Awas, “Diet Soda” Lebih Merusak Dibanding yang Reguler!

Hati-hati dengan iklan di TV! Banyak sekali produk-produk minuman yang ditawarkan ke kita sebenarnya berbahaya untuk kesehatan. Salah satunya iklan mengenai diet soda (soft drink tanpa gula). Sangat banyak bukti-bukti ilmiah yang mengungkapkan bahwa mengkonsumsi diet soda secara teratur akan membahayakan kesehatan kita. Yang menjadi sasaran iklan-iklan ini bukan Anda sebagai orang dewasa, tapi juga anak-anak Anda yang tercinta!

.

Bagaimana Soda Merusak Kesehatan Anda

Tahukah Anda bahwa 1 kaleng minuman bersoda (atau juga soft drink) mengandung 10 sendok teh gula?! Ini berarti 100% melebihi batas takaran yang dianjurkan per harinya. Dalam 20 menit setelah meminum soda, kadar gula darah Anda akan naik dengan cepat. Sesudah itu, organ hati Anda merespon dengan produksi insulin yang ada dan merubah gula yang ada menjadi lemak. 

Dalam 40 menit, tekanan darah tinggi Anda akan naik, sehubungan dengan tubuh Anda telah menyerap semua kafein yang terkandung dalam soft drink. Dan sebagai hasilnya, hati Anda juga makin menyalurkan gula lebih banyak lagi ke dalam aliran darah.

Sesudah kira-kira satu jam, Anda akan mengalami “kecanduan gula/karbohidrat”, yang dimana akan membuat Anda jadi ingin mengkonsumsi lagi soft drink, minuman manis, atau mengkonsumsi lainnya terus-menerus sepanjang hari.

Juga merupakan fakta yang telah terbukti bahwa  gula menaikkan kadar insulin Anda, yang tidak hanya menyebabkan Anda menjadi gemuk, tapi juga menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sakit jantung, diabetes, penuaan dini dan masih banyak lagi efek samping negatif lainnya. Gula memiliki 76 cara untuk merusak kesehatan Anda!

Peminum soda juga memiliki resiko kanker lebih tinggi. Dalam suatu penelitian disebutkan pula bahwa soda bisa mengakibatkan kerusakan DNA  oleh karena sodium benzoate, yaitu zat pengawet yang biasanya ada dalam kebanyakan soft drink, mampu “mematikan” fungsi vital dari DNA Anda. Hal ini menyebabkan munculnya beberapa penyakit seperti misalnya cirrhosis  hati dan Parkinson.

Jika Anda ingin menghemat biaya kesehatan Anda, menghindari soda atau soft drink adalah tindakan yang bijaksana.

.

Hati-hati! Diet Soda Justru Lebih Parah Lagi!

Anda harus ingat, walaupun diet soda tertulis “tanpa kalori” pada kemasannya, pemanis yang ada adalah dari pemanis buatan, dimana lebih berbahaya dibandingkan pemanis biasa pada soda reguler.

Pemanis buatan seperti misalnya aspartame, dapat menyebabkan disfungsi insulin. Selain itu aspartame juga memiliki kandungan zat beracun yang tidak ada di gula alami. Dalam 166 artikel mengenai aspartame yang dipublikasikan oleh jurnal-jurnal medis, dari 91 persen penelitian independen, 84 penelitian dari total 92, ditemukan adanya kejadian membahayakan kesehatan yang diakibatkan oleh aspartame.

Penelitian-penelitian sebelumnya akan aspartame telah mengidentifikasi adanya sifat merusak syaraf. Dalam suatu penelitian, 7 monyet diberi susu dengan aspartame. Satu monyet mati, lima lainnya menderita kejang-kejang hebat. Penelitian-penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa asam aspartic, yaitu salah satu komponen utama aspartame, mengakibatkan kerusakan otak bayi tikus.

Tidak hanya kebanyakan pemanis buatan itu beracun bagi tubuh Anda, tapi mereka juga meningkatkan resiko Anda terhadap obesitas. Jadi, diet soda lebih merusak dibandingkan soda reguler/biasa. Hampir satu dekade yang lalu, beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa pemanis buatan dapat:

  • Merangsang nafsu makan/minum Anda.
  • Meningkatkan kecanduan akan karbohidrat.
  • Menstimulasi penimbunan lemak dan kegemukan.

Anda mungkin berkata, “Jika memang berbahaya, kenapa di semua negara tidak dihentikan saja produksinya?” Ya.. memang seharusnya demikian. Tapi ironisnya, hal seperti ini serupa dengan rokok, dimana kita semua tahu dan telah terbukti secara ilmiah bahwa rokok SANGAT tidak baik buat kesehatan. Tapi memang karena “dasar konsumennya yang bandel” ditambah “uang yang berbicara”, produksi rokok pun berlanjut sampai sekarang.

Link referensi: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2009/01/20/the-obesity-tax-proposal-a-good-idea-or-a-waste-of-time.aspx


Artikel Terkait:

Bahaya Pemanis Buatan Aspartame Tak Kalah dengan Formalin

Cola Merapuhkan Tulang

76 Cara Gula dapat Merusak Kesehatan Anda

Minuman Buah juga Bisa Menyebabkan Diabetes

Buat Akun Baru
Reset Password