Sayuran Turunkan Risiko Katarak

Jakarta: Perempuan yang mengkonsumsi sejumlah sayuran berdaun gelap yang kaya akan lutein danzeaxanthin, tampaknya punya perlindungan lebih baik terhadap perkembangan katarak.

Demikian dinyatakan di dalam jurnal Archives of Opthalmology. Para peneliti menguraikan hipotesis oksidatif yang menjelaskan bahwa radikal bebas dapat merusak protein lensa mata dan membran sel, serta nutrien dengan kemampuan antioksidan mampu melindungi terhadap perubahan ini.

Dipercaya bahwa vitamin E, vitamin C, beta karoten, lutein, dan zeaxanthinadalah antioksidan efektif. Lutein dan zeaxhantin merupakan satu-satunya karotinoid yang ada dalam lensa mata manusia.

Zat itu melindungi manusia dari katarak dengan menyaring cahaya biru yang merusak. Karotenoid adalah pigmen alami larut lemak yang ditemukan dalam tanaman tertentu.

William G Christen, Sc D. dan tim dari Brigham & Woman’s Hospital and Harvard Medical School, Boston, melihat data diet 35.551 perempuan profesional kesehatan yang menjadi bagian dari Women’s Health Study yang dilakukan pada 1993. Perempuan ini dimonitor selama rata-rata 10 tahun. Diet perempuan yang mengalami katarak dibandingkan dengan diet perempuan yang bebas katarak.

Peneliti melaporkan bahwa 2.031 perempuan yang menjadi katarak selama periode 10 tahun. Mereka memisahkan perempuan menjadi 5 kelompok, tergantung bagaimana banyaknya lutein dan zeaxanthin yang dikonsumsi.

Temuan mereka sebagai berikut:

Perempuan yang mengkonsumsi sekitar 6,716 mikrogram lutein danzeaxanthin (kelompok atas) per hari punya kecenderungan 18% lebih rendah berkembang menjadi katarak dibandingkan perempuan yang mengkonsumsi 1,177 mikrogram per hari (kelompok bawah).

Yang mengkonsumsi vitamin E tertinggi dari makanan/suplemen, kira-kira 262,4 miligram tiap hari, punya 14% lebih rendah kemungkinan menjadi katarak, dibandingkan 20% konsumen terendah yang mengkonsumsi 4,4 miligram per hari. [L1]

 

INILAH.COM, 16/09/2008

Buat Akun Baru
Reset Password