Beranda » Perpustakaan » Customer Alert » Gula Aren, Pemanis Alami Khusus untuk Penderita Diabetes

Gula Aren, Pemanis Alami Khusus untuk Penderita Diabetes

Arsip Artikel

Klik utk daftar khursus gratis.

icon menuju HIOS

Klik utk lihat detail.

Free Domain Name Registration

Total Kunjungan Sejak 06 Agustus 2008

  • 1,755,608 Kunjungan
HTML hit counter - Quick-counter.net

Biasanya, penderita diabetes selalu dianjurkan untuk mengonsumsi pemanis buatan sebagai pengganti gula pasir. Walaupun pemanis buatan tidak menaikkan kadar gula darah, namun ia memiliki efek samping yang dapat merusak syaraf. Menurut H. J. Roberts, M.D., efek samping pemanis buatan bisa sangat fatal, yaitu kejang-kejang dan kematian. Efek lainnya yaitu: sakit kepala/migrain, pusing, sakit persendian, mual, mati rasa, kejang otot, kegemukan, gatal-gatal, depresi, kelelahan, lekas marah, tachycardia, insomnia, kebutaan, ketulian, jantung berdebar, sesak nafas, kecemasan, gangguan berbicara, kehilangan indra pengecap, telinga berdengung, vertigo, dan lupa ingatan. Jadi diperlukan pemanis lain yang lebih aman dibandingkan pemanis buatan. Pemanis alternatif yang aman tersebut tiada lain adalah gula aren.

Ada empat keunggulan yang dimiliki oleh gula aren. Pertama, rasanya manis dan lezat, pas dengan lidah orang Asia dan Indonesia. Kedua, gula aren memiliki Indeks Glisemik  yang sangat rendah yaitu IG 35, artinya penyerapan glukosa berlangsung lambat sehingga pankreas  tak perlu kerja keras lagi. Jangankan bagi orang sehat, pada beberapa penderita diabetes terbukti turun kadar gula darahnya setelah mengganti gula putih dengan gula aren. Selain itu IG yang rendah membuat glukosa diserap secara perlahan yang berarti pula, energi tercipta secara perlahan sehingga tubuh bugar lebih lama. Ketiga, selama proses pembuatannya, tak ada sedikitpun bahan kimia yang ditambahkan, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Keempat, gula aren banyak mengandung unsur farmakologi yang bermanfaat seperti Riboflavin, Thiamin, Niacin, Ascorbic Acid, Kalsium dan lain-lain.

Riboflavin membantu pembentukan antibodi, membantu terbentuknya energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Thiamin berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme energi , membantu tubuh menggunakan protein, serta memperkuat sistem syaraf. Niacin berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Selain itu Niacin juga meningkatkan fungsi kerja otak dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Ascorbis Acid memiliki fungsi antibiotik, mencegah asma dan dapat mencegah kanker.

Jadi jika Anda ingin tetap menikmati manis tanpa takut dengan resiko diabetes, pakailah gula aren. Gula aren adalah solusi hidup sehat yang nikmat dan lezat.

.

Link referensi:

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2006/09/05/got-an-ant-problem-use-aspartame.aspx

http://gentongmas.com/Artikel2.html

.

Artikel Terkait:

Bahaya Pemanis Buatan Aspartame Tak Kalah dengan Formalin

Gula Jawa Memiliki Manfaat Kesehatan Dibandingkan Gula Tebu


10 Komentar

  1. yus mengatakan:

    Bagus artikelnya pak…
    Tentang dibetes supplies,bisa mampir ke blog Q ya..

  2. febriyanti mengatakan:

    trimakasih pak infonya….
    kalau gulanya diganti madu gmn pak?apakah aman untuk penderita diabetes?

  3. Dt Awan mengatakan:

    @ Sdri febriyanti: Bisa diganti madu asal madu gurun asli. Biasanya naik sebentar terus turun normal. Tapi saya tdk merekomendasikannya utk penderita diabet krn keluarga biasanya langsung panik duluan ketika kadar gula darah naik walaupun hanya sebentar dan nati normal lagi.

    Kalau mau sembuhkan secara total, resepnya bs dilihat di link:

    http://www.keajaibanpropolis.co.nr

    atau di:

    http://sites.google.com/site/tokohomart/paket-resep-alami/diabeteskencingmanis

  4. dyanza mengatakan:

    bagus artikelnya,,,
    semangat terus ya,,,,

    (http://dyanzaa06.student.ipb.ac.id/)

  5. Jojo mengatakan:

    Wah, bagus nih Pak Dokter artikelnya,, isnya Allah manfaat. Hm,, mau tanya nih Pak, boleh tau nggak Pak sumber jurnal/penelitian yang menyatakan bahwa GI gula aren lebih rendah karena cuma 35. Soalnya saya mau mendalami lebih lanjut masalah ini. Makasih ya Pak sharing ilmunya..

  6. ARIF mengatakan:

    bila dibandingkan dengan dengan daun stevia bagaimana pak? lebih rendah mana indeks glisemiknya>>

  7. Dt Awan mengatakan:

    @ Sdr Arif: Wah kl stevia indeks glisemiknya 0 (kosong) :)

  8. teja mengatakan:

    Pak mau tanya.. yang GI nya 35 itu gula aren atau gula kelapa?

  9. Dt Awan mengatakan:

    @ Pak Teja: Maaf br sempat bs jawab skrg. Kl aren yg dimaksud adl Arenga Pinnata, GI nya kurang dari 30. Kl yg 35 itu kelapa dan gula merah lainnya. Silahkan di lihat di http://www.arengapalmsugar.com.hk/arengapalmsugar-notes.html
    Kl ada yg bilang gula aren GI-nya adl 70 shg tdk baik untuk kesehatan apalagi penderita diabetes, sy masih meragukannya krn berbeda dg kenyataan yg ada (penderita diabetes benar2 tdk bertambah sakit ketika konsumsi gula aren).

Komentar ditutup.

Cantumkan email Anda pada kolom di bawah ini untuk menerima Newsletter HI secara rutin.

Bergabunglah dengan 694 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 694 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: