Stress Masa Kanak-Kanak Dapat Membahayakan Kesehatan Pada Saat Dewasa

221childhood1Pengalaman masa kanak-kanak yang penuh dengan tekanan hidup dapat menimbulkan dampak jangka panjang negatif bagi kesehatan anak, bahkan dampak kesehatan yang mungkin sangat sulit sekali untuk bisa diatasi.

Hasil temuan ini berasal dari suatu penelitian yang mengungkapkan adanya kerusakan sistem imun pada orang dewasa, dimana sejak kecil mereka mengalami penganiayaan fisik atau tekanan hidup di panti asuhan, dibandingkan dengan orang dewasa lainnya yang tidak pernah mengalami pengalaman hidup tersebut. Hasil temuan ini dipublikasikan oleh University of Wisconsin-Madison pada tanggal 26 Januari 2009 di Proceedings of the National Academy of Sciences.

“Walaupun lingkungan anak-anak ini telah berubah, secara fisik mereka tetap merespon stress. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan pembelajaran dan sikap mereka, serta menurunnya sistem imun juga dialami oleh anak-anak ini,” ungkap Seth Pollak, profesor psikologi dan pediatric di UW-Madison.

Sebagai direktur Child Emotion Laboratory di UW-Madison Waisman Center, Pollak memfokuskan pada bagaimana pengalaman hidup di masa kanak-kanak dapat mempengaruhi perkembangan anak bersangkutan. Dalam penelitian ini ia bekerjasama dengan rekan kerjanya yang juga seorang profesor di Wisconsin, Chris Coe, yang adalah seorang ahli di bidang psikologi.

“Sistem imun tidak ditetapkan begitu saja sejak awal kelahiran,” ungkap Coe. “Sel-sel memang ada tapi bagaimana mereka akan berkembang dan bagaimana mereka akan diatur, sangat dipengaruhi oleh lingkungan awal Anda dan juga bagaimana Anda dibesarkan.”  

Pollak dan Coe, ketika mengevaluasi tingkat sistem imun diantara orang dewasa yang pernah mengalami stress biasa dan tak biasa di masa kanak-kanak, mendapati adanya tingkat antibodi yang tinggi melawan virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1).

Rata-rata dua per tiga warga Amerika memiliki virus ini dalam tubuh mereka, yang bisa menyebabkan borok pada kulit. Orang-orang dengan sistem imun sehat dapat mengendalikan virus ini dan jarang memperlihatkan gejala. Dan biasanya hanya pada saat mengalami stress dan sakitlah sistem imun mereka mulai menurun. Orang-orang yang sistem imunnya turun akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan atau melawan HSV-1 dan dengan demikian mereka memproduksi antibodi untuk melawan virus yang aktif ini.  

Coe menjelaskan, “Pada saat stress atau di saat sistem imun tidak berfungsi sebagaimana mestinya, virus herpes mulai aktif.”

Kelompok orang dewasa yang memiliki catatan masa lalu pernah mengalami penganiayaan fisik dan tekanan hidup yang tidak biasa di lingkungan tempat tinggalnya, memiliki tingkat antibodi HSV-1 yang tinggi, yang berarti bahwa sistem imun mereka telah bermasalah.

Hasil temuan mengejutkan lainnya adalah kelompok lain dalam penelitian yang pernah dibesarkan di panti asuhan Romania, Rusia, atau Cina sebelum mereka diadopsi oleh keluarga Amerika, juga memperlihatkan kerusakan pada regulasi sistem imun mereka.

“Mereka mengawali masa kanak-kanak dalam lingkungan yang penuh tekanan hidup, tapi sekarang mereka sudah dewasa dan selama kurang lebih satu dekade, mereka akhirnya hidup dalam lingkungan yang stabil, berkecukupan, dan penuh kasih sayang. Namun demikian, sistem imun mereka tetap bermasalah,” ujar Pollak.  

Nah, informasi di atas mengenai efek stress di masa kanak-kanak terhadap sistem imun, sangat perlu diketahui dan diwaspadai oleh para orangtua dalam membesarkan anak-anak mereka. Ketika para orangtua salah mendidik anak-anak dengan kekerasan berlebih, hal ini kelak bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan anak-anak mereka.

 

Link referensi: http://www.sciencedaily.com/releases/2009/01/090126173606.htm

Buat Akun Baru
Reset Password