Diusut, Kikil dari Tas Bekas

BOGOR: Hati-hati membeli kulit sapi (kikil) di sejumlah pasar yang ada di Kota maupun Kabupaten Bogor untuk dibuat makanan olahan. Masalahnya, petugas Dinas Agribisnis Kota Bogor menemukan adanya indikasi kikil hasil limbah pembuatan sepatu atau tas yang sudah dicampur bahan (zat) kimia dijual bebas di pasaran.

Kikil dari bekas potongan pembuat sepatu atau tas itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung berbagai zat kimia, di antaranya timbal yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

Untuk lebih menguatkan temuan itu, pihak Dinas Agribisnis membawa sampelnya ke Laboratorium Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan (BPMPP Departemen Pertanian).

Hal tersebut diketahui ketika tim dari Dinas Agribisnis Kota Bogor, Selasa malam (16/9), melakukan razia terhadap sejumlah pedagang kikil dari kulit sapi yang dijual di beberapa pasar di Kota Bogor.

Kepala Dinas Agribisnis, Kota Bogor, drh Herlin Kresnaningsih, Rabu (17/9), mengatakan bahwa razia itu dilakukan terkait dengan adanya informasi penjualan kikil yang sudah tidak segar lagi.

“Meningkatnya permintaan pasar selama Ramadhan membuat para produsen bekerja serampangan sehingga kulit yang sudah disamak untuk dijadikan bahan tas dan sepatu, setelah direndam berbagai zat kimia, pun dijual di pasaran bebas,” katanya.

Di tempat terpisah, para pedagang mengaku Kikil dari kulit sapi didapat dari seseorang di daerah Bojong Gede. “Para pedagang membeli kikil tersebut dengan harga per kilogramnya sepuluh ribu rupiah. Kemudian dijual lagi ke konsumen dengan harga dua belas ribu per kilogramnya,” kata Jajang, pedagang kikil kulit sapi. (Tarwono)

Suara Karya Online, Kamis, 18 September 2008

 

Referensi: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=209616

Buat Akun Baru
Reset Password