Jamkesmas Tak Biayai Transport Pasien Miskin

 

VHRmedia.com – Program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang dibuat Departemen Kehatan untuk melayani pasien miskin terganjal masalah sosial ekonomi. Meski diberi pelayanan pengobatan gratis, pasien miskin terkendala biaya transportasi berobat jalan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Departemen Kesehatan yang diwakili Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, LBH Jakarta, dan Komnas HAM, di kantor Komnas HAM Jakarta, Rabu (6/8). Pertemuan itu terkait pengaduan 36 pasien miskin yang mengaku ditelantarkan RSCM.

Wakil Ketua Bidang Internal Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan, dalam pertemuan itu disepakati adanya evaluasi sistem pelayanan kesehatan.  “Pertemuan ini lebih pada hak masyarakat untuk sehat. Tapi perlu juga evaluasi terhadap sistem Jamkesmas, karena ada masalah sosial ekonomi di belakang itu.”

Menurut dia, masalah kendala biaya rawat jalan pasien tentu bukan menjadi tanggung jawab rumah sakit. Rumah sakit hanya bertanggung jawab melayani kesehatan.

Komnas HAM akan meminta pemerintah daerah memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di daerah masing-masing. “Karena untuk keperluan obat dan segala macamnya sudah ada dalam Jamkesmas. Tidak mungkin rumah sakit membantu sosial ekonomi masyarakat,” ujar Ridha.

Solusi yang disepakati dalam pertemuan itu antara lain pasien yang secara medis dianggap tidak perlu rawat inap akan dipulangkan. RSCM akan memberi rekomendasi rawat jalan di rumah sakit daerah asal pasien.

Disepakati pula adanya pertemuan lanjutan tingkat pemerintah untuk membicarakan sistem rujukan dengan rumah sakit umum daerah dan evaluasi sistem Jamkesmas untuk menjamin hak atas kesehatan yang diatur konstitusi. “Permasalahannya  RSCM sebagai pusat rujukan dan tidak punya hak merujuk. Untuk itu diperlukan kerja sama yang baik agar RSUD tidak terlalu cepat merujuk pasiennya ke RSCM, karena keterbatasan tempat,” kata Ridha.

Pada 17 Juli lalu, 36 pasien miskin mengadu ke LBH Jakarta karena merasa ditelantarkan RSCM. Seorang pasien mengaku diperlambat mendapatkan obat karena tidak mempunyai biaya.

Direktur Utama RSCM Akmal Taher membantah keluhan tersebut. Menurut dia, RSCM tidak menolak pasien miskin karena masalah biaya. Sebagai rumah sakit pemerintah, RSCM tidak berhak menolak pasien miskin karena sudah ada anggaran khusus untuk membantu mereka. “Masalahannya, ruangan kami sedang direnovasi. Kami sudah memasang pemberitahuan. Tidak mungkin juga kami menampung. Karena setiap hari, setidaknya ada 500 pasien yang datang,” katanya.

Meski tidak dapat menampung pasien, RSCM menyatakan tetap memberikan pelayanan rawat jalan kepada para pasien. Menurut Akmal, dari 36 pasien yang menginap di kantor LBH Jakarta, hanya 7 orang yang benar-benar membutuhkan perawatan intensif. (E1)

Kurniawan Tri Yunanto, 6 Agustus 2008

 

Referensi: http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Jamkesmas-Tak-Biayai-Transport-Pasien-Miskin-2192.html

Buat Akun Baru
Reset Password