Formaldehyde, Formalin di Sampo, Sabun dan Pasta Gigi Anda

Formaldehyde, Formalin di Sampo, Sabun dan Pasta Gigi Anda

Ahmad Dhani – Okezone

JAKARTA – Temuan mengejutkan diumumkan Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ). Produk sabun, sampo dan pasta gigi bermerek ternyata mengandung bahan formalin. Lantas produk apa saja itu?

Informasi yang diperoleh okezone, Jumat dari LKJ produk barang-barang tersebut adalah Pepsodent herbal, whitening dengan perlite, pencegah gigi berlubang; Formula Aksi Putih Sparking Whitening, Limited Idol Edition;

Sabun cair Lifebuoy (Deep Clean Bodywash Actifresh), sampo Lifebuoy (Anti Dandruff, Daily Care; sampo Clear yang active care anti ketombe, scalp oil control, hair fall defense; serta sampo Sunsilk strong & smooth, silky straight, clean & fresh, lasting black shine.

Lantas di mana bahan formalin itu bersembunyi? Jika Anda menelitinya, maka Anda akan menemukan kata-kata mengandung Formaldehyde. Yups, itulah nama lain dari formalin yang kita kenal.

Pihak Unilever selaku pabrik yang memproduksi produk-produk yang disebut mengadung formalin itu mengakui jika produknya mengandung formaldehyde. Namun, mereka mengklaim jika produknya menggunakan di bawah batas ambang penggunaan yang diperbolehkan.

“Semua bahan yang dipergunakan di dalam produk Unilever telah diketahui dan disetujui BPOM,” kata Manajer Komunikasi Internal PT Unilever Maria D Dwianto dalam rilisnya kepada okezone, Jumat (10/8/2007).

Dalam rilis tersebut disebutkan Pepsodent mengandung Formaldehyde sebesar 0,04 persen atau jauh di bawah batas yang diperbolehkan sebesar 0,1 persen.

Lifebuoy sabun cair jenis Deep Clean Bodywash Actifresh mengandung Formaldehyde sebesar 0,1 persen (yang diperbolehkan 0,2 persen). Sampo Lifebuoy mengandung 0,04 dari batas aman sekira 0,2 persen.

Sampo Sunsilk mengandung 0,04 persen bahan formaldehyde dari batas 0,2 persen yang diperbolehkan. Sementara untuk Sampo Clear juga mengandung 0,04 persen dari batas yang diperbolehkan 0,2 persen.

Meski masih di bawah batas yang diperbolehkan, PT Unilever mengakui jika produk-produknya menggunakan bahan formalin. (ahm)

PT Unilever: Penggunaan Formalin Dibenarkan

Nurfajri Budi Nugroho – Okezone

JAKARTA – PT Unilever yang memproduksi barang-barang konsumsi mengakui ada kandungan formalin dalam produk. Menurut perusahaan ini, penggunaan bahan kimia itu dibenarkan dalam produk perawatan tubuh seperti sampo, pasta gigi, dan sabun.

“Penggunaan formaldehyde (formalin) sebagai bahan pengawet diperbolehkan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, selama masih berada dalam batas yang diperkenankan,” jelas Maria D Dwianto, External Communications Manager PT Unilever Indonesia kepada okezone, Kamis (9/8/2007).

Pemakaian formaldehyde, sambung dia, telah dilakukan oleh industri consumer goods di berbagai negara selama bertahun-tahun. “Itu didukung dengan banyak penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan formaldehyde di dalam produk tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan manusia,” paparnya.

Dipaparkannya, peraturan pemerintah di negara-negara Uni Eropa dan ASEAN (EU Cosmetic Directive dan ASEAN Cosmetic Directive) memperbolehkan penggunaan formaldehyde di dalam pasta gigi sebesar 0.1%.

Sedangkan untuk produk sampo dan sabun masing-masing sebesar 0.2%. “Peraturan ini sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia,” imbuhnya.

Mengenai produk-produk Unilever, Maria menguraikan, Pepsodent mengandung formaldehyde sebesar 0.04%, atau jauh dibawah batas yang diperbolehkan.

“Menurut ketentuan BPOM, apabila kandungan formaldehyde di dalam pasta gigi tidak melebihi 0.05%, tidak perlu mencantumkan tanda peringatan ‘mengandung formaldehid’ pada penandaan,” urainya.

Sedangkan produk sampo Unilever mengandung formaldehyde sebesar 0.04% dan produk sabun cair Unilever mengandung 0.1% formaldehyde. “Keduanya berada jauh di bawah batas yang diperbolehkan,” terang Maria.

Dia juga mengatakan semua bahan yang dipergunakan di dalam produk Unilever telah diketahui dan disetujui oleh BPOM. (jri)

*sumber berita: okezone.com, August, 2007

Referensi: http://www.andarasfamily.com/2007/08/formaldehyde-formalin-di-sampo-sabun.html

Buat Akun Baru
Reset Password