Soft Drink Berbahaya; Mitos atau Fakta?

softdrinkCukup banyak orang-orang meragukan pernyataan bahwa soft drink seperti Coca-Cola, Pepsi, dan lain-lain  itu berbahaya bagi kesehatan. Mereka meragukannya karena mungkin sampai sekarang ini BELUM (bukan berarti tidak akan) melihat atau merasakan efek negatif soft drink bagi tubuh mereka sendiri. Untuk mengetahui kebenarannya, mari kita simak beberapa hal berikut.

Artikel di Conectiqe.com; Cola Merapuhkan Tulang

Sebuah penelitan yang dilakukan Dr. Kathereine L. Tucker, dari Universitas Tufts di Boston menyimpulkan bahwa perempuan yang mengkonsumsi minuman cola setiap hari memiliki kepadatan mineral tulang (Bone Mineral Density, BMD) rendah di bagian pinggul, dibandingkan dengan perempuan yang hanya minum cola sekali dalam satu bulan.

Penelitian yang melibatkan 2500 responden orang dewasa tersebut, sebelumnya sudah dilakukan untuk gadis remaja yang memiliki kecenderungan tinggi mengkonsumsi soft drink, dan ditemukan gadis yang banyak mengkonsumsi minuman cola memiliki BMD yang relatif rendah.

Kemudian para peneliti mengukur BMD di tulang belakang dan titik pada pinggul terhadap 1.423 perempuan dan 1.125 laki-laki yang menjadi responden penelitian penyakit osteoporosis. Meskipun tidak menemukan keterkaitan secara langsung antara soft drink dengan BMD, para peneliti menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi cola lebih sering mengalami penuruan BMD secara drastis. Dan, cola mengandung phosphonic acid yang menghalangi penyerapan kalisum oleh tulang dan meningkatkan pengeluaran mineral.

Masih ingin minum cola? Pikir sekali lagi….

Sumber: conectique.com 

Email tentang Kegunaan Coca-Cola dan Pepsi

Telah tersebar dimana-mana bahwa Coca-Cola bisa kita pakai untuk membersihkan toilet, membersihkan karburator mobil, menghilangkan titik-titik karat dari bumper chrome mobil, membersihkan korosi dari terminal aki mobil, melonggarkan baut yang berkarat menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian, dan juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil. Keasaman dan kandungan kimia pada Coca-Cola disebutkan dalam email tersebut seolah-olah sama saja dengan larutan pembersih kimia. Jadi diambillah kesimpulan bahwa meminum Coca-Cola adalah tindakan berbahaya bagi sistem pencernaan kita.

Dalam email itu juga disebutkan bahwa PH rata-rata dari soft drink, antara lain Coca-Cola & Pepsi adalah 3,4. Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang! Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urin tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua Kalsium yang larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal. Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

Disebutkan juga bahwa ada seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati. Bayangkan apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan lapisan perut kita yang halus!

Nah, pernyataan-pernyataan negatif mengenai soft drink ini apakah hanya mitos atau fakta?

Untuk Mengetahui Mitos atau Fakta, Kenapa Tidak Bereksperimen Sendiri?

Ada beberapa pengunjung DS (Healindonesia) yang meragukan artikel-artikel saya yang negatif tentang soft drink dan meminta saya untuk melakukan eksperimen sendiri. Sebenarnya saya agak malas untuk membuktikannya sendiri lewat eksperimen pribadi karena DARI LOGIKA ilmu pengetahuan sudah sangat jelas bahwa soft drink memang berbahaya bagi kesehatan kita. Disamping itu, saya belum memiliki lab sendiri dengan fasilitas yang lengkap terlebih lagi jadwal saya sangat padat.

Tapi akhirnya saya menyerah juga dan mau menuruti keinginan mereka untuk supaya saya melakukan eksperimen sendiri. Eksperimen-eksperiman yang saya lakukan sangatlah sederhana dan jika Anda masih tidak puas dan tidak percaya dengan kesimpulan ekperimen pribadi saya, silahkan Anda mencobanya sendiri di rumah.

Untuk membuktikan apakah benar keasaman dan kandungan kimia pada Coca-Cola sama saja dengan larutan pembersih kimia, yang berarti berbahaya bagi sistem pencernaan jika kita meminumnya, saya mencoba membersihkan lantai dan kamar mandi saya dengan Coca-Cola. Dan memang benar, hasilnya cukup bersih sama dengan jika saya memakai larutan kimia pembersih lantai!

Saya mencoba melakukan ekperimen sederhana untuk mengetahui efek Coca-Cola pada tulang dan gigi, apakah benar ia bisa melarutkan keduanya dengan sangat cepat. Saya kesulitan untuk menemukan DENGAN CEPAT tulang dan gigi manusia, jadi saya cari alternatif PRAKTIS-nya dengan memakai tulang ayam, kerangka kadal, dan tengkorak cicak karena struktur molekul atau kimiawinya sama.

Pada eksperimen pertama saya memakai tulang ayam yang sudah DIGORENG (sehabis makan ayam, saya teringat untuk melakukan eksperimen). Saya masukkan tulang ayam goreng ini ke dalam botol yang berisi Coca-Cola. Sampai sekarang, yaitu kurang lebih 4 bulan,  tulang tersebut tidak larut-larut juga.

Eksperimen kedua saya memakai kerangka kadal UTUH yang saya temukan dipinggir jalan, kering TERKENA SINAR MATAHARI. Saya masukkan kerangka kadal kering ini ke dalam botol berisi Coca-Cola. Dalam waktu 2 minggu, kerangka ini larut sepenuhnya.

Eksperimen ketiga saya memakai tengkorak cicak yang dengan hati pilu saya terpaksa membunuh satu cicak dan menguliti kulit dan dagingnya supaya bisa melakukan eksperimen ini (oh, cicak maafkan saya). Setelah saya kuliti, tengkorak ini langsung (tanpa harus dikeringkan di bawah sinar matahari dan tanpa digoreng) saya masukkan ke dalam botol berisi Coca-Cola. Hanya dalam waktu 4 hari, tengkorak ini larut sepenuhnya.

Nah, apa yang saya pelajari di sini adalah apa yang dikatakan oleh artikel di atas adalah suatu kebenaran, yaitu Coca-Cola memang melarutkan tulang dan gigi dengan cepat. Tapi tingkat pelarutan ini tergantung dari KEADAAN tulang atau gigi tersebut. Apabila keduanya masih dalam keadaan segar, yaitu tidak dikeringkan di bawah sinar matahari dan tidak digoreng, hanya diperlukan waktu beberapa hari saja bagi Coca-Cola untuk  melarutkannya. Jika keduanya telah dikeringkan oleh sinar matahari, struktur molekul atau kimiawinya berubah, sehingga perlu waktu 2 minggu bagi Coca-Cola untuk melarutkannya. Jika tulang atau gigi berada dalam keadaan telah digoreng, keduanya tidak dapat dilarutkan oleh Coca-Cola.  Bukankah tulang kita YANG MASIH HIDUP ini berada dalam keadaan segar (tidak dikeringkan dan tidak digoreng)?!

Pelajaran tambahan dari eksperimen sederhana ini adalah makin matang atau kering makanan yang kita makan, makin susah pula tubuh kita untuk bisa mencerna makanan tersebut. Diperlukan banyak enzim untuk bisa mencerna makanan yang digoreng dibandingkan makanan setengah matang, apalagi yang masih segar tanpa dimasak.

Jika Anda masih belum percaya dengan kesimpulan saya ini, silahkan melakukan eksperimen sendiri. Mengadakan eksperimen sendiri cukup adalah kegiatan yang menarik, menantang, dan menyenangkan untuk dilakukan. [Awan]

Artikel Terkait:

Kegunaan Coca Cola & Pepsi

Cola Merapuhkan Tulang

Buat Akun Baru
Reset Password