Home » Info Sehat » Mengenal Penyakit Psikosomatis

Mengenal Penyakit Psikosomatis

20040721depressionApakah Penyakit Psikosomatis Itu?

Penyakit Psikosomatis (yang sekarang lebih dikenal sebagai penyakit Psikofisiologis), merupakan penyakit fisik yang gejalanya disebabkan oleh proses mental dari penderitanya. Jika dalam sebuah pemeriksaan medis, tidak ditemukan penyebab fisik atas gejala-gejala yang muncul, atau jika penyakit ini muncul sebagai akibat dari kondisi emosional, seperti kemarahan, depresi, rasa bersalah, maka penyakit ini dapat diklasifikasikan sebagai penyakit psikosomatis.

Psikosomatis disebabkan oleh berbagai masalah dalam pikiran seseorang yang memicu reaksi emosionalnya. Ketika, misalnya, seseorang merasa tertekan, stress, dan kacau, maka tubuh akan bereaksi terhadap pikirannya ini. Rata-rata reaksi tubuh terhadap pikiran yang tertekan dan/atau stress adalah dengan meningkatnya asam lambung (sehingga memicu sakit ”maag”), munculnya gejala ketombe di kepala, adanya gatal-gatal disekitar kulit di sekujur tubuh, atau rasa mual-mual yang berkala, semua itu biasanya disebabkan karena sebuah beban di dalam pikiran.

Beban pikiran ini seringkali menjadi sebuah ”bibit” untuk penyakit psikosomatis, karena bila tidak segera ditanggapi (baik diselesaikan, diiklaskan, dll), maka beban pikiran tersebut akan semakin kuat berada di pikiran bawah sadar, yang perlahan-lahan mulai menunjukkan gejala-gejala sakit secara fisik.

Bagaimana Menyembuhkan Penyakit Psikosomatis Tersebut?

Pada dasarnya penyakit psikosomatis merupakan hal yang sederhana. Mengapa? Karena begitu masalah yang terpendam di dalam pikiran bawah sadar diketahui, dan masalah tersebut diselesaikan, maka saat itupun pikiran memerintahkan tubuh untuk menghilangkan segala gejala-gejala yang muncul. Di situlah saatnya terjadi kesembuhan atas penyakit psikosomatis tersebut.

Masalah diselesaikan, maksudnya?

Iya, sebuah masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara, yang sesuai dengan kondisi masalah maupun diri kita saat itu. Ada masalah yang sederhana dan dapat diselesaikan sendiri, baik dengan menemukan solusi terhadap pekerjaan atau keruwetan yang sedang terjadi, atau dengan membangun sebuah perasaan iklas (release) terhadap kondisi yang sedang kita alami.

Misalnya, kita dapat mencoba mengenali dahulu penyebab penyakit psikosomatis ini, seperti kemarahan, depresi, rasa bersalah, atau apapun yang mungkin menyebabkan pikiran bawah sadar melepaskan tekanan yang terjadi padanya ke gejala-gejala fisik. Setelah kita mengenali penyebabnya (atau kondisi penyebabnya), maka kita bisa memulai untuk menerima kondisi apapun yang sedang kita alami, dan mulai membuat skala prioritas untuk menyelesaikan berbagai masalah penyebabnya satu demi satu.

Penyakit psikosomatis memang sederhana, tetapi butuh suatu tindakan yang tidak mudah untuk menyelesaikan penyakit psikosomatis, terutama untuk menggali penyebab sebenarnya, karena itu adalah salah satu kunci utama dalam menyelesaikan masalah ini. Setelah penyebabnya dapat dikenali, maka tindakan berikutnya sedikit lebih sederhana, yaitu membangun basis kenyamanan dalam diri penderita psikosomatis ini terhadap kondisi dan masalah yang menjadi penyebabnya tersebut. Dengan kata lain, mengiklaskan apa yang sudah terjadi, dan berusaha untuk mencari solusi ke depannya.

Oleh: Kirdi Putra, Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII), 15 Sept 2008

Link referensi: http://htii.blogspot.com/2008/09/psikosomatis-pada-anak.html

171 Total Views 1 Views Today

10 Comments

  1. hanjaya839 says:

    Wah! Terima kasih atas info nya. . . Salam kenal

  2. rizalyara says:

    Pak Awan! Thanks infonya, berguna banget. Boleh ga ngelink ke situs ini? karena menurut saya, banyak orang yang sebenarnya mengalamin Psikosomoatis tetapi mereka, kurang informasi…

  3. Awan says:

    Silahkan di link atau di Copy Paste. Smoga bermanfaat buat semua org. Thx

  4. Mike says:

    Trimakasih atas penjelasan nya Pak.
    Saya 1 bulan belakangan ini merasa ada yang salah dalam diri saya.
    setiap malam sebelum tidur, tubuh saya serasa bergerak lamban sekali dan rasa yang paling mendekati adalah seperti kesemutan di seluruh badan saya..

    mula2 hanya terjadi 10-20 menit, tapi lama kelamaan semakin lama dan semakin jelas rasa nya. Saya dapat berpikir dengan jernih tapi tubuh saya tidak. seperti ada perlawanan antara tubuh dan otak saya.
    Bahkan saat saya mengetik komen ini pun,. saya merasakan kondisi tersebut.

    apakah ini termasuk psikosomatis?
    masukan dari bapak akan sangat membantu saya dan aktifitas saya kedepan
    Saya ucdapkan terimakasih yang sebesar besarnya untuk masukan bapak.

  5. Awan says:

    Sdr Mike, sy perlu data2 lbh lengkap lagi dari Anda utk bs mendiagnosa dan memberikan saran terapi yg tepat, jadi mohon bantuannya utk melengkapi formulir Data Pasien di link:

    https://spreadsheets.google.com/viewform?formkey=cFVRZHo2UFBWSkM1TnNuaGxjb3RlZnc6MA..

    Thx

  6. fansmaniac says:

    Pak, saya juga pernah berobat ke negeri jiran tetapi tidak ditemukan apapun. Sementara penyakit yang saya rasakan sudah sangat parah. Saya merasakan mengambang (vertigo) dan sakit dileher, pundak, kepala, dan perut. Bahkan untuk berkendaraan dan beraktivitas saya sudah tidak bisa karena penyakit ini. Menurut dokter sana mereka mencurigai ini penyakit psikosomatis (pshycosomatic symptoms) karena dari semua hasil scan dan MRI tidak ditemukan apapun. Dari segi pengobatan china mengatakan bahwa ada “angin” yang berada didalam tubuh saya. Hingga kini saya masih tidak tau apa obatnya.

  7. Awan says:

    @ fansmaniac: Lebih baik Anda telp sy langsung di no xl 08174745269 / flexi 0361 7969834 supaya sy bs mendapatkan keterangan lebih jelas dan lengkap dari berbincang-bincang langsung. Thx

  8. mari sembuhkan indonesia…jadikan indonesia lebih baik.
    kami siap bantu anda, bila anda mengalami psikosomatis.

  9. effendi says:

    temenku terkena psikosomatis krn beban yang mungkin sudah terlampau berat…kmrn masuk RS semoga saja sekarang sudah membaik.krn sy yakin dia oran yang kuat dan dia adalah seorang pemenang

  10. astari christ says:

    temenku juga mengalami psikosomatis.dg gejala seperti itu.dengan begitu banyak beban yang harus ia pikul.dukungan dari keluarga dan temen2 mutlak dibutuhkan.bukan untuk menjudge ataupun menyudutkannya.setidaknya dengan mjd pendengar yang baik itu sudah lebih dari cukup.dan sy yakin temenku bisa melalui hal dengan sngat luar biasa.krn dia kuat dan seorang pemenang

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel