Obat Dokter dan Obat Kuat Pria Bisa Menyebabkan Impotensi

j3pcrjffz8JAKARTA: Bagi anda yang biasa meminum obat atau jamu untuk menambah vitalitas. Sebaiknya berhati-hati. Pasalnya dalam penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) obat tersebut dapat menimbulkan kebutaan, bahkan impotensi permanen.

Ketua BPOM Husniah Rubiana Thamrin mengungkapkan BPOM telah melakukan penelitian hingga 13 November kemarin. Dari penelitian tersebut terungkap 22 obat dan jamu obat kuat pria mengandung bahan kimia berbahaya.

Hal tersebut diungkapkan Husniah dalam jumpa persnya di Gedung BPOM, Salemba, Jakarta, Jumat (14/11/2008).

Zat kimia yang terkandung dalam ke-22 obat tersebut adalah Sildenafil Sitra dan Tadalafil. Jika manusia mengkomsumsi obat yang mengandung Fildenafil Sitrat dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dyspepsia, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, perinitis (radang hidung, infarak mio kard, nyeri dada, denyut jantung cepat, dan kematian.

Sedangkan obat yang mengandung tadalafil dapat menyebabkan nyeti otot, pusing, sakit kepala, mual, diare, nyeri abdomen, dyspepsia, nyeri punggung, muka memerah, hidung tersumbat, fotosensitifitas, kehilangan potensi seks permanen.

Zat kimia tadalafil ini bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan darah, pasokan oksigen, aliran darah ke jantung menurun, nyeri dada, irama jantung tak stabil, dan stroke.

Berikut nama produk obat kuat pria dan pabrik yang memproduksinya:

  1. Blue Moon, produksi PT Fasific Care Indonesia, Jakarta. (registrasi dibatalkan).
  2. Caligula-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu Air Madu, Magelang. (registrasi dibatalkan).
  3. Kobra X-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu PJ Ragil Sentosa, Cilacap. (registrasi fiktif)
  4. Hwang Di Shen Dan-Impor PT Multi Usaha Sentosa. (registrasi dibatalkan).
  5. Kuat Tahan lama -serbuk. Produksi PD Jamu Moro Sehat, Banjarnegara.(registrasi fiktif).
  6. Lak Gao 69. Produksi Pabrik Jamu Jaya Sakti Mandiri, Semarang
  7. Lafaria- Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  8. Mata Gold, Produksi PT Paramitra Media Perkasa, Jakarta.
  9. Manovel (impor). Produksi PT Sari Sehat Q.Capung Indah Abadi, Magelang.
  10. Okura. Produksi PT Herbalindo Sukses Makmur Tangerang
  11. Otot Madu. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  12. Rama Stamina. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  13. Tanomale-Produksi PT Pyridam Farma, Cianjur
  14. Sari Madu-Kapsul- Produksi Pabrik Jamu Sari Madu Murni. (registrasi fiktif).
  15. Stanson (impor). Produksi PT Rajawali Sukses, Jakarta.
  16. Sunni Jang Wang Xeong Ying Dan-Pil, (impor). Produksi PT Cahaya Pil Teknologi Farmasi, Jakarta.
  17. Sunni Jang Wang Xeong Ying- kapsul- Produksi PT Cahaya Pil Teknologi.
  18. Teraza. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  19. Top One-Kapsul-Produksi Pabrik Jamu Paladiva, Solo.(registrasi fiktif)
  20. Tripoten. Produksi PT Dexsa Medica, Palembang
  21. Urat Perkasa-kapsul- Produksi Pabrik Jamu SM Jaya, Cilacap.
  22. Ju-mex. Produksi CV Mega Maju Mekar, Jakarta.

Sumber: okezone.com, 14 November 2008

Waspadalah, Obat Dokter Juga Menyebabkan Impotensi Bahkan Kematian!

Saya semangat jika mendapati BPOM melakukan tugasnya dengan baik dalam melindungi masyarakat, yaitu mengurangi peredaran obat-obatan dan makanan yang membahayakan kesehatan masyarakat. Namun di luar aktivitas BPOM yang cukup baik melayani masyarakat, saya menyarankan kepada masyarakat untuk juga waspada terhadap segala jenis obat-obatan kimia yang ada di apotek, termasuk yang diresepkan oleh dokter. Dan ini semua lolos dari pengawasan BPOM!

Dari semua jenis obat-obatan kimia yang ada, 98% memiliki efek samping yang berbahaya, yaitu mengakibatkan sensitif terhadap cahaya, hipertensi, kerusakan hati, kerusakan ginjal, kanker, tumor, impotensi, penurunan daya tahan tubuh, sakit kepala, peningkatan candida, kejang-kejang, alergi, sakit jantung, demam, mual, muntah, sembelit, dan masih banyak lagi lainnya.

Bukti untuk semua efek samping di atas ada pada brosur pemakaian obat itu sendiri. Disamping itu, bukti lainnya adalah meningkatnya jumlah orang yang sakit dikarenakan efek samping obat.

Jadi alangkah lebih baik jika 98% obat-obat kimia dokter ditarik dari peredaran dan diganti dengan obat alternatif dan suplemen alami.

Alam ciptaan Tuhan masih jauh lebih baik dibandingkan obat kimia buatan manusia. Alam sangat jarang bahkan hampir tidak memiliki efek samping negatif ketika dijadikan obat. Selain itu obat alami tidak merusak lingkungan ketika dibuang, lain halnya dengan obat kimia yang telah mencemari air dan tanah kita.

Jangan Tertipu dengan Iklan dan Tampilan Luar

Dalam dunia marketing saya belajar banyak tentang sugesti, hipnotis dan manipulasi pikiran. Iklan-iklan obat yang memberi banyak janji, kemasan obat yang menarik, penjual yang rapi, penonjolan tekhnologi mutakhir, dan penampilan dokter yang terlihat bersahaja, sangat mempengaruhi persepsi dan kesan masyarakat akan suatu obat yang dijual.

Semuanya secara bawah sadar memberikan sugesti yang menghipnotis kita bahwa “obat inilah solusi paling tepat buat Anda!”

Tapi sebenarnya, itu semua hanyalah ilusi belaka. KIta bisa belajar dari apa yang telah terjadi di luar negeri, dimana di Amerika (negara maju) perbandingan dokter menyebabkan kematian adalah 9.000 kali dibandingkan pemilik senjata api! Selain itu dokter juga menjadi penyebab kematian utama ke tiga melebihi kasus kecelakaan, perang, pembunuhan, dan bencana alam. Terdapat 250 ribu jiwa meninggal tiap tahunnya di Amerika oleh karena dokter konvensional, padahal Amerika adalah negara yang sangat maju tekhnologinya. Bagaimana dengan Indonesia?! Kejadian sekitar kita pun telah menunjukkan bahwa kasus malpraktek jauh lebih banyak terjadi pada pengobatan konvensional dibandingkan alternatif.

Fakta dan sejarah adalah bukti yang lebih bisa dipercaya dibandingkan iklan obat, penampilan luar, dan penelitian ilmiah yang bisa dimanipulasi.

Apa sampai di sini Anda masih lebih percaya bahwa obat kimia lebih manjur dibandingkan alam ciptaan Tuhan?

Buat Akun Baru
Reset Password