Home » Info Sehat » Ingin Sehat dan Awet Muda? Minum Air Seni!

Ingin Sehat dan Awet Muda? Minum Air Seni!

Antioksidan tak harus diperoleh dari buah dan sayur, urine pun merupakan sumber antioksidan. Murah lagi.

Cobalah autourine therapy, kalau ingin tetap sehat dan awet muda. Dari urine kita dapat meredam tingkah liar radikal bebas, si biang penyebab penyakit kanker dan lainnya.

Misteri faedah serta keberhasilan pengobatan alternatif dengan meminum air seni sendiri (autourine therapy, AUT), seperti yang telah dilakukan sejak berabad-abad silam di India dan Cina, kini mulai terkuak. Air seni atau urine ternyata mengandung antioksidan yang tinggi.

Tentu saja keberadaan antioksidan dalam urine itu membuat pelaku terapi ini semakin bersemangat meneruskan terapinya. Betapa tidak, antioksidan itu merupakan senjata ampuh melumpuhkan radikal bebas yang berkeliaran di sekitar dan di dalam tubuh kita.

Dengan pengetahuan tentang tingginya kadar antioksidan dalam urine, AUT bisa menjadi alternatif bagi mereka yang kurang mendapatkan cukup asupan antioksidan dari makanan dan minuman.

Sebagai pelayan di bidang kesehatan, saya sudah sering menjumpai pelbagai penderita yang sembuh dengan pengobatan alternatif ini, antara lain penderita asma dan kencing manis.

.

Terbanyak Dalam Urine

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki kemampuan mengatasi atau menetralisasi radikal bebas.

Kemampuan itu membuat tubuh terbentengi dari segala gangguan kesehatan, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. Pelbagal penyakit, termasuk kanker pun bisa dilibas. Untuk yang sehat, jalan menuju kondisi bugar semakin lapang. Yang tak kalah menggembirakan, antioksidan bisa menghambat proses penuaan.

Sekadar mengingatkan, yang termasuk dalam antioksidan adalah beta karoten, vitamin C, dan vitamin F.

Nah, dalam urine ternyata zat-zat gizi itu juga ditemukan. Martha Christy dalam artikel Your Own Perfect Medicine (allnatural.com) mengungkapkan bahwa Dr. A.H. Free, salah seorang pendiri Miles Laboratories, berhasil menemukan ratusan senyawa dalam urine.

Senyawa-senyawa itu dalam bentuk asam amino (misalnya, lisin dan metionin), karbohidrat rantai pendek (glukosa), vitamin (termasuk vitamin sumber antioksidan seperti asam askorbat – vitamin C) dan mineral (macam zat besi, magnesium, potasium, atau seng).

Yang mengejutkan, urine kita ternyata juga mengandung antioksidan tertinggi di antara beberapa jenis cairan tubuh manusia. Fakta itu tertuang dalam tulisan Ziobro A dan Bartosz G dari University of 1.odz, Banacha, Polandia, berjudul A Comparison of the Total Antioxidants Capacity of Some Human Body Fluids. Dalam tulisan itu dipaparkan hasil penelitian yang membandingkan kadar total antioksidan (TAC) pada pelbagai cairan tubuh manusia dan beragam usia.

Yang menarik dari tabel itu, antioksidan dalam ludah perokok ternyata jauh lebih rendah dari bukan perokok. Ini tentu bukan berita menyenangkan, apalagi merokok dapat meningkatkan radikal bebas.

Hasil penelitian lain menggambarkan adanya penurunan kadar total antioksidan sejalan dengan berlanjutnya usia. Hasil penelitian kadar total antioksidan dalam darah (serum) yang berasal dari tiga golongan usia yang masing-masing berjumlah 31 orang sebagai sampel adalah sebagai berikut:

  • Usia 18 – 24 tahun: 0,84 + 0,34 mM
  • Usia 25 – 39 tahun: 0,59 + 0,18 mM
  • Usia 40 – 60 tahun: 0,49 + 0,20 mM

Untuk memperoleh tambahan antioksidan, kita bisa melakukannya dengan mengonsumsi sayur antara lain bayam, brokoli, dan wortel, serta pelbagai buah seperti apel, pisang, jambu. Wajar kalau kemudian mereka yang kurang makan buah dan sayur ternyata rendah kadar antioksidannya. Antioksidan juga bisa diperoleh dari ginseng dan gingko biloba. Atau, bisa pula dari suplemen vitamin A, C, E, dan beta karoten.

Selain itu, rempah-rempah macam bawang, angkak (Monaseus purpureus/fungus fermented in red rice), dan keluwak (biasa untuk memasak rawon) juga merupakan penyumbang antioksidan yang baik. Namun, di antara semua makhluk hidup kadar antioksidan dalam serum manusia tercatat paling tinggi.

.

Merampas Secara Berantai

Antioksidan punya musuh bebuyutan yang mesti ditumpas. Namanya, radikal bebas.

Ia adalah atom-atom atau sekelompok atom yang mengandung elektron tak berpasanganan (sehingga tidak stabil). Karena elektron mempunyai kecenderungan kuat untuk berpasangan, maka radikal bebas bertendensi kuat untuk merampas elektron dan atom lain secara membabi buta.

Karena keliarannya itulah ia disebut sebagai radikal bebas (free radical). Atom lain yang salah satu elektronnya dicuri pun menjadi radikal bebas, yang kemudian disebut sebagai radikal bebas sekunder. Proses ini akan berlangsung secara berantai, karena radikal bebas sekunder ini akan merampas pula elektron dari atom lain, sehingga akhirnya proses berantai ini akan mengakibatkan kerusakan biologis.

Radikal bebas merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan deoxyribo nucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau bermutasi. Peristiwa ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit dan proses penuaan sel.

Penyakit yang bisa muncul akibat ulah si radikal bebas itu termasuk penyakit degeneratif pada usia lanjut, seperti kanker, aterosklerosis, hipertensi, diabetes, rheumatoid arthritis, beragam gangguan inflamasi kronis, gangguan Parkinson, demensia, dan penyakit Alzheimer.

Sumber radikal bebas bisa berasal dari dalam tubuh kita sendiri (endogen), bisa pula dari luar tubuh (eksogen). Radikal bebas endogen terbentuk sebagai sisa proses metabolisme (proses pembakaran) protein, karbohidrat, dan lemak yang kita konsumsi. Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polusi udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok, pelbagai bahan kimia, makanan yang terlalu hangus (carbonated), dan lain sebagainya.

Nah, untuk menumpasnya, serahkan saja pada antioksidan. Peran positif dari antioksidan adalah memperkuat sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi pembangkit penyakit yang memasuki dan menyerang tubuh.

.

Lalu, Bagaimana Mendapatkan Antioksidan dari Urine?

Apabila tidak ada penyakit berat, untuk tujuan mempertahankan kesehatan, awet muda, dan memperpanjang usia, minum saja urine dengan takaran 100 – 200 ml tiap hari.

Air seni yang segar, baru dikemihkan, diambil dari bagian tengah dari aliran kencing. Caranya, pada awal kencing air seni dibuang, setelah itu air seni ditampung. Cara penampungan seperti ini menghindari kontaminasi dari alat kelamin bagian luar, walaupun sebenarnya air seni itu sendiri steril.

Untuk penderita penyakit berat seperti penyakit jantung, darah tinggi, kencing manis, dan lain-lain, frekuensi takarannya bila perlu dapat ditingkatkan menjadi beberapa kali dalam sehari. Khusus menghadapi kanker, penderita dianjurkan meminum paling sedikit lima kali 200 ml per hari.

AUT merupakan terapi murah tetapi bukan merupakan obat ajaib, bekerjanya perlahan, kadang-kadang memerlukan waktu berbulan-bulan lamanya. Jarang sekali dapat terjadi efek sampingan, misalnya diare atau timbul jerawat saat menjalani pengobatan.

Kalaupun ada efek sampingannya, sebaiknya AUT dihentikan sementara waktu. Setelah normal kembali, tahap demi tahap AUT bisa dimulai lagi dari satu sendok makan, dan besoknya terus ditingkatkan sampai dosis semula, satu atau dua gelas sehari.

Mudah-mudahan popularitas AUT dapat ditingkatkan terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan dan belum memperoleh pengobatan yang lebih tepat. (Intisari)

Prof. E.N. Kosasih,M.D., 05 April 2005

.

Referensi: http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0504/05/111653.htm

409 Total Views 5 Views Today

25 Comments

  1. hery says:

    assalamualaikum.wr.wb.
    selamat malam

    nah saya mau nanya jika air seni yang saya milliki diminum tidak di panaskan atau direbus dulu?

  2. Awan says:

    Walaikum sallam Bapak Hery.

    Terapi urin utk penggunaan dalam tdk perlu dipanaskan krn bisa menghilangkan beberapa nutrisi yg diperlukan. Tapi lain utk penggunaan luar, Bapak bisa memanaskannya sampai jadi sepertiga dari awal dipanaskan. Atau dg cara lain yaitu didiamkan selama mungkin. Makin lama dia (bertahun-tahun), maka makin manjur. Tapi ini hanya utk penggunaan luar.

  3. Irwan says:

    saya bingung ukuran atau takaran untuk terapi air seni tidak saya temui jagan-jangan satu gelas

  4. Awan says:

    @Sdr Irwan: coba baca lagi bagian akhir artikel ini, disana SUDAH diberikan takarannya.

  5. chairuddin says:

    urine warna apa yg dapat diminum? berwarna jernih, keruh, kuning, atau kuning keruh? dan yang mana yang terbaik dari urine tadi?
    terimakasih, saya tunggu jawabannya.

  6. Awan says:

    Semua warna krn pernah ada wanita yg memang sakit pendarahan, dia memaksa diri minum urin yg ada darahnya itu, lalu dia sembuh. Yg terbaik adl yg warnanya hampir putih jernih.

  7. Dwiyanto says:

    Saya merasa jijik jika minum air kencing. Tapi saya mencobanya dengan minta pertolongan wanita muda & sexy. Wanita@ tersebut saya suruh kencing di muka dan mulut saya. Hasilnya gemetaran saya hilang dan tubuh tidak lemas lagi. Tapi akibatnya ssaya jadi ketagihan minum air kencing atau dikencingi wanita sexy. Hingga saat ini kebiasaan itu sulit dihilangkan…

  8. Muchtar says:

    Terapi urin memang sudah tidak diragukan lagi
    Saya pun karna terpaksa akhirnya melakukan terapi ini
    Saya cukup takjub karena saya mengalami perbaikan kesehatan yang significant

    Yang cukup membuat bimbang, khususnya bagi kaum muslim adalah masalah halal haramnya terapi ini walaupun ada hadist sahih yang menyatakan bahwa Rasullullah Muhammad SAW menghalalkan air seni unta.

    Perlu pencerahan yang netral atas masalah ini yaitu mungkin saja urin adalah sesuatu yang najis (haram) jika diluar tubuh tetapi halal jika di dalam tubuh yang merupakan kebalikan dari alkohol yaitu halal diluar tubuh tetapi haram jika di dalam tubuh (dikonsumsi)

  9. Anwar says:

    Saya sangat keras meragukan pendapat terapi urin. Beberapa kasus kesembuhan tidak bisa dipukul rata bahwa urin memang suatu bahan utk pengobatan. Penelitian khasiat suatu bahan sebagai obat tidak cukup dari beberapa kasus dan dalam rentang waktu yg pendek. Pijakan dasar berpikir saya: urin adalah sesuatu yg memang harus dikeluarkan dari tubuh karena urin membawa zat-zat sisa metabolisme tubuh; dengan kata lain, urin membawa sampah dan zat2 racun dari tubuh utk dibuang ke luar tubuh. Lalu, kenapa urin yg membawa sampah & racun itu justru dimasukkan lagi ke dalam tubuh? Alasan karena ada zat2 bermanfaat dlm urin adalah alasan yg menggelikan & cara berpikir yg picik karena tidak mempertimbangkan kerugian2 yg timbul akibat tubuh kemasukan zat2 sampah atau racun.
    Tulisan di atas juga tidak menyebutkan perincian zat2 sampah/racun dalam urin dan apa dampaknya bila zat2 tsb masuk kembali ke dalam tubuh. Jadi, kita semua mesti kritis & sangat hati2 dengan tulisan di atas. Konspirasi “teknik pengobatan” juga bisa dilakukan oleh pihak2 yg tidak terorganisasi.
    Salam sehat; Semoga kita semua terhindar dari pengobatan salah/palsu.

  10. Dt Awan says:

    @ Pak Anwar: Bapak tdk setuju dg terapi urin jg ngga masalah kok Pak. Sy tdk memaksanya ke Bapak. Tapi sekedar berbagi pencerahan ke Bapak, monggo direnungkan pertanyaan2 saya ini:
    – Apa Bapak sudah pernah mencoba terapi ini ke diri sendiri dan ke minimal 10 org lainnya saat sakit? Saya pernah ke diri sendiri dan ke lbh dari 10 org lainnya, secara fair sy bandingkan dg pengobatan konvensional, dan hasilnya ternyata lbh manjur dan gratis di terapi urin dibandingkan pengobatan konvensional lainnya.
    – Apa Bapak sudah membaca berbagai penelitian ilmiah yg tertulis di buku-buku terapi urin atau hanya membaca 1-2 artikel pendek saja shg LANGSUNG MENGAMBIL KESIMPULAN bahwa ini adl pengobatan palsu dan menyesatkan?
    – Apa Bapak sudah membaca informasi ini dengan kerendahan hati dan pikiran terbuka?
    – Tahu darimana Bapak kl terapi urin ini tdk bs menyembuhkan? Apakah dari pengalaman sendiri atau sekedar opini belaka?

    Salam sehat juga, semoga bs memberikan pencerahan :)

  11. EYANKGHAIB says:

    Hehehe……makanya dicoba dulu Pak Anwar…. baru ngomong…:D

  12. cecilia says:

    kok setelah minum urine badan saya lemas dan perut mual ya?

    apakah ini merupakan reaksinya??

  13. Dt Awan says:

    @ Sdri Cecilia: iya bs jd reaksi penyesuaian atau mungkin terlalu banyak. Kl masih baru, bs dicoba 1 sndok makan aja. Dosis dinaikkan terus sampe 1 cangkir.

  14. Cia says:

    Sampai berapa lama reaksi koten pd terapi urin bru bsa hilang?

  15. cecilia says:

    saya sudah buktikan sih luka di kaki saya sembuh karna saya oleskan urin tiap pagi apakah itu berarti luka

    pada tukak lambung pun bisa disembuhkan? dan untuk lulur badan apakah perlu dipanaskan terlebih

    dahulu atau apakah bisa langsung?

  16. Dt Awan says:

    @ Sdr Cia: Maaf br sempat bs balas. Yang Bapak maksud reaksi koten itu apa ya?

    @ Sdr Cecilia: iya bs utk tukak lambung, tp pola makan jg hrs dijaga supaya tdk mengganggu proses penyembuhan spt misalnya hindari dl junk food, soft drink, kopi, teh, yg dingin2, yg pedas2, segala jenis mie, bakso, dan susu sapi.
    Kl utk lulur badan, langsung sj dipakai tanpa pemanasan.

  17. perning says:

    Diatas lebih banyak di jelaskan untuk meminum air urine sendiri. sedangkan untuk meminum air urine sendiri saya merasa tidak sanggup. tapi selama ini saya selalu meminum air urin pasangan saya.
    yang ingin saya tanyakan:
    – apakah bisa terapi di lakukan dengan urin orang lain?
    – selama saya melakukan terapi tersebut tubuh memang terasa fit, tapi setiap bangun pagi mata selalu ada kotorannya. (saya pecandu komputer dan sering terpapar debu saat berkendara) apakah ini wajar? sebab sebelum meminum urin pasangan setiap bangun pagi mata saya tidak pernah mengeluarkan kotoran.

    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

  18. Dt Awan says:

    @ Mas Perning: Iya, bs memakai urin pasangan. Selalu ada kotoran mata saat bangun pagi itu normal dan baik. jadi mas tdk perlu khawatir.

  19. neli says:

    Pak, berapa lama terapi urin dapat menyembuhkan suatu penyakit?

  20. Dt Awan says:

    @ Sdri Neli: maaf br sempat bs jawab skrg. Berapa lama bs menyembuhkan itu Tergantung penyakit apa, sdh seberapa parah, brp usia pasien, brp dosis urin yg diminum, dll.

  21. anto says:

    jika kita minum urine melebih takaran apakah tidak menimbulkan bahaya? dan apakah urine harus dilulurkan?

    apa gunanya luluran? gimana kalau Bapak menerbitkan bukunya kembali? karna di toko buku sudah tidak

    menjual buku mengenai Terapi Urin.

  22. Cia says:

    Pak dt awan dan cecillia punya no yg bisa di hubungi ga,saya mau tanya2.

  23. cecilia says:

    untuk cia, email saya ceciliasetiawan13@yahoo.com, kita bisa saling tukar pikiran melalui email ini.

  24. Dt Awan says:

    @ Sdr Anto: Maaf saking sibuknya jd lama jawabnya. Takaran MAKSIMAL tiap orang beda2, jd harus dirasakan sendiri oleh individu bersangkutan. Kalau takaran rata2 (bukan maksimal), seseorang bisa minum 100-250ml urin tanpa ada mslh kesehatan. Kalau melebihi takaran MAKSIMAL, paling bahayanya adl mual, muntah, diare, dan pusing.

    Kl utk mslh kesehatan kulit, memang lbh baik urinnya dilulurkan. Jadi guna luluran urin adl utk mslh kulit. Sy bs saja menulis buku ttg urin, tapi masalahnya saya tidak punya cukup waktu krn jam menulis sy sdh habis utk healindonesia, HIOS, dll :)

  25. Dt Awan says:

    @ Cia: No hp sy 08174745269. Kl sy tdk angkat2 juga, silahkan sms dulu, krn siapa tahu saya sedang sibuk.

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel