Dokter RS Medistra Dilaporkan ke Polisi

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dokter Rumah Sakit Medistra dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Kamis (30/9) karena melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kerusakan organ tubuh pada seorang bayi yang baru lahir. Dokter tersebut dilaporkan secara pidana setelah pihak orang tua bayi bernama Dherens Kusmanto, setelah dua somasi tidak ditanggapi secara memuaskan.

Pengajuan dua somasi kepada Direktur rumah sakit tersebut, Dr. Susilawati, tidak membuahkan hasil karena rumah sakit bersikukuh, kejadian yang mengakibatkan patahnya tulang paha Dherens saat dilahirkan secara caesar, bukanlah kesalahan rumah sakit.

Dalam somasi yang diketahui Tempo pertemuan kedua setelah somasi pertama tanggal 3 September lalu, Direktur yang menemui Kusmanto, ayah Dherens mengatakan, kejadian yang menimpa Dherens adalah hal biasa. Ibu Dherens, Ana Kusmanto menjadi kesal karena pihak rumah sakit mengilustrasikan kejadian itu dengan kecelakaan mobil di jalan. “Kita masuk rumah sakit, sebelum bersalin harus bayar. Sementara kalau kecelakaan, kita tidak harus bayar kan?” katanya.

Sementara, rumah sakit juga mengatakan, ibaratnya perbaikan sebuah mobil di bengkel, walau sudah diperbaiki ada kemungkinan timbul kerusakan lain. Kusmanto yang didampingi kuasa hukumnya, Dandun Sampurno dan Hokli Lingga, sebenarnya hanya meminta agar rumah sakit mengurus anaknya yang dikatakan mengalami kecelakaan tersebut. “Kami cuma mau Dherens dirawat dan rumah sakit bertanggung jawab untuk itu,” katanya.

Dalam persalinan itu juga, Ana mengaku mendapat luka bakar di betis kirinya karena suatu alat untuk melakukan operasi caesar.

Janji dokter, bahwa kaki Dherens akan kembali normal setelah 2 – 3 bulan usianya, menurut Ana, tidak terbukti. Walaupun saat ini, dalam usianya yang akan tiga tahun, tanggal 9 Oktober mendatang, kakinya sudah bisa digerakkan, namun paha bayi itu masih nampak sebesar hampir dua kali paha kirinya.

Beberapa dokter yang dituntut adalah dokter bersalin Rama Chandra dan Linda, dokter anak Erik Gultom, serta dokter tulang Lutfi. Selain secara pidana karena dianggap melakukan kelalaian, rencananya, kata Hokli Lingga, mereka juga akan menggugat secara perdata, karena dianggap merugikan secara materiil akibat cacat yang diderita Dherens.

Yophiandi – Tempo, Kamis, 30 September 2004

Referensi: http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2004/09/30/brk,20040930-16,id.html

Buat Akun Baru
Reset Password