Healindonesia

Jika Anda Sayang Keluarga, Segeralah Ganti Minyak Goreng Anda dengan Minyak Kelapa!

soy-oilAda apa dengan minyak goreng umum yang selama ini dijual bebas dimana-mana? Mengapa kita harus segera menggantinya dengan minyak kelapa? Apa hubungannya dengan sayang keluarga? Jawabannya adalah konspirasi, dusta, ketakutan, dan uang dibalik bisnis minyak untuk memasak.  Minyak goreng yang selama ini Anda konsumsi, bisa membawa berbagai penyakit maut bagi Anda dan keluarga yang Anda kasihi.

Supaya sehat dan selamat, saya ajak Anda untuk membaca sampai habis artikel ini…

KEHEBATAN MINYAK KELAPA

Minyak kelapa memiliki reputasi yang panjang dan sangat dihormati di banyak kebudayaan di seluruh dunia, tidak hanya sebagai makanan bernilai tinggi, tetapi juga sebagai obat yang manjur. Minyak kelapa digunakan di seluruh daerah tropis dalam banyak sistem kedokteran tradisional. Misalnya, di India minyak kelapa merupakan bahan penting dari sebagian ramuan obat Ayurweda. Pengobatan Ayurweda telah dipraktikkan di India selama ribuan tahun dan masih digunakan sebagai bentuk pengobatan utama oleh jutaan orang. Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengkonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit.

Di Jamaika, minyak kelapa dianggap sebagai tonik kesehatan yang baik bagi jantung. Di antara orang Polinesia, minyak kelapa sangat berharga melebihi semua tanaman lain dalam hal khasiat gizi dan kesehatannya. Khasiat penyembuhan oleh kelapa telah lama dikenal di budaya yang mengernbangkan tanaman ini. Hanya baru-baru ini lah manfaat ini mulai dikenal di seluruh dunia.

Tidak seperti lemak lainnya, minyak kelapa melindungi kita terhadap penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Minyak ini mendukung dan menguatkan sistem kekebalan sehingga membantu tubuh menghalau serangan infeksi dan penyakit. Minyak ini unik dan berbeda dari minyak jenis lain karena mempercepat penurunan berat badan, yang membuatnya dikenal sebagai satu-satunya lemak rendah kalori di dunia.

.

PERANG MINYAK TROPIS

Pada titik ini, Anda mungkin bertanya-tanya, “Jika minyak kelapa memang sebagus yang Anda katakan, mengapa reputasinya begitu buruk?” Alasan paling sederhananya adalah politik uang dan kesalahpahaman. Semua orang mengenal minyak kelapa sebagai lemak jenuh, dan kita terus-menerus diminta mengurangi asupan lemak jenuh. Kata-kata “lemak jenuh” hampir disinonimkan dengan “penyakit jantung”. Sangat sedikit yang diketahui orang mengenai perbedaan antara lemak jenuh rantai-sedang (Medium Chain Fatty Acids) dalam minyak kelapa dengan lemak jenuh rantai-panjang (Long Chain Fatty Acids) dalam daging dan makanan lain.

Bagi sebagian besar orang, lemak jenuh adalah lemak jenuh—suatu bahan jahat yang mengintai dalam makanan, menunggu kesempatan untuk menyerang dan menjatuhkan Anda dengan serangan jantung. Bahkan profesional kesehatan (medis konvensional) tidak mengetahui adanya perbedaan. Sebagian besar bahkan tidak tahu ada lebih dari satu jenis lemak jenuh. Sayangnya, banyak pekerja kesehatan dan penulis kesehatan serta kebugaran hanya mengulangi yang mereka dengar dan tidak memahami lemak serta bagaimana pengaruhnya pada tubuh. Hanya baru-baru ini lah kebenaran mengenai minyak kelapa mulai muncul kembali.

Sampai tahun 1950-an, peneliti mulai menunjukkan manfaat kesehatan dari minyak kelapa. Selama bertahun-tahun, minyak ini dianggap bagus dengan banyak kegunaan gizi. Jadi, bagaimana minyak kelapa dapat menjadi penjahat penyumbat pembuluh darah yang dipandang rendah? Semua ini terjadi gara-gara asosiasi kedelai Amerika atau American Soybean Association (ASA). Hal ini berawal pada pertengahan 1980-an. Saat itu, media dihebohkan dengan peringatan kepada masyarakat mengenai ancaman kesehatan yang baru ditemukan, yaitu minyak tropis.

Mereka menyatakan bahwa minyak kelapa merupakan lemak jenuh dan akan menyebabkan penyakit jantung. Ke mana pun Anda berpaling, setiap produk yang mengandung minyak kelapa atau sawit dikritik sebagai “tidak menyehatkan”. Menanggapi respons publik yang tampak berlebihan, pengusaha bioskop mulai memasak berondong dengan minyak kedelai; produsen makanan mulai mengganti minyak tropis yang telah mereka gunakan selam bertahun-tahun dengan minyak kedelai, restoran berhenti menggunakan minyak tropis dan lebih rnemilih minyak kedelai serta minyak nabati lainnya. Pada awal 1990-an, pasar minyak tropis telah berkurang menjadi hanya sebagian kecil dari sebelumnya. Pemicu sorotan media ini (ASA) menyatakan kemenangan dalam perjuangannya melawan minyak tropis.

Sayangnya, perang minyak ini membuat semua pria, wanita, dan anak di Amerika (serta negara lain) menjadi korban. Tragisnya, minyak yang menggantikan minyak kelapa dan minyak sawit adalah minyak nabati hidrogenasi (umumnya berasal dari kedelai)—salah satu minyak makanan yang paling merusak kesehatan yang pernah ada—dan yang benar-benar mendapat keuntungan dari kegemaran baru di bidang kesehatan ini hanyalah mereka yang bergerak di industri kedelai.

Pengganti hidrogenasi ini mengandung lemak jenuh yang sama banyaknya dengan minyak tropis, tetapi tidak terbuat dari asam lemak rantai-sedang yang mudah dicerna sebagaimana ditemukan pada minyak kelapa. Minyak ini terbentuk dari asam lemak trans yang beracun. Akibatnya, kita mengganti minyak tropis yang menyehatkan dengan minyak nabati yang telah diubah secara kimiawi yang sangat buruk. Kita adalah korban, karena saat mengkonsumsi makanan yang mengandung minyak ini, kesehatan kita terganggu.

Seluruh kampanye direncanakan dengan cermat oleh ASA untuk menyingkirkan saingan minyak tropis impor. Selama dekade 1960-an dan 1970-an, penelitian menunjukkan bahwa beberapa bentuk lemak jenuh meningkatkan kolesterol dalam darah. Karena kenaikan kolesterol diketahui merupakan faktor risiko berkembangnya penyakit jantung, maka sebagai akibatnya, lemak jenuh juga dianggap sebagai komponen yang tidak diinginkan dalam makanan, dan kita dianjurkan untuk mengurangi asupannya. Pendapat umumnya, semakin sedikit Anda mengkonsumsi lemak jenuh, semakin baiklah kesehatan Anda.

Menggunakan KETAKUTAN masyarakat akan lemak jenuh dan perasaan adanya hubungan dengan penyakit jantung, ASA berangkat untuk menciptakan krisis kesehatan. Krisis yang direncanakannya sangat mengerikan sehingga secara harfiah akan membuat orang takut dan menghindari penggunaan minyak tropis. Pada tahun 1986, ASA mengirimkan alat pelawan lemak atau “Fat Fighter Kit” pada petani kedelai untuk mendorong mereka menulis pada pejabat pemerintah, perusahaan makanan, dan sebagainya, yang isinya memprotes gangguan “lemak tropis yang sangat jenuh seperti minyak sawit dan kelapa”.

Para istri dan keluarga dari sekitar 400.000 petani kedelai didorong untuk menyebar ke seluruh negeri dalam upaya melobi dan menggembar-gemborkan manfaat kesehatan dari minyak kedelai. Kelompok kesehatan yang penuh makna namun salah jalan seperti Center for Science in the Public Interest (CSPI) bergabung dalam perang ini, mengeluarkan berita yang menyebutkan bahwa minyak sawit, kelapa, dan biji sawit sebagai “lemak yang menyumbat pembuluh darah”.

CSPI, sebuah kelompok aktivis konsumen nonprofit, telah mengkritik lemak jenuh sejak didirikan pada tahun 1970-an. Seperti hampir semua penasihat gizi pada masa itu, mereka secara keliru meyakini bahwa semua lemak jenuh sama dan menyerangnya sekuat tenaga. Didorong oleh publisitas yang dikeluarkan oleh ASA, mereka mulai menguatkan serangan. Minyak tropis, karena sangat jenuh, dikritik habis-habisan dalam kepustakaan promosi, siaran berita, dan upaya lobi mereka. Tampaknya, CSPI menganggap lemak jenuh sebagai penjahat paling berbahaya yang pernah menyerang umat manusia. ASA telah menemukan sekutu yang kuat dan suka mengemukakan pendapat dalam kampanye untuk menguasai pasar minyak tropis.

Sebagai kelompok yang menyatakan diri sebagai penasihat pendidikan gizi yang bertanggung jawab, CSPI secara mengejutkan tidak tahu apa-apa mengenai lemak jenuh, khususnya mengenai minyak kelapa. Bukannya memberi informasi pada masyarakat tentang fakta sebenarnya mengenai lemak jenuh, mereka hanya memperkuat kesalahpahaman dan kepalsuan. Kekurangan pengetahuan yang dimiliki CSPI sehubungan dengan biokimiawi lipid terungkap dalam buklet mereka yang berjudul Saturated Fat Attack.

Walaupun orang awam dan banyak tenaga kesehatan telah tertipu oleh informasi dalam buklet ini, ahli biokimiawi gizi Mary G. Enig, Ph.D. berkata, “Ada banyak kekeliruan yang mendasar dalam buklet ini, termasuk kesalahan penjelasan biokimiawi lemak dan minyak serta pernyataan yang sama sekali tidak benar mengenai komposisi lemak dan minyak dari banyak produk.” Akan tetapi, sebagian besar orang tidak akan mengetahui hal ini sehingga buklet serta informasi tidak akurat lainnya yang disebarkan oleh kelompok ini berhasil meyakinkan banyak orang untuk sepenuhnya menghindari minyak tropis. Kurang akuratnya pengetahuan ilmiah yang dimiliki CSPI membuat mereka tanpa menaruh curiga menjadi boneka ASA.

Pada bulan Oktober 1988, jutawan Nebraska Phil Sokolof, yang pulih dari serangan jantung dan mendirikan National Heart Savers Association, ikut bersuara mengikuti pihak yang populer di media. la mulai memasang iklan satu halaman penuh di surat kabar yang menuduh perusahaan makanan telah “meracuni Amerika” dengan minyak tropis yang mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Sebagai anti-lemak jenuh radikal, ia melancarkan kampanye iklan nasional dengan kata-kata tajam yang menyerang minyak tropis sebagai bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu iklannya menampilkan “bom” kelapa dengan sumbu menyala serta memperingatkan konsumen bahwa kesehatannya terancam oleh minyak kelapa dan minyak sawit. Dalam sekejap, semua orang percaya bahwa minyak kelapa menyebabkan penyakit jantung.

Pabrik makanan juga bergabung. Dengan harapan rnendapatkan keuntungan dari sentimen anti-minyak tropis, mereka menambahkan label pada produknya: “tidak mengandung minyak tropis”. Federal Trade Commission (FTC) menetapkan bahwa label itu ilegal karena pernyataannya memiliki implikasi pernyataan kesehatan, yang menggambarkan produk tesebut menjadi lebih baik karena tidak mengandung minyak tropis, sementara tidak ada bukti yang mendukungnya.

.

FIKSI MENGALAHKAN FAKTA

Sementara itu, eksportir minyak tropis dari Malaysia menyiapkan kampanye humas terhadap apa yang disebut “taktik menakut-nakuti dengan keji” yang digunakan terhadap produk mereka. Perang minyak tropis sudah mencapai puncaknya. Yang dipertaruhkan adalah pasar minyak nabati senilai $3 juta per tahun di AS, di mana produsen minyak kedelai domestik yang dominan telah melontarkan perang propaganda yang ganas terhadap pesaing asing. Industri minyak tropis, yang hanya memiliki sedikit sekutu dan kekuatan finansial yang lebih kecil untuk membalas, tidak dapat menandingi upaya gabungan dari ASA, CSPI, dan Iain-lain. Sedikit saja orang yang mau mendengarkan satu suara yang memprotes penyebaran informasi tak benar yang menyerang minyak tropis.

Saat serangan terhadap minyak kelapa dimulai, profesional di bidang kedokteran dan penelitian yang mengenal minyak kelapa ingin tahu alasannya. Mereka tahu minyak kelapa tidak menyebabkan penyakit jantung dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian bahkan angkat bicara untuk meluruskan masalah ini. Tetapi pada saat itu, sentimen publik telah mantap di pihak ASA sehingga orang menolak untuk mendengarkan.

Peneliti yang akrab dengan minyak tropis dipanggil untuk bersaksi di sidang dengar pendapat Senat mengenai dampak kesehatan dari produk ini. “Minyak kelapa memiliki efek yang netral pada kolesterol darah, bahkan dalam keadaan di mana minyak kelapa merupakan satu-satunya sumber lemak,” lapor Dr. George Blackburn, seorang peneliti Harvard Medical School yang bersaksi di sidang dengar pendapat Kongres mengenai minyak tropis pada tanggal 21 Juni 1988. “Minyak (tropis) ini telah dikonsumsi sebagai bagian yang substansial dari makanan di banyak populasi selama ribuan tahun tanpa adanya bukti efek berbahaya pada mereka,” ujar Mary G. Enig, Ph.D., seorang ahli lemak dan minyak dan mantan rekanan peneliti di University of Maryland.

Dr. C. Everett Koop, mantan ahli bedah umum di AS, menyebut ketakutan akan minyak tropis ini sebagai suatu “kebodohan”. Pihak komersial rnencoba menimpakan kesalahan pada orang lain atau mengikuti histeria lemak jenuh tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya serta “menakut-nakuti publik tentang sesuatu yang sebenarnya tidak ada”. Dr. David Klurfeld, kepala Departemen Ilmu Gizi dan Makanan di Wayne State University, menyebut kampanye anti-minyak tropis sebagai “omong kosong humas”. la mengemukakan bahwa minyak tropis hanya dipakai dalam 2 persen makanan AS, dan bahkan jika seburuk yang dikatakan oleh ASA, efeknya pada kesehatan tidak akan sedemikian buruk, “Jumlah minyak tropis di makanan AS sangat rendah sehingga tidak ada alasan untuk khawatir mengenainya. Negara-negara dengan asupan minyak sawit terbesar di dunia adalah Kosta Rika dan Malaysia. Angka penyakit jantung dan kadar kolesterol serum di negara-negara tersebut jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat. [Ketakutan akan minyak tropis] ini tidak pernah menjadi isu kesehatan yang nyata.”

Walaupun ada banyak kesaksian dari profesional kedokteran dan ahli lipid terkemuka, media hanya menaruh sedikit perhatian. Krisis lemak jenuh adalah berita, dan dapat menjadi headline. Surat kabar besar dan jaringan televisi serta radio mengambil iklan anti-lemak jenuh serta mengembangkan kisah yang menggegerkan. Salah satunya berjudul “Minyak dari Neraka”. Mereka yang mengetahui kebenaran tentang minyak kelapa diabaikan dan bahkan dikritik oleh mereka yang telah dicuci otak oleh media. Karena kehebohan yang ditimbulkan oleh ASA dan teman-temannya, PESAN FIKTIF YANG MEREKA GEMBAR-GEMBORKAN MENGALAHKAN FAKTA ILMIAH.

.

KUTUKAN ASAM LEMAK TRANS

Sebagai penyedia makanan yang sesuai tren publik, restoran McDonald’s, Burger King, dan Wendy’s mengumumkan akan mengganti lemak jenuh yang mereka gunakan dengan minyak nabati yang lebih “menyehatkan”. Pergantian menjadi minyak nabati sesungguhnya meningkatkan kandungan lemak dari makanan gorengan—nyaris tidak menyehatkan. Pengujian FDA dan komite lain menunjukkan bahwa kentang yang dimasak dalam lemak sapi menyerap lebih sedikit lemak dibandingkan kentang yang dimasak dalam minyak nabati.

Itu berarti pergantian menjadi minyak nabati akan lebih dari menggandakan kandungan lemak dalam makanan gorengan dan meningkatkan konsumsi lemak. Selain itu, lemak tersebut terhidrogenasi. Jenis lemak terhidrogenasi lebih buruk dibandingkan lemak sapi karena mengandung asam lemak trans yang beracun. Asam lemak trans memiliki efek negatif yang lebih besar pada kolesterol dalam darah dibandingkan lemak sapi, dan oleh karenanya dianggap membawa risiko penyakit jantung yang lebih besar.

ASA menyebabkan krisis kesehatan yang belum pernah ada. Ketidaktahuan khalayak mengenai gizi membuat mereka berpihak ke industri kedelai, yang membuktikan bahwa UANG DAN POLITIK DAPAT MENGALAHKAN KEBENARAN.

Nyatanya, tidak ada kegaduhan public. Perubahan ini terutama disebabkan oleh kampanye negatif yang agresif. Akibatnya, hampir semua perusahaan makanan besar yang sensitif terhadap ketakutan konsumen, mengganti formulasi ratusan produk, mengganti minyak tropis dengan minyak hidrogenasi. Sejak 1990, industri makanan siap saji telah menggoreng kentang dalam minyak nabati hidrogenasi, dan bukan lemak sapi serta minyak tropis. Mereka melakukan perubahan ini karena pendapat yang berlaku menyatakan bahwa minyak nabati lebih sehat daripada minyak lainnya.

Roti, kue, biskuit, sup, rebusan, saus, permen, dan semua jenis makanan beku serta makanan jadi umumnya dibuat menggunakan minyak tropis. Sampai akhir dekade 1980-an, minyak tropis merupakan bahan yang umum dalam berbagai jenis makanan. Minyak ini digunakan secara luas oleh industri makanan karena memberikan banyak khasiat yang diinginkan pada makanan. Karena sangat stabil, lernak jenuh dari tumbuhan ini tidak menjadi tengik seperti halnya lemak tak jenuh ganda. Dengan menggunakan minyak tropis, makanan akan lebih segar, tahan lama, dan lebih baik bagi Anda.

Akibat perang minyak tropis, minyak kelapa dan sawit nyaris hilang dari persediaan makanan Amerika. Akibatnya, masyarakat Amerika kini mengkonsumsi jauh lebih sedikit asam lemak yang meningkatkan kesehatan yang terkandung dalam minyak kelapa, dan lebih banyak mengkonsumsi asam lemak trans yang menghancurkan kesehatan yang terkandung dalam minyak kedelai hidrogenasi. Hampir 80 persen minyak nabati yang digunakan di AS saat ini berasal dari kedelai.

Tiga perempat minyak tersebut terhidrogenasi (mengandung hampir 50 persen asam lemak trans). Hal ini menyebabkan luar biasa banyaknya asam lemak trans dalam makanan masyarakat Amerika sekarang, yang sebelumnya tidak ada. Misalnya, satu hidangan restoran yang pada tahun 1982 hanya mengandung 2,4 g asam lemak trans kini melonjak menjadi mengandung 19,2 g asam lemak tersebut. Makanannya sama, hanya minyaknya yang berbeda. Karena minyak hidrogenasi digunakan di mana-mana, masyarakat “dikutuk” oleh asam lemak trans setiap kali masyarakat makan.

Ya, kita kalah dalam perang. Kita kehilangan banyak manfaat kesehatan dari konsumsi produk kelapa yang teratur. Melalui strategi pemasaran ASA yang licik dan upaya menyesatkan dari kelompok yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat, kita telah menggantikan lemak bagus yang meningkatkan kesehatan dengan minyak yang sangat destruktif dan berbahaya.

Bahkan, kini abu sisa peperangan masih terbakar. Banyak penulis dan pembicara yang mendapat informasi salah terus menuduh bahwa minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang “menyumbat pembuluh darah.” Tetapi siapa yang akan Anda percayai? Apakah Anda akan mempercayai industri kedelai, yang mempertaruhkan keuntungan finansial besar, atau Anda akan memercayai penelitian yang dilakukan pada penduduk Kepulauan Pasifik, yang mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah banyak dan memiliki kesehatan jauh lebih baik dari masyarakat Amerika, serta warga Sri Lanka, yang mengkonsumsi banyak minyak kelapa tetapi merupakan salah satu negara dengan tingkat penyakit jantung paling rendah di dunia? Secara pribadi, saya memercayai mereka yang mengkonsumsi minyak kelapa dan tidak mengidap penyakit jantung. Di negara Barat, masyarakat mengkonsumsi sedikit sekali minyak kelapa, tetapi banyak minyak nabati hidrogenasi. Hasilnya? Penyakit jantung menjamur. Penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu di AS.

Penelitian menunjukkan dengan jelas bahwa minyak kelapa alam sebagai bagian dari makanan normal memiliki efek netral pada kolesterol darah. Minyak kelapa nonhidrogenasi dan tanpa campuran benar-benar tidak memiliki efek samping pada kesehatan. Penelitian epidemiologis menunjukkan secara konklusif bahwa populasi yang mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah banyak hampir tidak menderita penyakit jantung, dibandingkan populasi lain yang makanannya hanya mengandung sedikit minyak kelapa.

Jika minyak kelapa memang memiliki efek samping kesehatan sebagaimana dituduhkan, kita akan melihat buktinya pada tingkat morbiditas dan mortalitas dari populasi yang mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah banyak. Akan tetapi, justru populasi itu termasuk yang paling sehat di dunia. Logika sederhana dengan jelas membuktikan bahwa kampanye fitnahan ASA salah.

Sekarang Anda pasti sudah mengerti alasan dibalik pernyataan judul artikel ini: “Jika Anda Sayang Keluarga, Segeralah Ganti Minyak Goreng Anda dengan Minyak Kelapa!” Dari sini Anda pasti tahu, minyak goreng dan lemak manakah yang ternyata adalah “Malaikat Pencabut Nyawa” ditengah-tengah keluarga Anda. Jangan percaya begitu saja dengan merek terkenal dan tulisan “Hygienis, Tidak Beku, Bening…, dan Non-Kolesterol”.

Di mana kita bisa mendapatkan minyak kelapa ini? Kita bisa mendapatkannya di apotek, toko obat, supermarket, atau di pasar tradisional. Di apotek atau toko obat, biasa disebut dengan VCO (Virgin Coconut Oil), berwarna putih bening khusus dikonsumsi (diminum) langsung sebagai terapi berbagai penyakit. VCO yang dijual di apotek atau toko obat bisa juga untuk menggoreng tapi akan terlalu mahal dari segi ekonomi.

Jika Anda butuh minyak kelapa atau VCO untuk menggorang, Anda bisa mendapatkannya di supermarket atau pasar tradisional terdekat. Warna VCO untuk menggoreng biasanya kuning bening karena dibuat melalui proses pemanasan, berbeda dengan VCO yang dijual di toko obat berwarna putih karena dibuat melalui proses fermentasi. Tidak semua supemarket menjual minyak kelapa karena minyak kelapa jarang dibeli oleh masyarakat dan harganya relatif lebih mahal sekitar 4000 rupiah dibanding minyak kelapa sawit atau minyak lainnya. Minyak kelapa untuk menggoreng paling mudah dicari di pasar tradisional.

Minyak kelapa sawit yang biasa dijual di pasar-pasar atau supermarket bukanlah minyak kelapa. Keduanya sama-sama minyak tropis, tapi yang terbaik, aman, dan unggul sebagai terapi adalah minyak kelapa.

Salah satu cara kami praktisi holistik modern dalam meyembuhkan penyakit diabetes, jantung, stroke, dan penyakit degenaratif lainnya adalah memakai terapi minyak kelapa. Minyak kelapa begitu hebat  dan berkhasiat dalam menyembuhkan, apalagi hanya sekedar dikonsumsi. Lain halnya dengan minyak goreng lainnya, yang pasti Anda akan takut untuk mengkonsumsinya terus menerus dalam jumlah yang banyak.

Sekali lagi saya katakan, Jika Anda sayang keluarga, segeralah ganti minyak goreng Anda dengan minyak kelapa!

Referensi: Coconut Oil Miracle (Terjemahan Indonesia), 2005, Bruce Fife, C.N., ND, Hal. 3-19,

21 Responses on Jika Anda Sayang Keluarga, Segeralah Ganti Minyak Goreng Anda dengan Minyak Kelapa!"

©2015 Healindonesia - All Rights Reserved.