Bagaimana Mengatasi Anemia?

426visionApakah Anda akrab dengan 5L (letih, lemah, lesu, lelah, dan lunglai)? Kondisi ini kerap muncul karena berbagai faktor. Jika tidak segera diatasi, bisa fatal akibatnya.

Tubuh kita, memerlukan hemoglobin dalam jumlah yang cukup untuk menyalurkan oksigen dan zat-zat makanan ke seluruh tubuh. Jika hemoglobin atau sel darah merah dalam tubuh kurang dari jumlah normal, tubuh akan kekurangan oksigen. Sehingga gejala-gejala seperti 5L (letih, lemah, lesu, lelah, dan lunglai), daya ingat dan daya konsentrasi menurun, juga warna pucat pada kelopak mata bagian bawah akan muncul. Kondisi kekurangan sel darah merah pada tubuh ini sering disebut dengan anemia. Dibandingkan pada pria, anemia lebih rentan menyerang wanita. Di samping siklus bulanan yang membuat wanita kehilangan darah pada saat haid, anemia juga terjadi karena ketidakseimbangan gizi pada mereka yang tengah menjalani diet. Pada wanita bekerja, anemia mengakibatkan tubuh menjadi lemas sehingga produktivitas kerja dan daya tahan tubuh menurun.

Anemia erat kaitannya dengan asupan gizi dari makanan kita sehari-hari. Di Indonesia, sebagian besar kasus anemia disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi/Ferum (Fe) pada tubuh. Namun demikian, baik pria maupun wanita sering tidak menyadari jika tubuhnya kekurangan zat besi. Kita hanya dapat merasakan tatkala tubuh tengah mengalami 5L. Karena itu, jurus penting untuk mengatasi anemia adalah dengan memperbaiki pola makan.anemi

Dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, sebaiknya kita mulai memperhatikan jumlah, jadwal, dan jenis makanan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Tidak terlalu sedikit, juga tidak terlalu banyak; tiga kali sehari; dan tetap memerhatikan asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang.

Jika tubuh sudah terserang anemia, makanan yang sebaiknya dikonsumsi adalah yang kaya akan zat besi. Selain itu, disarankan juga untuk menambah asupan asam folat dan vitamin B12. Contoh bahan makanan yang sebaiknya dikonsumsi jika kita terserang 5L antara lain berbagai jenis daging merah, seperti daging sapi dan kambing (kecuali penderita hipertensi); hati; keju; berbagai jenis ikan; sayuran berwarna hijau tua; dan kacang-kacangan.

Bagi Anda pecinta kopi, sebaiknya berhati-hati. Minuman seperti teh, kopi, cokelat, dan susu yang mengandung kalsium dapat menghalangi penyerapan zat besi dalam tubuh. Oleh karena itu, ada baiknya memberi jarak waktu sekitar dua jam antara makanan yang mengandung zat besi dengan minuman-minuman tersebut.

Jangan anggap enteng gejala anemia. Jika tidak ditangani segera, bukan tidak mungkin kondisi kekurangan hemoglobin akan memengaruhi kinerja organ tubuh lainnya. Sekalipun bukan penyakit berbahaya, ada baiknya kita selalu menerapkan prinsip mencegah lebih baik dari mengobati. Jika masih dalam stadium awal, resiko yang fatal dapat dihindari.

Link referensi: http://www.hdindonesia.com/artikel.asp?Topik=tipssehat&artikel=29

©2015 Healindonesia - All Rights Reserved.

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?