Pabrik Tahu Berformalin dengan Omzet Rp1,2 Miliar Digerebek

JAKARTA–MI: Pabrik tahu berformalin dengan omzet Rp1,2 miliar per bulan digrebek oleh Polda Metro Jaya. Sebanyak satu truk kosmetik mengandung mercuri tinggi yang memicu kanker juga disita. 

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Arman Depari membenarkan pihaknya menangkap pemilik pabrik tahu yang membuat makanan itu dengan formalin dan bahan berbahaya. Omzet pabrik tersebut mencapai Rp1,2 miliar lebih per bulan. 

“Dari pembukuannya, ia (pemilik pabrik) meraup omzet Rp1,2 miliar per bulan atau Rp40 juta per hari. Sedangkan pabrik yang satunya beromzet Rp720 juta per bulan, atau Rp24 juta per hari,” kata Arman.

Menurutnya, dua pabrik yang terletak di Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dan di Cipinang Muara III, Jakarta Timur, itu masing-masing menggunakan 3 hingga 4 ton kedelai per hari. 

Kedua pabrik dikelola sekaligus dimiliki oleh enam pengusaha, yaitu Wardi, Mundofar, Siman, Sutarno, Jecky Mulyawan, dan Tukino. 

Tersangka Jecky, katanya, ditangkap di pabriknya di Cipinang Muara. Sedangkan lima tersangka lainnya ditangkap di pabrik tahu di Jalan Mampang Prapatan. 

Dari lokasi di Mampang Prapatan disita 25 liter formalin yang dikemas dalam lima jerigen. Sedangkan dari Jalan Cipinang Muara disita 50 liter formalin, alat memproduksi tahu berformalin dan tiga mesin pembuat tahu. 

Berdasarkan pengakuan tersangka Jecky, kata Arman, tahu itu dibuat tanpa formalin dan dijual ke pasar. Kalau tahu tidak laku, akan dibawa kembali ke pabrik dan direndam dengan formalin. Setelah itu, baru dijual kembali ke pasaran. 

Sementara itu, satu truk berbagai jenis kosmetika seharga ratusan juta rupiah juga disita dan pemiliknya ditangkap. “Karena kosmetik itu mengandung mercuri yang tinggi dan memicu penyakit kanker,” ujar Kasat Obat Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Krisno Siregar. (San/OL-01) 

MediaIndonesia.com, Rabu, 10 September 2008 

Referensi: http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=Mjk0MjY=

 

Selain mengetahui fakta di atas, perlu diketahui juga perbedaan antara tahu berformalin dan tidak berformalin:


TAHU BERFORMALIN

1.     Bila dipegang/ditekan-tekan tahu terasa kenyal (tidak mudah hancur).

2.     Warna putih “butek” atau tidak cerah.

3.     Diberi formalin karena tahu tersebut tidak laku dan akan dijual lagi keesokan harinya.

4.     Setelah digoreng rasa tahu berbeda, sudah tidak terasa kedelainya. Bila dimakan rasanya kenyal.

 

TAHU TIDAK BERFORMALIN

1.     Bila ditekan-tekan terasa lembek dan mudah hancur.

2.     Warna putih bersih

3.     Setelah digoreng rasa kedelainya terasa dan tidak kenyal

 

Mengapa tahu-tahu tersebut diberi formalin? Ini dikarenakan alasan ekonomis, yaitu:

·         Tahu tidak laku dan besoknya dapat dijual kembali.

·         Pemakainnya gampang cukup dituangkan formalin ke dalam air tahu.

·         Harga pengawet formalin murah jadi tidak merugikan penjual tapi malah merugikan pembeli.

 

Buat Akun Baru
Reset Password