksudkan di Wikipedia jg disebutkan disana. Nah, saya memakai pengertian “gangguan rangsang atau rasa sakit pada bagian cedera (terkilir/keseleo)” Karena sy mengira org2 bakal lebih gampang mengerti dg pengertian praktis ini. Tapi nyatanya tidak, toh buktinya Anda mengoreksi saya. Terima kasih utk koreksinya, skrg sdh saya edit dg makna yg sekarang MUNGKIN lbh bisa dimengerti dan diterima. Jika ada tulisan saya lainnya yg sulit dimengerti, mohon bantuannya utk mengoreksinya lagi.

    Lho Anda berkata “mohon pembaca forum ini juga kritis. banyak informasi yg benar bisa didapat di internet. cari saja di google…”????? Bukankah itu yg saya tulis di artikel ini?!

    Saya sarankan Anda juga membaca artikel sy lainnya utk bisa memahami perbedaan sains ilmiah dg sains medis konvensional:
    http://healindonesia.wordpress.com/2009/05/29/sains-holistik-modern-jauh-lebih-unggul-dibandingkan-medis-konvensional/

    Terus Anda baca perbedaan dokter medis konvensional dg dokter holistic:
    http://healindonesia.wordpress.com/2009/05/29/perbedaan-dokter-yang-setia-kepada-medis-konvensional-dengan-dokter-yang-%e2%80%9cmurtad%e2%80%9d/

    Thx & GBU

  16. vania says:

    Betul kata ase, tidak ada kontra pemberian nacl 0,9 pada pasien hipertensi. Kalau dibaca, anda kok sepertinya sangat berusaha utk menjatuhkan kedokteran? Padahal anda sama saja dgn mereka yg membuat obat, bukan seperti relawan praktek alternatif lain yang obatnya cuma-cuma atau serelanya. Saya rasa ini blog tidak ada bedanya seperti iklan elektronik, yang berusaha menyamar seperti kajian ilmiah. indikasiinnacl

  17. vania says:

    Kalau dibaca, anda kok sepertinya sangat berusaha utk menjatuhkan kedokteran? Padahal anda sama saja dgn mereka yg membuat obat dan menjualnya dengan harga relatif mahal, bukan seperti relawan praktek alternatif lain yang obatnya cuma-cuma atau serelanya. Saya rasa ini blog tidak ada bedanya seperti iklan elektronik, yang berusaha menyamar seperti kajian ilmiah. Anda berteriak seolah anda penolong, tetapi di belakang meja sibuk menghitung uang hasil tuduhan anda. Ditambah anda memakai alasan Tuhan.

  18. Awan says:

    Saudara/i Vania,

    terima kasih untuk kritikannya tapi lain kali jika ingin memberikan kritik yg membangun, sy lebih menghargainya jika Anda terbuka dg identitas Anda. Akan terlihat apakah Anda benar2 gentle dan tulus dlm memberikan kritikan, jika Anda tdk takut identitasnya diketahui.

    Anda lihat bahwa saya terbuka dg identitas saya pribadi, bhkn memberikan akses akun facebook saya ke semua org.

    Selain itu, kritikan Anda harus ilmiah tdk sekedar pernyataan saja. Terlebih pernyatan2 Anda tersebut cukup pedas. Anda perhatikan bahwa tulisan2 sy bukan sekedar pernyataan, tapi dipenuhi dg sains ilmiah. Jadi saya bukan sekedar omong kosong belaka.

    Perlu Anda ketahui bahwa ini adl situs ilmiah, bukan situs chating atau tmpt tongkrongan org2 bisa berbicara seenaknya.

    Saya tdk akan memaksa Anda menyukai saya dan menyetujui pendapat2 sy. Itu hak Anda.

    Gerakan Healindonesia bertujuan utk mengkoreksi apa yg salah dari kedokteran, Jika suatu organisasi atau pribadi memiliki jiwa besar, seharusnya dengan rendah hati mau dikritik dan mau berubah jika memang ada salahnya. Pernyataan Anda yg spt ini hanya akan membuktikan bahwa komunitas medis konvensional memang “susah utk dibilangin” bhkn hanya bisa memberikan pernyataan2, tanpa didukung sains yg kuat.

    Saya percaya Anda pasti tdk tahu apa2 ttg holistik shg memberikan pernyataan2 spt. Anda pasti hanya tahu dari sisi medis konvensional saja, tanpa mengetahui sains holistik modern.

    Saya rasa Anda juga belum ada pengalaman menghadapi kasus2 maut bhkn menyembuhkan berbagai penyakit serius. Saya sarankan perdalami dulu sains kesehatan dan perbnyk pengalaman Anda dlm MENYEMBUHKAN berbagai penyakit serius baru Anda akan mengerti apa yg saya tulis ini benar atau tdk. Sesdh itu mari kita berdiskusi, supaya jangan sampai Anda terlihat “hijau” di sini apalagi Anda takut membuka identitas Anda.

    GBU

  19. Awan says:

    Oh iya, biar Saudara/i Vania tahu sekilas ttg sains holistik, saya sarankan utk membaca link: http://healindonesia.wordpress.com/apa-itu-holistik/

    Thx

  20. purwantopardi says:

    itulah dokter, terkadang mereka blm sadar bahwa mereka adalah manusia biasa dan kitalah yg harus lebih peduli dengan kita sendiri. trim infonya. next time to be better

  21. retlife says:

    Seru juga baca halaman ini, komen2nya waduh.. pedes2 ya.. tp menurut sy pribadi, orang yang mengeruk keuntungan itu biasanya tidak mau “bagi2 ilmu”, tapi sejauh saya baca sih, blog ini justru membuat pembaca yang notabene awam dan gak ngerti obat2an bisa lebih berhati2 thd malpraktek dokter yg memang sudah “merajalela” karena tidak bisa dijerat hukum…

    Dan kalau orang lain bicara baik2, kenapa kita harus emosi menanggapinya ya? Sabar dong para dokter…. :)

  22. retlife says:

    kl emosi sendiri saja susah mengontrolnya, gimana mau menangani pasien… ;P

  23. aira maniez says:

    sebenarnya mahal ato gak sih pengobatan holistik?mahal mana dg allopathy? perbandingannya gimana atas malpraktek?pernah terjadi?barapa persentasenya dari 100?thx

  24. Awan says:

    @ Aira maniz: Kalo dibandingkan dg pengobatan medis konvensional (allopathy) , pengobatan holistik itu lebih murah bahkan bs gratis. Di holistik jg PASTI ada malprakteknya (krn org holistik jg manusia), tapi prosentasenya JAUH LEBIH KECIL jika dibandingkan allopathy. Utk tepatnya berapa sy tdk tahu. Tapi kalo mau dibuat simple utk mengetahui perbandigannya, pakai saja metode perbandingan sebelum dan sesudah. Maksudnya, membandingkan pasien yg sebelumnya dirawat secara allopathy kemudian bandingkan dg sesdh dirawat secara holistik. Biar mencolok hasilnya, cari saja kasus2 SERIUS dan maut spt misalnya diabetes, gangren, batu ginjal dan gagal ginjal. Medis alopathy biasanya tdk bs handle kasus2 spt ini, tapi holistik modern bs. Coba baca artikel sy di link:

    http://healindonesia.wordpress.com/2009/10/14/benarkah-gagal-ginjal-bisa-sembuh-tanpa-operasi-serta-cuci-darah/

    Sesdh itu baca, Artkel Terkait di bawahnya. Thx

  25. Agung says:

    Pak atau mas Awan,
    saya juga termasuk yang percaya dengan metoda anda. tapi harga2 suplemen yang ditawarkan kok mahal juga ya… jadi gimana donx?

  26. Awan says:

    Sdr Agung, harga suplemen tsb sdh wajar sesuai dg kualitas yg dimiliki oleh suplemen tsb. Sy jusru kurang confident jika menjual barang murahan dan jaminan sertifikasinya tdk kuat. Tapi jika dibandingkan dg produk medis konvensional, suplemen2 yg saya jual masih lebih murah dan aman.

  27. nurul says:

    Mas Awan usia sy sekarang 38, saat ini sy sedang hamil 8 bl, sdh 2 bl ini sy mengalami hipertensi. Terakhirnya tgl 21 Nop sy kontrol tekanan darah sy naik lg bukannya menurun menjadi 160/90 dan bukan itu saja kaki, tangan sy bengkaknya tdk hilang2 juga kadang2 disertai pusing, padahal saatnya sudah tidak lama lagi. Sy jadi takut karena pada kehamilan anak 1 s/d ke 3 sy tdk pernah mengalami kenaikan tekanan darah. Apa yg mesti sya lakukkan utk menurunkan hipertensi sy?

  28. Awan says:

    @Bu Nurul: Silahkan telp saya langsung utk mengatasi hipertensinya krn ini bs membahayakan Ibu sendiri dan janin. Hub sy di 08174745269 / 0361 7969834.

    Thx,
    Awan

  29. imuth says:

    sebenarnya sudah lama artikel-artikel ini saya cari, akhirnya ketemu juga. Jujur, saya orang yang pro holistik, meskipun saya dari kalangan konvensional. Pak Awan, apakah untuk penanganan keadaan kegawat daruratan dari segi holistik sudah ada? Soalnya kasus-kasus malpraktek juga banyak terjadi disitu. Mohon informasinya. Trimakasih sblmnya.

  30. Awan says:

    @Sdr Imuth: Iya saya setuju. Memang kasus malpraktek bnyk sekali terjadi disana krn keluarga pasien yg PANIK sangat mudah dimanfaatkan dan nurut apa aja kata dokter disana. Semoga sy bs punya kesempatan utk memberikan tips mencegah malpraktek di Ruang ICU atau UGD. Atau mungkin Anda bisa jg share ke kita semua. Thx

  31. paradilan says:

    wah.. dr td hampir semua comment yg sdr. awan keluarkan semuanya menitik beratkan soal malpraktek yang disebabkan oleh kesalahan dokter.
    sedikit masukan mungkin disini kita harus tau dulu apa itu “malpraktek” krn tdk semua kasus yg berupa perburukan kondisi pasien itu disebut malpraktek, bahkan untuk menegakkan malpraktik secara hukum memerlukan pembuktian (otopsi atau visum). istilah malpraktik sendiri dalam dunia kedokteran dan hukum itu tidak ada, istilah ini dikembangkan oleh wartawan berita yang mengistilahkan untuk tindakan dokter yg merugikan pasiennya.
    sedikit berbagi pengalaman, saya adalah seorang dokter d suatu RS banyak beberapa kasus yg saya temui yg mnurut pasien itu adalah “malpraktek” dokter : seorang wanita datang k RS dengan keluhan lumpuh pada kaki kanan hasil Rontgen menunjukkan adanya tumor tulang dengan disertai fraktur(patah tulang) dalam penggalian riwayat sakitnya pasien mengeluh awalnya hanya terkilir dan terasa linu2, lalu pasien membawanya k pengobatan alternatif sebanyak 6x dengan biaya setiap kali kunjungan sebesar 150rb namun sakitnya semakin parah dan akhirnya tdk kuat untuk dibuat jalan, barulah si pasien berobat k dokter. Di RS para senior kami memutuskan untuk dilakukan amputasi karena tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan, tapi pasien menolak untuk itu. beberapa minggu kemudian pasien datang kembali dengan kondisi kaki yg telah menjadi gangren(membusuk) dan salah satu keluarga pasien menuduh kami telah melakukan malpraktek hanya dengan alasan bahwa kami telah membiarkan kaki pasien menjadi busuk, pdhal kami sudah bertindak sesuai prosedur karena pasien menolak untuk dilakukan tindakan. ya.. mungkin semua itu hanyalah masalah komunikasi saja, tapi yang kami sayangkan adalah tindakan pasien untuk membawa sakitnya ke pengobatan alternatif karena manipulasi yang dilakukan pengobat alternatif tersebut justru membuat sel2 tumor tumbuh makin cepat dan menyebabkan fraktur tulang. Coba seandainya terkilir dan rasa linu yg dkeluhkan langsung beliau bawa k dokter maka tindakan amputasi tidak diperlukan.
    dari pengalaman ini sejenak kita renungkan berapa banyak uang yang telah dikeluarkan oleh si pasien untuk pengobatan alternatif dan biaya operasinya nanti, setelah kita jumlahkan cost yg dkeluarkan pastinya akan lebih besar jika dibandingkan jika pnyakitnya terdiagnosa lebih dini oleh dokter. Bahkan dalam kasus ini si pasien TIDAK DAPAT MENUNTUT dan MEMINTA GANTI RUGI pada pengobat alternatifnya, hal ini dikarenakan di Indonesia masih belum ada SURAT IJIN BERPRAKTEK dari pemerintah untuk pengobatan alternatif beda halnya dengan praktek dokter yg mempunyai ijin resmi dari pemerintah dmana jika dokter memang terbukti berbuat kealpaan maka dokter bisa dituntut d meja hijau….
    ya.. semoga pengalaman pasien ini dapat memberi pandangan pada kita untuk melakukan tindakan prevensi secara benar sehingga kita tidak menyesal di akhir nanti…
    jujur dalam hati saya tidak mengingkari kalau ada beberapa dokter yg lupa dengan sumpah yg pernah ia lafalkan.. tp msh banyak dokter yg menjalankan profesinya dengan dedikasi yang tinggi dan tanggung jawab..

  32. Awan says:

    @ dr paradilan:

    Quote: wah.. dr td hampir semua comment yg sdr. awan keluarkan semuanya menitik beratkan soal malpraktek yang disebabkan oleh kesalahan dokter.

    Answer:
    1. Sy hanya menjawab komentar2 org yg salah paham dan jg mencela artikel ini. Kalau tdk ada komentar2 tsb, sy tdk akan menitik beratkan ttg kasus2 malpraktek yg disebabkan kesalahan dokter. So it’s logic.
    2. itu krn Healindonesia memang blog yg mengkhususkan utk melindungi masy dari malpraktek. Sama spt jaksa yg memang dikhususkan utk menuntut, hakim dikhususkan utk menghakimi, dan KPK yg dikhususkan utk membongkar korupsi. Silahkan lihat visi dan misi sy di link:

    http://healindonesia.wordpress.com/about/

    Disamping itu, artikel sy ini adl masukan buat para dokter “nakal”. Sy tdk menulis utk menjelek2kan, tapi utk kritik membangun dan perlindungan masy. Sdh pasti sy menulis bukan utk menyenangkan hati SEMUA ORANG. Dan sy tdk pernah mengatakan bahwa semua dokter itu “nakal’ atau jahat. Tapi jujur, ilmu medis konvensional telah melahirkaan bnyk dokter2 nakal dan disinilah artikel ini sy tulis utk melindungi masy dari para dokter nakal tsb.

    Thx

  33. tri says:

    anak saya terkena sakit perut, karena dokter praktek masih lama, saya bawa ke UGD, belum ada test ini itu dikatakan bawah usus buntunya pecah, akhirnya dirawat dan ditangani dr bedah, dokter ngasih tindakan lambung dikuras, setelah di usg ternyata tidak ditemukan indikasi usus buntu apalagi pecah ususnya. Akibat dikuras lambungnya anak saya terus2an mengeluarkan cairan, panjang cerita akhinya anak saya terkena komplikasi. dari lambung, paru2 dan otaknya terinveksi, jadilah radang otak dan koma beberapa hari. setelah hampir dua tahun ini melakukan terapi masih belajar jalan. kadang timbul penyesalan kanapa anak saya bawa ke rs tersebut. tapi supaya menghilangkan rasa penyesalan itu saya berfikir ini semua sudah takdir Yang Maha Kuasa, Semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna buat anakku.

  34. Dt Awan says:

    @ Bu Tri: Terima kasih utk sharing pengalamannya. Supaya bs terhindar dari kasus malpraktek lainnya dan memperlengkapi diri dan keluarga dg pengetahuan kesehatan yg tepat, sy sarankan Ibu utk belajar sains holistik modern di http://www.hios.co.nr

    Kl mau penyembuhan total utk anaknya, bs dicoba resep alami tanpa efek samping di link: http://sites.google.com/site/tokohomart/paket-resep-alami/anakseringsakit

    Semoga bs membantu :)

  35. Sherly says:

    Saya ga tau apakah pengalaman sy ini termasuk mal praktek dokter ato apa. Tp pengalaman ini ckp menyakitkan bg sy. kejadian ini terjadi 2 th lalu. Usia anak sy 2,5 th dan tiba2 dia sakit panas. Esok harinya (hr senin), pagi2 sekali sy bw ke dokter langganan yang biasanya menangani anak sy. Diagnose awal batuk pilek biasa dan plus radang sehingga akhirnya panas. Akhirnya di kasih obat yang sesuai dg diagnosenya itu. Pesannya hanya satu : klo obatnya habis dan belum sembuh datang lagi.

    Hari ke 2 msh panas, msh muntah. Hr ke 3 panasnya turun, tp badannya cenderung dingin (Anyep) dan tetep muntah. Di kulitnya keluar bintil2 merah. Krn khawatir, hr ke 4 pagi sy kembali ke dokter itu meski obatnya belum habis. Dari situ kelihatan dia panik, dan menyuruh kita utk membawa ke lab. Krn dokter tsb adl pemilik sebuah rumah sakit, mk dikasih rujukan ke lab di RS dia. Sampai di RS langsung di lab dan hasilnya keluar 1 jam berikutnya. Sebenarnya sy ingin dia diinfus dulu krn sptnya udh dehidrasi. makan ga bs masuk dan muntah terus. Tp pihak RS menolak dan tunggu hasil lab yg berarti 1 jam lagi, dan anak sy semakin dehidrasi. Setelah hasilnya keluar, br anak sy di tangani. Hasil labnya dia positif DBD, trobositnya 50.000. Ada juga Campak dan Ispa.

    Disini ada kejadian lagi yang membuat sy marah skali. Ketika menangani anak sy, tjd 2 kekeliruan oleh staf. 1. Mereka salah memasukkan infus, akhirnya di ganti. 2. Mereka salah memasukkan jarum. Seharusnya jarumnya besar krn sdh sangat dehidrasi, tp di masukkan jarum yg kecil. Meski akhirnya di ganti. Mungkin anda sekalian tau, bagaimana susahnya memasukkan infus ke anak kecil. Melihat anak sy di seperti itukan, sy hny bs menangis.

    Di saat kondisi anak sy kritis, pihak apotik tidak mau mengeluarkan obat sebelum sy tebus. Walaupun pihak UGD udh langsung meminta ke bag apotiknya. Akhirnya suami sy dtg dan obat bs d tebus. Saya masuk rumah sakit jam 10, anak sy meninggal sekitar jam 12. Diagnosenya dehidrasi dan tjd pendarahan dalam. Krn DBD itu, pembuluh darahnya udh pecah. Tp yg di dalam, jd dr luar ga kelihatan.

    Dunia sy seakan runtuh seketika. Seandainya saja tdk sy bw ke RS ini, mungkin bs ditangani dg cepat.
    Seandainya sj sy bawa ke dokter lain, mungkin dia lebih care dg anak sy, shg akan bilang: klo sampai bsk panasnya belum turun langsung aja di lab kan. Berarti ada penyakit lain yg menyebabkan hal ini..
    Menyesal pastinya… Tapi mungkin ini cobaan dr Allah buat sy…

    Semenjak saat itu, saya benci sekali dg yg namanya dokter.
    Mungkin dr sisi diagnosenya masih bs kita ambil, tp eksekusinya/cara pengobatannya: dokter bukan satu2nya yg bisa menyembuhkan penyakit. Masih banyak cara lain yg bs di tempuh.

    Setelah itu sy banyak belajar ttg kesehatan. Baca sana-sini. Akhirnya sy memilih jalur terapi suplemen dan alternatif. Dan dg pengetahuan baru sy ini, sy udh dpt membantu saran ke bbrp org. Ada saudara yang kena diabetes dan kakinya busuk, dg terapi suplemen 2 minggu sembuh. Mama sy kena stroke. Tangan kanan ga bs di gerakkan. Wajah kanan sptnya syarafnya kena, shg keliatan “penceng”. Satu bln terapi, udh sembuh. Sekarang klo ketemu dg orang2 sebayanya, pasti tidak akan ada yg percaya klo beliau pernah kena stroke. Dan yg dasyat adl kanker saya.

    Sy penderita kanker payudara st 2. Kalo di tangani dokter, standartnya pasti payudara sy udh di potong, trus di suruh kemo. Udh menjalani itu aja, belum tentu usia sampai 2 th. Dr statistik menyatakan, rata2 kurang dr 2 th pasiennya akan meninggal. Itu yg dikatakan mamanya teman sy. Beliau penderitan kanker payudara st 2, udh di potong dan udh kemo. Dan pasien yang seangkatan dg beliau udh meninggal semua. Beliau dpt bertahan lebih dr 4 th, krn terapi suplemen. Jadi akhirnya, sy ambil keputusan untuk terapi suplemen dan alternatif. Alhamdulillah, sekarang sy sembuh total. Tanpa campur tangan dokter dan obat2 non herbal.

    Pesan saya: Silahkan ke dokter ato ke lab untuk cari tau sebab penyakit anda sebenarnya.
    Untuk eksekusinya: Dokter dan obat2an kimia sintetis, bukan satu2nya yg dapat menyembuhkan anda. Di luaran sana, banyak sekali cara yg bs menyembuhkan penyakit anda, asal anda mau cari info dan belajar.

    Semoga pengalaman saya bisa jadi pelajaran.

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel