Home » Customer Alert » Bahaya Susu Formula Kedelai Bagi Anak Anda

Bahaya Susu Formula Kedelai Bagi Anak Anda

soy-milkSeorang ilmuwan pecinta lingkungan, Dr Mike Fitzpatrick, telah memperingatkan adanya resiko gangguan tiroid bagi bayi yang diberi bubur atau susu formula kedelai, konsumen dewasa  yang suka mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai, dan juga bagi pengguna suplemen isoflavon.

Fitzpatrick menyatakan ada potensi gangguan yang akan menimbulkan efek goitrogenik bagi orang-orang tertentu yang terpapar isoflavon. Resiko paling besar ada pada bayi yang diberi formula kedelai (baik bubur atau susu), lalu konsumen makanan berbahan dasar kedelai, dan kemudian diikuti dengan pengguna suplemen isoflavon.

Hasil penelitian menekankan bahwa formula bayi berbahan dasar kedelai memiliki kadar isoflavon yang tinggi, yaitu suatu zat aktif anti-tiroid, dan dengan demikian beresiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi yang normal.

Fitzpatrick menyatakan bahwa gangguan tiroid yang disebabkan oleh kedelai bisa saja tidak diketahui karena sulitnya menetapkan hubungan sebab-akibat antara isoflavon dan gondok (goiter). Bahkan ilmuwan berpengalaman pun bisa lengah melihat hal ini.

Fitzpatrick juga menolak klaim yang menyebutkan tidak ada bukti bahwa isoflavon di susu formula dapat membahayakan bayi, karena ia mengamati dari kasus-kasus gondok yang dilaporkan, ternyata terjadi pada bayi-bayi yang diberi susu formula kedelai dengan kandungan iodine yang cukup.

Fitzpatrick juga menyatakan dukungannya terhadap Lembaga Kesehatan New Zealand:

“Lembaga Kesehatan telah menemukan bahwa bayi-bayi dengan sejarah disfungsi tiroid harus menghindari bubur dan susu formula berbahan dasar kedelai. Disamping itu, paparan terhadap isoflavon berpotensi menyebabkan kerusakan tiroid kronis pada semua bayi yang diberi formula kedelai”.

Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa memberi bayi isoflavon tidaklah diperlukan dan tindakan beresiko bahaya tersebut sebenarnya bisa dihindari jika pembuatnya bisa menghilangkan isoflavon dari formula kedelai. “Untuk sementara waktu”, ujarnya, “sudah seharusnya para praktisi medis memonitor status tiroid bayi-bayi yang diberi formula kedelai (bubur ataupun susu)”.

Fitzpatrick juga mengklaim bahwa konsumen makanan dengan bahan dasar kedelai tinggi dan pengguna suplemen isoflavon juga beresiko terhadap gangguan tiroid. Ia menyatakan bahwa efek pasti dari zat anti-tiroid terhadap fungsi tiroid adalah bukti meyakinkan adanya hipotiroidsme yang terlihat secara fisik maupun yang subklinis.

Para peneliti luar negeri menilai bahwa bubur dan susu formula yang berbahan dasar kedelai adalah salah satu makanan dan minuman terburuk bagi bayi atau anak-anak Anda. Bukan saja ini merusak atau mengganggu fungsi hormonal seperti yang dijelaskan di atas, tapi formula kedelai mengandung lebih dari 100% aluminium.

Namun menurut saya, bubur dan susu kedelai yang diproses secara fermentasi adalah produk kedelai yang sehat karena unsur-unsur tidak sehat dalam kedelai, seperti misalnya aluminium berlebih, telah dikurangi drastis bahkan hilang. Selain itu, faktor lain yang menentukan suatu produk kedelai tersebut sehat atau tidak yaitu apakah kedelai tersebut merupakan kedelai murni atau kedelai mutasi (hybrida). Kedelai mutasi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau RUTIN, memang membahayakan kesehatan.

Perlu diperhatikan juga bahwa produk bubur dan susu kedelai non-fermentasi jika dikonsumsi secukupnya dan tidak rutin, ia malah menyehatkan. Permasalahannya adalah jika dikonsumsi RUTIN dan dalam JANGKA PANJANG, barulah ia beresiko mengganggu kesehatan tiroid.

Karena kebanyakan masyarakat awam tidak bisa membedakan mana produk kedelai yang fermentasi dan non-fermentasi, saya pribadi dalam menangani pasien balita tidak menganjurkan perawatan dengan formula kedelai begitu juga dengan susu formula biasa (susu sapi), walaupun sang ibu tidak bisa menghasilkan ASI. Yang saya terapkan sebagai pengganti susu formula dan ASI adalah madu asli, bee pollen, minyak ikan, dan garam laut asli. Tapi ini dengan catatan yaitu sang ibu tidak bisa menghasilkan ASI. Susu formula kedelai (yang non-fermentasi serta mutasi yang dikonsumsi RUTIN dan JANGKA PANJANG) dan susu formula lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi Anda.

Note: Untuk mencegah kesalahpahaman dari pembaca, penulis menekankan kunci artikel ini:

  1. Jangan dikonsumsi BERLEBIHAN, karena segala sesuatu yang sehat jika dikonsumsi berlebih akan membahayakan kesehatan.
  2. Konsumsi yang ORGANIK, karena yang hibrida/GMO adalah kedelai mutasi yang tidak baik untuk kesehatan.
  3. Konsumsi yang tanpa bahan pengawet dan perasa tambahan yang berlebih.
  4. Kenali batas tolerir konsumsi Anda karena tiap manusia memiliki metabolisme yang berbeda-beda.
  5. Jangan dikonsumsi RUTIN karena kita TIDAK TAHU susu kedelai yang dikonsumsi tersebut organik atau tidak, dan mengandung zat aditif atau tidak, KECUALI ada jaminan klaim dari produsen bahwa produk yang diproduksi adalah organik, tanpa bahan pengawet, dan ada anjuran konsumsi aman yang jelas. Tapi ingat juga dengan poin kunci 3.
  6. Artikel ditulis bukan untuk menjelek-jelekan tapi untuk supaya kita bijak dalam mengonsumsi sesuatu (jangan hanya tahu baiknya saja, tapi juga tahu sisi negatifnya juga jika kita salah mengonsumsi).

.

logo hios3

Oleh karena begitu banyak masyarakat yang buta mengenai kesehatan sehingga menjadi korban malpraktek atau korban dari pola makan dan hidup sendiri yang tidak sehat, saya membuka HIOS (Healindonesia Online School), dimana masyarakat awam bisa belajar sains holistik modern secara online. Temukan solusi dari semua permasalahan kesehatan Anda dengan belajar sendiri ilmu pengobatan holistik modern di http://hios.co.nr .

.

Link referensi: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2000/02/13/soy-thyroid-disease.aspx

.

Artikel Terkait:

Sisi Negatif Kedelai yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Bahaya Produk Kedelai Non-Fermentasi Bagi Kesehatan Anda

.

Organik Green – Makanan Organik untuk Tubuh Ideal dan Sehat

Organic Green adalah makanan organik terlengkap dengan 41 komponen yang terdiri dari serat larut, mineral, asam amino essensial, alfalfa, spirulina, maca, enzim, dan sebagainya. Baik untuk program diet/pengatur pola makan sehingga Organic Green disarankan untuk menaikkan atau menurunkan berat badan.

Konsumsi 1 sendok takarOrganic Green mampu menekan rasa lapar selama 6-8 jam sehingga dengan cepat menurunkan berat badan tanpa efek samping.

Keistimewaan dari Organic Green adalah memiliki kandungan Bio Activated Energy (BAE) yang tidak dimiliki oleh produk herbal lainnya dan berkhasiat dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Oleh kandungan nutrisinya yang lengkap, Organic Green sangat tepat digunakan sebagai pengganti susu formula jenis apapun (sangat cocok bagi yang alergi laktosa susu sapi).

>> Lihat Detail <<

..

641 Total Views 7 Views Today

36 Comments

  1. MURZITI says:

    padahal sy sering baca byk kosmetik2 dan saran para ahli kecantikan

    klo isoflavon itu sangat bagus utk kulit..

  2. dean says:

    beneran ga c kalo segala sesuatu yang mengandung kedelai itu berbahaya????
    tapi kok banyak sekali produk-produk mulai dari susu sampai makanan mengandung kedelai.
    lagipula, produk itu dipasarkan luas dan di iklankan ke masyarakat. tapi kenapa info tentang bahaya kedelai tidak pernah diinformasikan kepada masyarakat luas????
    padahal sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan dari bahan kedelai, apalagi masyarakat dari kalangan menengah kebawah bisa dapat protein lebih dari tempe dan tahu.
    kenapa penelitian tentang kedelai tidak disebarkan ke masyarakat luas????
    lalu bagaimana juga mengenai produk susu kedelai yang dipasarkan bebas di masyarakat. apakah pemerintah sudah mengetahuinya? kalo memamng sudah kenapa pembuatan produk dari kedelai masih saja bebas???
    mohon jawabannya………….

  3. diana says:

    ah…bener nih,tapi kog nga pernah dipublikasikan ya?malah my baby susu formulanya (resep dokter) NAN HA1 kan berbahan dasar kedelai????coz aku kerja,makanya my baby sejak lahir aku kasi susu formula….mohon penjelasannya dong…jadi khawatir…

  4. Awan says:

    Utk Saudari Dean dan Diana,

    sy publish artikel lainnya utk menjawab pertanyaan2 Anda. Silahkan klik di http://healindonesia.wordpress.com/2009/02/06/bahaya-produk-kedelai-non-fermentasi-bagi-kesehatan-anda/

    Thx

  5. nunualone says:

    bang andreas…maap saya hanya mau mengingatkan…
    bahwa artikel mengenai bahya keledai memnag benar tapi bukan berarti bayi yang mengkonsumsi keledai lalu terkena gangguan tiroid hanya meningkatkan faktor resiko dan kemungkinan itu sangatlah kecil..ingat kecil..dan bukankah keledai itu merupakan bahan alami yang didapat dari alam ciptaan tuhan..buknkah holistic bersumber dari alam kenapa selalu menjelekkkan ilmu medis konvensional!!!!
    karena apa yang anda bicarakan tidak ada bukti secara medis….berapa persen dampak bayi akibat keledai tersebut???
    tentu saja anda tidak akan mampu menjawabnya..
    awalny saya simpati melihat situs ini..begitu melihat ternyata isinya hanya menonjolkan medis menurut anda yang terbaik bahkan anda sudah sangat yakin dengan kata2 mampu “menyembuhkan”…karena hanya allah swt yang mampu menyembuhkan seseoarang!!!!

  6. Awan says:

    Mas Nunu,

    Wah sampeyan ini lucu sekali… masa kedelai ditulis keledai :) Penelitian2 medis ttg kedelai NON FERMENTASI bnyk sekali dipublikasikan dlm bahasa inggris Mas. Kalo bahsa Indonesia yg kontroversial sy rasa Cuma saya saja yg berani menulisnya. Silahkan Search di Google. Contoh linknya:

    http://reliableanswers.com/med/soy.asp

    http://www.soyonlineservice.co.nz/articles/veganism.htm

    Mas bs cari info laporan medis lainnya selain kedua link tadi.

    Tidak semua hasil alam dirancang Tuhan utk dikonsumsi manusia Mas, contohnya adl racun, api, intan, batu, dll.

    Kedelai akan AMAN jika sdh terfermentasi. Kedelai non fermentasi bs dikonsumsi tapi dlm jangka panjang tdk baik. Sama seperti gorengan, dan junk food jg bs dikonsumsi dan bikin kenyang, tapi dlm jangka panjang tdk baik.

    Saya menulis ttg bahaya susu kedelai adl Saya bicara dari bahasa kesehatan IDEALnya Mas. Terserah Mas mau minum susu kedelai atau tidak itu adl hak Mas, tapi sy sbg org yg tahu ttg kedelai hanya sekedar memberi informasi saja, demi kesehatan kita semua. Kalau sdh ngomong IDEAL ya pasti kita cari saja pengganti susu kedelai. Ingat … IDEAL

    Holistik modern tdk menjelek-jelekkan medis konvensional, tapi bicara yg benar ttg medis konvensional. Kalau jelek ya dibilang jelek. Kalau bagus ya dibilang bagus. Link:

    http://healindonesia.wordpress.com/2009/02/16/sejarah-holistik-ciptaan-tuhan-versus-ciptaan-manusia/

    Berapa persen dampak bayi akibat kedelai tersebut? Bs Mas baca sendiri di Link yg saya kasih dan jika kurang puas, bs Mas Search di Google.

    Kata2 menyembuhkan sdh sy jelaskan menanggapi komentar Mas di link: http://healindonesia.wordpress.com/2008/09/10/tips-menghindari-malpraktek-dokter/#comments

    Saya rasa dari sana sdh cukup jelas apa arti menyembuhkan yg saya maksud.

  7. Widi says:

    Saya setuju dengan artikel ini, kebetulan juga banyak membaca tentang informasi sejenis. Di situs ini ada banyak link tentang riset-riset dan buku-buku yang berkaitan dengan bahaya kedelai bagi mausia – terutama bayi ; http://www.shirleys-wellness-cafe.com/soy.htm

    produk kedelai diiklankan besar-besaran sejak kira-kira 15 tahun lalu sebagai bagian dari strategi kapitalis untuk memasarkan kedelai GMO mereka (yg GMO ini bahkan lebih berbahaya lagi), yang sekarang katanya sekitar 85% kedelai beredar adalah GMO.
    Dan jangan kaget atau terlalu cepat tak percaya bahwa ada gerakan untuk menurunkan lualitas kesehatan manusia oleh kelompok tertentu- disamping juga untuk depopulasi (mengurangi jumlah penduduk secara drastis) – dilakukan tidak hanya melalui krisis dan perang tapi juga makanan-obat-plastik/chemical berbahaya.

    Trims

    neohumanis

  8. Indri says:

    Anak saya minum susu formula kedelai, karena menurut dokter anak saya alergi pada susu sapi! trus bagaimana ini???

  9. Arie says:

    Nah emang dari link2 diatas yang saya baca, semua mengacu kepada kedelai yang mengalamai Transgenik ,oleh karena itu harus di FermentasI.
    oleh karena itu jika mengkonsumsi kedelai pilih yang kedelai lokal /produk kedelai lokal karena pemerintah sendiri masih melarang transgenetik.

    http://enidra.multiply.com/journal/item/40/Mengapa_Kini_Kedelai_Dicurigai
    *link ini dibaca sampai habis, jangan setengah2

    dan juga ini menurut saya yang sering terjadi di masyarakat kita, jika membaca ato mendengar informasi hanya setengah-setengah tidak sampai detil. sehingga informasi menjadi suatu hal yang menakutkan bahkan provokasi.

    di link2 yang mas awan sampaikan, jika di baca sampai akhir ada kesimpulan2 yang bisa kita tarik sehingga kita tidak perlu “parno” akan hal2 yang kita hanya tahu setengah2 dikarenakan kita tidak membaca secara utuh.

    saya sendiri pengkonsumsi kedelai dan saya merasa banyak manfaat bagi tubuh saya,sehingga ketika saya membaca ini saya mencari tahu informasi2 yang telah disampaikan disini dan kebenarannya.

    mengenai GMO/transgenetik= itulah jadinya kalo manusia berusaha “mengkutak
    -kutik ciptaan yang maha kuasa”

  10. Arie says:

    lupa saya tambahkan, link2 yang mas awan kasih itu berasal dari luar, dimana disana ditulis sendiri 90%++ kedelai yang beredar sudah hasil transgenetik.
    sehingga menurut saya hal2 tersebut bisa kita hindari JIKA terbukti kebenarannya, dengan menggunakan produk lokal. karena emang ga semua yang dari luar itu bagus

  11. Awan says:

    Bu Indri,

    Pengganti susu formula sapi dan kedelai yg paling baik adl madu asli dan bee pollen. Saya pernah memiliki pasien balita berusia 2 tahun yg menderita malnutrisi serta pneumonia, dan utk menyembuhkannya sy berikan madu dan bee pollen. Anak itupun sehat.

    Info produk madu asli bs Ibu klik di: http://healindonesia.wordpress.com/2008/08/30/hd-clover-honey

    Utk bee pollennya: http://healindonesia.wordpress.com/2008/08/18/honeybee-pollens/

  12. Awan says:

    Saudara/i Arie,

    Terima kasih utk masukannya. Setelah menyelesaikan beberapa kesibukan, akhirnya saya bisa meluangkan waktu utk menyelidiki kembali info pro & kontra akan produk2 kedelai.

    Setelah menyelidikinya, saya masih melihat bahwa pandangan kontra-kedelai masih lebih reasonable dibandingkan pro-kedelai. Tapi tentu saja, maksud saya adl kedelai non-fermentasi. Link dan informasi yg Anda dapatkan masih banyak kekurangannya. Menjawab komentar dari Anda saya membuat artikel khususnya di link: http://healindonesia.wordpress.com/2009/06/07/sisi-negatif-kedelai-yang-tidak-diketahui-banyak-orang/

  13. Lusiman says:

    Segala sesuatu pasti ada baik & buruk. ada yang benar & salah. Semuanya kita selidik dulu pada beberapa orang2 yang benar2 mengerti supaya kita tidak terjebak pada suatu opini/pendapat. Dalam dunia bisnis/marketing, setiap orang akan beranggapan bahwa produknya nomer 1 (Tidak ada kecap no 2). Mari kita belajar, silahkan kunjungi http://www.facebook.com/lusiman (liat my photo), bagaimana organic yang baik. semoga bermanfaat…

  14. sylvia says:

    aneh ya..saya dapet dari situs luar kalau madu tidak boleh diberikan ke bayi dibawah satu tahun..
    http://www.whattoexpect.com/foods-to-avoid-feeding-baby/4

    btw, bisa ga info yg transparan sufor kedelai merk apa aja yg berbahaya itu.
    tnx..

  15. Awan says:

    Saudari Sylvia, Madu ada banyak jenisnya, dan madu tertentu apalagi yang palsu mengandung bnyk gula yg tdk baik utk bayi dibawah 1 tahun. Kasus yg sy berikan contoh di artikel ini adl bayi 2 tahun. Utk madu yg saya sendiri jual, boleh dikonsumsi mulai 6 bulan keatas.

    FYI, situs yg Anda kasih adalah dari golongan medis konvensional, jadi banyak memiliki kesalahan sains.

    Semua susu formula kedelai jika RUTIN dikonsumsi tdk baik utk kesehatan, tdk peduli merek apa pun itu.

  16. okky faramita says:

    anak saya penyandang autisme dan disarankan dr dokternya utk mnm susu formula kedelai. setelah sy bc artikel diatas kok jd khawatir ya, tp sy jg bingung mau ganti susu apa krn anak saya tdk diperbolehkan mengkonsumsi susu formula berbahan dasar sapi. need ur advice ya…….

  17. Awan says:

    @ Bu Okky Faramita: balita hanya perlu ASI utk sehat. Kl sdh di atas 2 th, ia tdk perlu susu lg. Ibu hanya perlu memberikan mkn bergizi,suplemen & menjaga dia terhindar dr mknan tdk sehat.

    Kalo mau tahu solusi utk autisme, bs dilihat resepnya di link http://www.mentaripagi.co.nr atau http://www.homart.co.nr

  18. penggemarsusukedelai says:

    Mohon jangan hanya copas dari website, tetapi IDEALnya melakukan peneletian dan pengujian secara langsung, begitu juga dengan pengalaman yang penulis alami selama meneliti kedelai ini.

    Alangkah lebih baik kalo dicompare secara langsung kedelai import dengan lokal. Kemudian hasil realnya dipublish disini. Kalo seperti ini (copy paste), akan meresahkan masyarakat, apa penulis mau dimintai pertanggung jawabannya dunia dan akhirat???

  19. pujiL says:

    sungguh meresahkan…trus kita mo makan apa..

  20. imas says:

    aduh gimana ini anakku uda lama minum susu kedelai isomil soya karena anakku alergi susu sapi……., terus bagaiman nich?

  21. imas says:

    aduh bagaimana ini anakku sudah lama mengkosumsi susu formula kedelai atas anjuran dokter karena anakku alergi susu sapi, gimana solusinnya mohon penjelasan…………………

  22. imas says:

    saya lupa ngasih tau bahwa anakku usianya baru 1 tahun, kan butuh susu

  23. Dt Awan says:

    @ Bu Imas: susu kedelainya bs distop. Nah utk ASI bs dipompa dan disimpan dikulkas. Kl ditinggal kerja, pembantu atau anggota keluarga lain yg jaga anak tinggal ambil ASI di kulkas.

  24. puji says:

    kl utk bayi kurang dr 6 bln yg alergi sufor sapi dan ibunya tidak ada ASI-nya bgmn? ni pengalaman saudara yg kasusnya bgitu… sdgkan setau saya madu tdk boleh utk anak < 2 thn krn mengandung bakteri-saya lupa namanya (saya pernah baca di buku terbitan intisari yg ditulis oleh dokter anak).. mohon advisnya.. trims…

  25. Dt Awan says:

    @ Bu Puji: Ada pendapat dari sebagian pihak bahwa madu tidak boleh diberikan pada anak dibawah usia 1 tahun dengan alasan madu tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan sakit yang disebut Botulism (disebabkan oleh clostridium Botulinum). Namun hal ini telah dibuktikan ketidakbenarannya oleh “team dokter dari rumah sakit Al Kafji National Hospital-Saudi Arabia”, yang meneliti lebih dari 220 contoh madu dari berbagai negara dan interview dengan keluarga dari 1500 bayi lebih yang di beri madu sejak lahir. Dari penelitian ini membuktikan “TIDAK ADA SATUPUN” madu yang tercemar clostridium Botilinum dan tidak ada satupun bayi yang menderita Botulism karena madu. Jadi peluang adanya Clostridium Botilium pada madu sama dengan peluang keberadaannya pada bahan makanan lain yang berasal dari alam seperti susu dan lain-lain. Jadi madu aman dikonsumsi segala usia bahkan bayi dibawah usia 1 tahun.

    Terus kalau sang Ibu tdk keluar atau tdk lancar ASI nya, bs dibantu diobati dg Coklat Dach – Black Pearl yg bs memperlancar ASI, mengencangkan payudr walaupun menyusui serta mengatasi gangguan hormonal. Detail info ttg Black Pearl bs dilihat di http://www.dachblackpearl.co.nr

  26. Irwan Ibrahim says:

    Bagi saya, artikel ini tidak lebih daripada sebatas “Publikasi Promosi”, jadi mohon dalam mempromosikan produk2 Anda (yang Anda anggap bagus bagi Anda) tidak perlu sampai menjelek2an produk lain, apalagi sampai bahan pangan yang sebenarnya sangat banyak manfaatnya di masyarakat kita ini.
    Jika memang seperti yang Anda katakan, Anda bisa segera melaporkan kepada BPOM atau pun MENTERI KESEHATAN RI tentang hasil penemuan Anda ini!
    Jangan gunakan media maya ini untuk mempengaruhi orang lain dengan data yang BELUM PASTI kebenarannya.
    INGAT! Segala sesuatu dapat diterima sebagai suatu KEBENARAN apabila dapat dibuktikan KEBENARANNYA..
    Salam Sehat

  27. Dt Awan says:

    @ Pak Irwan Ibrahim: Terima ksih atas kunjungan dan komentar Bapak. Namun sy akn menjawab kesalahpahaman yg timbul dlm benak pikiran Bapak :)

    Quote:
    “Bagi saya, artikel ini tidak lebih daripada sebatas “Publikasi Promosi”, ”

    Jawab:
    Pada awal sy menulis artikel ini, sy tdk mencantumkan unsur “promosi produk apapun” seperti misalnya produk Organic Green di atas. Jadi tujuan asli sy bukan utk jualan, tapi untuk memberitahukan ke masyarakat sisi lain dari kedelai yg tdk diketahui org. Kedelai memang bermanfaat. tp masy jg harus tahu sisi negatif lainnya supaya WASPADA. Nah, apakah salah dan dosa jika memberitakan hal itu? Ini adl web blog khusus utk melindungi masyarakat dari mafia kesehatan dan memberikan edukasi ke masy ttg mana yg sehat dan mana yg tdk sehat. Oleh krn itu sdh bs dipastikan isinya adl menyampaikan kebenaran dan bkn berisi tulisan2 yg menyenangkan hati SEMUA orang.

    Sedangkan utk produk Organik Green tsb, itu baru sy cantumkan bbrp bulan kemudian krn memang utk menambah pemasukan utk menunjang operasional Healiondonesia. Nah apakah itu jg haram atau dosa, pdhl yg sy jual bukan barang haram dan bukan barang yg menimbulkan “masalah baru”?

    Healindonesia bukanlah organisasi yg utk operasionalnya disupport dari “meminta-minta” sumbangan, tp di support dari uang sy sendiri dan penjualan produk produk atau jasa kesehatan. Apakah hal tsb dosa dan menjijikkan bagi Anda?

    Quote:
    “jadi mohon dalam mempromosikan produk2 Anda (yang Anda anggap bagus bagi Anda) tidak perlu sampai menjelek2an produk lain, apalagi sampai bahan pangan yang sebenarnya sangat banyak manfaatnya di masyarakat kita ini.”

    Jawab:
    Saya tidak pernah menjelek2an organisasi atau pihak lain di situs ini. Sy hanya menyuarakan fakta dan kebenaran SEPERTI APA ADANYA. mana yg tidak sehat, akan sy beritakan. mana yg sehat jg akn sy beritakan. Apa yg salah akn sy koreksi. Dan apa yg benar akn sy sebarkan.

    Spt yg sy jelaskan td bhw kedelai itu bermanfaat, tp masy perlu tahu jg sisi negatif lainnya supaya “tidak sembarangan” mengonsumsi kedelai. Jadi sy berusaha utk “mendidik” masy utk jadi pintar, bknnya jadi konsumer yg sembrono. Coba dech Bapak baca jg artikel sy lainnya di link:

    http://healindonesia.wordpress.com/2009/06/07/sisi-negatif-kedelai-yang-tidak-diketahui-banyak-orang/

    Disitu penjelasannya lbh detail lg ttg mana produk kedelai yg sehat dan mana yg tdk sehat. Selain itu, search jg di Google dg kata kunci SOY DANGER utk melihat RIBUAN artikel ttg bahaya kedelai NON FERMENTASI bagi kesehatan kita jk dikonsumsi RUTIN :)

    Quote:
    “Jika memang seperti yang Anda katakan, Anda bisa segera melaporkan kepada BPOM atau pun MENTERI KESEHATAN RI tentang hasil penemuan Anda ini!”

    Jawab:
    Tidak segampang itu Pak krn ngga bakal digubris. Teknik sy dalam menyelamatkan bnyk org bukan dg cara lapor-melapor ke pemerintah atau demo massa. Teknik sy adl mengedukasi ke semua org, dan menyerahkan pilihan ke masy, mau percaya atau tidak ya silahkan :)

    Sy bukan tipe org yg percaya dg pemerintah 100% utk merubah Indonesia menjadi lbh baik lg. Kl nunggu pemerintah “take action”, wah luamanya minta ampun blm lagi ribetnya. Nanti berapa bnyk nyawa yg melayang gara-gara nunggu pemerintah beraksi?!

    Coba Bpk pertimbangkan, BPOM sj tdk berkuasa dlm hal mengendalikan barang2 yg sudah pasti tidak baik utk kesehatan, yaitu: soft drink, junk food, rokok, garam yodium, susu sapi pasteurisasi, jajan gorengan di jalan, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak semua yg disahkan oleh pemerintah itu sdh pasti sehat krn pemerintah jg manusia. nah, kita sebagai masy yg baik perlu jg membantu pemerintah dg inisiatif kita sendiri.

    Quote:
    “Jangan gunakan media maya ini untuk mempengaruhi orang lain dengan data yang BELUM PASTI kebenarannya.
    INGAT! Segala sesuatu dapat diterima sebagai suatu KEBENARAN apabila dapat dibuktikan KEBENARANNYA.”

    Jawab:
    Silahkan dicek kebenarannya dg Search di Google, tp jgn pakai bahasa Indonesia, Pakai bahasa Inggris supaya mendapatkan data2 ilmiah dari seluruh dunia :)

    Semoga membantu memberikan pencerahan kepada Pak Irwan dan pembaca lainnya :)

  28. ananda maya putri says:

    artikel ini sangat meresahkan…..
    apalagi buat ibu yang memberikan anaknya susu kedelai…..

    buat pak awan….
    tolong di informasikan juga apa dampak positifnya….
    karena kehidupan ini harusnya kita liat dari 2 sisi positif dan negatif…..

    banyak dokter yang menyarankan menggunakan susu kedelai….bagaimana pertanggung jawaban masalah itu kalo memang berbahaya….

    sebagai orang awan saya hanya dapat mencari informasi dari membaca…..
    dan harusnya setiap artikel yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan juga….

  29. Eni hanifah says:

    Pak awan,pak awan.anda kan intiny hanya mengutip sj dr artikel2 luar negeri.tidak meneliti sndr.klo spt itu sp yg tdk bs spt anda.btw dr smenjak hamil sy mengkonsumsi susu kedelai(non fermentasi) buatan sndr.Alhmdllh saya&ank sy sehat hingga sekarang.Intiny itu bukan tidak boleh mengkonsumsi.tapi boleh mengkonsumsi tapi jangan berlebihan.

  30. Dt Awan says:

    @ Sdri ananda maya putri: Dampak positifnya itu sama spt yg dimediakan oleh kebanyakan org jd sy tdk perlu FOKUS utk memberitakannya. Healindonesia adl situs yg JUJUR, jadi mau tdk mau akn memberitakan sesuatu yg memang “tdk nyaman” buat pihak tertentu. Komitmen saya adl “menulis apa adanya utk menyelamatkan orang, bukan menulis utk menyenangkan SEMUA orang”.

    Memang bnyk dokter yg menyarankan dan menggunakan susu kedelai, tp cukup bnyk jg dari dokter holistik yg menyarankn sebaliknya (kecuali susu kedelai tersbt terfermentasi atau punya teknologi yg bs menghilangkan unsur tdk sehat dlm kuantitas yg sngt tdk membahayakan jk dikonsumsi RUTIN).

    Artikel ini sdh didukung pula oleh ribuan artikel lainnya yg jg didukung oleh penelitian ilmiah. Nah skrg terserah Anda, mau percaya atau tdk, saya tidak memaksa kok :) setidaknya sy telah melakukan bagian sy utk memberikan edukasi supaya waspada (bkn utk menghindari) akn sisi negatif kedelai yg tdk diketahui org. Mohon maaf jika ini meresahkan Anda pribadi, tapi memang segala sesuatu yg “belum pernah diketahui dan belum dipahami” bisa meresahkan. Itu wajar :)

    Tapi setdknya sy tdk menciptakan hoax demi keuntungan pribadi yg biasa dilakukan oleh para mafia kesehatn, spt misalnya kasus diabetes, aids, dan gagal ginjal yg sebenarnya bs disembuhkan, tp digembar gemborkan di media massa dan di sekolah kedokteran konvensional bhw ini semua tdk bs disembuhkan. Silahkan baca ttg artkel mafia kesehatan ini di link http://healindonesia.wordpress.com/2011/02/17/mengungkap-mafia-kesehatan-kasus-diabetes/

    Kalau memang sy sengaja menciptakan hoax yg meresahkan utk kepentingan pribadi, wah saya salah strategi dan telah bertindak bodoh, krn akn lbh ENAK dan NYAMAN kalau menjual produk dg bahasa manis dan diakui oleh bnyk org daripd dg bahasa jujur dan kontroversial. Sy sendiri tdk nyaman kok krn sering disalahpahami, dikomentari miring dan bahkan dimusuhi oleh bbrp pihak konvensional. Tapi mau tdk mau sy tetap menulis dg jujur, krn ini merupakan bentuk nyata pengabdian sy buat Tuhan dan sesama :)

    @ Bu Eni hanifah: Iya sy mengutip dari artikel luar negeri dan tdk meneliti sendiri. Semuanya bs spt sy, masalahnya apa semua org MAU mencermati, merenungkan, membandingakn dan setelah memilih mana yg benar terus MAU MENYEBARKANnya demi kepentingan org banyak? :)

    Tentu utk menyebarkan fakta atau kebenaran tdk harus diteliti sendiri khan apalg sdh ada org lain yg cape2 meneliti dari 2 sisi. Toh tdk ada salahnya jika memang ini adl suatu hal yg perlu diwaspadai, trus kita membantu untuk menginformasikannya ke org lain supaya waspada (bukan benci total). Seperti sy pernah bilang ke org lain yg memberikan komentar di sini, bhw informasi ttg sisi negatif kedelai non-fermentasi ini sdh didukung oleh ribuan artikel dan ada bnyk penelitian ilmiahnya, jadi ini bukan sekedar asumsi atau informasi dari hasil obrolan dari mulut ke mulut org medis saja :)

    Sy cuma punya 2 tangan, 2 mata dan 1 otak Bu, jd tdk mungkin sy melakukan penelitian ke tiap permasalahan kesehatan yg kontroversial. Jadi sy harus bersikap cerdik ya dg cara membandingkan 2 sisi informasi :)

    Nah, terus utk susu kedelai yg Ibu bikin dan konsumsi sendiri bisa tolong diinformasikan sdh berapa lama konsumsinya? Terus frekuensinya brp kali dalam seminggu? Kl setiap hari brp kali dan brp bnyk? Siapa tahu jadi bahan masukkan buat sy pribadi :)

    Disamping itu, Bu Eni perlu tahu jg, sistem metabolime org berbeda-beda. Kl bagi Ibu tdk memperlihatkn masalah (utk saat ini), di org lain belum tentu krn sy jg berkali-kali mendapatkan sharing org yg bermasalh tiroidnya krn rutin mengonsumsi susu kedelai non fermentasi selama bertahun-tahun (rutinnya diminum hampir setiap hari). Nah setelah distop kebiasaan minum susu kedelai tsb, gangguan tiroidnya mereda.

    Sy pribadi setelah mengetahui informasi ini ya bersikap bijak aja, yaitu mengonsumsi susu kedelai sekali-dua kali dlm sebulan. Silahkan Ibu percaya atau tdk dg informasi kontroversial ini, toh sy tdk memaksa Ibu harus mempercayainya. Terima kasih :)

  31. wisnu antoro says:

    pak, tolong sarannya karena anak saya mengkonsumsi nutrisoya,(maaf menyebut merk.agar lebih jelas)hampir 2 tahun sejak umur 7bulan.pengganti apa yang sebaiknya di berikan ? mksh

  32. Dt Awan says:

    @ Pak Wisnu Antoro: Pengganti susu sapi dan susu kedelai yg sehat adl susu kambing etawa Pak. Kl mau beli bs Search di Google dg kata kunci JUAL SUSU KAMBING ETAWA. Semoga bs membantu :)

  33. majin says:

    jangan-jangan ini semacam aksi perlawanan dari produsen susu formula sapi, yang terancam dengan perkembangan susu formula kedelai….dua-duanya sama-sama menggunakan ilmuwan dan laporan ilmiah untuk melariskan dagangan, atau untuk menjegal dagangan lawan…

  34. Dt Awan says:

    @ Pak Majin: Bukan Pak, Justru sy menganjurkan masy supaya hati2 dengan susu sapi :)
    Silahkan dilihat infonya di: http://healindonesia.wordpress.com/2009/05/15/susu-olahan-menyebabkan-asma-peradangan-dan-osteoporosis/

    Artikel di atas supaya masy tahu bahwa selain sisi baik yg sering diberitakan, ada juga sisi negatifnya supaya kita HATI2 dan bijaksana kapan harus mengonsumsi produk kedelai dan kapan tidak.

  35. Artikel yg menarik. Sebagai tambahan utk menghadapi para produsen susu kedelai dan pengguna fanatik maka silakan buka http://www.mercola.com mengenai bahaya susu kedelai. Atau sila google danger of soy maka anda semua akan temukan hasil penelitian ilmiah yg sangat mendasar.
    Saya tidak melihat artikel ini mengada-ada. Hati2 bagi yg memiliki bayi lelaki, mningkatkan feminitas pd diri si anak. Tentunya anda tidak mau kan klo anak laki2 anda bersikap spt perempuan? :))

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel