Kesaksian: Pasca Transplantasi Ginjal

Jacob Jopie Ayal, 67 Tahun. Jakarta

Pada pertengahan tahun 2001, saya mengidap hipertensi dan asam urat. Dalam kurun waktu 3 bulan, saya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, antara lain Rumah Sakit Polri, Rumah Sakit Kramat Jati, Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Sumber Waras dan Rumah Sakit Medistra.

Berdasarkan hasil tes, tidak ada pilihan lain selain melakukan cuci darah. Oleh karena itu sejak Maret 2002 sampai dengan Agustus 2002, saya menjalani cuci darah secara teratur dan mendapat suntikan untuk meningkatkan kadar Hb saya. Saya harus membayar Rp 1.150.000 setiap kalinya. Untunglah seluruh biaya tersebut ditanggung oleh kantor saya.

Saya berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Polri dan dia menyarankan untuk melakukan transplantasi ginjal di Cina. Pada september 2002, saya pergi ke Guang Zhou, Cina untuk menjalani transplantasi ginjal di Rumah Sakit People of China. Operasi tersebut berjalan lancar dan menghabiskan biaya sebesar 300 juta rupiah.

Sepulangnya dari Cina, saya menjalani perawatan di bawah pengawasan Dr. Bimanesh Sutarjo dan menghabiskan biaya sebesar 4.7 juta rupiah.

Kemudian teman saya, Ir. Dwi Agus Sudjud mengenalkan saya dengan produk HD dan meyakinkan saya untuk mencoba propolis, Pollenergy, dan Royal jelly. Pada saat saya menghubungi sesama penerima transplantasi ginjal, saya mengetahui bahwa setelah menjalani transplantasi mereka menderita hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan asam urat.

Setelah diperhatikan, ternyata semenjak operasi dan mengonsumsi produk HD, saya tidak pernah mengalami gangguan-gangguan tersebut. Nafsu makan saya bertambah dan badan saya terasa lebih sehat. Kini, saya mengurangi dosis obat dokter dari 4 macam menjadi 2 macam dan mengonsumsi produk HD secara teratur.

Produk yang digunakan: Bee Propolis, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid

Buat Akun Baru
Reset Password