Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear dan Kolposkopi

img_3469bDi Amerika Serikat, setiap wanita berusia 35 tahun ke atas memiliki resiko 2-3 kali lipat untuk menderita Kanker mulut rahim (serviks) dan perubahan sel pada mulut rahim atau Cervical Dysplasia. Pap Smear atau Papanicolaou test, mulai dikampanyekan secara rutin di tahun 1990-an perhimpunan Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan karena angka kejadian kanker mulut rahim yang meningkat. Dan penelitian menunjukkan penurunan komplikasi dan peningkatan angka harapan hidup dengan deteksi dini melalui pap smear.

Apakah pap smear itu?
Pap Smear adalah pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop.

Pap Smear adalah tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker. Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Pemeriksaan Pap smear tidak dianjurkan pada wanita hamil, wanita yang mengkonsumsi obat-obatan atau pil KB. Anda sebaiknya menghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tub, selama 24 jam sebelum pemeriksaan, untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan pap smear saat menstruasi sebaiknya dihindari, karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil pap smear. Kosongkan kandung kemih anda sebelum pemeriksaan. Penggunaan obat-obatan tertentu harus dihindari karena dapat mempengaruhi hasil pap smear, seperti kolkisin, estrogen, podofilin, progestin, Perak Nitrat, zat-zat komposisi dalam rokok.

Mengapa Pap Smear perlu dilakukan?
Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.

Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal. Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

1. Jinak (bukan kanker), dokter umumnya menterapi anda sebagai infeksi DAN meminta anda untuk melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear; ATAU hanya melakukan kontrol ulang saja.

2. Prekanker (menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal), biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks. Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks. Walaupun hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, yaitu : partner seks lebih dari satu, memulai aktivitas seksual sebelum usia 18 tahun, memiliki anak sebelum usia 16 tahun, menderita Penyakit Menular Seksual (PMS), terutama infeksi HIV atau Human Papilloma Virus.

3. Ganas (kemungkinan kanker)

Apakah Kolposkopi itu?

Kolposkopi adalah pemeriksaan untuk melihat permukaan serviks dengan memasukkan “teropong” bernama kolposkop ke dalam liang vagina. Alat ini menggunakan mikroskop berkekuatan rendah yang memperbesar permukaan seviks sampai dengan 10-40 kali dari ukuran normal. Pembesaran ini membantu mengidentifikasi daerah permukaan serviks yang menunjukkan abnormalitas.

Pemeriksaan kolposkopi dilakukan di atas meja pemeriksaan ginekologis. Pada kolposkopi, serviks dioles dengan larutan kimia (asam asetat) untuk mengingkirkan lendir yang meliputi permukaan serviks. Setelah area abnormal terlihat, kolposkop diposisikan pada mulut vagina dan seluruh permukaannya diperiksa. Gambar permukaan serviks bisa didokumentasikan dengan kamera kecil tersebut. Jika ditemukan area yang abnormal, sampel jaringan akan diambil dengan menggunakan alat biopsy kecil. Beberapa sampel dapat diambil sesuai besar ukuran area yang mengalami abnormalitas.

Tidak ada persiapan khusus sebelum kolposkopi. Sebelum pemeriksaan, anda diminta untuk mengosongkan kandung kemih dan saluran cerna. Anda tidak dianjurkan untuk melakukan pencucian vagina dengan cairan apa pun atau melakukan hubungan seksual dalam 24 jam sebelum pemeriksaan.

Hasil Kolposkopi yang normal berupa permukaan serviks yang rata dan berwarna merah muda. Hasil Kolposkopi yang abnormal berupa “kutil” pada daerah serviks (human papilloma virus), perubahan jaringan prekanker, dysplasia serviks, keganasan dalam serviks dan keganasan yang invasif. Kolposkopi dapat digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap kelainan prekanker dan melihat perkembangan terapi. Kolposkopi dapat melihat pola abnormal pembuluh darah, bercak-bercak putih pada serviks, peradangan, erosi atau pengerutan jaringan serviks. Semua ini menunjukkan perubahan kanker. Jika pemeriksaan kolposkopi atau biopsy tidak menunjukkan penyebab abnormalitas dari Pap Smear, dianjurkan untuk melakukan pengambilan jaringan yang lebih luas.

Sedikit bercak perdarahan dapat terjadi selama 1 minggu setelah pemeriksaan. Hindari hubungan seksual, pencucian vagina dan penggunaan tampon selama 2 minggu untuk memberikan kesempatan luka biopsy untuk menyembuh. Jika perdarahan terjadi cukup banyak atau terjadi selama lebih dari 2 minggu, atau jika anda mengalami tanda-tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau dan berwarna keruh), segera berkonsultasi kembali dengan dokter. Mengingat efektivitas Pap Smear dan Kolposkopi yang sangat tinggi untuk deteksi dini perubahan sel serviks dan risiko yang sangat rendah, segeralah melakukan pemeriksaan skrining tersebut, sesuai anjuran dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan. Kanker Serviks, no way! (Yunita Maslim)

Sumber: TanyaDokterAnda.com, 29 Juni 2007

Buat Akun Baru
Reset Password