Tidur Cukup untuk Menghindari Diabetes

Seringkali, tidur lima jam atau kurang, bahkan juga sembilan jam atau lebih tiap malamnya, bisa meningkatkan resiko Anda terkena diabetes.

Setelah menyelidiki lebih dari 70.000 wanita tanpa diabetes selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur lima jam atau kurang tiap malam lebih cenderung memiliki gejala-gejala diabetes dibandingkan wanita yang tidur tujuh atau delapan jam tiap malamnya.

Disamping itu, wanita yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malamnya cenderung memiliki gejala-gejala diabetes lebih besar 35%.

Selama penelitian, yang dimulai di tahun 1986, sebanyak 1.969 wanita mulai terkena diabetes dan nampak gejala-gejala diabetes terbanyak pada mereka. Para peneliti belum bisa memastikan kenapa tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit berhubungan dengan diabetes, walaupun suatu teori melibatkan leptin, suatu hormon yang berperan penting dalam memberikan signal alami bagi tubuh untuk stop makan/rakus.

Tidur terlalu sedikit akan mengurangi tingkatan leptin, sehingga bisa mengakibatkan berat badan bertambah dan berkembangnya diabetes. Jika para peneliti tidak menyertakan faktor obesitas, tidur terlalu sedikit tidak berhubungan dengan diabetes, yang berarti bisa disimpulkan bahwa pola tidur tidak secara langsung mempengaruhi diabetes melalui cara menyebabkan penambahan berat badan.

Teori lainnya yang menyebutkan mengapa tidur teralu banyak juga meningkatkan resiko diabetes adalah orang yang tidur terlalu banyak cenderung memiliki kecenderungan kesehatan umum yang buruk. Mereka juga biasanya mengalami “sleep apnea”, yaitu suatu kondisi yang mencegah seseorang untuk bisa tidur nyenyak tapi juga membuat orang ingin tidur lebih banyak karena merasa lelah. Disamping itu, sleep apnea bisa meningkatkan resiko terkena diabetes.

Referensi: Diabetes Care February, 2003;26:380-4

 

Buat Akun Baru
Reset Password