Home » Info Sehat » Pengaruh Hormon Terhadap Kenaikan Berat Badan & Cara Mengatasinya

Pengaruh Hormon Terhadap Kenaikan Berat Badan & Cara Mengatasinya

Banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan setelah diet ketat dan olahraga rutin. Tapi tak sedikit pula yang kembali gemuk, bahkan bobot tubuhnya bertambah dua kali lipat.

Mempertahankan berat badan ideal memang lebih sulit daripada mendapatkannya, dan rata-rata orang menganggap ada yang salah dalam pola makan mereka. Padahal, penyebab kenaikan berat badan tak selalu karena pola makan yang salah, tapi juga reaksi yang dihasilkan oleh hormon-hormon dalam tubuh Anda sendiri. Apa saja pengaruh hormon terhadap kenaikan berat badan?

1. Hormon dapat Memperlambat Metabolisme
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Melbourne seperti dikutip dari Health Me Up, ditemukan fakta bahwa perubahan hormon yang terus terjadi selama setidaknya setahun menjalani diet penurunan berat badan dapat memperlambat metabolisme dan meningkatkan nafsu makan.

Berkurangnya lemak secara drastis dalam tubuh mengakibatkan turunnya tingkat hormon yang dihasilkan dari sel lemak (leptin) sehingga metabolisme tubuh ikut menurun dan mengakibatkan naiknya nafsu makan yang berujung pada kenaikan berat badan. Oleh karena itu, sangat disarankan mengurangi berat badan secara bertahap dan perlahan agar metabolisme tubuh tetap stabil.

2. Diet Tidak Dapat Mengalahkan Hormon yang Menaikkan Berat Badan
Orang yang melakukan penurunan berat badan secara drastis justru tingkat nafsu makannya akan naik. Hal tersebut terjadi karena pembakaran kalori yang lebih sedikit serta peran hormon dalam menciptakan rasa lapar.

3. Hormon pada Masa Pubertas atau Menopause
Tingkat hormon estrogen dan progesteron yang terus naik-turun selama masa pubertas atau menopause mengakibatkan berubahnya gaya hidup dan mengurangi aktivitas fisik karena rasa lesu yang dirasakan, sehingga memperlambat metabolisme tubuh yang kemudian mengakibatkan banyak wanita pada tahap tersebut cenderung mengalami kenaikan berat badan. Untuk itu, penting sekali untuk tetap menjaga gaya hidup yang aktif dan sehat selama masa pubertas atau menopause.

4. Hormon Genetik
Jangan khawatir jika Anda memiliki anggota keluarga bertubuh gemuk, karena walaupun bersifat genetik dan tidak bisa dikontrol secara mudah dengan diet namun hal tersebut dapat Anda hindari dengan cara yang benar. Caranya adalah dengan menjauhi makanan yang diproses seperti pasta, nasi putih, ataupun roti tawar karena dapat meningkatkan jumlah insulin dalam tubuh yang merupakan hormon penyebab kenaikan berat badan. Jika cara tersebut tidak berhasil, cobalah melakukan pemeriksaan hormonal yang berbasis tiroid untuk memastikan apakah hormonal dalam tubuh Anda seimbang atau tidak.

Sumber: Wolipop.com, Karina Mahardi

Note: Untuk melihat tehnik unik bagaimana diet tanpa diet dan tanpa harus olahraga, silahkan Anda KLIK DI SINI.

.

Rekomendasi Coklat yang Bisa Bikin Langsing

Aura – Coklat untuk Berat Ideal, Memperindah Payudara dan Menyehatkan Kulit!

Coklat Dach – Aura adalah terobosan baru dari Coklat Dach yang dirancang untuk menurunkan/menaikkan berat badan, memperbesar dan mengencangkan payudara, serta untuk menyehatkan kulit Anda dari dalam. Formula herbalnya yang mengandung fenugreek, fennel, teh hijau Matcha, extrak rumput laut, dan sebagainya, juga bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati osteoporosis, kanker, insomnia, gangguan hormonal dan stress. Kandungan antioksidan dan nutrisinya yang tinggi akan meningkatkan vitalitas dan sistem imun Anda.

Dengan Aura, Anda akan terlihat lebih cantik, lebih berisi, langsing dan juga sehat secara alami tanpa efek samping!

“Syukur, selama satu setengah bulan konsumsi Aura, sekarang berat badan sudah turun dari 69 kg jadi 58 kg.”

Vina, 38 tahun. Makassar

>> Baca Selengkapnya <<

.

Berat Badan Turun dengan Coklat Dach – Slimcho

Coklat hitam yang dikonsumsi secukupnya memang tidak bikin badan jadi gemuk dan ini sudah biasa. Tapi adakah coklat hitam yang malah MELANGSINGKAN bahkan tanpa efek samping? Ada, yaitu Coklat Dach – SLIMCHO!

Ini karena Slimcho mengandung:

1. Teh hijau Matcha dari Jepang yang bisa meningkatkan pembakaran kalori 35 hingga 43% sehingga efektif dalam membantu penurunan berat badan. Mengandung antioksidan 10 kali lebih banyak daripada teh hijau biasa dan asam amino theanine yang mampu menenangkan pikiran.

2. Ekstrak rumput laut yang mampu mengurangi penyerapan lemak hingga 75%. Ketika bercampur dengan air, serat rumput laut akan mengembang berkali-kali lipat sehingga kita akan merasa kenyang seharian.

Lezat, sehat, berat badan turun tanpa pantangan…

Manfaat: Untuk membantu turunkan berat badan dan mengatasi kolesterol tinggi, hipertensi, dan maag. Kaya antioksidan untuk mengatasi kanker.

“Berat badan saya turun 10 kg dalam 2 bulan, kolesterol membaik, dan asam urat sembuh berkat ngemil Coklat Dach – Slimcho secara rutin. Saya konsumsi Slimcho 6 butir sehari (pagi, siang dan malam 30 menit sebelum makan). Maag akut saya sembuh, kadar gula juga turun (normal) karena ada turunan diabet dari keluarga. Dulu saya susah mengendalikan nafsu makan, sehari bisa 5 kali, sekarang bisa sehari 2 kali.”

Kresnindra, 32 tahun. Denpasar – 081335188758 (kontak mohon malam saja/di luar jam kerja)

“Hebat, belum seminggu berat badan saya turun 2 kg dan maag saya juga hilang, tanpa olahraga dan tanpa pantangan/mengurangi makan. Saya juga merasa makin bertenaga sepanjang hari.”

Harun, 35 tahun. Jakarta

“Di hari kedua ngemil Slimcho saya jadi diare. Saya bingung kok bisa gitu ya? Selidik-selidik eh ternyata tubuh sedang ‘maksain diri’ bersihin dalam saluran cerna saya yang memang lagi ‘kotor’. Eh besoknya saya timbang berat badan saya dah turun 2 kg di hari ketiga! Padahal saya ngga ada pantangan makan lho.”

Sinta, 37 tahun. Malang

“Penasaran dengan Slimcho, saya coba-coba untuk konsumsi selama 1 minggu tanpa pantangan makan dan olahraga. Hasilnya bagus juga, dalam seminggu itu saya bisa turun 2 kg dari berat badan asal 65 kg turun jadi 63 kg.”

Andy, 30 tahun. Bali

>> Baca Selengkapnya <<

99 Total Views 1 Views Today
Tips Menghindari Malpraktek

Arsip Artikel