KONTRASEPSI: 5 FAKTA PENTING YANG PERLU ANDA KETAHUI

Di Amerika, hampir 29 juta wanita memakai beberapa jenis alat kontrasepsi, yaitu: sterillisasi, pil KB, kondom, suntikan hormon, implantasi, alat intrauterine (IUDs) dan alat kontrasepsi berbentuk sticker.

Jika Anda menggunakan kontrasepsi, keputusan akan metode apa yang digunakan bisa beraneka ragam dan sepertinya kebanyakan para wanita tidak diberikan informasi yang cukup akan pilihan mereka. Seperti misalnya, di Amerika, kebanyakan dokter meremehkan sistem kalender dan kontrasepsi alami lainnya sehingga tidak menganjurkannya. Kebanyakan wanita di Amerika, lebih dari 16 juta, memilih pil KB sebagai metode yang lebih diinginkan karena mereka tidak mengetahui pilihan lain yang lebih aman.

Di bawah ini adalah lima fakta penting yang bisa Anda pakai sebagai bahan pertibangan akan metode kontrasepsi manakah yang akan Anda pilih:

1. Kontrasepsi Hormonal adalah Hormon SINTETIK

Tubuh kita tidak dirancang untuk terekspos kepada hormon sintetik dan penggunaan dalam jangka panjang akan meningkatkan resiko menderita penyakit kronis.

Efek Samping Pil KB:
• Meningkatkan resiko kanker payudara
• Meningkatkan resiko kanker cervical (tengkuk/kuduk)
• Meningkatkan resiko kanker endromential.
• Meningkatkan resiko kanker kandungan.
• Tumor hati.
• Penggumpalan darah.
• Tekanan darah tinggi.
• Datang bulan yang tdk teratur.
• Keguguran.
• Sakit kepala.
• Migraen.
• Keram.
• Kembung.
• Mual-mua.l
• Infeksi vagina.
• Penyakit kantong empedu.
• Depresi mental.
• Kehilangan dorongan seksual.

Efek Samping Kontrasepsi Tempel (spt Koyo):
• Meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.
• Pendarahan tak teratur.
• Cacat mata.
• Tekanan darah tinggi.
• Mual-mual.
• Sakit kepala.
• Payudara lunak.
• Mood yang berubah-ubah.
• Keram selama menstruasi.
• Sakit perut.
• Iritasi kulit atau ruam di sisi kontrasepsi tempel.

2. Pil KB Dapat Menghabiskan Nutrisi-nutrisi Penting

Disamping daftar panjang efek samping yang ada, pil KB dapat menghabiskan nutrisi-nutrisi penting dalam tubuh Anda. Nutrisi-nutrisi tersebut yaitu:
• Vitamin B2
• Vitamin B6
• Vitamin B12
• Folic Acid
• Vitamin C
• Magnesium
• Seng

3. Ada Banyak Pilihan Lain yang Aman Dibandingkan Kontrasepsi Hormonal

Metode “Halangan”/kondom dan kalender menawarkan metode yang jauh lebih aman, walaupun lebih kurang nyaman dibandingkan kontrasepsi hormonal. Sistem kalender tidak memiliki efek samping dan tidak ada substansi beracun yang harus dimasukkan kedalam tubuh Anda. Saya merekomendasikan untuk supaya Anda mempelajari metode ini dari sumber yang bisa dipercaya dan jika menghindari kehamilan adalah keharusan, Anda bisa memakai metode kondom sebagai tambahan. Oleh karena metode alami dan aman ini ada, alangkah bijaksana jika Anda berhenti memakai kontrasepsi hormonal seperti misalnya pil KB sesegera mungkin.

4. Suntikan Hormone Depo-Provera Penuh dengan Komplikasi

Suatu studi pada bulan Mei 2004 menemukan bahwa pengguna Depo-Provera mengalami penurunan berat jenis mineral pada tulang, rata-rata 3% per tahunnya. Mereka yang terus disuntik Depo-Provera selama 2 tahun telah kehilangan berat jenis mineral tulang rata-rata 6%, dibandingkan dengan kehilangan 2% di antara para wanita yang menggunakan pil KB. Secara komparatif, para wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal secara rata-rata memiliki 2% peningkatan berat jenis mineral tulang dalam periode yang sama.

Disamping tulang keropos, suntikan Depo-Provera juga memiliki efek samping lainnya:
• Kegemukan.
• Sakit kepala.
• Pembengkakan dan pelunakan payudara.
• Penurunan hasrat seksual.
• Depresi.
• Perut kembung.
• Pembengkakan pada tangan dan kaki.
• Kecemasan.
• Keram perut.
• Pusing.
• Kecapaian.
• Keram kaki.
• Mual-mual.
• Iritasi pada vagina.
• Sakit punggung.
• Susah tidur.
• Jerawat.
• Sakit pinggang.
• Rambut rontok dan tidak subur.
• Ruam.
• Rasa sakit persendian.
• Sawan.
• Sakit kuning.
• Infeksi saluran kencing.
• Alergi.
• Pingsan.
• Kelumpuhan.
• Osteoporosis.
• Susah untuk kembali menjadi subur.
• Trombosa nadi yang dalam.
• Pulmonary embolus.
• Kanker tengkuk dan payudara.
• Pendarahan menstruasi yang tidak normal.
• Produksi ASI yang tidak diharapkan.
• Perubahan pandangan, koordinasi dan bicara.
• Pembengkakan pada muka, pergelangan kaki atau kaki.
• Mood yang berubah-ubah.
• Keletihan yang tdk wajar.

5. Spermisida dapat Menyebabkan Infeksi Ragi dan Infeksi Saluran Kencing

Spermisida adalah bahan kimia (biasanya nonoxynol-9 atau N-9) yang membunuh sperma dengan cara melarutkan membran luar mereka. Namun bagaimanapun juga, spermisida juga membunuh bakteri yang menguntungkan dan sel-sel kulit. Mengacaukan bakteri yang menguntungkan dalam vagina dapat membuat wanita jadi lebih rentan terhadap infeksi saluran kencing dan infeksi ragi.

Lebih lagi, berdasarkan laporan di tahun 2001 oleh World Health Organization, tidak ada bukti bahwa kondom yang dilumuri dengan nonoxynol-9 jadi lebih efektif dalam menanggulangi kehamilan atau infeksi dibandingkan dengan kondom yang dilumuri dengan silicon, dan kondom seperti itu seharusnya tidak lagi dianjurkan.

Artikel lengkap: www.mercola.com

Buat Akun Baru
Reset Password