Minum Urin Sendiri, Jantung Adi Batal Di-Bypass

 

Ady Surya (53) tak lagi jijik meneguk air seninya sendiri. Berkat air seni itu ia terbebas dari penyakit jantung koroner.

Pada sekitar bulan Oktober 2000, Ady Surya mengalami serangan jantung akut.

Gejalanya lemas, tidak ada kekuatan untuk berjalan. “Saat itu badan rasanya tidak karuan, napas tersengal-sengal. Tapi alhamdulillah, saya diberi fisik yang cukup kuat, sehingga masih bisa jalan seperti biasa,” katanya.

Berikut ini penuturan Ady selengkapnya:

“Oleh istri, saya dibawa ke dokter 24 jam di dekat tempat tinggal kami. Ketika itu dokter menyarankan agar saya masuk rumah sakit untuk dirawat karena tak mungkin dibawa ke rumah lagi. Saat itu juga istri langsung membawa saya ke rumah sakit Harapan Bunda, yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal kami.

Di ruang Unit Gawat Darurat, saya langsung diperiksa secara intensif. Dari hasil pemeriksaan itu, saya dinyatakan positif terkena serangan jantung akut. Menurut istri, ketika itu dokter memberikan obat di bawah lidah, infus, serta mengadakan beberapa macam tes lain, termasuk pemeriksaan darah lengkap. Hasilnya, dokter mengharuskan saya masuk ke ruang ICU.

Setelah mendapat perawatan secara intensif selama 5 hari, keadaan saya berangsur membaik. Atas saran beberapa dokter dan kenalan, saya diminta pindah ke RS Jantung Harapan Kita. Setelah pindah ke rumah sakit itu, saya menjalani pemeriksaan lengkap kembali. Hasil pemeriksaan itu mengharuskan saya tetap tinggal dirawat di rumah sakit, bahkan harus menjalani kateterisasi. Hasil kateterisasi, terdapat tiga pembuluh darah jantung yang tersumbat dan kadarnya sudah mencapai 90 persen.

Saat itu, berdasar pertimbangan Dr. Munawar, dokter di RSJ Harapan Kita, saya harus menjalani operasi bypass. Karena terbentur oleh pendanaan, istri saya memohon kepada dokter agar diberi waktu untuk kembali dan menjalankan operasi tersebut. Ketika itu dokter memperbolehkan, tetapi tidak boleh lebih dari enam bulan. Istri menyimpulkan bahwa umur saya tidak lebih dari 6 bulan pada saat itu. Namun, kenyataannya umur di tangan Allah.

Istri berusaha mencari informasi ini dan itu dari teman-temannya yang berprofesi sebagai dokter maupun dari teman sekantornya. Suatu ketika teman kantornya menyarankan untuk membeli buku Urine Therapy di toko buku Gramedia. Karena tekad dan kemauan untuk sembuh, saya mulai menjalankan dan mencoba meminum air seni sendiri di pagi hari sebanyak satu gelas.

Syaratnya ketika itu saya harus menghentikan konsumsi berbagai macam obat. Pada mulanya memang terjadi penolakan berupa muntah-muntah, tidak sanggup menelan. Namun, karena tekad untuk sembuh sangat besar, saya terus minum urin.

Walhasil, selama tiga tahun berturut-turut tanpa henti minum urin sendiri, saya masih diberi umur panjang. Lebih menggembirakan lagi, saya dinyatakan sembuh oleh Prof. Dr. Jose Roesma, dokter terakhir yang memeriksa kondisi kesehatan jantung ini. Katanya, pemeriksaan EKG menunjukkan hasil baik…”

Kompas Cybermedia, 24 November 2004

 

Referensi: http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0411/24/123357.htm

Buat Akun Baru
Reset Password