Home » Customer Alert » Bahaya Produk Kedelai Non-Fermentasi Bagi Kesehatan Anda

Bahaya Produk Kedelai Non-Fermentasi Bagi Kesehatan Anda

Soy productsSering dianjurkan oleh para dokter, praktisi alternatif tradisional, dan juga media massa supaya kita mengkonsumsi produk kedelai demi menjaga dan meningkatkan kesehatan. Memang kedelai kaya akan nutrisi tapi tahukah Anda bahwa dari hasil banyak penelitian, tidak semua produk kedelai baik untuk kesehatan. Tahu dan susu kedelai merupakan produk kedelai non-fermentasi yang perlu diwaspadai karena mengandung zat-zat berbahaya mengganggu kesehatan.

Note: Untuk mencegah kesalahpahaman dari pembaca, penulis menekankan kunci artikel ini:

  1. Jangan dikonsumsi BERLEBIHAN, karena segala sesuatu yang sehat jika dikonsumsi berlebih akan membahayakan kesehatan.
  2. Konsumsi yang ORGANIK, karena yang hibrida/GMO adalah kedelai mutasi yang tidak baik untuk kesehatan.
  3. Konsumsi yang tanpa bahan pengawet dan perasa tambahan yang berlebih.
  4. Kenali batas tolerir konsumsi Anda karena tiap manusia memiliki metabolisme yang berbeda-beda.
  5. Jangan dikonsumsi RUTIN karena kita TIDAK TAHU susu kedelai dan produk kedelai non-fermentasi lainnya yang dikonsumsi tersebut organik atau tidak, dan mengandung zat aditif atau tidak, KECUALI ada jaminan klaim dari produsen bahwa produk yang diproduksi adalah organik, tanpa bahan pengawet, dan ada anjuran konsumsi aman yang jelas. Tapi ingat juga dengan poin kunci 4.
  6. Artikel ditulis bukan untuk menjelek-jelekan tapi untuk supaya kita bijak dalam mengonsumsi sesuatu (jangan hanya tahu baiknya saja, tapi juga tahu sisi negatifnya juga jika kita salah mengonsumsi).
.

Kandungan Berbahaya pada Produk Kedelai Non-Fermentasi

Produk kedelai terbagi menjadi 2 jenis, yaitu produk yang terfermentasi dan yang non-fermentasi. Produk terfermentasi adalah produk kedelai yang aman dan sangat baik buat kesehatan. Diantaranya adalah tempe, kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Tapi lain halnya dengan produk NON-FERMENTASI, karena produk ini masih banyak memiliki kandungan zat-zat berbahaya seperti:

A) Goitrogen – Ini adalah komponen yang mengganggu fungsi tiroid, dengan demikian menyebabkan hypotiroid pada individu yang sensitif dan juga beresiko menyebabkan kanker tiroid.

Ketika kita mengkonsumsi produk kedelai non-fermentasi sekali-dua kali, belum tentu langsung mengalami efeknya. Ada takaran tertentu baru kita akan terpengaruh. Berapakah takaran yang membahayakan kesehatan kita? Ini tergantung usia.

Berdasarkan Soy Online Service, bayi seharusnya tidak mengkonsumsi kedelai sama sekali. Bagi orang dewasa, hanya dengan 30 mg isoflavone (termasuk komponen goitrogen) per hari cukup mengganggu fungsi tiroid. Takaran isoflavon yang perlu diwaspadai ini ada pada 5-8 ons susu kedelai.

B) Asam Phytic – Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan.

Seng dibutuhkan untuk perkembangan dan berfungsinya otak  serta sistem syaraf. Ia berperan penting dalam mengendalikan mekanisme kadar gula darah dan dengan demikian melindungi dari diabetes. Ia juga diperlukan untuk menjaga kesuburan.

Seng adalah komponen kunci dalam berbagai enzim vital dan berperan banyak dalam sistem imun. Asam Phytic dalam kedelai tidaklah banyak dan bagi pria terkadang dibutuhkan. Jadi kandungan asam ini tidak perlu dikhawatirkan, kecuali bagi wanita yang sedang menstruasi dan juga bagi anak-anak.

Pada proses fermentasi kandungan asam phytic ini jauh berkurang sampai pada level aman untuk segala umur.

C) Penghambat Trypsin – Komponen negatif ini mengurangi kemampuan Anda mencerna protein. Memberi bayi dan anak Anda produk kedelai yang non-fermentasi secara teratur akan menghambat pertumbuhannya. Kacang-kacangan lain yang memiliki kandungan penghambat trypsin yang tinggi adalah kacang lima.

D) Nitrat – Adalah komponen yang bersifat karsinogen (penyebab kanker), terbentuk pada saat pengeringan, dan zat beracun lysinoalanin terbentuk selama proses alkalin. Berbagai macam zat aditif buatan, terutama MSG (zat aditif yang merusak sel syaraf) telah ditambahkan pada produk kedelai untuk menyamarkan “aroma kacang”nya yang kuat dan memberikan rasa mirip daging.

E) Phyto-oestrogen – Biasanya dipakai untuk membantu mengurangi efek produksi estrogen yang rendah dalam tubuh, kini ditemukan sebagai faktor penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak.

F) Aluminum – Dari beberapa penelitian telah diketahui adanya hubungan antara keberadaan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Tapi tahukah Anda bahwa susu kedelai mengandung aluminium 11 kali (1100 persen) lebih banyak dibandingkan susu formula biasa?!

G) Manganese – Produk formula kedelai memiliki kandungan mangan berlebih bagi tubuh kita. Mangan dalam tingkat kecil sangat kita butuhkan untuk membantu sel tubuh kita mengumpulkan energi. Tapi jika berlebih, mangan bisa menyebabkan kerusakan otak seperti pada penyakit Parkinson.  Tingkat kandungan mangan di tiap susu bayi berbeda-beda, yaitu:

  • ASI mengandung 4-6 mcg/L.
  • Susu formula bayi biasa (dari sapi) mengandung 30-50 mcg/L.
  • Susu formula kedelai mengandung 200-300 mcg/L!!!

H) Terlalu Banyak Omega-6. Produk kedelai non-fermentasi mengandung kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3. Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis, asma, hiperaktif, dan depresi.

.

Beresiko Memperparah Kanker dan Feminisasi Pada Anak Laki-laki

Disamping itu, para pasien kanker telah diperingatkan oleh Cancer Council NSW untuk menghindari makanan yang berbahan dasar kedelai karena kedelai non-fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kanker.

Sering diberitakan bahwa kedelai sangat bermanfaat untuk memerangi kanker. Kebenaran akan berita ini adalah ya dan tidak. “Ya” memang bermanfaat jika produk kedelai telah terfermentasi, “tidak” bermanfaat jika produk tersebut adalah non-fermentasi.

Bagi orang dewasa, tubuh telah diperlengkapi dengan sempurna untuk memerangi efek negatif kedelai non-fermentasi. Tapi lain halnya dengan bayi yang sistem endokrinnya masih belum sempurna. Suatu penelitian menyebutkan bahwa ketika Anda memberi produk kedelai non-fermentasi pada bayi tiap harinya, itu sama saja memberikannya sesuatu yang setara dengan 5 kali pil KB dalam sehari (bagi orang dewasa)!

Sistem endokrin bayi belum mampu mengatasi kandungan isoflavon berlebih yang ada pada produk kedelai non-fermentasi. Kandungan berlebih isoflavon memiliki sifat feminisasi, yang akan mengakibatkan ukuran kelamin bayi laki-laki jadi lebih kecil dan kecenderungan genetika yang mengarah ke homoseksualitas. Beberapa ahli mempersalahkan pengkonsumsian susu formula bayi sebagai salah satu faktor kecenderungan genetika anak laki-laki menjadi seperti perempuan. Anda tentu tidak ingin anak Anda memiliki kelainan yang satu ini bukan?

Di sini saya tidak melarang Anda untuk mengkonsumsi kedelai… Tidak. Saya hanya memperingatkan Anda terhadap produk kedelai yang tidak tepat. Pilihlah produk kedelai yang terfermentasi seperti misalnya tempe, kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Mereka adalah produk-produk kedelai terfermentasi yang baik untuk kesehatan.

Produk-produk kedelai non-fermentasi jika sekali-kali dikonsumsi tidak akan mengganggu kesehatan Anda, tapi dia akan memperlihatkan masalah jika dikonsumsi RUTIN dan dalam jumlah banyak.

Untuk produk susu kedelai yang lebih aman, carilah yang organik, karena kacang kedelai yang beredar di masyarakat saat ini banyak yang merupakan kacang kedelai rekayasa genetik (GMO). Dampak negatif dari kedelai GMO bisa dikurangi dengan proses fermentasi.

Untuk melihat detail info lainnya tentang susu kedelai, silahkan Anda klik link:

http://healindonesia.wordpress.com/2009/06/07/sisi-negatif-kedelai-yang-tidak-diketahui-banyak-orang/

.

Pemerintah Juga Manusia; Apa yang Bisa Anda Lakukan untuk Bangsa Ini?

Info tentang bahaya produk kedelai non-fermentasi ini sebenarnya belum diketahui dalam bahasa Indonesia. Di dunia maya/internet segala informasi bisa kita dapatkan, tapi tentu saja harus bisa berbahasa Inggris. Jadi jika ingin mendapatkan informasi “kontroversial” atau “yang tidak umum”, Anda harus bisa mengakses dan paham dengan internet.

Informasi-informasi “kontroversial” seperti ini akan susah Anda dapatkan dalam bentuk bahasa Indonesia dan inilah yang menyebabkan masyarakat luas tidak mengetahuinya sehingga “semua orang” tanpa sadar telah “meracuni” anak-anak termasuk diri sendiri.

Menurut saya, pemerintah tidak mengetahui hal ini karena (jika kita meneliti sejarah Indonesia), pemerintah “merasa” ada hal yang PALING UTAMA untuk “dipecahkan” dibandingkan kesehatan kontroversial seperti misalnya masalah hutang negara, BBM, lumpur lapindo, demo yang makin tak terkendali, kemiskinan, terorisme, narkoba, dan lain sebagainya.

Selain itu, pemerintah adalah dari orang-orang berlatar belakang konvensional, dan berusaha untuk dijalur konvensional, karena hal-hal kontroversial “tidak baik untuk politik.”

Nah disinilah peran kita sebagai rakyat yang seharusnya mengisi kekurangan pemerintah ini dengan cara pro aktif. Jangan selalu menanyakan atau menuntut apa saja yang pemerintah atau negara ini bisa lakukan untuk saya, tapi tanyalah apa saja yang bisa saya lakukan untuk pemerintah/negara saya.

Pemerintah juga manusia jadi bisa dimaklumi jika tidak bisa memperhatikan atau memecahkan SEMUA masalah. Nah dimulai dari kita lah, termasuk saya sebagai rakyat atau warga negara Indonesia…, dituntut pro aktif dalam “melindungi dan menyembuhkan” Indonesia.

Kita tidak bisa selamanya selalu menuntut dan banyak berharap pada pemerintah. Terkadang kitalah yang jadi harapan pemerintah untuk membuat perubahan. Ya benar,… masing-masing dari kita.

Melihat kondisi Indonesia seperti ini, saya sebagai seorang Danton (sebutan untuk praktisi holistik modern Ananopathy) berkewajiban menyebarluaskan informasi-informasi kontroversial (tapi benar) untuk melindungi Anda. Oleh karena itulah saya membuat Klinik Online – “Healindonesia”, yaitu weblog kontroversial PERTAMA DAN SATU-SATUNYA di Indonesia yang berani membuka sisi gelap dari dunia pengobatan medis konvensional dan juga sisi gelap industri-industri makanan & minuman yang tanpa disadari adalah “berbahaya”.

Jika tidak ada yang memulainya SEKARANG, terus sampai kapan hati nurani saya bisa tahan melihat orang-orang jatuh sakit dan meninggal tiap hari karena “ketidaktahuan”.

.

Link referensi:

http://www.funpcgame.com/health/unfermented-soy-danger.htm

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2004/04/21/soy-health.aspx

http://www.soyonlineservice.co.nz/articles/soycancerwarning.htm

http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=53327

Artikel Terkait:

Bahaya Susu Formula Kedelai Bagi Anak Anda

264 Total Views 3 Views Today

17 Comments

  1. Valent says:

    Yth, Mr Awan
    Saya ibu dari 4 orang , kami sekeluarga hidup vegetarian.
    Saya mau tanya sehubungan dengan :
    1.Daging2an vegetarian frozen food atau snack yang sesekali kami jadikan bahan campuran di masakan,
    yg ditulis mengandung soybean ataupun milk soy.
    Seberapa berbahayakah untuk kesehatan?
    2.Bagaimana dengan proteina ( bila kami rendam air dan diperas selanjutnya dapat kami fungsikan sebagai masakan daging) yang juga mengandung kedelai ?
    3.Bagaimana dengan kembang tahu basah ataupun kering, yang juga kami jadikan bahan masakan?

    Apakah semua itu masuk dalam kategori kedelai terfermentasi?

    Mohon kesediaannya untuk menjawab.
    Thank’s.

  2. Awan says:

    Dear Bu Valent,

    Saya jwb langsung pertanyaan2 Ibu:
    1. Vegetarian frozen food dan snacknya paling bagus kalau terbuat dari soy yg terfermentasi. Wanita tdk mendptkan efek langsung utk nonfermented soy, tapi bayi dan anak2 sgt cepat mendpt efek dari isoflavon di non fermented soy. Tdk bagus utuk tiroid dan pertumbuhan mereka (mrk jd TERLALU DINI tumbuhnya).
    2. Maaf mengenai proteina sy tidak tahu jd belum bs menjawabnya.
    3. Seperti di artikel sy, kembang tahu adl produk non-fermentasi, jd kandungan aluminium, isoflavon, mangan, dll masih banyak. Dalam JANGKA PANJANG kurang baik buat kesehatan keluarga.

    Info ttg soy di luar negeri:

    http://reliableanswers.com/med/soy.asp

    http://www.soyonlineservice.co.nz/articles/veganism.htm

    Demikian dari sy semoga bs membantu.

  3. Yanuar says:

    Ga percaya ni. susu kedelai, tahu, kembang tahu dll yg ga di fermentasi itu bahaya. di jepang, cina, korea makan tahu atau minum susu kedelai ga di larang tuh! di fermentasi atau tidak kedelai SEHAT untuk TUBUH.

  4. Yanuar says:

    VEGETARIAN GA PAKE MSG

  5. prasatistha says:

    waduh jadi takut makan masakan yang berbahan baku kedelai tapi tidak semua masakan berbahan baku kedelai non fermentasi jadi kita tetap harus waspada tapi tetap makan juga dooong manrtap

  6. ICHA says:

    Yth, Pak Awan…anak saya -laki-laki, usia 3 th- alergi susu sapi, jd saya memberikannya susu formula kedelai.. trus kalo susu formula kedelai kurang baik.. jd saya harus memberikan apa dong sebagai gantinya?
    mohon jawabannya. thx.

  7. Dt Awan says:

    @ Bu Icha: penggantinya bs pakai susu kacang hijau. Bs dicari di supermarket besar. Atau bs jg pakai produk Organic Green. Infonya bs dilihat di http://www.organicgreen.co.nr

  8. Dedi Kennedy says:

    http://www.naturalnews.com mas ini saya mau nambah referensi kesehatan cara alami

  9. didik says:

    Semua artikel yang Bapak Awan tulis adalah benar adanya.
    Sekarang bagaimana jika seluruh praktisi sains holistik modern dibuatkan organisasi setara dengan Ikatan dokter Indonesia ( IDI ) misalnya, supaya Sains Holistik Modern dapat dikenal masyarakat luas, atau dengan dibuatkan sarana kesehatan holistik modern untuk umum yang setara dengan Puskesmas mulai dari desa hingga ke kota, saya rasa hal ini sangat bermanfaat dan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.
    Terima kasih.
    Didik Satmoko, Modern Holistic care consultant

  10. didik says:

    yth, Bapak awan
    untuk mengganti susu kedelai dan susu sapi dengan susu kacang hijau masih sulit untuk mendapatkannya. Apakah susu kacang hijau sama dengan sari kacang hijau yang banyak dijual di toko swalayan?

    Bagaimana caranya membuat susu kacang hijau sendiri atau cukup rebusan kacang hijau seperti biasanya ?
    apa saja kandungan gizi yang terdapat di dalam susu kacang hijau?

    Kebetulan saya mempunyai pasien balita ( 4 tahun) yang tidak nafsu makan, sehingga oleh ibunya selalu diberikan minum susu sapi atau kedelai sebagai makanan tambahan untuk anak tersebut.
    terima kasih.

    Didik Satmoko, Modern Holistic care Consultant

  11. Dt Awan says:

    @ Pak Didik Satmoko: Saya sangat setuju sekali dengan Bpk dan memang itulah yang sedang saya usahakan. Cuman perlu waktu dan biaya besar. Tapi suatu hari, dengan ijin dan berkat Tuhan, pasti akan terwujud.

    Susu kacang hijau skrg sudah bnyk dijual di berbagai supermarket BESAR (bukan yg kecil). Lebih baik cari yg bubuk. Bubuk/bubur kacang hijau bs dijadikan susu kacang hijau dimana prosentase air lbh banyak drpd ketika membuat bubur kacang kcng hijau. Info ttg kacang hijau dan kandungan gizinya bs dilihat di wikipedia. Linknya:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Mung_bean

    Maaf Pak Didik, sy tdk tahu bagaimana membuat susu kacang hijau asli buatan tangan sendiri.

    Kalau utk menambah nafsu makan + pelengkap nutrisi anaknya yg sdh berusia 4 tahun, bs dengan resep alami di link:
    http://sites.google.com/site/tokohomart/paket-resep-alami/nafsumakankurang

    atau jika suka coklat, bs dengan Coklat Dach – Arion. Infonya di link: http://www.dacharion.co.nr

    Semoga bs membantu :)

  12. olivia says:

    pak awan yth. sy sdh berapa bln terakhir ini memberikan susu kedelai cair non fermentasi yg biasanya bs thn hanya 2 hari sj ats saran dokter anak sy. kira2 dampaknya apa ya? dan sbg gantinya apa? dimana mendapatkannya?

  13. Dt Awan says:

    @ Bu Olivia: Kl dikasih cuman sekali-dua kali aja ngga bakal masalah kok Bu. Tp kalau RUTIN dikasih, wah bs punya mslh keshtn spt yg tertulis di artikel ini, misal: gangguan tiroid. Penggantinya ada 3:
    1. Susu kacang hijau. Bs dicari di supermarket besar dg merek apa saja.
    2. Susu kambing Etawa. bs di Search di Google dimana membelinya dg kata kunci: SUSU KAMBING ETAWA SPASI NAMA KOTA ANDA TINGGAL.
    3. Dg produk bee pollen utk anak. Infonya bs dilihat di link: http://sites.google.com/site/tokohomart/produk/hdhoneybeepollens

  14. ipung says:

    sy ibu rmh tga yg mmiliki usaha smpingan susu kedelai semenjak hamil anak k-2 smpai skrang (usia anak sy skrg 1 tahun)
    Niat awal sy adl utk mmberikan nutrisi terbaik utk buah hati dan kbtulan tetangga jg sering pesan
    tp sy baru tahu klo trnyata dampaknya kurang baik untuk ksehatan
    kira2 apa yg bs meminimalisir efek negatif dr susu kedelai yg telah kami skeluarga konsumsi slama ini ya pak..
    mungkin sy harus beralih usaha ke susu kacang hijau nih..tapi kacang hijau aman kan pak?? jangan2 nti ada efek buruknya jg… tks

  15. cepi says:

    maaf Pak, tapi ini benar kan> bukan sekedar hoax ?
    saya juga sebenernya sudah pernah melihat tayangan nya di TV, tepatnya di hotspot RCTI

  16. Dt Awan says:

    @ Bu Ipung: ttg susu kedelai, ada juga pembahasan detailnya. Bisa dilihat di link: http://healindonesia.wordpress.com/2009/06/07/sisi-negatif-kedelai-yang-tidak-diketahui-banyak-orang/
    Utk meminimalisirnya bs dg rutin konsumsi produk2 klorofil atau zat hijau daun lainnya krn bagus utk detoks. Susu kacang hijau lebih aman Bu, cuman kalah enak dibandingkan susu kedelai (kecuali ibu punya trik tersendiri utk supaya rasanya lebih enak tnp mengorbankan sisi kesehatannya).

  17. Dt Awan says:

    @ Mas Cepi: Iya bukan sekedar hoax.

    Note: Untuk mencegah kesalahpahaman dari pembaca, penulis menekankan kunci artikel ini:
    1. Jangan dikonsumsi BERLEBIHAN, karena segala sesuatu yang sehat jika dikonsumsi berlebih akan membahayakan kesehatan.
    2. Konsumsi yang ORGANIK, karena yang hibrida/GMO adalah kedelai mutasi yang tidak baik untuk kesehatan.
    3. Konsumsi yang tanpa bahan pengawet dan perasa tambahan yang berlebih.
    4. Kenali batas tolerir konsumsi Anda karena tiap manusia memiliki metabolisme yang berbeda-beda.
    5. Jangan dikonsumsi RUTIN karena kita TIDAK TAHU susu kedelai dan produk kedelai non-fermentasi lainnya yang dikonsumsi tersebut organik atau tidak, dan mengandung zat aditif atau tidak, KECUALI ada jaminan klaim dari produsen bahwa produk yang diproduksi adalah organik, tanpa bahan pengawet, dan ada anjuran konsumsi aman yang jelas. Tapi ingat juga dengan poin kunci 4.

    Artikel ditulis bukan untuk menjelek-jelekan tapi untuk supaya kita bijak dalam mengonsumsi sesuatu (jangan hanya tahu baiknya saja, tapi juga tahu sisi negatifnya juga jika kita salah mengonsumsi).

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel