Kikil Impor Berformalin Beredar di Kebumen

 

KEBUMEN – Hati-hati, kikil impor berformalin beredar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Terbukti, dari operasi gabungan petugas dari Dinas Perternakan Perikanan dan Kelautan (Peperla) dan Satpol-PP Kabupaten Kebumen, berhasil mengamankan sekira 30 kilogram kikil impor berformalin.

Kulit sapi kering yang mengandung bahan berbahaya itu diperoleh dari sejumlah pedagang daging di pasar Tumenggungan Kota Kebumen.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan, Kamis (4/9/2008) sekira pukul 05.00 Wib sempat mengagetkan para pedagang daging dan ayam di pasar Tumenggungan. Para petugas yang berjumlah sekira 10 orang tersebut mendatangi mereka secara tiba-tiba dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap dagangan mereka.

Penjual yang pertama didatangi adalah pedagang daging ayam. Petugas yang rata-rata dokter hewan tersebut mengecek kondisi fisik ayam yang dijual serta menanyakan harga per kilogramnya. Semula petugas tidak menemukan kejanggalan saat melakukan pengecekan. Karena ayam yang ditaruh di atas meja masih segar dan kondisinya bagus. Namun, petugas menemukan sekira 6 kilogram kikil di bawah meja seperti sengaja disembunyikan.

Kecurigaan petugas bertambah saat mengetahui kikil hanya dijual Rp13-14 ribu/kilogram. Padahal, harga normalnya lebih dari Rp50 ribu/kilogram.

“Ini bukan milik saya. Saya hanya dititipi Bu Kusnandar,” kata Tati, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Tumenggungan, Kamis (4/9/2008).

Berdasar kejanggalan itu, petugas gabungan yang dipimpin Kepala Dinas Peperla Djatmiko lalu melakukan deteksi formalin dan borak melalui uji kimia. Dan benar, kikil yang telah dibungkusi dalam plastik kresek tersebut positif mengandung formalin, bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Tanpa basa-basi, petugas Satpol-PP lansung menyita kikil tersebut serta kikil milik pedagang lain yang diduga juga mengandung formalin.

Ny Kusnandar yang datang ke Pasar Tumenggungan setelah 6 kilogram kikil miliknya disita, mengaku pasrah. Dia mengaku tidak mengetahui jika kikil dagangannya mengandung formalin yang membahayakan kesehatan manusia.

“Ini adalah kikil impor. Saya ambil dari H Parno. Katanya tidak ada formalinnya. Saya percaya saja,” kata Ny Kusnandar yang mengaku sudah bertahun-tahun berjualan kikil.

Setelah berhasil menemukan kikil berformalin, petugas lalu melanjutkan pengecekan ke kios daging Sapi. Namun di tempat itu tim dokter hewan tidak menemukan daging gelonggongan atau yang mengandung bahan kimia berbahaya. Rata-rata daging masih segar dan dalam kondisi baik.

“Di pasar Tumenggungan saya nyatakan bebas dari daging gelonggongan. Sebab daging sapi di Kabupaten Kebumen tidak ada yang impor. Semuanya dipotong dari RPH (Rumah Potong Hewan) Kebumen,” kata Kepala Dinas Peperla Kebumen Djatmiko.

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol-PP Kabupaten Kebumen Sugito mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan lebih lanjut dari para pedagang kikil yang mengandung formalin. Juga akan memanggil H Parno sebagai pengepul kikil Impor yang berada di Kelurahan Kembaran Kebumen. (Abdul Malik Mubarok/Sindo/mbs)

OKEZONE.COM, Kamis, 4 September 2008

 

Referensi: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/04/1/142934/kikil-impor-berformalin-beredar-di-kebumen

Buat Akun Baru
Reset Password