Ex-Smokers: Jauhi Alkohol, Perbanyak Sari Jeruk

419smokingAda satu kabar baik bagi para ex-smokers, atau mantan perokok, bahwa setelah Anda membulatkan tekad untuk berhenti merokok (perlu Anda ketahui tidak ada yang dapat lebih bijak selain tindakan Anda ini), dan kebiasaan baru ini bisa Anda pertahankan setidaknya selama dua tahun, maka Anda mempunyai kesempatan besar menendang jauh segala macam risiko penyakit akibat merokok.

Bahkan begitu Anda berhenti merokok, manfaatnya bisa langsung Anda rasakan. Tahukah Anda, hanya setahun setelah berhenti merokok, risiko Anda untuk menderita penyakit jantung tinggal separuh, dan setelah dua sampai tiga tahun, risiko Anda akan hampir sama dengan mereka yang tidak pernah merokok. Dahsyat kan?

Bayangkan risiko untuk menderita penyakit-penyakit maha mengerikan lain, misalnya emfisema, bronkitis, dan kanker, juga berkurang. Selain itu, berdasarkan pengalaman para ex-smokers mereka merasa lebih muda, selain lebih bersemangat, lebih tahan dan lebih kuat.

Tentu saja berhenti merokok tidak semudah membalik telapak tangan, berdasarkan penelitian yang dilakukan baru-baru ini, godaan bagi mantan perokok untuk kembali menyalakan rokok-nya masih akan tetap muncul selama sepuluh tahun kemudian.

Biasanya, antara 60-90 persen mantan perokok, akan kambuh lagi dalam satu tahun pertama setelah berhenti. Namun yang mengejutkan diantara mereka yang mampu bertahan hingga satu tahun kemudian, hanya 15 persen mantan perokok yang kembali pada kebiasaan lamanya. Demikian hasil penelitian Dr. Elizabeth A. Krall dari Boston University School of Dental Medicine di Massachusetts.

Riset yang dilakukan selama hampir 35 tahun terhadap 483 perokok juga menemukan bahwa mantan perokok yang mampu menahan godaan untuk merokok selama dua tahun, risiko untuk kambuh hanya 2-4 persen. Dan risiko ini akan berkurang tinggal 1 persen setelah Anda mampu menahannya selama sepuluh tahun.

Kaitannya dengan Kopi dan Alkohol

Penelitian ini juga memasukkan faktor-faktor lain seperti konsumsi kafein dan alkohol. Ternyata risiko kambuh pada mantan perokok lebih besar terjadi pada mereka yang mengkonsumsi lebih dari enam cangkir kopi perhari, atau menenggak lebih dari lima gelas alkohol setiap harinya.

Alkohol ternyata berperan besar dalam menentukan seseorang akan kambuh merokok atau tidak. Nyatanya , godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika Anda pergi ke bar atau kafe, kata Dr Douglas E. Jorenby PhD, koordinator kegiatan klinis di Center for Tobacco Research and Intervention di University of Wisconsin.

“Bagi banyak orang , kalau tangan yang satu memegang minuman (alkohol atau kopi), tangan yang lain harus memegang rokok. Oleh sebab itu jauhi dulu bar atau kafe selama setidaknya dua minggu pertama setelah berhenti merokok,” sarannya.

Kecuali itu, alkohol melemahkan kemampuan Anda dalam memilah-milah mana yang benar dan mana yang salah serta dalam bertahan terhadap godaan, termasuk merokok.

Sebaliknya, sering-seringlah pergi ke perpustakaan dan tempat-tempat umum lain yang melarang orang merokok. “Orang yang berhenti merokok tidak usah bersumpah tidak akan ke bar atau kafe lagi, tetapi berdasarkan pengalaman kami, tempat itu mengundang risiko tinggi bagi Anda, kecuali bila Anda telah berhasil mengatasi keinginan untuk merokok,” kata Dr Jorenby.

Minum Sari Jeruk

Ada bermacam-macam strategi yang dapat Anda gunakan untuk menolong diri sendiri , misalnya membuat tangan tetap sibuk, mengunyah wortel ( ini juga kalau Anda suka) , menghela napas panjang di udara segar, minum air putih atau bahkan menghadiahi diri sendiri.

Salah satu cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis diantaranya adalah minum sari jeruk.

Bagian paling sulit, dari cara berhenti langsung dan menyeluruh menurut Doug Dollemore, dan Mark Giuliucci dalam buku Age Erasers for Men, adalah ketika Anda harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin dan ini bisa berlangsung selama satu atau dua pekan.

Akan tetapi, Anda akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti mudah tersinggung, cemas, bingung, sulit konsentrasi dan sulit tidur akibat penghentian asupan nikotin secara jauh lebih cepat apabila Anda banyak meminum sari jeruk selama masa itu.

Hal itu, karena sari jeruk membuat urin Anda lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari tubuh Anda, kata Thomas Cooper D.D.S, seorang peneliti ketergantungan nikotin dan dosen ilmu kesehatan mulut di University of Kentucky di Lexington. “Selain itu,” tambah Dr Jorenby, “Rasa jeruk dalam mulut bisa membuat Anda merasa bahwa rokok tidak enak.”

Kenaikan Berat Badan

Apa yang terjadi setelah berhenti merokok? Setelah Anda berhenti merokok , umumnya orang mengalami kenaikan berat badan sampai dua setengah kilogram, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta. Ya, tapi apalah ruginya naik dua setengah kilogram, kalau Anda berhasil menendang risiko terkena kanker paru-paru.

Tetapi, penambahan berat badan ini dapat dicegah melalui diet yang cermat dan pengelolaan stres. Sesungguhnya, ada sebagian orang yang justru mengalami penurunan berat badan setelah berhenti merokok, tapi memang dibutuhkan sedikit usaha.

Bagi banyak laki-laki, demikian Dr Jorenby, berhenti merokok hanya sebagian dari program untuk menyehatkan diri secara keseluruhan yang meliputi olahraga teratur dan perbaikan pola makan.

Jangan sekali-sekali Anda percaya iklan yang mengatakan bahwa rokok dapat membantu mengendalikan berat badan selain membuat orang tampak lebih ceria. Sudah pasti rayuan iklan tadi tidak benar, karena belakangan ini perokok cenderung kurang disukai dalam pergaulan dan acara-acara penting, jadi bagaimana mungkin bisa merasa ceria?

Sedangkan dalam kaitan dengan berat badan, adalah kebohongan luar biasa besar, mungkin benar nikotin bisa membuat selera makan Anda berkurang , sehingga perokok makan dengan porsi lebih kecil. Akan tetapi karena kurang berselera, kata Doris Abood, Ed D, profesor pendidikan kesehatan di Florida State University di Tallahassee, maka para perokok cenderung mencari makanan lezat yang umumnya mengadung kalori dan lemak tinggi. (Reuters Health, ZRP)

Link referensi: http://www2.kompas.com/health/news/0203/13/022237.htm

Buat Akun Baru
Reset Password