Ilmuwan Terkemuka Memperingatkan Akan Bahaya Vaksin HPV

1222gardasilSampai sekarang vaksin HPV masih dianjurkan oleh medis konvensional dalam mencegah terjadinya kanker serviks pada wanita. Namun benarkah vaksin ini solusi terbaik dan aman bagi yang menerimanya?

Seorang ilmuwan terkemuka meminta kepada pemerintah untuk supaya mengadakan penelitian lebih lagi mengenai dampak vaksin HPV yang selama ini selalu diberikan kepada para remaja wanita di seluruh negeri.

Grace Filby, ilmuwan yang memenangkan penghargaan Churchill Fellowship atas penelitiannya, percaya akan adanya kurangnya validasi keefektifan vaksin HPV yang diberikan kepada anak-anak.

Grace mengatakan. “kami tidak tahu apakah vaksin berinteraksi dengan pengobatan lain atau mungkin dengan kondisi medis lain, dan (dalam hal ini) PABRIK PEMBUATNYA BELUM MENELITINYA. Ini bisa menjadi alasan kuat mengapa beberapa keluarga dan sekolah keberatan dan memilih tidak ikut (program vaksin HPV).”

Grace, yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengajar sains inovatif dan proyek-proyek pendidikan istimewa lainnya, berkata, “Selagi ada banyak sekolah yang masih menantikan suntikan vaksin pertama mereka, masih ada kesempatan untuk menyediakan informasi berharga serta tuntunan bagi para orang tua dan murid mengenai efek samping dari Cervarix, vaksin kanker dari GlaxoSmithKline.”

Ia menyarankan untuk meneliti dokumentasi kehadiran para murid  Monica’s High School di Lancashire, dimana gubernur sekolah telah melaporkan bahwa sejumlah anak gadis diketahui absen sekolah sesudah vaksinasi. Mereka diminta pulang ke rumah karena merasa pusing, mual-mual, sakit pada persendian, atau juga demam.

Ia juga menyarankan untuk diadakan penelitian akan efek samping vaksin di  asrama sekolah Royal Alexandra and Albert State di Reigate, Surrey, dimana anak-anak perempuan di Kelas 8 mendapatkan suntikan vaksin HPV pertama mereka tanggal 26 September, hari yang sama bertepatan dengan acara Radio BBC dalam topik  “4’s Any Questions? A response on Any Answers?”

Dalam acara radio tersebut, diungkapkan beberapa resiko tambahan dari vaksinasi terhadap anak-anak tertentu seperti misalnya yang menderita epilepsi, dilakukan karena atas anjuran dokter mereka.

Gardasil, vaksin kanker serviks yang direkomendasikan bagi anak-anak perempuan seusia 12 tahun, telah menyebabkan efek samping seperti misalnya kejang-kejang, mati rasa, pusing, pingsan, dan juga kelumpuhan.

Di Australia, lebih dari 17 anak perempuan dalam seminggu mengalami reaksi seperti di atas setelah menerima vaksinasi, tapi Departemen Kesehatan menolak memberikan perincian.

Disamping itu, pada tanggal 30 November 2007, 496 laporan akan kontraindikasi vaksin terdokumentasi oleh Australia’s Therapeutic Goods Association (TGA). Di antaranya, 468 dicurigai terjadi oleh karena vaksin kanker serviks.

Di Amerika Serikat, 1.700 wanita telah melaporkan menderita kontraindikasi Gardasil, dan di antara mereka 7 orang telah meninggal.

Informasi ini hanyalah sebagian kecil informasi untuk supaya kita waspada terhadap penerapan vaksin HPV terhadap kaum hawa. Di luar sana, masih banyak informasi yang mengungkapkan bahaya vaksin HPV yang perlu Anda ketahui.

Jika Anda butuh informasi lebih detail tentang bahaya vaksin HPV, silahkan menuju web resmi Grace Filby di http://www.relax-well.co.uk/

Link referensi:

http://www.medicalnewstoday.com/articles/123762.php

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2007/12/22/thousands-have-gotten-sick-from-gardasil-hpv-vaccine.aspx

2857 Total Views 6 Views Today

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Copyright © 2015 Healindonesia All Rights Reserved.

Log in with your credentials

Forgot your details?