Awas, Parcel Kadaluarsa!

 

Jakarta: Jika Anda berniat mengirimkan parcel kepada sanak saudara atau sahabat menjelang Lebaran, pastikan barang yang dikirim tidak kadaluarsa. Pasalnya, sidak di beberapa kota menemukan makanan dan minuman kadaluarsa dalam parcel.

Dinas Perindusdustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang misalnya, kemarin menyidak gudang-gudang sebagai antisipasi penimbunan sembako. Aparat merazia sejumlah ritel penyedia parcel di kota itu.

Dari sekian banyak produk yang diambil secara acak, tim Disperindag Kota Malang menemukan sejumlah minuman kemasan yang sudah melewati batas kadaluarsa. Di antaranya minuman Buavita Orange Juice dan air mineral 2 Tang, serta beberapa kemasan makanan kotak maupun kaleng yang sudah rusak di Hero Sarinah.

Koordinator sidak Disperindag Kota Malang, Eva Nurdiana mengatakan, temuan ini akan ditindak lanjuti dengan memberitahukan pada pihak swalayan untuk sesegera mungkin menarik produk bermasalah tersebut dari rak display.

“Dalam waktu dekat, kami akan memantau ulang untuk mengecek apakah produk yang dimaksud sudah benar-benar tidak ada,” kata Eva di Malang baru-baru ini.

Begitu juga yang terjadi di Pamekasan, Jawa Timur. Sejumlah makanan dan minuman kadaluarsa ditemukan masih beredar bebas di swalayan dan toko di Kabupaten Pamekasan, Madura. Mamin kadaluarsa itu ditemukan Disperindag saat menggelar inspeksi mendadak (sidak).

Apa yang terjadi di Malang dan Pamekasan, tidak menutup kemungkinan terjadi di kota tempat Anda tinggal. Karena itu, Anda harus tetap hati-hati. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengimbau pihak pengelola dan pengusaha makanan dan minuman untuk tidak mengikutsertakan produk kadaluarsa pada barang yang akan diperdagangkan.

Ketua Harian Aprindo Tutum Rahanta, mengakui, yang benar-benar mengerti apakah suatu produk makanan atau minuman kadaluarsa atau tidak adalah pihak pedagang sendiri. Meski begitu, pihaknya mengharapkan pedagang jangan sampai menjual barang kadaluarsa, serta menaikkan harga yang sangat tinggi.

Himbauan tersebut, menurutnya, juga disampaikan pihak Aprindo kepada semua anggotanya. Hal tersebut diungkapkannya, menyusul kekhawatiran adanya pedagang nakal yang sengaja memanfaatkan momen lebaran ini untuk menyisipkan barang kadaluarsa. “Jauh-jauh hari kita sudah sampaikan ke anggota kami terkait hat itu,” katanya.

Sebelumnya, YLKI telah memberikan usulan kepada pemerintah untuk menyusun peraturan tentang pencantuman alamat produsen agar penerima dapat dengan mudah mengakses pembuat parcel tersebut.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih mengatakan, sejumlah produsen parcel di Jakarta telah mempraktekkan pencantuman label alamat beberapa tahun terakhir. “Hal-hal positif seperti itu seharusnya segera diikuti oleh produsen parcel yang lain,” katanya.

Setiap parcel atau bingkisan yang dikirimkan harus dilengkapi alamat dan nomor telepon produsen agar penerima lebih mudah menyampaikan keluhan jika ternyata bingkisan yang diterima tersebut tidak layak konsumsi.

“Kalau produsen parcel tidak mencantumkan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi selama 24 jam sebaiknya masyarakat tidak memilih produknya,” katanya. [E1]

INILAH.COM, Ahmad Munjin, 13/09/2008

 

Referensi: http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2008/09/13/49481/awas-parcel-kadaluarsa/

Buat Akun Baru
Reset Password