Home » Info Sehat » Demam: Kompres Dingin atau Hangat?

Demam: Kompres Dingin atau Hangat?

Demam merupakan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Akibat meningkatnya suhu tubuh, badan terasa tidak nyaman, kepala terasa nyeri, menggigil, makan tidak selera, tidur tidak nyenyak, gelisah karena semua posisi tubuh rasanya salah, dibawa nonton tv malah tambah parah, dibawa ngobrol tidak berubah. Kalau mau ditulis semua penderitaan yang dialami saat demam, daftarnya akan panjang sekali.

Semua kita akan sepakat, gejala sangat tidak nyaman tersebut harus segera hilang dari tubuh. Caranya?! Suhu tubuh harus diturunkan.

Untuk menurunkan suhu tubuh, kita boleh mengkonsumsi obat-obat penurun panas yang dijual bebas. Banyak macamnya, ada parasetamol, ibuprofen, dan ada yang tersedia sebagai kombinasi dengan obat batuk, obat pilek, atau dengan kafein yang membuat tubuh terasa segar.

Biasanya, setelah makan obat antipanas (antipiretik), demam akan turun. Tapi peperangan belum selesai kawan, penyebab demam harus ditemukan, kalau tidak, setelah efek antipanas hilang tubuh akan kembali demam.

Biang demam banyak jenisnya. Paling sering adalah infeksi dan letak infeksi ini bisa dimana saja di tubuh. Jika penyebab infeksi adalah bakteri atau parasit, obatnya antibiotik. Jika penyebabnya virus, obatnya perkuat daya tahan tubuh. Obat antivirus sebenarnya ada, tapi hanya untuk virus-virus tertentu seperti virus cacar air (asiklovir) dan virus flu (oseltamivir, yang belakangan digunakan juga untuk flu burung).

Dehidrasi juga dapat menyebabkan demam. Untuk mengatasinya, pemberian cairan yang cukup akan mengatasi gejala demam. Penyebab lain ada juga sih, seperti penyakit kolagen (Lupus Eritomatosus), kanker, dan metabolik (hipertiroid), tapi angka kejadiannya jarang.

Nah adakalanya demam membandel. Obat penurun panas sudah diberikan, demam hanya turun sebentar kemudian naik lagi. Sebaiknya jangan ambil resiko untuk memakan obat antipanas lebih sering dari yang dianjurkan. Biasanya, obat panas diminum selang 8 jam. Parasetamol misalnya, berefek merusak hati jika dikonsumsi berlebihan.

Jadi harus bagaimana? Kompres saja. Kompres walaupun kurang praktis dibanding obat obatan, tetapi efek sampingnya hampir tidak ada. Pertanyaannya, kompresnya pakai apa?

Secara logika, tubuh yang panas mesti didinginkan. Untuk mendinginkannya tentulah dengan sesuatu yang dingin, misalnya air dingin atau air es. Maka, moyang kita dulu, kalau mengompres selalu dengan air dingin atau air es. Kebiasaan ini juga sempat dianut oleh dunia medis.

Belakangan baru diketahui, bahwa tubuh tidak pasrah begitu saja menerima kenyataan meningkatnya suhu tubuh. Ternyata di salah satu bagian otak kita (hipotalamus) terdapat pusat pengatur suhu (termoregulator). Nah, jika suhu tubuh meningkat, pusat pengatur suhu ini berusaha menurunkannya. Begitu juga sebaliknya.

Itulah sebabnya, orang demam yang dikompres dengan air dingin atau es akan lebih demam saat kompres dihentikan. Karena saat dikompres air dingin atau es, pusat pengatur suhu menerima sinyal bahwa suhu di sekitar sedang dingin, dan tubuh harus segera di hangatkan. Jadi kontra dengan yang diharapkan.

Lain halnya jika dikompres air hangat. Pusat suhu akan menerima informasi bahwa suhu sekitar sedang hangat, segera turunkan. Inilah efek yang diharapkan. Untungnya lagi, saat demam kita memang merasa kedinginan walaupun tubuh kita panas. Kompres hangat membantu mengurangi rasa dingin dan menjadikan tubuh lebih nyaman.

Sumber: WartaMedika.Com, 08 Oktober 2006

.

183 Total Views 1 Views Today

6 Comments

  1. adi says:

    saya setuju kalo kompres menggunakan air hangat lebih efektif dibandingkan dengan kompres menggunakan air es atau dingin, tapi lama saya tinggal dikos anak kuliahan saya malah memilih keduanya, saya punya sedikit cerita ketika teman sekamar saya mengalami sakit demam pertama2 saya bingung mau diberi obat apa lalu saya berpikir, oh saya baru ingat dikompres aja dahinya pertama saya memberi kompres dingin , saya kompres selama 15 menit setelah saya hentikan panasnya nggak turun2 lalu saya kompres pake air hangat

  2. ALDI says:

    GW ADA CRITA NI, TADI SIANG TEMAN SE KOS GW SAKIT,
    DIA MENDERITA DEMAM, PANASNYA 38 DRAJAT CELCIUS,
    GW BERI OBAT PENURUN PANAS MALAH NGGAK TURUN2,
    SELANG 2 JAM KEMUDIAN GW BERI KOMPRES PAKE AIR HANGAT YANG DITEMPELKAN DI DAHI EH PANASNYA TURUN JUGA NIH.

  3. ardiansyah says:

    menurut saya lebih baik kompres dengan menggunakan air hangat karena kalu dengan menggunakan air dingin pori – pori kulit tidak akan terbuka. namun jika menggunakan air hangat pori – pori kulit akan terbka.

  4. rudy says:

    makasih tipsnya. saya akan coba, kebetulan lagi demam

  5. Anjieya says:

    Oh…..jadi gitu yah, jd ingat dulu guruku juga bilang kalau kompres utk badan panas itu bukan dingin tp hangat

  6. novina says:

    kompres hangat akan lebih efefktif, krn pmbukuh darah akan mengalami vasodilatasi, sehingga panas akan lebih cpt mengalami evaporasi. selain itu kompres hangat akan menghindarkan kita dari keadaan menggigil.

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel