Home » Info Sehat » Waspada, Menguap Bisa Jadi Tanda Kelainan Saraf!

Waspada, Menguap Bisa Jadi Tanda Kelainan Saraf!

Melihat orang menguap saat sedang rapat mungkin kita berpikiran dia sedang bosan. Ternyata menguap itu sinyal dari tubuh mulai dari yang biasa hingga masalah serius.

Banyak ahli sepakat bahwa menguap disebabkan oleh penurunan kadar oksigen dalam darah, dan yang paling sering dikaitkan dengan kantuk atau bosan. Disebut menguap berlebihan jika dalam 1 menit seseorang menguap 1-4 kali. Menguap berlebihan ini bisa jadi menjadi tanda dari sebuah penyakit serius.

Ada beberapa hal yang terjadi ketika menguap. Rahang yang terbuka lebar dan memungkinkan menghirup napas panjang. Hal ini, meski sesaat, menciptakan tekanan besar di paru-paru.

Sebagian besar gangguan yang berhubungan dengan menguap adalah dari sistem saraf pusat, yakni epilepsi, radang otak, atau tumor otak. Selain itu, menguap juga menjadi tanda dari reaksi vasovagal. Bisa jadi menjadi tanda dari kecemasan.

Seperti dikatakan Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan yang diberitakan dari tulisannya Body Sign, How to Be Your Own Diagnostic Detective, orang-orang menguap untuk berbagai macam alasan, tapi menguap juga tidak selalu berarti mengantuk.

Ilmuwan percaya menguap dapat membantu seseorang menjadi lebih waspada untuk segera memasukkan oksigen ke otak. Karena menguap adalah salah satu tanda jumlah oksigen di dalam otak sedang menurun yang bisa membuat seseorang sulit konsentrasi.

Namun ilmuwan lain beranggapan menguap justru membantu mengatur suhu tubuh. Dengan menguap maka terjadi proses menaikkan tekanan darah dan laju jantung.

Umumnya menguap adalah aktivitas yang tidak berbahaya atau malah sekedar tanda seseorang sedang bosan. Tapi menguap juga bisa pertanda ada suatu kondisi medis yang serius.

Orang-orang yang memiliki penyakit saraf seperti penyakit Multiple Sclerosis dan Amyotropic Lateral Sclerosis (ASL) menguap lebih banyak dari orang normal.

Orang yang memiliki penyakit darah rendah dengan tekanan darah 90/60 mmHg juga cenderung sering menguap yang diikuti pula dengan mengantuk. Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg. Selain sering menguap orang yang memiliki tekanan darah rendah juga sering pusing, cepat lelah dan penglihatan kabur.

Tekanan darah rendah membuat kurangnya darah yang dipompa dari jantung dan jika darah yang dipompa oleh jantung semakin sedikit maka semakin rendah tekanan darahnya. Akibatnya jantung atau otak kekurangan pasokan oksigen dalam darah sehingga membuat seseorang sering menguap, pusing dan lelah.

Kadang-kadang banyak menguap juga akibat reaksi dari terapi radiasi untuk kanker dan juga konsumsi obat-obatan seperti untuk pengobatan penyakit parkinson.

Beberapa antidepresan seperti paroxetine (Paxil) dan setraline (Zoloft) juga bisa menyebabkan menguap berlebihan. Yang menarik justru penderita skizofrenia (kelainan saraf) adalah orang yang jarang menguap.

Fakta penting lagi, hampir semua makhluk vertebrata selalu menguap. Bahkan janin manusia mulai menguap ketika berusia 11 minggu.

Menguap 1-4 kali dalam semenit. Jika mengalami gejala seperti ini sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Sumber: www.suaramedia.com

 

 


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel