Mengapa Dokter Seringkali Mengesampingkan Efek Negatif Obat?

 

Kekhawatiran pasien akan efek samping obat seringkali dikesampingkan oleh dokter mereka, berdasarkan hasil survey atas 650 pasien yang mengkonsumsi obat anti kolesterol yang dikenal sebagai statin.

Obat statin, seperti misalnya Lipitor dan Zocor, adalah obat umum yang memiliki berbagai efek samping berbahaya, termasuk kerusakan hati, masalah pada otot, perubahan memori dan keinginan, dan lain-lain. Dalam kasus masalah pada otot, jika efek samping ini tidak disadari, ia kan berkembang menjadi kondisi yang lebih fatal lagi yaitu rhabdomyolysis.

Meskipun begitu, pasien yang merespon survey tersebut mengatakan bahwa mereka telah berinisiatif untuk mendiskusikan efek samping obat dengan dokter mereka, namun ketika mereka melakukannya:

  • 47 persen mengatakan dokter mereka mengesampingkan masalah otot atau otak yang ada dan berkata itu tidak berhubungan dengan obat yang dikonsumsi.
  • 51 persen dengan efek samping sakit pada saraf atau disebut peripheral neuropathy mengatakan bahwa dokter mereka menyangkal hubungan gejala tersebut dengan obat yang dikonsumsi.
  • 32 persen mengatakan bahwa dokter mereka menyangkal hubungan antara gejala-gejala yang ada dengan obat statin.
  • 29 persen mengatakan bahwa dokter mereka tidak membenarkan atau pun menyangkal hubungan antara gejala yang ada dengan obat statin.

Bukannya menanggapi keluhan pasien mengenai obat yang diresepkan, banyak dokter malah mengkambinghitamkan “proses penuaan normal” atau bahkan sepenuhnya menyangkal gejala yang nampak. Disamping tidak menaruh perhatian pada kesehatan pasien, ketidakpedulian terhadap efek samping berat obat-obatan juga dilakukan oleh FDA (Food and Drugs Administration) dengan pencantuman “tidak ada laporan efek samping dari pasien”, padahal tidak benar demikian. Efek samping obat telah dilaporkan di bawah dari jumlah aktual yang ada sekitar 90 sampai 99 persen, berdasarkan salah satu ahli di Harvard Medical School, dan FDA dengan berat menerima laporan keamanan suatu obat jika obat tersebut meroket penjualannya di pasaran.

Oleh karena itu, hasil survey menyimpulkan bahwa FDA telah lalai dalam memperhatikan efek samping obat karena para dokter tidak “melihatnya” pada pasien mereka.

Pencetus penelitian percaya bahwa efek samping statin bukanlah satu-satunya yang tidak diperhatikan atau diabaikan.

Mereka menilai bahwa banyak efek samping obat lainnya juga tidak diperhatikan dan diabaikan. Para peneliti mengkalkulasi bahwa kecenderungan para dokter mengesampingkan efek samping obat adalah karena pengaruh kuat kampanye marketing mengenai manfaat obat yang diheboh-hebohkan dan menyembunyikan efek sampingnya.

Drug Safety August 2007 30(8):669-675

Reuters August 28, 2007

Washington Post August 28, 2007

Buat Akun Baru
Reset Password