Home » Customer Alert » Hati-hati, Susu Olahan Tidak Baik untuk Kesehatan!

Hati-hati, Susu Olahan Tidak Baik untuk Kesehatan!

milk1Susu olahan tidak bisa menggantikan keunggulan susu mentah bagi kepentingan kesehatan anak-anak kita. Tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa susu olahan lebih baik dibandingkan susu mentah. Selain itu, adalah mitos jika susu adalah solusi yang tepat untuk menanggulangi osteoporosis dan permasalahan kesehatan lainnya.

Sayang sekali banyak pernyataan tidak benar sering digembar-gemborkan mengenai susu mana  yang terbaik untuk kita. Selalu ditekankan bahwa susu olahan dari proses pasteurisasi adalah standar kesehatan terbaik dan susu mentah itu tidak sehat. Padahal, “umat manusia telah ada jauh sebelum proses pasteurisasi susu ditemukan”, ujar Menteri Pertanian Amerika.

Proses pasteurisasi telah menjadi perdebatan di House of Commons begitu juga dengan saran untuk tidak menjual lagi susu mentah untuk dikonsumsi manusia. Ini berarti peningkatan jumlah pemasangan instalasi mesin olahan yang mahal di tiap supplier, dan itu juga menyebabkan banyak pengusaha  kecil terpaksa gulung tikar dan menyerahkan lahan pasar kepada pengusaha yang lebih besar.

Pasteurisasi artinya pemanasan untuk menghancurkan kuman-kuman penyakit dan mencegah susu asam. Proses ini memerlukan suhu 145 – 150 derajat Fahrenheit selama setengah jam, kemudian menurunkan suhunya ke temperatur suhu tidak lebih dari 55 derajat Fahrenheit.

Sungguh diragukan proses ini berguna dalam menghancurkan kuman-kuman berbahaya. Tapi lebih dari itu, pastuerisasi juga menghancurkan bakteri menguntungkan dan beberapa nutrisi penting.

Dalam usahanya mencegah keasaman susu, susu yang asam justru sangat baik untuk kesehatan dan mudah untuk dicerna. Tapi justru dengan proses pasteurisasi,  bakteri menguntungkan jadi hilang sehingga meningkatkan bakteri merugikan di dalam perut kita. Itulah sebabnya tidak jarang orang-orang mengalami masalah pencernaan sesudah minum susu olahan.

Mitos yang beredar di masyarakat adalah bahwa tuberculosis pada anak disebabkan oleh kuman berbahaya pada susu mentah. Inilah yang menjadi landasan kuat untuk diadakannya pasteurisasi. Namun para ilmuwan telah menguji dan meneliti ribuan sampel susu, juga telah bereksperimen pada ratusan hewan, untuk mencari tahu tentang penyebab tuberculosis pada susu. Dari penelitian tersebut didapati bahwa susu mentah itu sebenarnya BERSIH, lebih berkualitas dibandingkan susu olahan, dan tidak mengakibatkan tuberculosis.

Dalam suatu penelitian selama 5 tahun mengenai penyebaran tuberculosis melalui susu, didapati bahwa selama 5 tahun tersebut, 70 anak rutin diberikan susu mentah dan hanya ada 1 kasus tuberculosis muncul. Sedangkan ketika diberikan susu olahan, muncul 14 kasus tuberculosis pada mereka.

Selain menghancurkan sebagian vitamin A, vitamin B Kompleks, vitamin C dan bakteri menguntungkan pada susu, pasteurisasi juga merubah komponen gula pada susu, yaitu laktosa, menjadi beta-laktosa. Beta-laktosa ini lebih cepat larut dan dengan demikian cepat diserap ke dalam sistem yang membuat anak jadi lapar lagi.

Proses pasteurisasi menjadikan kalsium yang terkandung pada susu susah untuk dicerna. Hal ini menyebabkan kelainan tulang pada anak (rickets), gigi rusak, dan syaraf pun bermasalah karena kalsium sangat diperlukan bagi pertumbuhan anak.

Pasteurisasi juga menghancurkan 20% iodine dalam susu, sehingga mengakibatkan sembelit.

Susu Olahan Mengakibatkan Osteoporosis

Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang menderita osteoporosis untuk mengkonsumsi lebih banyak susu karena anggapan susu mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil. Orang Amerika dan Eropa Utara mengkonsumsi 800 mg – 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afrika yang mengkonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per hari.

Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengkonsumsi acidic (pembuat asam) yang berasal dari daging, gula  dan bahan-bahan yang mengandung kimia. Untuk menetralisir keasaman tersebut, tubuh mengambil kalsium (bersifat alkalin) dari tulang.

Apabila kita dengan rutin mengkonsumsi susu olahan sebagai sumber kalsium yang berprotein tinggi, hal ini akan memparah keadaan, karena susu olahan bersifat asam di dalam tubuh kita. Susu olahan akan menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalsium.

Para dokter dan  ahli gizi konvensional keliru bila mereka mengatakan bahwa susu olahan (baik itu susu formula untuk bayi, wanita hamil, manula dan segala jenis susu olahan lainnya) adalah sumber terbaik untuk kalsium.

Lebih banyak kalsium bisa ditemukan di biji-bijian (khususnya biji wijen / sesame seeds) dan rumput laut (jenis hijiki). Biji-bijian ini mengandung 14 kali lebih banyak kalsium dari pada susu olahan. Selain itu, biji-bijian ini juga pembentuk alkalin, menyediakan kalsium tanpa membentuk derajat keasaman yang menghilangkan kalsium dari tulang.

Perbandingan Dampak Susu Mentah dengan Olahan Bagi Kesehatan Gigi dan Pertumbuhan Anak

Lancet, hal 1142, tanggal 8 May 1937, tertulis bahwa kemungkinan kerusakan gigi lebih kecil bagi anak-anak yang rajin mengkonsumsi susu mentah dibandingkan mereka yang rajin mengkonsumsi susu olahan (pasteurisasi).

“Dr. Evelyn Sprawson dari London Hospital akhir-akhir ini menyatakan bahwa pada institusi tertentu dimana anak-anak dianjurkan mengkonsumsi susu mentah, mereka ternyata memiliki gigi yang baik dan tidak rusak.”

-Harris, L.J., Vitamins in Theory and Practice, page 224, Cambridge, University Press, 1935.

Fisher dan Bartlett membuktikan dengan perawatan statistik dimana respon tinggi badan terhadap susu mentah ternyata lebih besar dibandingkan susu olahan. Data yang ada menunjukkan  bahwa dari 100% yang dihasilkan oleh susu mentah, susu olahan hanya 66% menaikkan tinggi badan pada anak laki-laki dan 91,1 % pada anak perempuan. Dan dari 100% yang dihasilkan oleh susu mentah dalam menaikkan berat badan anak-anak, susu olahan hanya berhasil menaikkan tinggi badan 50% pada anak laki-laki dan 70% pada anak perempuan.

Susu Olahan Mengakibatkan Sariawan pada Anak

Pottenger dalam penelitiannya di tahun 1937 terhadap bayi baru lahir yang diberikan susu formula baik itu susu bubuk, susu yang dipanaskan, dan susu kaleng, menunjukkan bahwa bayi tersebut menderita masalah pencernaan yang serius, dan ketika berusia 8 bulan menderita asma. Tubuhnya juga sangat kecil dibandingkan bayi-bayi lainnya.

Ada juga penelitian 6 bulan terhadap sekelompok bayi dimana ketika bayi-bayi tersebut diberikan susu olahan, mereka menderita sariawan. Namun ketika pemberian susu olahan dihentikan dan diganti dengan susu mentah, sariawan mereka hilang. Lain halnya ketika dalam waktu yang sama dan jumlah bayi yang sama diberikan susu mentah, mereka tidak menderita sariawan.

Kejadian nyata di Berlin, yang diamati oleh Newmann (Newmann, H., Deutsch. Klin., 7:341, 1904) dan para ahli lainnya, juga memberikan bukti yang meyakinkan akan hubungan susu olahan dengan sariawan. Di tahun 1901, Berlin menjalani program pasteurisasi pada semua susu yang mereka konsumsi. Setelah beberapa bulan, banyak dari bayi-bayi mereka menderita sariawan.  Neumann menjelaskan situasi yang ada sebagai berikut:

“Heubner, Cassel dan saya sendiri menyaksikan hanya ada 32 kasus sariawan dari tahun 1896 sampai 1900, tapi kemudian angkanya tiba-tiba naik di tahun 1901, sehingga pengamat yang sama – tanpa menyebut pengamat lainnya yang jumahnya banyak- akhirnya merawat 83 kasus di tahun 1901 dan 1902.”

Kemudian, diadakanlah suatu penyelidikan terhadap situasi yang ada di Berlin dan pasteurisasi susu pun dihentikan. Hasil dari penghentian pasteurisasi adalah kasus sariawan menurun tajam sebagaimana ia pernah naik sebelumnya.

Kekurangan Susu Mentah

Walaupun susu mentah memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan kita, ia juga meiliki beberapa kelemahan yaitu hanya bisa bertahan beberapa jam saja dengan suhu ruangan.Dan walaupun disimpan dilemari pendingin, ia hanya bertahan 1-2 hari saja. Sistem pendistribusian di Indonesia tidak memungkinkan susu mentah untuk bisa didistribusikan dengan baik ke konsumen dan dinikmati tepat pada waktunya tanpa kadaluarsa. Selain itu, untuk bisa mendapatkan susu mentah yang hygienis hampir mustahil untuk dilakukan di Indonesia. Lain halnya dengan kondisi di Amerika dan negara maju lainnya, yang memiliki akses susu mentah yang hygienis. Jika Anda mengenal peternak yang bisa memberikan akses susu mentah hygienis, silahkan mengkonsumsi susu mentah. Tapi bagi yang tidak memiliki akses seperti ini, saya anjurkan untuk Anda tidak terlalu mengandalkan susu sebagai minuman yang “HARUS DIMINUM”. Ini termasuk susu bayi formula. Susu olahan memiliki dampak negatif jika dikonsumsi terus menerus, jadi saya anjurkan Anda memiliki pengganti susu seperti misalnya banyak mengkonsumsi sayur mayur atau mengkonsumsi madu murni.

Jangan Anjurkan Susu Olahan untuk Merawat Pasien!

Mengetahui kebenaran tentang susu mentah dan olahan, saya tidak pernah menganjurkan atau memberikan susu pada pasien. Pernah saya memiliki pasien bayi berusia 2 tahun yang menderita pneumonia dan malnutrisi, dimana bayi ini seringkali keluar masuk rumah sakit tapi tidak kunjung sembuh juga. Ibu bayi ini tidak bisa mengeluarkan ASI dan sebagai pengganti ASI, saya tidak memberikan susu olahan pada bayinya.

Yang saya berikan adalah madu murni, minyak ikan dan larutan garam laut asli. Makanan sehari-hari untuk anak inipun saya sesuaikan dengan usia, kondisi penyakit, dan golongan darahnya. Dalam waktu satu bulan, ia pun bisa sembuh dari pneumonia dan masalah malnutrisinya.

Selain itu, bayi inipun mulai bisa berjalan dan lincah, dibandingkan sebelumnya ia hanya bisa berjalan dengan kedua tangan sambil menyeret pantatnya.

Di rumah sakit, standar medis konvensional buatan manusia yang menganjurkan  bayi ini untuk diinfus, diberi suntikan yang menyakitkan, dan juga diberi obat-obatan kimia yang mahal dan berefek samping, ternyata tidak mampu memulihkan kesehatannya. Namun dengan penerapan holistik modern yang benar akan manfaat alam ciptaan Tuhan, bayi ini bisa pulih dari segala permasalahan kesehatan dia.

Standar medis konvensional yang juga menganjurkan pemberian susu pada pasien diabetes adalah salah satu bukti kekonyolan lainnya, dimana pasien bukannya sembuh, kondisinya kian hari makin menurun dan akhirnya meninggal. Praktek memberi susu olahan pada pasien yang opname di rumah sakit  adalah standar medis yang konyol, tidak ilmiah dan memperhambat kesembuhan pasien.

Marilah kita belajar dari sejarah dunia dan rancangan Tuhan akan ciptaanNya. Benarkah Tuhan merancangkan manusia dan makhluk mamalia lainnya harus mengkonsumsi susu olahan? Jika ya, itu berarti dari awal penciptaan, semua makhluk mamalia harus minum susu olahan atau pasteurisasi. Toh, para ahli medis konvensional berteori bahwa susu asli-murni mentah tidak baik buat kesehatan dan susu olahan bebas dari bakteri dan bergizi tinggi?!

Benarkah Tuhan juga merancangkan semua mamalia yang telah dewasa harus minum susu supaya sehat? Tentu saja tidak. Anak sapi dewasa saja tidak minum susu induk sapinya, dan tidak pernah sapi itu menderita osteoporosis.

Gunakanlah Hukum Alam yang Tuhan sudah standarkan maka terciptalah keajaiban bagi kesehatan Anda!

Link referensi:

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2003/03/26/pasteurized-milk-part-one.aspx

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2003/03/29/pasteurized-milk-part-two.aspx

http://www.natural-cancer-cures.com/acidic-condition.html

239 Total Views 2 Views Today

20 Comments

  1. nice artikel…
    thanks ya atas infonya….
    sangat bermanfaat…

  2. Titiek Setiawati says:

    Anak sulung saya ketika balita hingga usia 11 th sangat gemar minum susu, dlm sehari bisa menghabiskan ber-gelas2 susu olahan sampai ketika usia 11th itu dia terkena diabetes, hobby minum susunya itu saya kurangi krn pada saat itu kami mencurigai susu sebagai biang keroknya, begitu juga dengan pemberian obat ashma jangka panjang. Tingkat alerginya tinggi dan banyak berkurang pada saat saya beri susu colostrum utk bbrp bulan.
    Lahir dengan BB 2.950 grm dan tidak pernah overweight. Karena selera makannya tidak begitu baik, sering saya bawakan sangu kue2 kering manis semacam oreo/prince yg dia sukai pada saat itu.
    Ternyata semua yg saya berikan pada saat itu yg saya pikir baik untuk dia malah menjadi racun mujarab dan dia harus menanggung akibatnya seumur hidup.

    Sekedar mengingatkan, susu murnipun harus kita waspadai krn di jaman susah ini berbagai akal busuk pedagang merusak kebaikan susu murni itu sendiri. Saya dengar kadang mereka mencampurnya dengan zat2 kimia sebagai pengawet agar tidak cepat basi dan spy volume lbh banyak dicampur dengan santan kelapa. Mungkin yg paling aman, kita beli sapinya saja supaya bisa nyusu langsung dr sumbernya, fresh from the oven….hahaha…just kidding..

    Beruntunglah ibu2 muda saat ini yg bisa memperoleh informasi kesehatan dengan sangat mudah melalui internet sehingga info2 dan testimoni2 semacam ini bisa menjadi acuan dan peringatan dalam membesarkan anak.

    Saya juga ingin mengingatkan ortu2 yg senang sekali (dan bahkan bangga!!) melihat anaknya makan fast food segunung lengkap dengan coca cola, sementara bobot bdnnya sudah tergolong obess dan ada keturunan diabetes dari kedua ortunya pula!! Saya ter-heran2 melihat banyak ortu semacam itu dan ketika saya ingatkan malah tertawa dan menganggapnya lucu…. Cape deee…padahal ortunya cukup educated lhooo tp koq stupid ya???…unbelievable!!!! Kejadian semacam ini membuat saya terkadang jengkel. Saya pernah melakukan hal yg “bodoh”, karena waktu itu tidak pernah ada yg mengingatkan saya dan ketika itu blm ada internet, kenapa di jaman internet yg sarat dengan informasi berguna ini masiiiih saja ada ortu2 bodoh macam itu ya????…weleh2…

    Well, guys, WAKE UP!!! BE SMART FOR THE SAKE OF OUR OWN CHILDREN!!!!

    Sorry ya pak Awan, numpang marah, emosi jiwa neh… Saya hanya ingin ortu2 lain tidak melakukan hal2 bodoh seperti yg pernah saya lakukan. Semoga bermanfaat… GBU all!!!!

  3. Iwan says:

    Koq sama ya dengan buku the miracle of enzym-nya Dr Hiromi Shinya

  4. Awan says:

    artikel ini bersumber dari web dr mercola & natural cancer cures. Sy tdk tahu apa diantara mrk ada yg mengutip dr hiromi atau sebaliknya. Tapi masalah enzym ini di holistik basic-nya sama saja krn bersumber dari satu sains holistik.

  5. manglayang says:

    Memang kontroversial mengenai apakah lebih baik susu segar atau olahan. Mungkin kurang lebih sama kontroversialnya dengan dr. Mercola himself :)

    Namun pendapat saya begini:
    Bahwasanya mohon diingat, susu segar itu bila disimpan pada suhu ruang, maka waktu simpannya hanya beberapa jam, bila dalam lemari pendingin bisa tahan 1-2 hari. Bila susu telah diolah/ pasteurized dengan baik, bisa sampai 4-5 hari. Teknologi treatment susu yang lebih maju seperti UHT bahkan bisa berminggu-minggu. Setelahnya, susu menjadi rusak dan sebaiknya tidak dikonsumsi.

    Jelas bahwa proses pengolahan (atau pengawetan) dilakukan terutama untuk menanggulangi masalah shelf time tersebut. Hal ini membuat masyarakat yang tinggal jauh dari peternakan sapi bisa juga merasakan nikmatnya susu dingin.
    Alasan lain yang tidak kalah penting adalah food safety.

    Susu ketika di sekresi dari ambing ternak merupakan cairan yang higienis (kecuali sapinya sakit).
    Kontaminasi akan terjadi tepat ketika susu keluar dari ambing dan bersentuhan dengan udara luar. Ini natural.
    Seiring waktu, akan semakin banyak kontaminasinya.

    Apakah pasteurisasi bisa membunuh harmful bacteria? saya pikir iya. Seluruhnya?, belum tentu. Tapi sebagian besar bakteri jahat akan mati atau lemah. Sedangkan susu segar, bagaimana kondisi bakteri yang ada didalamnya? Tentu terus berkembang biak.

    Melihat kasus ini, apakah kita yakin bahwa susu segar yang kita minum (yang kita tidak tahu kondisi sapinya, kapan dia diperah dsb) memang aman diminum? saya sih tidak yakin. Dan saya tidak akan pernah mau minum susu segar/ whole milk/ unpasteurized dari peternakan yang saya tidak tahu bagaimana kondisi ternak, kandang, pekerja perah, storaging dsb dsb.

    So, saran saya, bila kita bisa memastikan parameter-parameter diatas, whole milk/ susu segar oke-oke saja (saya juga sering minum untuk tes rasa di peternakan sendiri). Tapi bila tidak, pasteurized milk dari sumber yang terpercaya mungkin jadi satu-satunya pilihan.

    Intinya sebetulnya bukan soal whole milk atau pasteurized. Tapi lebih pada bagaimana penanganan susu, mulai dari saat sapi diperah sampai dituangkan ke gelas.. meskipun sudah pasteurized tapi bila storaging dan penanganan selanjutnya tidak higienis, ya sami mawon.

    Untuk ibu Titiek, saya sok tau saja nih, rasanya bukan susu yang jadi biang kerok penyakit anak tercinta ibu, namun (maaf lho), hobby anak yang minum susu dan penganan lain secara *berlebihanlah* yang memicu berbagai penyakit degeneratif muncul.
    Makan nasi dan lauk pauk yang bervariasi serta minum susu satu atau dua gelas setiap hari saya pikir sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita.

    Ok, mudah-mudahan ada manfaatnya.

    Eat safe, Safe life!

  6. Awan says:

    Bapak Manglayang,

    Sepertinya Bapak blm memahami maksud dari para dokter dan ilmuwan holistic memberikan informasi controversial ini. Informasi ini adl fakta, dan POINTNYA adl KEADAAN susu tsb adl segar atau olahan? POINT lainnya adl kegunaanya bagi kesehatan bukan bagi bisnis, masa simpan, kepuasan atau kenikmatan utk dikonsumsi.

    Saya setuju jika Bapak berkata walaupun susunya segar, baru diambil dari ternaknya, tapi jika penanganannya tdk hygiene ya sama saja… Ya itu betul Pak. Tapi point dari informasi ini tdk membicarakan hal itu. Tapi pada KEADAAN susu tersebut apakah segar atau olahan/pasteurisasi. Jika memang tdk bisa mendptkan susu segar yg baik, anjuran kami adl jangan minum susu. Tuhan tidak merancang tubuh kita utk HARUS mengkonsumsi susu selamanya. Tdk minum susu pun tdk apa2.

    Nah apakah sy pribadi tdk minum susu olahan? Saya minum susu olahan sangat jarang, dan itu bukan demi kesehatn tapi karena ingin ganti “selera saja”. Saya tdk akan meresepkan susu olahan dalam menu keseharian saya apalagi utk menunjang kesehatan pasien saya.

    Artikel ini membicarakan mengenai aspek KESEHATAANnya bukan aspek BISNIS, MASA SIMPAN, dan PENANGANAN yg HYGIENE. Dari sisi kesehatan, susu olahan tdklah baik utk kesehatan. Tapi dari sisi bisnis, susu olahan adalah minuman yg lezat dan menguntungkan.

    Jika Bapak memahami ilmu kesehatan holistic, patologi, dan mikrobiologi, sdh seharusnya Bapak memahami apa yg tertulis diartikel ini dan apa maksud dari para dokter dan ilmuwan holistic disini. Kami sedang membicarakan ttg kesehatan, bukan bisnis atau kenikmatan. Memang dari segi bisnis, info dari kami bisa merusak bisnis Bapak. Maaf Pak, bukan maksud kami demikian.

    Maksud Bu Titiek bukan hanya menyalahkan susu olahan saja Pak, tapi juga menyalahkan jajan dan panganan tdk sehat lainnya. Itu sdh terlihat jelas pada tulisan beliau. Mengapa beliau bnyk memakai kata susu dibandingkan jajan dan panganan tdk sehat lainnya? Karena Bu Titiek sdg berusaha tdk jauh dari topic dan menjelaskan SALAH SATU SEBAB anaknya terkena diabetes.

    Pernyataan Bapak:”Makan nasi dan lauk pauk yang bervariasi serta minum susu satu atau dua gelas setiap hari saya pikir sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita.”

    Jika susu maksud Bapak adl susu olahan, Kami para dokter dan ilmuwan holistik tdk setuju Pak. Itu adalah pendapat ilmu gizi konvensional dan sy sdh melihat bnyk errornya juga di ilmu gizi ini. Jika Bapak benar-benar memahami kesehatan holistic, patologi dan mikrobiologi, saya rasa penjelasan saya ini bisa dipahami.

    Maaf jika respon saya adl menegatifkan pernyataan Bapak krn saya bermaksud utk melindungi KESEHATAN bangsa saya.

  7. Rafid says:

    Yaudah kalo gitu kalau orang sudah dewasa nggak usah minum susu sama sekali. Mau susu segar atau susu olahan sama saja. Manusia (dan mamalia umumnya) tidak menghasilkan lagi laktase ketika dewasa, kecuali pada bangsa2 yang menurut sejarah peradabannya adalah bangsa peternak seperti India dan sebagian Eropa. Gen yang bertujuan merepress laktase nya termutasi atau tidak berfungsi sehingga mereka menghasilkan laktase sepanjang hidupnya. Sebab untuk apa membuang-buang energi memproduksi enzim yang tidak lagi dipakai? Saya kira orang Indonesia juga tidak cocok dengan susu. Coba aja minum susu segar dari sapi langsung tanpa dipanasin. Jadi kalau memang hendak mengikuti Rancangan Penciptaan Tuhan, nggak usah ngebela-belain susu segar deh.

    Setahu saya susu uht yang banyak beredar di pasaran itu dipanaskannya dua kali, padahal seharusnya satu kali. jadi nutrisinya rusak, namun bisa tahan lama meskipun tidak ditaruh di kulkas.

  8. Rafid says:

    sebenarnya susu uht yang dipanaskan dua kali yang saya maksud itu dari merek tertentu, dan saya tidak tahu dari merek lainnya gimana. Tapi kalau susu yang bisa tahan lama meskipun tidak ditaruh di freezer, menurut saya memang kemungkinan besar udah rusak isinya.

  9. Anna Meiser says:

    saya melihat para manula (kakek dan nenek) disini (Hannover) dan sekitarnya, yang rata2 usia mereka 90 keatas masih menyetir mobil sendiri, berjalan kaki, belanja, yang kondisi mereka tidak bungkuk, kuat. kemudian saya berpikir, ya karena orang2 Eropa khususnya yg saya tahu ditempat saya tinggal (German) karena banyak mengkonsumsi dari produk susu, seperti keju, quark, yogurt, dan susu tentunya, dan biji matahari (dalam roti) yg orang2 disini konsumsi.

  10. Awan says:

    Bu Anna, Fisik yg TERLIHAT DARI lUAR belum tentu menandakan kesehatan yg baik. Coba kalau dilihat KE DALAM, siapa tahu mereka mengalami bnyk penyakit “Dalam” dan degenartif lainnya. Selain itu…faktor tulang yg kuat bisa ditunjang dari konsumsi makanan lainnya yg kaya akan enzim , magnesium, dan kalsium, spt misalnya bnyk konsumsi biji2an, sayur berdaun hijau, dan ikan. Kualitas dari sumber makanan tadi juga ditentukan oleh kondisi ASALnya, seperti apakah diproduksi atau ditanam secara organic, diproses secara alami, apa kualitas tanahnya subur, ekosistemnya mendukung, dsb-nya.

    BTW, berhubung Anda saat ini sedang hamil… saya sarankan Anda utk membuat sendiri bakso, empek2, mie ayam, dsb kesukaan Anda. Dan utk membuatnya Anda harus mengerti HUKUM ALAM dan ilmu holistic supaya tdk MERACUNI janin. JAngan membelinya diluar karena diluar makanan2 tsb penuh dengan zat aditif dan lilin yg mengganggu janin. Hindari juga kafein (2 cangkir pun berbahaya bagi org hamil), krn kafein merusak jaringan otak janin serta membuat jantung janin jadi lemah.

    Usahakan utk tdk memakai HP berlama-lama selama hamil. Lebih baik memakai telpon rumah biasa jika ingin lama bercakap-cakap secara OL. Menaruh HP lama2 di daerah sekitar perut juga membahayakan janin.

    Saya sarankan Ibu juga mengunjungi web: http://www.mercola.com/ Ini adl situs holistic modern no 1 di dunia. Anda bisa mendapatkan bnyk saran2 kesehatn terbaik utk menjaga kesehatan Ibu dan janin.

    Disamping itu, pemahaman holistic modern yg baik ttg makanan, bisa Anda dapat dari buku “The Miracle of Enzime” yg pernah saya anjurkan utk Anda baca.

  11. Sardi suryo utomo says:

    sebaiknya kalo menulis itu hati hati, dipikirkan terlebih dahulu, kalo artikel ini ditujukan untuk pasien anda ya sampaikan saja kepada pasien anda saja. komentar anda memang betul orang tidak minum susu jg tdk apa apa, tidak akan mati. orang bodoh pun tahu kalo didunia ini banyak tersedia berbagai macam makanan jadi kalo hanya tidak mengkonsumsi salah satu makanan saja ya pasti tidak apa apa, semua makanan pasti ada baik buruknya. pertimbangkan baik buruknya, kalo saya liat tulisan anda ini cenderung mendeskreditkan petani peternak kecil, bisnis ya bisnis jangan atas nama kesehatan terus menyebarkan informasi yang bisa merugikan yang lain, anda harus menyadari berapa banyak petani kecil yang bergantung hidupnya dari beternak sapi susu, terus yang ingin saya tanyakan kepada anda berapa banyak sih literatur yang anda baca mengenai susu dan produk produk olahanya, bearapa banyak penelitian ilmiah yang sudah anda hasilkan mengenai pengaruh susu terhadap kesehatan, berapa journal yang sudah anda terbitkan, sudah berapa banyak anda menjadi narasumber di forum forum ilmiah, kalo anda berani tolong judul artikel anda ini dibawa ke forum ilmiah kampus fakultas peternakan yang ada di indonesia dulu lah, juga baca literatur yang baru, jangan literatur jaman mbah saya saja belum lahir dipakai..!!!!!!!!!

  12. Awan says:

    @ Saudara Sardi: terima kasih utk komentar membangunnya. Saya menulis ini supaya masyarakat perlu WASPADA dan tahu mana yg sehat dan mana yg tdk sehat. Jika tdk diberitahu, masyarakat tanpa SADAR akan tetap melakukan hal2 yg sebenarnya tdk sehat. Edukasi adalah SALAH SATU SOLUSI supaya masyarakat jadi dewasa.

    Anda sptnya belum tahu bahwa ada alternative susu lain yg bagus yg tetap memakai jasa susu sapi spt misalnya susu kefir. Yakult dan yogurt juga perlu susu sapi dan utk semua produk yg sy sebutkan tadi merupakan produk yg terfermentasi. Produk fermentasi sangatlah baik utk kesehatan. Perlu Anda ketahui juga bahwa susu yg dikonsumsi oleh nenek moyang kita ribuan tahun lalu termasuk di jaman para nabi adl produk susu segar mentah dan susu fermentasi. Sangat jauh berbeda dg susu olahan di jaman sekarang yg tdk baik utk kesehatan.

    Tulisan saya ini bs saja menurunkan penjualan susu dari para peternak sapi baik kecil, menengah, maupun besar. Tapi saya tdk melawan produksi susu sapi ini. Yg saya dan para ahli lainnya tentang adl PROSES TIDAK SEHAT dari susu sapi ini demi kepentingan bisnis pribadi belaka. Terima kasih utk maksud baik Anda “menegor halus” saya karena Anda merasa bahwa saya menulis ini tdk ada pertimbangan bijak demi kepentingan masyarakat luas. Tapi justru terbalik… yg saya lakukan ini malah HARUS dilakukan supaya para peternak sapi jangan sampai mengesampingkan kesehatan dan keamanan masyarakat luas karena demi keuntungan mereka belaka. Produksi susu mereka masih sangat diperlukan, tapi lakukanlah bisnis dengan cara yang tdk membahyakan masyarakat. Dan sebenarnya yg salah disini bukanlah para peternak sapinya, tapi para pabrik produsen susu sapi OLAHANnya (yg memproduksi susu sapi tanpa fermentasi).

    Jadi tulisan saya ini tdk melawan para peternak sapi, tapi melawan banyak pabrik produsen SUSU OLAHAN NON FERMENTASI. Mereka telah mengabaikan kesehatan masyarakat demi kepentingan pribadi. Ini sama saja jika Anda menemukan fakta bahwa makanan kadaluarsa dijual dimana-mana, apakah Anda diam saja? Makanan yg tdk kadaluarsa itu OK jika dijual, tapi yg kadaluarsa akan merusak kesehatan masyarakat. Nah sama halnya dg susu olahan ini, yg banyak masyarakat tdk tahu fakta ilmiahnya.

    Disamping itu, tulisan2 saya ini adl hasil ratusan atau bahkan ribuan penelitian ilmiah bertaraf international dan national yg sebenarnya dengan MUDAH bisa Anda lihat di internet dan buku, majalah, dan jurnal ilmiah. Bahkan bisa dibuktikan dg pengalaman sendiri. Jadi utk melakukan penelitian lagi dg standar harus ada lab, sukarelawan penelitian, dan lain2 yg perlu dana banyak, tenaga dan waktu yg banyak adalah tindakan yang TIDAK CERDIK dan bertentangan dg filosofi KISS.

    Quote:
    …juga baca literatur yang baru, jangan literatur jaman mbah saya saja belum lahir dipakai..!!!!!!!!!

    Answer:
    Utk pernyataan Anda yg ini saya kurang suka membacanya krn lbh terkesan mencela bukannya kritikan membangun. Info yg saya dapatkan adl dari literatur2 terbaru. Anda menyatakan kalau sumber literature saya adl sumber lama (apalagi dari jaman Mbah Anda belum lahir – itu kata Anda), itu berarti Anda belum membaca link referensi dari artikel ini (link-nya menujukkan ke jurnal baru). Seharusnya Anda membaca artikel ini dg pikiran open minded, bukannya dg pemikiran subyektif yg langsung menutup “hati” shg Anda “buta” dg hal2 lain yg seharusnya Anda lihat. Saya sarankan Anda miliki pemikiran obyektif & open minded dalam membaca tulisan2 saya dan para ahli controversial lainnya, shg Anda bs melihat dg jelas jurnal2 ilmiah terbaru yg sebenarnya bs Anda baca di internet dan buku2 sekitar kita.

    Perlu Anda sadari pula bahwa tulisan saya ini bukan atas dasar pengalaman pribadi saya saja, tapi atas dasar evidence based science terbaru bertaraf international, yang menginspirasi sy utk membuktikannya ke pengalaman sendiri dan para pasien saya. Jadi jika Anda tdk setuju dg fakta tulisan saya ini, itu berarti Anda bukan saja tdk setuju dg saya, tapi juga tdk setuju dengan para ahli lainnya dan kenyataan yg dialami oleh saya serta pasien lainnya.

    Sebelum Anda membalas jawaban sy ini, saya sarankan Anda terlebih dahulu membaca dg open minded dan pemikiran obyektif link2 yg ada di artikel ini, dan mencari literatur2 ilmiah terbaru lainnya di internet.

    Salam

  13. Tina Agustiani says:

    Sepengetahuan yang pernah saya baca, memang jaman Rasulullah yang dikonsumsi oleh manusia pada zaman itu adalah Susu Kambing untuk menyegarkan tubuh dan membuat tulang kuat

  14. Setuju banget dengan pak awan dan bukti2 ilmiahnya ttg susu olahan tdk berguna bagi kesehatan, justru malah membahayakan krn acid forming….minum susu terlalu banyak malah osteoporosis kan…
    Salam sehat

  15. mharisandi says:

    Tapi harap diingat jg jaman sekarang ini susu olahan macam apapun itu jenisnya, termasuk yogurt itu semua bukan berasal dari susu mentah/segar semuanya, bahkan banyak di Indonesia terutama, dimana susu bubuk masih menjadi raja (70% dari konsumsi nasional) saya tidak yakin semua susu fermentasi TIDAK menggunakan susu bubuk dan Tidak mengalami pengolahan (pemanasan maupun homogenisasi) terlebih dahulu,, jadi Anda mengatakan ada jenis olahan susu sebagai alternatif juga itu berarti SALAH BESAR., kalau anda tidak percaya silahkan lihat di label kemasan susu permentasi, pasti ada penambahan susu bubuk dan air tentunya, dan sudah di panaskan/pasteurisasi kembali, sebelum di biakan bakteri fermentasinya.,nah lho?..

  16. Awan says:

    @ Sdr mharisandi:

    Quote:
    susu olahan macam apapun itu jenisnya, termasuk yogurt itu semua bukan berasal dari susu mentah/segar semuanya

    Answer:
    Semua susu sapi olahan berasal sari susu yg PERTAMA KALI mentah.

    Quote:
    saya tidak yakin semua susu fermentasi TIDAK menggunakan susu bubuk dan Tidak mengalami pengolahan (pemanasan maupun homogenisasi) terlebih dahulu,, jadi Anda mengatakan ada jenis olahan susu sebagai alternatif juga itu berarti SALAH BESAR., kalau anda tidak percaya silahkan lihat di label kemasan susu permentasi, pasti ada penambahan susu bubuk dan air tentunya, dan sudah di panaskan/pasteurisasi kembali, sebelum di biakan bakteri fermentasinya.,nah lho?..

    Answer:
    1. Saya tdk pernah mengatakan kalau susu fermentasi tdk menggunakan susu bubuk. Susu bubuk yg KEMUDIAN diolah dg proses fermentasi, kandungan berbahayanya beberapa dihilangkan dan beberapanya lagi diubah oleh bakteri menguntungkan menjadi komponen yg menyehatkan. Contoh: Susu kefir yg diolah secara fermentasi berasal dari susu olahan baik bubuk ataupun non-bubuk. Thx 4 the comment :)

  17. syukriy says:

    Terima kasih banyak. Informasi ini sangat berguna bagi saya dan keluarga.

  18. fatchurrochman_phattoer@yahoo.com says:

    jadi bingung, mau minum susu apa enggak

  19. niar says:

    informatif sekali artikelnya….
    saya seorang ibu 31 th dengan 2 putra yg boleh dibilang rajin minum susu tinggi kalsium tapi saya kaget ketika periksa gigi,saya disuruh ke bagian radiologi,dari hasil radiologi itu diketahui saya kekurangan kalsium dan ada sebagian tulang gigi sy yg hilang..gigi saya jadi keropos n dokter gigi menyarankan sy minum tablet kalsium saja.apakah yg sy alami sama dengan osteoporosis?bagaimana cara saya sembuh?
    Terima kasih

  20. Dt Awan says:

    @ Bu Niar: iya ini gejala osteoporosis. Penanggulangannya bukan konsumsi tablet kalsium krn bs makin memperparah krn kalsium sintetis malah membuat tubuh makin asam. Lbh baik rutin mengkonsumsi bnyk sayur dan buah, serta suplemen spirulina yg kaya kalsium alami dan siap pakai (oleh tubuh). Detail info dan pemesanan spirulina bs di search di google.

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel