Waspadai Daging dan Produk Kadaluarsa!

 

JAKARTA:  Warga diimbau untuk waspada terhadap peredaran daging busuk dan produk kemasan yang sudah kadaluwarsa di pasar tradisional dan modern. Peredaran sejumlah komoditi yang sudah melewati batas penggunaannya itu rawan terjadi setiap menjelang lebaran.

“Masyarakat harus hati-hati membeli makanan siap saji dan produk kemasan yang dijual. Diduga banyak komoditi tidak layak dikonsumsi beredar di pasaran,” tegas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DKI Jakarta Nurachman, Kamis (11/9).

Peringatan ini, menyusul ditemukannya sekitar 80 jenis makanan kemasan dan makanan siap saji menggunakan daging busuk di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, Rabu dan Kamis (11/9).

Sehari sebelumnya, Rabu (10/9), Dinas Perindag DKI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pusat perbelanjaan terbesar di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tim sidak terdiri dari gabungan petugas Dinas Perindag, Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perindungan Masyarakat, Dinas Perikanan dan Peternakan DKI, serta kepolisian.

Tim menemukan puluhan produk makanan dan minuman kadaluarsa antara lain kroket Daging Sapi, Coco Pops, CP Fried chicken Wingotik, Hunt Tomatoes, Whipping Cream, dan bakso kemasan. Petugas juga menemukan sejumlah merek makanan dan minuman impor tanpa ijin beredar di Indonesia seperti makanan kaleng Assorted dan coklat Lindt dari Swiss, Ve-Tsin (Hongkong), dan susu Green Fields.

Daging busuk

Pada Kamis (11/9), tim Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat menemukan masakan siap saji yang diolah dari campuran daging ayam, sapi, bakso busuk di Kelurahan Kapuk, Cengkareng.

Darno (50), warga RT 04/07, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat yang sehari-hari bekerja sebagai tukang daging itu meracik daging busuk menjadi olahan masakan siap saji atau dikenal dengan istilah daging suwiran.

Bersama istrinya Yatmi, Darno memilah-milah daging yang diperoleh dari pemulung yang mengumpulkan daging bekas dari tempat sampah yang berada di pasar-pasar. Daging tersebut dicampur pewarna pakaian dan selanjutnya diolah menjadi makanan siap saji.

Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan menyusul datang ke lokasi penemuan masakan siap saji yang menggunakan daging busuk itu. “Ini perbuatan melanggar hukum karena membahayakan masyarakat banyak,” kata Djoko. Wali kota langsung menginstruksikan agar petugas melakukan sidak ke usaha makanan saji lainnya di wilayah Jakarta Barat.

Nurahman kecewa karena imbauan yang dikeluarkan sebelum memasuki bulan puasa, agar tidak menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa dan busuk, tidak digubris pedagang, pengelola pasar tradisional dan modern.

Menurut dia, pedagang dan pengelola pasar yang terbukti menjual makanan busuk dan produk kadaluarsa akan dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Ancaman hukuman lima tahun kurangan dan denda Rp 2 miliar. PIN,ONG

KOMPAS.COM, KAMIS, 11 SEPTEMBER 2008

Referensi: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/11/20550310/waspadai.daging.dan.produk.kadaluarsa

Buat Akun Baru
Reset Password