Satu Tewas Setelah Makan Mie Instan

 

Cirebon: Satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami perawatan di RSUD Gunung Jati, Cirebon. Tiga orang yang merupakan satu keluarga ini diduga mengalami keracunan dari mie instan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kejadian bermula saat sahur. Pada saat sahur, Sabtu (20/9), Ahsani, 36, warga Desa Suci Blok Sumur No 6 RT 2 RW 2 Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon memasak mi instan untuk keluarganya. “Saya masak dua bungkus sekaligus, untuk makan sahur suami dan dua anak saya,” katanya.

Ketiganya makan mi tersebut sekitar pukul setengah empat subuh. Sejam kemudian suami dan dua anaknya langsung merasa mual, pusing dan muntah-muntah. Karena semakin parah, Asep,12, seorang anaknya sempat dibawa ke seorang bidan yang ada di desanya. Namun karena tak kunjung sembuh, sekitar pukul 14.00 WIB ia pun segera dibawa Ahsani ke RSUD Gunung Jati. Sayangnya, nyawa nya tak tertolong dan ia meninggal sekitar pukul 18.30 WIB.

Sedangkan suami dan anak tertuanya, Alim,45, dan Arif,15, menyusul ke RSUD Gunung Jati karena kondisinya pun semakin parah. Hingga kini keduanya masih dalam perawatan di ruang X kamar 7 RSUD Gunung Jati. Sedangkan mayat Asep berdasarkan informasi yang didapat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) untuk dilakukan otopsi.

Ahsani, mengungkapkan pada Jumat (19/9) ia bersama keluarganya jalan-jalan ke Kota Cirebon. Setelah itu mereka pun mampir ke salah satu supermarket yang ada di daerah Jalan Karanggetas. Mereka pun membeli mi instan yang kemudian dimasak saat sahur. “Padahal tanggal kadaluarsa di bungkus mi itu masih lama,” tutur Ahsani. Tertulis tanggal kadaluarsanya adalah 24-05-09. Namun hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti penyebab keracunan yang diderita keluarga ini.

Ivansyah, TEMPO Interaktif, 21 September 2008

 

Referensi: http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2008/09/21/brk,20080921-136650,id.html

 

KOMENTAR AWAN

Sungguh disayangkan masyarakat kita belum banyak yang mengetahui bahwa mie kebanyakan mengandung banyak zat-zat berbahaya baik itu sebagai pengawet, pewarna maupun lilin yang mencegah mie untuk lengket satu sama lain. Zat-zat tersebut perlu waktu untuk dicerna selama lebih dari 2 hari bahkan ada yang lebihdari seminggu baru bisa diakumulasi.

Bagaimana jadinya jika Anda setiap hari mengkonsumsi mie baik itu karena alasan terburu-buru dengan pekerjaan atau karena alasan ekonomi? Manfaat yang didapat sebenarnya tidak sebanding dengan resikonya dalam jangka panjang. Anda bisa menuai kanker hati atau usus dalam jangka panjang.

Kondisi mie 100 tahun lalu, sungguh berbeda dengan mie zaman sekarang. Dulu mie tidak dicampur dengan lilin, pengawet maupun pewarna makanan (agar kuning). Akan susah bagi kita untuk menemukan mie “alami & sehat” seperti 100 tahun lalu. Saya pribadi tidak suka mengkonsumsi mie karena alasan kesehatan. Terus bagaimana jika terlanjur keracunan?

Jika Anda atau orang yang Anda kenal keracuan makanan, ada beberapa yang bisa dilakukan:

  • Beri satu gelas air kelapa 300 ml dicampur dengan 1 sendok garam tradisional (jangan garam meja), diminum sebanyak mungkin (jadi bisa lebih dari 300 ml jika mampu), karena air kelapa berkhasiat untuk mengatasi keracunan makanan dan garam tradisional akan memberikan elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Setelah itu konsumsi minyak kelapa atau VCO satu sendok makan tiga kali sehari dan hindari susu formula atau makanan dan minuman yang manis-manis untuk sementara waktu.
  • Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan penderita untuk muntah.
  • Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. 
Buat Akun Baru
Reset Password