Kematian di Inggris Karena Malpraktek Kedokteran Naik 500%

Berdasarkan suatu laporan yang dipublikasikan oleh sebuah grup pengawasan pemerintah, kira-kira 1.200 orang meninggal di rumah sakit umum Inggris tahun lalu oleh karena kesalahan dalam memberikan resep dan obat-obatan.

Uraian sebuah laporan oleh Komisi Audit, kesalahan yang ada meliputi pemberian obat yang salah  (di satu kasus, seorang pasien kanker payudara telah diberikan obat tidur Temazepam, bukannya obat kanker Tamoxifen) , memberikan dosis yang salah untuk obat yang benar, dan juga meresepkan suatu obat yang dapat menimbulkan reaksi yang fatal. 

Berdasarkan laporan di atas, anggaran untuk kematian ternyata 5 kali lebih tinggi dibandingkan di tahun 1990.

Sebagai tambahan, ribuan pasien yang berhasil selamat dari kesalahan medis tiap tahunnya berangsur-angsur makin bertambah sakit dan membutuhkan perawatan lebih lagi dimana akan menambah pengeluaran ekstra bagi Layanan Kesehatan Masyarakat (National Health Service ).

“Layanan Kesehatan Masyarakat  mungkin telah menghabiskan $725 juta dalam setahun untuk memperbaiki kesehatan masyarakat  akibat malpraktek, dan itu belum termasuk beban moral bagi pasien,” ujar Nick Mapstone, salah satu dari penulis laporan tersebut.

Mapstone mengatakan bahwa kebanyakan dari malpraktek yang ada sebenarnya bisa dihindari dan diralat jika Layanan Kesehatan Masyarakat mensosialisasikan komputerisasi pada sistem catatan kesehatan pasien.

Sebagaimana sekarang, catatan kesehatan pasien seringkali tidak terbaca, tidak lengkap, atau hilang, menyebabkan dokter dan perawat mustahil untuk memiliki informasi yang akurat.

Pemerintah telah menjanjikan untuk mensosialisasikan komputerisasi pada sistem perawatan, dimana meliputi suatu standar nasional untuk sistem pemberian kode pada obat dan penggunaan barcode untuk mendukung perkembangan sistem pemberian resep secara elektronik di tahun 2005. Tapi Mapstone mengatakan bahwa ini mungkin tidak akan terealisasi sesuatu jangka waktu yang ditentukan

Menanggapi laporan tersebut, Dr. Trevor Pickersgill, juru bicara bagi komite dokter-dokter yunior dari the British Medical Association, mengatakan bahwa kurangnya pegawai di rumah sakit dan meningkatnya kompleksitas obat modern menyebabkan seringnya terjadi malpraktek.

“Jumlah obat-obatan meningkat terus sehingga keefektifan dan juga seringkali toksisitas obat-obatan meningkat, jumlah pasien yang memakai paket pengobatan beragam pun meningkat dan dengan demikian menaikkan resiko interaksi obat,” ujar  Dr. Pickersgill pada BBC.

“Kita juga harus ingat bahwa satu dari enam apotek yang ada di rumah sakit itu tidak lengkap dan dokter-dokter baru yang praktek di bangsal, beban kerjanya terlalu banyak, ujar  Dr. Pickersgill.

Sejumlah kasus tinggi yang terpublikasi mengenai malpraktek dalam beberapa bulan ini telah menjadi pokok utama. Di satu kasus, seorang pasien kanker pernah diberi resep suatu obat dengan dosis 1000 kali dari yang seharusnya!

Pada kasus lainnya, di Queen’s Medical Center Nottingham, seorang remaja penderita kanker dalam perawatannya menjadi koma dan meninggal karena obat kanker salah disuntikkan pada tulang belakangnya.

“Kejadian akhir-akhir ini di Queen’s Medical Center menggambarkan bagaimana tekanan pekerjaan dapat menyebabkan perawatan yang terbaik untuk pasien jadi diabaikan. “ Tulis laporan tersebut.

Jackie Glatter, juru bicara dari the Consumers’ Association, yang memperjuangkan hak-hak pasien, berkata: “Laporan tersebut menunjukkan sangat perlunya informasi yang detail dan jelas mengenai perawatan dan pengobatan bagi pasien, begitu juga dengan pasien rawat jalan.”

New York Times, Sarah Lyall, 20 Desember, 2001

 

Referensi: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2002/01/02/medical-errors-part-one.aspx

Buat Akun Baru
Reset Password