Home » Customer Alert » Jika Anda Sayang Keluarga, Segeralah Ganti Minyak Goreng Anda dengan Minyak Kelapa!

Jika Anda Sayang Keluarga, Segeralah Ganti Minyak Goreng Anda dengan Minyak Kelapa!

soy-oilAda apa dengan minyak goreng umum yang selama ini dijual bebas dimana-mana? Mengapa kita harus segera menggantinya dengan minyak kelapa? Apa hubungannya dengan sayang keluarga? Jawabannya adalah konspirasi, dusta, ketakutan, dan uang dibalik bisnis minyak untuk memasak.  Minyak goreng yang selama ini Anda konsumsi, bisa membawa berbagai penyakit maut bagi Anda dan keluarga yang Anda kasihi.

Supaya sehat dan selamat, saya ajak Anda untuk membaca sampai habis artikel ini…

KEHEBATAN MINYAK KELAPA

Minyak kelapa memiliki reputasi yang panjang dan sangat dihormati di banyak kebudayaan di seluruh dunia, tidak hanya sebagai makanan bernilai tinggi, tetapi juga sebagai obat yang manjur. Minyak kelapa digunakan di seluruh daerah tropis dalam banyak sistem kedokteran tradisional. Misalnya, di India minyak kelapa merupakan bahan penting dari sebagian ramuan obat Ayurweda. Pengobatan Ayurweda telah dipraktikkan di India selama ribuan tahun dan masih digunakan sebagai bentuk pengobatan utama oleh jutaan orang. Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengkonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit.

Di Jamaika, minyak kelapa dianggap sebagai tonik kesehatan yang baik bagi jantung. Di antara orang Polinesia, minyak kelapa sangat berharga melebihi semua tanaman lain dalam hal khasiat gizi dan kesehatannya. Khasiat penyembuhan oleh kelapa telah lama dikenal di budaya yang mengernbangkan tanaman ini. Hanya baru-baru ini lah manfaat ini mulai dikenal di seluruh dunia.

Tidak seperti lemak lainnya, minyak kelapa melindungi kita terhadap penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Minyak ini mendukung dan menguatkan sistem kekebalan sehingga membantu tubuh menghalau serangan infeksi dan penyakit. Minyak ini unik dan berbeda dari minyak jenis lain karena mempercepat penurunan berat badan, yang membuatnya dikenal sebagai satu-satunya lemak rendah kalori di dunia.

.

PERANG MINYAK TROPIS

Pada titik ini, Anda mungkin bertanya-tanya, “Jika minyak kelapa memang sebagus yang Anda katakan, mengapa reputasinya begitu buruk?” Alasan paling sederhananya adalah politik uang dan kesalahpahaman. Semua orang mengenal minyak kelapa sebagai lemak jenuh, dan kita terus-menerus diminta mengurangi asupan lemak jenuh. Kata-kata “lemak jenuh” hampir disinonimkan dengan “penyakit jantung”. Sangat sedikit yang diketahui orang mengenai perbedaan antara lemak jenuh rantai-sedang (Medium Chain Fatty Acids) dalam minyak kelapa dengan lemak jenuh rantai-panjang (Long Chain Fatty Acids) dalam daging dan makanan lain.

Bagi sebagian besar orang, lemak jenuh adalah lemak jenuh—suatu bahan jahat yang mengintai dalam makanan, menunggu kesempatan untuk menyerang dan menjatuhkan Anda dengan serangan jantung. Bahkan profesional kesehatan (medis konvensional) tidak mengetahui adanya perbedaan. Sebagian besar bahkan tidak tahu ada lebih dari satu jenis lemak jenuh. Sayangnya, banyak pekerja kesehatan dan penulis kesehatan serta kebugaran hanya mengulangi yang mereka dengar dan tidak memahami lemak serta bagaimana pengaruhnya pada tubuh. Hanya baru-baru ini lah kebenaran mengenai minyak kelapa mulai muncul kembali.

Sampai tahun 1950-an, peneliti mulai menunjukkan manfaat kesehatan dari minyak kelapa. Selama bertahun-tahun, minyak ini dianggap bagus dengan banyak kegunaan gizi. Jadi, bagaimana minyak kelapa dapat menjadi penjahat penyumbat pembuluh darah yang dipandang rendah? Semua ini terjadi gara-gara asosiasi kedelai Amerika atau American Soybean Association (ASA). Hal ini berawal pada pertengahan 1980-an. Saat itu, media dihebohkan dengan peringatan kepada masyarakat mengenai ancaman kesehatan yang baru ditemukan, yaitu minyak tropis.

Mereka menyatakan bahwa minyak kelapa merupakan lemak jenuh dan akan menyebabkan penyakit jantung. Ke mana pun Anda berpaling, setiap produk yang mengandung minyak kelapa atau sawit dikritik sebagai “tidak menyehatkan”. Menanggapi respons publik yang tampak berlebihan, pengusaha bioskop mulai memasak berondong dengan minyak kedelai; produsen makanan mulai mengganti minyak tropis yang telah mereka gunakan selam bertahun-tahun dengan minyak kedelai, restoran berhenti menggunakan minyak tropis dan lebih rnemilih minyak kedelai serta minyak nabati lainnya. Pada awal 1990-an, pasar minyak tropis telah berkurang menjadi hanya sebagian kecil dari sebelumnya. Pemicu sorotan media ini (ASA) menyatakan kemenangan dalam perjuangannya melawan minyak tropis.

Sayangnya, perang minyak ini membuat semua pria, wanita, dan anak di Amerika (serta negara lain) menjadi korban. Tragisnya, minyak yang menggantikan minyak kelapa dan minyak sawit adalah minyak nabati hidrogenasi (umumnya berasal dari kedelai)—salah satu minyak makanan yang paling merusak kesehatan yang pernah ada—dan yang benar-benar mendapat keuntungan dari kegemaran baru di bidang kesehatan ini hanyalah mereka yang bergerak di industri kedelai.

Pengganti hidrogenasi ini mengandung lemak jenuh yang sama banyaknya dengan minyak tropis, tetapi tidak terbuat dari asam lemak rantai-sedang yang mudah dicerna sebagaimana ditemukan pada minyak kelapa. Minyak ini terbentuk dari asam lemak trans yang beracun. Akibatnya, kita mengganti minyak tropis yang menyehatkan dengan minyak nabati yang telah diubah secara kimiawi yang sangat buruk. Kita adalah korban, karena saat mengkonsumsi makanan yang mengandung minyak ini, kesehatan kita terganggu.

Seluruh kampanye direncanakan dengan cermat oleh ASA untuk menyingkirkan saingan minyak tropis impor. Selama dekade 1960-an dan 1970-an, penelitian menunjukkan bahwa beberapa bentuk lemak jenuh meningkatkan kolesterol dalam darah. Karena kenaikan kolesterol diketahui merupakan faktor risiko berkembangnya penyakit jantung, maka sebagai akibatnya, lemak jenuh juga dianggap sebagai komponen yang tidak diinginkan dalam makanan, dan kita dianjurkan untuk mengurangi asupannya. Pendapat umumnya, semakin sedikit Anda mengkonsumsi lemak jenuh, semakin baiklah kesehatan Anda.

Menggunakan KETAKUTAN masyarakat akan lemak jenuh dan perasaan adanya hubungan dengan penyakit jantung, ASA berangkat untuk menciptakan krisis kesehatan. Krisis yang direncanakannya sangat mengerikan sehingga secara harfiah akan membuat orang takut dan menghindari penggunaan minyak tropis. Pada tahun 1986, ASA mengirimkan alat pelawan lemak atau “Fat Fighter Kit” pada petani kedelai untuk mendorong mereka menulis pada pejabat pemerintah, perusahaan makanan, dan sebagainya, yang isinya memprotes gangguan “lemak tropis yang sangat jenuh seperti minyak sawit dan kelapa”.

Para istri dan keluarga dari sekitar 400.000 petani kedelai didorong untuk menyebar ke seluruh negeri dalam upaya melobi dan menggembar-gemborkan manfaat kesehatan dari minyak kedelai. Kelompok kesehatan yang penuh makna namun salah jalan seperti Center for Science in the Public Interest (CSPI) bergabung dalam perang ini, mengeluarkan berita yang menyebutkan bahwa minyak sawit, kelapa, dan biji sawit sebagai “lemak yang menyumbat pembuluh darah”.

CSPI, sebuah kelompok aktivis konsumen nonprofit, telah mengkritik lemak jenuh sejak didirikan pada tahun 1970-an. Seperti hampir semua penasihat gizi pada masa itu, mereka secara keliru meyakini bahwa semua lemak jenuh sama dan menyerangnya sekuat tenaga. Didorong oleh publisitas yang dikeluarkan oleh ASA, mereka mulai menguatkan serangan. Minyak tropis, karena sangat jenuh, dikritik habis-habisan dalam kepustakaan promosi, siaran berita, dan upaya lobi mereka. Tampaknya, CSPI menganggap lemak jenuh sebagai penjahat paling berbahaya yang pernah menyerang umat manusia. ASA telah menemukan sekutu yang kuat dan suka mengemukakan pendapat dalam kampanye untuk menguasai pasar minyak tropis.

Sebagai kelompok yang menyatakan diri sebagai penasihat pendidikan gizi yang bertanggung jawab, CSPI secara mengejutkan tidak tahu apa-apa mengenai lemak jenuh, khususnya mengenai minyak kelapa. Bukannya memberi informasi pada masyarakat tentang fakta sebenarnya mengenai lemak jenuh, mereka hanya memperkuat kesalahpahaman dan kepalsuan. Kekurangan pengetahuan yang dimiliki CSPI sehubungan dengan biokimiawi lipid terungkap dalam buklet mereka yang berjudul Saturated Fat Attack.

Walaupun orang awam dan banyak tenaga kesehatan telah tertipu oleh informasi dalam buklet ini, ahli biokimiawi gizi Mary G. Enig, Ph.D. berkata, “Ada banyak kekeliruan yang mendasar dalam buklet ini, termasuk kesalahan penjelasan biokimiawi lemak dan minyak serta pernyataan yang sama sekali tidak benar mengenai komposisi lemak dan minyak dari banyak produk.” Akan tetapi, sebagian besar orang tidak akan mengetahui hal ini sehingga buklet serta informasi tidak akurat lainnya yang disebarkan oleh kelompok ini berhasil meyakinkan banyak orang untuk sepenuhnya menghindari minyak tropis. Kurang akuratnya pengetahuan ilmiah yang dimiliki CSPI membuat mereka tanpa menaruh curiga menjadi boneka ASA.

Pada bulan Oktober 1988, jutawan Nebraska Phil Sokolof, yang pulih dari serangan jantung dan mendirikan National Heart Savers Association, ikut bersuara mengikuti pihak yang populer di media. la mulai memasang iklan satu halaman penuh di surat kabar yang menuduh perusahaan makanan telah “meracuni Amerika” dengan minyak tropis yang mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Sebagai anti-lemak jenuh radikal, ia melancarkan kampanye iklan nasional dengan kata-kata tajam yang menyerang minyak tropis sebagai bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu iklannya menampilkan “bom” kelapa dengan sumbu menyala serta memperingatkan konsumen bahwa kesehatannya terancam oleh minyak kelapa dan minyak sawit. Dalam sekejap, semua orang percaya bahwa minyak kelapa menyebabkan penyakit jantung.

Pabrik makanan juga bergabung. Dengan harapan rnendapatkan keuntungan dari sentimen anti-minyak tropis, mereka menambahkan label pada produknya: “tidak mengandung minyak tropis”. Federal Trade Commission (FTC) menetapkan bahwa label itu ilegal karena pernyataannya memiliki implikasi pernyataan kesehatan, yang menggambarkan produk tesebut menjadi lebih baik karena tidak mengandung minyak tropis, sementara tidak ada bukti yang mendukungnya.

.

FIKSI MENGALAHKAN FAKTA

Sementara itu, eksportir minyak tropis dari Malaysia menyiapkan kampanye humas terhadap apa yang disebut “taktik menakut-nakuti dengan keji” yang digunakan terhadap produk mereka. Perang minyak tropis sudah mencapai puncaknya. Yang dipertaruhkan adalah pasar minyak nabati senilai $3 juta per tahun di AS, di mana produsen minyak kedelai domestik yang dominan telah melontarkan perang propaganda yang ganas terhadap pesaing asing. Industri minyak tropis, yang hanya memiliki sedikit sekutu dan kekuatan finansial yang lebih kecil untuk membalas, tidak dapat menandingi upaya gabungan dari ASA, CSPI, dan Iain-lain. Sedikit saja orang yang mau mendengarkan satu suara yang memprotes penyebaran informasi tak benar yang menyerang minyak tropis.

Saat serangan terhadap minyak kelapa dimulai, profesional di bidang kedokteran dan penelitian yang mengenal minyak kelapa ingin tahu alasannya. Mereka tahu minyak kelapa tidak menyebabkan penyakit jantung dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian bahkan angkat bicara untuk meluruskan masalah ini. Tetapi pada saat itu, sentimen publik telah mantap di pihak ASA sehingga orang menolak untuk mendengarkan.

Peneliti yang akrab dengan minyak tropis dipanggil untuk bersaksi di sidang dengar pendapat Senat mengenai dampak kesehatan dari produk ini. “Minyak kelapa memiliki efek yang netral pada kolesterol darah, bahkan dalam keadaan di mana minyak kelapa merupakan satu-satunya sumber lemak,” lapor Dr. George Blackburn, seorang peneliti Harvard Medical School yang bersaksi di sidang dengar pendapat Kongres mengenai minyak tropis pada tanggal 21 Juni 1988. “Minyak (tropis) ini telah dikonsumsi sebagai bagian yang substansial dari makanan di banyak populasi selama ribuan tahun tanpa adanya bukti efek berbahaya pada mereka,” ujar Mary G. Enig, Ph.D., seorang ahli lemak dan minyak dan mantan rekanan peneliti di University of Maryland.

Dr. C. Everett Koop, mantan ahli bedah umum di AS, menyebut ketakutan akan minyak tropis ini sebagai suatu “kebodohan”. Pihak komersial rnencoba menimpakan kesalahan pada orang lain atau mengikuti histeria lemak jenuh tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya serta “menakut-nakuti publik tentang sesuatu yang sebenarnya tidak ada”. Dr. David Klurfeld, kepala Departemen Ilmu Gizi dan Makanan di Wayne State University, menyebut kampanye anti-minyak tropis sebagai “omong kosong humas”. la mengemukakan bahwa minyak tropis hanya dipakai dalam 2 persen makanan AS, dan bahkan jika seburuk yang dikatakan oleh ASA, efeknya pada kesehatan tidak akan sedemikian buruk, “Jumlah minyak tropis di makanan AS sangat rendah sehingga tidak ada alasan untuk khawatir mengenainya. Negara-negara dengan asupan minyak sawit terbesar di dunia adalah Kosta Rika dan Malaysia. Angka penyakit jantung dan kadar kolesterol serum di negara-negara tersebut jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat. [Ketakutan akan minyak tropis] ini tidak pernah menjadi isu kesehatan yang nyata.”

Walaupun ada banyak kesaksian dari profesional kedokteran dan ahli lipid terkemuka, media hanya menaruh sedikit perhatian. Krisis lemak jenuh adalah berita, dan dapat menjadi headline. Surat kabar besar dan jaringan televisi serta radio mengambil iklan anti-lemak jenuh serta mengembangkan kisah yang menggegerkan. Salah satunya berjudul “Minyak dari Neraka”. Mereka yang mengetahui kebenaran tentang minyak kelapa diabaikan dan bahkan dikritik oleh mereka yang telah dicuci otak oleh media. Karena kehebohan yang ditimbulkan oleh ASA dan teman-temannya, PESAN FIKTIF YANG MEREKA GEMBAR-GEMBORKAN MENGALAHKAN FAKTA ILMIAH.

.

KUTUKAN ASAM LEMAK TRANS

Sebagai penyedia makanan yang sesuai tren publik, restoran McDonald’s, Burger King, dan Wendy’s mengumumkan akan mengganti lemak jenuh yang mereka gunakan dengan minyak nabati yang lebih “menyehatkan”. Pergantian menjadi minyak nabati sesungguhnya meningkatkan kandungan lemak dari makanan gorengan—nyaris tidak menyehatkan. Pengujian FDA dan komite lain menunjukkan bahwa kentang yang dimasak dalam lemak sapi menyerap lebih sedikit lemak dibandingkan kentang yang dimasak dalam minyak nabati.

Itu berarti pergantian menjadi minyak nabati akan lebih dari menggandakan kandungan lemak dalam makanan gorengan dan meningkatkan konsumsi lemak. Selain itu, lemak tersebut terhidrogenasi. Jenis lemak terhidrogenasi lebih buruk dibandingkan lemak sapi karena mengandung asam lemak trans yang beracun. Asam lemak trans memiliki efek negatif yang lebih besar pada kolesterol dalam darah dibandingkan lemak sapi, dan oleh karenanya dianggap membawa risiko penyakit jantung yang lebih besar.

ASA menyebabkan krisis kesehatan yang belum pernah ada. Ketidaktahuan khalayak mengenai gizi membuat mereka berpihak ke industri kedelai, yang membuktikan bahwa UANG DAN POLITIK DAPAT MENGALAHKAN KEBENARAN.

Nyatanya, tidak ada kegaduhan public. Perubahan ini terutama disebabkan oleh kampanye negatif yang agresif. Akibatnya, hampir semua perusahaan makanan besar yang sensitif terhadap ketakutan konsumen, mengganti formulasi ratusan produk, mengganti minyak tropis dengan minyak hidrogenasi. Sejak 1990, industri makanan siap saji telah menggoreng kentang dalam minyak nabati hidrogenasi, dan bukan lemak sapi serta minyak tropis. Mereka melakukan perubahan ini karena pendapat yang berlaku menyatakan bahwa minyak nabati lebih sehat daripada minyak lainnya.

Roti, kue, biskuit, sup, rebusan, saus, permen, dan semua jenis makanan beku serta makanan jadi umumnya dibuat menggunakan minyak tropis. Sampai akhir dekade 1980-an, minyak tropis merupakan bahan yang umum dalam berbagai jenis makanan. Minyak ini digunakan secara luas oleh industri makanan karena memberikan banyak khasiat yang diinginkan pada makanan. Karena sangat stabil, lernak jenuh dari tumbuhan ini tidak menjadi tengik seperti halnya lemak tak jenuh ganda. Dengan menggunakan minyak tropis, makanan akan lebih segar, tahan lama, dan lebih baik bagi Anda.

Akibat perang minyak tropis, minyak kelapa dan sawit nyaris hilang dari persediaan makanan Amerika. Akibatnya, masyarakat Amerika kini mengkonsumsi jauh lebih sedikit asam lemak yang meningkatkan kesehatan yang terkandung dalam minyak kelapa, dan lebih banyak mengkonsumsi asam lemak trans yang menghancurkan kesehatan yang terkandung dalam minyak kedelai hidrogenasi. Hampir 80 persen minyak nabati yang digunakan di AS saat ini berasal dari kedelai.

Tiga perempat minyak tersebut terhidrogenasi (mengandung hampir 50 persen asam lemak trans). Hal ini menyebabkan luar biasa banyaknya asam lemak trans dalam makanan masyarakat Amerika sekarang, yang sebelumnya tidak ada. Misalnya, satu hidangan restoran yang pada tahun 1982 hanya mengandung 2,4 g asam lemak trans kini melonjak menjadi mengandung 19,2 g asam lemak tersebut. Makanannya sama, hanya minyaknya yang berbeda. Karena minyak hidrogenasi digunakan di mana-mana, masyarakat “dikutuk” oleh asam lemak trans setiap kali masyarakat makan.

Ya, kita kalah dalam perang. Kita kehilangan banyak manfaat kesehatan dari konsumsi produk kelapa yang teratur. Melalui strategi pemasaran ASA yang licik dan upaya menyesatkan dari kelompok yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat, kita telah menggantikan lemak bagus yang meningkatkan kesehatan dengan minyak yang sangat destruktif dan berbahaya.

Bahkan, kini abu sisa peperangan masih terbakar. Banyak penulis dan pembicara yang mendapat informasi salah terus menuduh bahwa minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang “menyumbat pembuluh darah.” Tetapi siapa yang akan Anda percayai? Apakah Anda akan mempercayai industri kedelai, yang mempertaruhkan keuntungan finansial besar, atau Anda akan memercayai penelitian yang dilakukan pada penduduk Kepulauan Pasifik, yang mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah banyak dan memiliki kesehatan jauh lebih baik dari masyarakat Amerika, serta warga Sri Lanka, yang mengkonsumsi banyak minyak kelapa tetapi merupakan salah satu negara dengan tingkat penyakit jantung paling rendah di dunia? Secara pribadi, saya memercayai mereka yang mengkonsumsi minyak kelapa dan tidak mengidap penyakit jantung. Di negara Barat, masyarakat mengkonsumsi sedikit sekali minyak kelapa, tetapi banyak minyak nabati hidrogenasi. Hasilnya? Penyakit jantung menjamur. Penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu di AS.

Penelitian menunjukkan dengan jelas bahwa minyak kelapa alam sebagai bagian dari makanan normal memiliki efek netral pada kolesterol darah. Minyak kelapa nonhidrogenasi dan tanpa campuran benar-benar tidak memiliki efek samping pada kesehatan. Penelitian epidemiologis menunjukkan secara konklusif bahwa populasi yang mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah banyak hampir tidak menderita penyakit jantung, dibandingkan populasi lain yang makanannya hanya mengandung sedikit minyak kelapa.

Jika minyak kelapa memang memiliki efek samping kesehatan sebagaimana dituduhkan, kita akan melihat buktinya pada tingkat morbiditas dan mortalitas dari populasi yang mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah banyak. Akan tetapi, justru populasi itu termasuk yang paling sehat di dunia. Logika sederhana dengan jelas membuktikan bahwa kampanye fitnahan ASA salah.

Sekarang Anda pasti sudah mengerti alasan dibalik pernyataan judul artikel ini: “Jika Anda Sayang Keluarga, Segeralah Ganti Minyak Goreng Anda dengan Minyak Kelapa!” Dari sini Anda pasti tahu, minyak goreng dan lemak manakah yang ternyata adalah “Malaikat Pencabut Nyawa” ditengah-tengah keluarga Anda. Jangan percaya begitu saja dengan merek terkenal dan tulisan “Hygienis, Tidak Beku, Bening…, dan Non-Kolesterol”.

Di mana kita bisa mendapatkan minyak kelapa ini? Kita bisa mendapatkannya di apotek, toko obat, supermarket, atau di pasar tradisional. Di apotek atau toko obat, biasa disebut dengan VCO (Virgin Coconut Oil), berwarna putih bening khusus dikonsumsi (diminum) langsung sebagai terapi berbagai penyakit. VCO yang dijual di apotek atau toko obat bisa juga untuk menggoreng tapi akan terlalu mahal dari segi ekonomi.

Jika Anda butuh minyak kelapa atau VCO untuk menggorang, Anda bisa mendapatkannya di supermarket atau pasar tradisional terdekat. Warna VCO untuk menggoreng biasanya kuning bening karena dibuat melalui proses pemanasan, berbeda dengan VCO yang dijual di toko obat berwarna putih karena dibuat melalui proses fermentasi. Tidak semua supemarket menjual minyak kelapa karena minyak kelapa jarang dibeli oleh masyarakat dan harganya relatif lebih mahal sekitar 4000 rupiah dibanding minyak kelapa sawit atau minyak lainnya. Minyak kelapa untuk menggoreng paling mudah dicari di pasar tradisional.

Minyak kelapa sawit yang biasa dijual di pasar-pasar atau supermarket bukanlah minyak kelapa. Keduanya sama-sama minyak tropis, tapi yang terbaik, aman, dan unggul sebagai terapi adalah minyak kelapa.

Salah satu cara kami praktisi holistik modern dalam meyembuhkan penyakit diabetes, jantung, stroke, dan penyakit degenaratif lainnya adalah memakai terapi minyak kelapa. Minyak kelapa begitu hebat  dan berkhasiat dalam menyembuhkan, apalagi hanya sekedar dikonsumsi. Lain halnya dengan minyak goreng lainnya, yang pasti Anda akan takut untuk mengkonsumsinya terus menerus dalam jumlah yang banyak.

Sekali lagi saya katakan, Jika Anda sayang keluarga, segeralah ganti minyak goreng Anda dengan minyak kelapa!

Referensi: Coconut Oil Miracle (Terjemahan Indonesia), 2005, Bruce Fife, C.N., ND, Hal. 3-19,

3253 Total Views 2 Views Today

21 Comments

  1. Gunawan Lahidin says:

    Alangkah lebih baik bila diberi informasi, di mana bisa didapatkan minyak kelapa??? apakah yang dimaksudkan adalah minyak VCO? Karena sekarang ini sulit mendapatkan minyak kelapa. Bagaimana dengan minyak goreng yg sekarang ini banyak di jual di pasar atau supermarket dengan 2 atau 3 kali penyaringan, yg merupakan minyak dari kelapa sawit bukan dari kelapa. terima kasih.

  2. Awan says:

    Saudara Gunawan,

    Terima kasih utk sarannya. Sy sdh tambahkan di artikel apa saja yg Anda tanyakan di bagian akhir artikel ini.

    Tambahan: merek minyak kelapa yg bisa Anda beli di supermarket adl Delvico, Braco, dan Ikan Dorang Minyak Kelapa (ada jg yg kelapa sawit). Thx

  3. Gunawan Lahidin says:

    Terimakasih pa Awan untuk infonya, tapi ada hal lain yang membingungkan saya.
    Saya baca di buku “eat right for your type” Dr.Peter J. D’Adamo, disana ditulis bahwa minyak kelapa tidak baik pada semua golongan darah karena merangsang reaksi abnormal dalam darah dan juga meningkatkan efek racun dari makanan lain. Santan kelapa juga tidak baik, tapi kalau daging kelapanya apakah tidak baik juga?? Karena Buku karangan Dr.Peter J. D’Adamo terkenal di banyak negara.
    apakah pa. Awan dapat meluruskan kebenaran tentang minyak kelapa ini?
    Terimakasih banyak.

  4. Awan says:

    Saudara Gunawan,

    Saya rasa Peter J D’Adamo adl salah satu ahli gizi yg jadi korban “menjiplak” teori2 para ahli minyak kedelai di “perang minyak tropis” yang tertulis dlm artikel ini. Beliau blm mengkaji sendiri FAKTA SEJARAH ttg manfaat minyak kelapa dan sy rasa jg belum menelitinya sendiri.

    Tapi pada garis besarnya, apa yg ditulis ttg diet golongan darah itu benar dan saya juga memakai teori beliau juga (Cuma sy adaptasi sesuai kondisi pasien). Yang tdk benar adl mengenai minyak kelapa tersebut. Jadi sebenarnya minyak kelapa itu baik utk SEMUA golongan darah, begitu juga dg santan dan daging kelapa, kecuali jika dikonsumsi BERLEBIHAN. Segala sesuatu yg berlebihan adalah tidak baik.

    Info lebih detail ttg minyak kelapa dan khasiatnya bisa Anda baca di buku Coconut Oil Miracle, oleh Bruce Fife. Anda bs mencarinya di Gramedia. Thx

  5. Priadi Sadikin says:

    Yth Pak Awan,

    Terima kasih atas artikelnya yang sangat menarik. Saya sendiri pengkonsumsi minyak goreng kelapa yang saya beli dari supermarket dengan merek “b”. Kalau melihat di supermarket, maka akan sangat ketara bahwa majoritas minyak goreng yang dijual adalah dari bahan kelapa sawit. Pertanyaan saya adalah, apakah ada perbedaan dalam efek terhadap kesehatan antara minyak goreng dari kelapa dengan minyak goreng kelapa sawit? Saya menemukan artikel tentang minyak sawit di alamat ini http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1027655324,90286, yang menyatakan bahwa minyak sawit sedikit mengandung asam lemak jenuh (beda dengan minyak kelapa yang banyak mengandung asam lemak jenus) dan minyak sawit banyak mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda dan hal ini disebutkan sangat bermanfaat utk kesehatan jantung. Sama sekali tidak disebut mengenai kandungan MCFA atau LCFA yang dimana keunggulan minyak kelapa adalah tidak mengandung LCFA tetapi MCFA. Apakah itu berarti minyak kelapa sawit sama baiknya dengan minyak kelapa? Artikel Anda banyak membandingkan dengan minyak dari bahan kedelai, bunga matahari, dsb. Saya kira hal tsb kurang relevan disini karena pada umumnya konsumen di Indonesia dibombardir dengan iklan minyak kelapa sawit. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

  6. Awan says:

    @Pak Priadi Sadikin: Minyak kelapa sawit masih kalah kualitasnya dibandingkan yg kelapa. Ini bs dibuktikan dg cara memakai teknik perbandingan diantara keduanya, diberikan ke para pasien sbg terapi. Contoh: Pasien diabet yg rutin mengonsumsi minyak kelapa sawit, tdk mengalami perbaikan kesehatan jika dibandingkan dg pasien diabet yg mengonsumsi minyak kelapa. Tdk semua jenis minyak jenuh tdk baik utk kesehatan, spt misalnya minyak kelapa, ia adl minyak jenuh yg malah menyembuhkan.

    Info lebih detail ttg minyak kelapa dan khasiatnya (termasuk fakta sejarah dan ilmiahnya) bisa Bapak baca di buku Coconut Oil Miracle, oleh Bruce Fife. Anda bs mencarinya di Gramedia. Thx

  7. lany teguh says:

    pak awan, merek yang bisa dibeli itu Barco atau braco pak? kalo braco saya belom pernah temuin di supermarket………..

  8. Awan says:

    @Bu Lany Teguh: Mereknya Braco, Delvico, atau Ikan Dorang Kelapa (jgn yg Kelapa Sawit).

  9. Abidanish says:

    Salam kenal,

    Blognya cemistry nih dengan http://produkkelapa.wordpress.com

    thanks

  10. Budi says:

    P.Awan, saya mau bertanya mengenai pemakaian VCO sebagai terapi kesehatan.Saya pernah membaca bahwa VCo dapa digunakan pada penderita gagal ginjal kronis..apakah hal ini benar?kemudian jika penderita gagajl ginjal kronis tersebut mempunyai record terdapat batu empedu bagaimana cara pemakaian VCo yang benar sehingga terapi menjadi tepat guna??
    Terima kasih….

  11. Dt Awan says:

    @ Sdr Budi: Iya benar VCO dpt digunakn utk penderita gagal ginjal kronis, TAPI tdk bisa hanya VCO saja. Harus ditunjang jg dg terapi pengaturan pola makan, terapi garam, terapi air, dan herbal lainnya.

    Jka ada batu empedunya, VCO dikonsumsi 3 x 1 sdm seblm mkn, ditambah dg 2 sdm madu asli+1 sdt bubuk kayu manis+ 1 sdt bubuk kunyit, dicampur ke dlm 1 gelas air (250 ml) tapi jgn panas. Diminum 3 kali sehr seblm mkn.

    Atau bs juga dg terapi Coklat Dach, dimana coklatnya dicampuer berbagai herbal spt maca, tribulus, curcuma, propolis, bee pollen, dll. Detail info tentang terapi Coklat Dach bs dilihat di http://www.coklatdach.co.nr

    Thx

  12. iwa says:

    terimakasih banyak infonya p’…berkat artikel ini akhirnya sy tau bahwa minyak kelapa masih lebih baik dari minyak2 nabati,sebelumnya saya juga beranggapan kalau minyak bunga matahari,minyak kedelai,minyak jagung,minyak kanola dan minyak lain sejenisnya sangat bagus untuk kesehatan,tapi setelah membaca artikel ini,sy mendapat pengetahuan baru…saya pernah mengkonsumsi minyak bunga matahari dan minyak jagung,tetapi pada anak saya terjadi alergi terhadap kedua jenis minyak tersebut,kenapa ya?apakah kedua jenis minyak itu mengandung zat alergen?sy tidak membawa anak saya kedokter,sy hanya langsung memberhentikan penggunaan minyaknya dan alerginya pun juga hilangl.

