Perusahaan Obat “Melobi” dengan Uang untuk Mempengaruhi Pemerintah

para pelobiPara pelobi perusahaan obat di Amerika Serikat menghabiskan lebih banyak uang lagi untuk bisa mempengaruhi pejabat Konggres, pemerintah negara bagian, dan bahkan pemerintah asing supaya mendapat kelonggaran dalam peraturan harga pasar dan aturan lain mengenai obat-obatan dokter.

Berdasarkan terkuaknya dokumentasi rahasia, diketahui bahwa Perusahaan Pembuat dan Peneliti Obat Amerika atau PhRMA (Pharmaceutical Research and Manufacturers of America), menghabiskan setidaknya 150 juta dollar di tahun 2004. Ini berarti kenaikan budget 23% dari tahun lalu yaitu 121,7 juta dollar.

Perdebatan mengenai biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran obat dan manfaatnya terus berlanjut, padahal para pemimpin pejabat Konggres telah memberitahukan bahwa mereka hendak memfokuskan manfaat obat pada kaum manula dan merekonstruksi kembali asuransi kesehatan.

PhRMA juga berencana untuk menghabiskan 1 juta dollar untuk melobi kaum cendikiawan ekonomi supaya berbicara dipihak mereka melawan pengaturan harga obat dipasaran.

Untuk anggaran fiskal yang dimulai pada tanggal 1 Juli 2003, perusahaan obat merencanakan anggaran sebesar 72,7 juta dollar untuk melobi pejabat ditingkat federal, “menembak” langsung ke Konggress; 4,9 juta dollar untuk melobi Food and Drug Administration (BPOM-nya Amerika); dan 48,7 juta dollar untuk melobi ke tingkat negara bagian.

Sebagai tambahan, telah disiapkan anggaran sebesar 17,5 juta dollar untuk melawan pengaturan harga obat dipasaran dan untuk melindungi hak paten di luar negeri.

Selain itu juga disiapkan anggaran untuk merubah sistem kesehatan Kanada dan usaha untuk menghalangi harga obat murah bagi pelanggan online di Kanada. Kanada menawarkan asuransi kesehatan kepada semua warganya tapi membatasi harga obat-obatannya.

Sejak tahun 1999, staff pelobi federal di PhRMA telah bertambah 4 kali lipat, yaitu dari hanya 5 staff kemudian menjadi 20 staff.  PhRMA berencana untuk menghabiskan 5 juta dollar untuk staff pelobi di tingkat federal dan 3,1 juta untuk kedepannya mempertahankan lebih dari 60 staff pelobi di 50 daerah.

PhRMA juga berencana untuk menganggarkan 12,3 juta untuk mengembangkan koalisi  dan persekutuan strategis dengan para dokter, para pasien, universitas-universitas, dan para anggota terkemuka di beberapa grup minoritas.

Sumber: The New York Times, June 1, 2003

 

Berita dari New York Times di atas adalah contoh betapa kita harus berhati-hati dengan bisnis “menjual dan merawat penyakit” dari perusahaan obat yang bekerjasama dengan komunitas medis konvensional dan pemerintah. Berita di atas terjadi pada Amerika, tapi kejadian seperti ini juga terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Keuntungan pribadi akan lebih diutamakan dibandingkan kesehatan Anda. Itulah mengapa kita seringkali mendengar kata-kata, “Sehat itu mahal”. Ya, memang mahal, jika pengobatannya dari medis konvensional. Dan tragisnya adalah, sudah mahal, malah memiliki banyak efek samping dan kurang manjur.

Itulah konsekuensi yang akan kita dapat jika lebih mempercayai obat-obatan kimia buatan manusia yang dijual mahal (karena demi keuntungan pribadi) dibandingkan alam ciptaan Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma dan jauh lebih manjur (karena Dia mengasihi kita).

Berhati-hatilah dengan segala jenis iklan obat di tv, majalah, internet, koran, dan media massa lainnya, karena iklan-iklan tersebut menghabiskan uang banyak demi keuntungan perusahaan dan disinilah “manipulasi dan penipuan” berawal.

Artikel Terkait:

Perusahaan Rokok “Membayar” Penelitian Kanker Paru-Paru

Apakah Dokter Anda telah DISUAP oleh Perusahaan Obat?

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!