Healindonesia

Seri Berpikir Holistik: Saya ‘Alergi’ dengan Produk MLM

Kebanyakan masyarakat termasuk dokter tidak menyadari bahwa beberapa produk kesehatan yang dijual oleh perusahaan MLM sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit maut “yang divonis tidak bisa sembuh” seperti misalnya diabetes, gangren, gagal ginjal, kanker stadium lanjut, AIDS, dan autis. Oleh karena ketidaktahuan, banyak orang bahkan “menganggap rendah” pengobatan cara MLM dan lebih memilih obat-obatan kimia dan operasi yang penuh dengan efek samping tersebut. Di artikel ini saya akan “meluruskan” pandangan yang salah ini dan ketahuilah bahwa pandangan seperti ini sama saja dengan tindakan diskriminasi subyektif.

.

Jangan Remehkan Produk Kesehatan MLM

Ada beberapa orang yang ketika sakit, kemudian ditawarkan produk kesehatan MLM oleh seorang teman, orang tersebut langsung menolaknya ketika mengetahui bahwa itu adalah produk dari perusahaan MLM. Benarkah sikap penolakan seperti ini, seolah-olah orang tersebut “alergi” dengan produk MLM? Baik, mari saya ajak Anda untuk merenungkan pernyataan-pernyataan di bawah ini:

  • Sejauh suatu pengobatan itu menawarkan SOLUSI kesembuhan tanpa berlawanan dengan norma agama atau moralitas, berarti pengobatan tersebut adalah BAIK dan HALAL.
  • Pengobatan yang benar adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk MENYEMBUHKAN, bukannya sekedar MERAWAT.
  • BISNIS pengobatan yang menawarkan solusi kesehatan sejauh tidak bertentangan norma agama atau moralitas adalah bisnis BAIK dan HALAL.
  • WASPADAILAH bisnis pengobatan yang SERING berkata “TIDAK BISA SEMBUH” dan “HARUS OPERASI”.

Saya sendiri merasa “menyesal” kenapa kok tidak dari dulu saya mengenal kehebatan produk kesehatan MLM. Selama 6 tahun mempraktekkan pengobatan holistik, saya baru mengenal kehebatan produk kesehatan MLM 1,5 tahun yang lalu. Andaikata saya mengenalnya sejak saya praktek, tentu lebih banyak lagi orang yang bisa saya selamatkan dari kematian.

Pada awal praktek, saya hanya memanfaatkan suplemen yang dijual di apotek atau toko obat resmi, tapi kurang menyadari akan manfaat produk atau suplemen MLM. Saya mulai melirik suplemen MLM ketika banyak pasien yang membutuhkan solusi pengobatan yang lebih praktis dan lebih murah.

Lebih praktis dalam artian pasien tidak perlu lagi mencari bahan-bahan pengobatan sendiri, tidak perlu mengupas, merebus, meramu atau tindakan mengolah lainnya. Lebih murah dalam artian harga suplemen tersebut lebih murah daripada obat sintetis dan lebih murah daripada suplemen berkualitas tinggi yang dijual bebas (non-MLM). Tanpa saya sadari sebelumnya, ternyata BEBERAPA (tidak semua) suplemen MLM memenuhi kedua hal yang pasien butuhkan tadi. Jadi saya pun memakai produk kesehatan MLM untuk memenuhi kebutuhan pasien akan pengobatan berkualitas tinggi, yang lebih praktis dan lebih murah. Banyak dari masyarakat tidak menyadari bahwa BEBERAPA suplemen MLM harganya lebih murah jika dibandingkan dengan membelinya di apotek atau toko obat, apalagi jika menjadi anggota, harganya bisa lebih murah lagi.

Ketika saya mulai “berkenalan” dengan berbagai perusahaan MLM, banyak “mujizat” saya temui dimana produk-produk kesehatan mereka telah berulangkali berhasil menyembuhkan banyak penderita diabetes, gangren, kanker stadium lanjut, stroke, batu ginjal, gagal ginjal, AIDS, dan penyakit maut lainnya tanpa harus operasi serta obat-obatan kimia. Dan hebatnya, produk mereka memang dirancang untuk menyembuhkan, bukan sekedar untuk merawat. Produk yang sekedar merawat akan membuat Anda tergantung seumur hidup terhadap produk tersebut, dan tentu saja, ini bertentangan dengan prinsip holistik.

Anda mungkin belum menyadari beberapa jenis suplemen (tidak semua), sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius dan maut, jauh lebih unggul dibandingkan operasi dan obat-obatan kimia. Tidak semua suplemen hanya sekedar sebagai makanan pelengkap atau penunjang pengobatan saja. Untuk mendapatkan info lebih detail mengenai kehebatan suplemen dibandingkan operasi dan obat-obatan kimia, silahkan membaca artikel saya yang berjudul “Terapi Suplemen, Harapan Pasien Pengganti Obat-Obatan Kimia” di link:

http://healindonesia.com/2009/07/26/terapi-suplemen-harapan-pasien-pengganti-obat-obatan-kimia/

Cobalah Anda renungkan pertanyaan ini: Jika Anda bandingkan dengan pengobatan medis konvensional, SERINGKAH (bukan berarti tidak pernah) Anda melihat “mujizat” kesembuhan para pasien yang berhasil sembuh dari kasus-kasus penyakit tak tersembuhkan? Sebagai praktisi kesehatan yang mengamati dua jenis pengobatan (medis konvensional dan holistik), jawaban pribadi saya adalah “TIDAK”.

.

Alasan Kenapa Banyak Orang “Alergi” dengan Produk MLM

Banyak orang sepertinya “alergi” dengan produk-produk MLM saya rasa adalah karena beberapa hal berikut ini:

  • Mereka bertemu dengan distributor MLM yang bertindak sebagai sales, bukannya sebagai konsultan.
  • Mereka pernah bergabung di bisnis MLM, tapi gagal menjalankan bisnisnya.
  • Mereka tidak mendapatkan hasil kesembuhan yang diinginkan dari produk MLM.
  • Sekedar mengikuti pandangan orang lain bahwa bisnis MLM itu rendah atau hina, jadi produknya pun juga rendah atau hina.

Tidak bisa disalahkan kenapa banyak orang jadi “alergi” dengan produk MLM, jika ternyata alasannya adalah mereka bertemu dengan distributor MLM yang bertindak sekedar sebagai seorang sales, bukannya sebagai konsultan. Bagi sales dan konsultan, memang produk yang dijual dan bisnis yang dijalankan bisa saja sama, tapi hati dan semangatnya berbeda.

Seorang sales biasanya (tidak selalu) menjual sesuatu sekedar untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri, sedangkan seorang konsultan menjual sesuatu untuk kepentingan customer dan diri sendiri. Dari sini bisa dilihat bahwa bisnis sales adalah bisnis yang fokus utamanya membantu meningkatkan pendapatan pribadi sedangkan bisnis konsultan adalah bisnis yang fokus utamanya membantu orang lain keluar dari permasalahan mereka dan juga membantu meningkatkan pendapatan pribadi.

Distributor MLM yang bertindak sebagai sales, biasanya tidak begitu memahami produk kesehatan yang dia jual, apalagi mengenai penyakit, perasaan, dan kondisi pasien. Tapi lain halnya distributor MLM yang bertindak sebagai konsultan, ia benar-benar memahami produk kesehatan yang dijual, dan juga paham mengenai penyakit, perasaan, dan kondisi pasien. Bagi konsultan, menolong pasien adalah nomer satu.

Jadi saran saya bagi para distributor MLM supaya tidak menambah “alergi” masyarakat terhadap MLM, jalanilah bisnis MLM dengan bertindak sebagai konsultan, bukan sebagai sales.

Jika seseorang “alergi” terhadap hal-hal berbau MLM ternyata adalah oleh karena orang tersebut dulu pernah menjalankan bisnis MLM, tapi gagal (bahkan berulangkali gagal), ini merupakan penyakit traumatis yang perlu diluruskan juga. Perlu disadari bahwa SEMUA bisnis memiliki resiko untuk gagal, apalagi jika dijalankan dengan setengah hati (tidak serius). Bisnis restaurant, retail, asuransi, pengobatan, penulis, motivator, dan lain-lain, banyak yang sukses, tapi juga banyak yang gagal. Bisnis MLM juga BANYAK memiliki orang-orang yang berhasil, tapi juga memilki banyak yang gagal. Namun yang perlu direnungkan adalah “jangan mencap suatu bisnis merupakan bisnis yang jelek hanya karena kegagalan Anda sendiri yang memang kurang tekun dan tidak serius menjalankannya. Bisnis yang dijalankan dengan kurang tekun dan setengah hati, SUDAH PASTI akan membawa Anda kepada kegagalan!”

Untuk alasan mengapa seseorang “alergi” terhadap produk MLM adalah karena tidak mendapatkan kesembuhan yang diharapkan, pertanyaan-pertanyaan berikut perlu direnungkan:

  • Apakah ketika Anda berdoa kepada Tuhan, Tuhan SUDAH PASTI selalu mengabulkan harapan Anda? Ketika Tuhan menjawab “Tidak” apakah Anda kemudian langsung “alergi” kepada Tuhan?
  • Apakah tiap kali minum obat yang diresepkan dokter, obat tersebut SUDAH PASTI menyembuhkan Anda? Ketika Anda tidak sembuh, apakah kemudian Anda langsung “alergi” kepada dokter atau obatnya?

Memang produk MLM tidak selalu manjur, BEGITU JUGA dengan produk non-MLM lainnya. Tapi perlu juga diperhitungkan beberapa faktor kenapa seseorang tidak sembuh setelah memakai produk MLM, yaitu mungkin Tuhan punya rencana lain dengan sakit yang diderita, mungkin dosisnya tidak tepat, mungkin salah memakai produk, atau mu