  13. Dt Awan says:

    @ Sdri Iwa: selain minyak2 tsb ada alergennya, mrk jg mengganggu liver shg muncullah reaksi peradangan pada kulit.

  14. Hari K Setiawan says:

    Terima kasih untuk artikelnya, Pak.
    Pertanyaan saya mirip dengan Ibu Lanny, di beberapa toko di Bandung, saya hanya menemukan minyak kelapa merk Barco, dan bukan Braco. Saya jadi ragu-ragu mencoba yang merk Barco itu :)
    Mohon penjelasannya. Terima kasih

  15. Dt Awan says:

    @ Sdr Hari K Setiawan: Maaf br sempat lihat komennya. Sebenarnya sy yg salah Pak, itu merek Barco bkn Braco. Tp ada yg lbh bagus lagi kualitasnya yaitu merek Healty Cook.

  16. iank says:

    makasih tuk artikelnya…
    mungkin sy kurang paham soal minyak kelapa dan ilmiah lemak, tp ini pengalaman sy ttg minyak kelapa asli yg bpk maksud itu.
    sdh sy konsumsi beberapa tahun yg lalu dan tubuh sy merasa kurang nyaman n sering pegal,kesemutan,meningkatnya kristal asam darah sy dan melemahkan produksi stiroit hormon normal sy … ternyata hasil pemeriksaan laboratorium darah sy bertumpuk kolestrol LDL (jahat) terjadi penumpukan dibeberapa pembuluh darah lemak hingga sy direkomendasikan untuk beralih ke minyak zaitun…
    Alhamdulillah 3 bln yg lalu hasil dr laboratorium dr. menyatakan jika darah sy sdh normal dlm kondisi kolestrol HDL yg telah mengangkat Kolestrol LDL pada darah… dan sampai sekarang sy tdk berani lg memakai minyak kelapa… ternyata minyak kelapa yg berkelebihan LDL jika terkena suhu panas yg tinggi dpt menciptakan Radikal Bebas(toksit tanpa pasangan) dlm tubuh apa lagi pemakaian ke2 kalinya dan seterusnya…
    semoga pengalaman ini bisa jd pembagi buat pembaca.
    wassalam…

  17. Dt Awan says:

    @ Pak Iank: terima kasih utk share pengalamannya Pak. Baru kali ini sy mendengar kesaksian yg mengatakan efek tdk sehat dari minyak kelapa ASLI. Saya pribadi menggunakan minyak kelapa utk diri sendiri dan jg para pasien sy yg menderita diabetes. Nah, kami malah sehat (yg diabetes malah sembuh). jadi saya merasa heran dg apa yg Bapak pribadi alami.

    Bisa tolong dijelaskan:
    1. Bapak membeli minyak kelapa tersebut di mana, pasar tradisional, teman, tetangga, supermarket, atau lainnya?
    2. Apa ada nama mereknya? Kalau Ada tlng diemail saja ke saya di awan717@gmail.com supaya jadi bahan penyelidikan saya.
    3. Apa Bapak yakin itu asli? Krn ada jg yg sengaja mencampur dg minyak lain yg tdk sehat demi keuntungan ekonomi.
    4. Apa ada terasa tengik ketika mengonsumsinya?

    Tolong bantu dijawab ya Pak, krn apa yg Bapak alami sangat jauh dari hasil berbagai penelitian dunia, sejarah dan pengalaman2 kesembuhan para pasien. Ini akn membantu sy utk menyelidikinya.

    Thx

  18. salam kenal,
    bolehkah saya promosi melalui mailist ini? kebetulan saya juga produsen minyak goreng kelapa.

    terima kasih.

  19. Dt Awan says:

    @ Pak ridho arindiko: silahkan Pak dipromosikan produknya. Tlg dicantumkan link web, alamat dan no hp yg bs dihubungi. Thx :)

  20. shantyka says:

    kalo minyak kelapa yang dibuat sendiri (dari santan kelapa yang disangan) apa aman dikonsumsi menta? bagaimana dengan ibu hamil…apa bisa konsumsi minyak kelapa mentah? terimakasih

  21. Dt Awan says:

    @ Bu shantyka: Maaf br sempat bs jawab skrg. Justru yg mentah itu lbh bagus kok Bu. Silahkan dikonsumsi secara rutin, termasuk ketika hamil :)

Comments are closed.

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel