Sains Holistik Modern Jauh Lebih Unggul Dibandingkan Medis Konvensional

5.30fruithealthDalam artikel ini Anda akan mendapatkan pemahaman dasar perbedaan antara sains holistik modern dengan sains medis konvensional. Mengetahui perbedaan ini saya percaya akan membantu Anda untuk MEMILIH pengobatan mana yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk orang-orang yang Anda kasihi, karena salah memilih bisa mengakibatkan malapetaka bahkan kematian dipihak Anda.

Sebelum melangkah lebih jauh lagi, ingin saya jelaskan bahwa artikel ini bukanlah media yang saya pakai untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu,…bukan, tapi sebagai media untuk mengungkapkan FAKTA. Apa yang baik akan saya katakan baik, dan apa yang jelek akan saya katakan jelek. Lain dari itu adalah dusta.

Tulisan-tulisan saya memang kontroversial dan SANGAT POLOS APA ADANYA sehingga terkadang “membakar jenggot” beberapa pihak. Tapi saya menulis tidak untuk menyenangkan hati SEMUA ORANG. Saya menulis UNTUK MELINDUNGI dan BERBAGI FAKTA KEBENARAN ke semua orang.

.

Sains Medis Konvensional Tidak Sama dengan Sains Ilmiah

Banyak orang termasuk dokter sendiri mengira bahwa sains medis konvensional sama dengan sains ilmiah. Ini adalah pandangan yang keliru dan ada perbedaan besar antara keduanya.

Sains medis konvensional lebih banyak diprakarsai dari penelitian perusahaan farmasi, lebih subyektif dan lebih fokus pada hal-hal materi (nampak dan berwujud). Untuk lebih jelasnya, mari kita simak jurnal kesehatan berikut ini:

Apakah Dokter Anda telah DISUAP oleh Perusahaan Obat?

Berdasarkan hasil survey nasional di Amerika, yang menyelidiki para dokter mengenai hubungan keuangan dan praktek mereka dengan perusahaan obat, didapati akan adanya campur tangan mulai dari peluncuran obat gratis sampai dengan tarif konsultasi dan perkuliahan.

Survey nasional tersebut dilakukan pada lebih dari 3000 dokter  seperti misalnya anesthesiologis, kardiologis, dokter keluarga, dokter bedah umum, internis dan dokter anak. Lebih dari separuh dokter menjawab survey tersebut.  Sekitar 94 persen mengakui adanya hubungan dengan perusahaan obat, serta 80 persen dari mereka biasanya menerima contoh suplemen atau obat dengan gratis.

Namun dalam penelitian juga diketahui bahwa walaupun dengan “hadiah-hadiah” tidak mahal pun, ini dapat “mempengaruhi” tingkah laku seseorang.

Sebagai tambahan, lebih dari sepertiga dokter yang merespon survey tersebut telah menerima bayaran dari perusahaan obat untuk pergi ke pertemuan-pertemuan penting atau menghadiri kelas-kelas pendidikan medis. Para dokter keluarga mengakui kalau mereka bertemu dengan representatif perusahaan obat sekitar 16 kali dalam sebulan. Untuk golongan kardiologis, mereka dua kali lipat melebihi para dokter keluarga dalam menerima bayaran langsung dari perusahaan obat.

Para dokter yang biasanya menerima bayaran dari perusahaan obat adalah dokter pria, punya posisi dalam pendidikan medis, atau yang punya sedikit pasien tanpa asuransi kesehatan.

Sumber:

New England Journal of Medicine, Vol. 356, No. 17, April 26, 2007: 1742-1750

USA Today April 26, 2007

Washington Post April 29, 2007

.

Kebanyakan ilmu yang diajarkan di sekolah kedokteran adalah ilmu yang berasal dari penelitian perusahaan obat besar, bukan dari mayoritas hasil murni penelitian ilmuwan “murni”. Jika suatu pengetahuan tidak menguntungkan perusahaan tersebut, maka perusahaan tidak mendanai penyebaran pengetahuan tersebut. Jadi, ilmu tersebut tidak murni, tapi telah dicemari dengan unsur bisnis.

Andalan medis konvensional adalah obat, bukan pengetahuan ilmiah tentang alam ciptaan Tuhan yang lebih sempurna. Oleh karena itu Anda akan mendapati bahwa mata perkuliahan dokter konvensional dipenuhi dengan ilmu obat dan teknik-teknik buatan manusia, dan sangat sedikit materi yang mempelajari alam dan bagaimana memanfaatkan alam untuk kesehatan manusia.

Lain halnya dengan sains ilmiah, ia tidak diprakarsai dari penelitian perusahaan farmasi, bersifat obyektif dan tidak sekedar fokus pada hal-hal materi. Ilmu-ilmu dari sains ilmiah ini dihasilkan dari penelitian para ilmuwan “murni” yang tidak dibayar oleh suatu perusahaan farmasi. Para ilmuwan ini melakukan penelitian karena “kecintaan dan kehausan” mereka akan pengetahuan. Uji ilmiah mereka lebih obyektif karena tidak didasari oleh unsur bisnis.

Untuk bisa melihat perbedaannya, mari kita lihat 2 contoh kasus berikut:

.

Contoh 1

Para dokter dan ahli gizi konvensional akan menganjurkan pasien diabetes untuk mengkonsumsi kentang, susu, buah manis, bahkan pemanis buatan aspartame dalam menu keseharian pasien diabetes. Ini adalah resep sarat karbohidrat yang fatal dan hanya akan memperparah diabetes pasien, baik itu diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Selain itu, jika ada ganggren atau luka besar pada kaki penderita diabetes, rumah sakit akan mengambil keputusan untuk mengamputasi kaki pasien karena TIDAK MAMPU MEMULIHKAN kondisi tersebut. Inilah yang DISTANDARKAN oleh medis konvensional.

Berbeda dengan standar medis konvensional, sains ilmiah tidak menganjurkan kentang, susu, buah manis dan pemanis buatan aspartame untuk dikonsumsi pasien diabetes. Dari hasil banyak penelitian yang obyektif, telah didapati bahwa semua hal tadi akan memperparah kondisi diabetes. Dan hebatnya, walaupun ada ganggren atau luka besar pada kaki penderita diabetes, sains ilmiah modern memiliki solusi yang bisa memulihkan kondisi tersebut tanpa harus mengamputasi kaki.

.

Contoh 2

Untuk mendeteksi kanker payudara, medis konvensional sampai sekarang masih menggunakan mammografi. Padahal mammografi sangat tidak akurat dan meningkatkan resiko seseorang menderita kanker payudara setelah diskrining.

Praktek skrining mammografi itu sendiri mengakibatkan resiko kumulatif kanker payudara, terutama bagi wanita yang berada pada masa premenopause.

Yang lebih parah lagi, diagnosa positif yang salah sering terjadi sebesar 89%, yang mengakibatkan banyak wanita mendapatkan mastectomy (operasi pengangkatan payudara) yang sebenarnya tidak diperlukan dan membahayakan, ditambah dengan radiasi atau kemoterapi. Nah, mammografi inilah yang DISTANDARKAN oleh medis konvensional.

Sains ilmiah sejak tahun 1960-an, telah menemukan metode skrining yang JAUH aman dan lebih baik, yaitu termografi. Skrining termografi sangatlah sederhana. Ia mengukur panas radiasi infra merah dari tubuh Anda dan menerjemahkan informasi ini ke dalam bentuk gambar. Sirkulasi darah Anda yang normal berada dalam kendali sistem syaraf autonomik yang mengatur fungsi tubuh Anda.

Termografi tidak memakai peralatan mekanik yang menekan atau radiasi ionisasi, dan dapat mendeteksi tanda-tanda kanker payudara sebelum ia berkembang 10 tahun lebih awal dibandingkan mammografi atau pemeriksaan fisik!

Mammografi tidak bisa mendeteksi suatu tumor kecuali sampai tumor itu telah lama tumbuh dan berukuran tertentu. Tapi lain halnya dengan termografi dimana ia sanggup mendeteksi kemungkinan akan adanya kanker payudara jauh lebih awal.

Ia bahkan bisa mendeteksi potensi adanya kanker sebelumsatu pun tumor terbentuk karena ia dapat menggambarkan tahapan awal angiogenesis, yaitu formasi suatu penyaluran langsung darah ke sel kanker, yang merupakan langkah penting sebelum formasi tersebut berkembang tumbuh menjadi seukuran tumor.

.

Apa yang Distandarkan Medis Konvensional Berbeda dengan Sains Modern

Untuk bisa melihat perbedaan antara sains medis konvensional dengan sains ilmiah adalah APA YANG DISTANDARKAN. Itulah kuncinya.

Itulah sebabnya Anda akan menemukan kenapa di rumah sakit dan sekolah kedokteran, standar yang dipraktekkan berbeda dengan ilmu pengetahuan lainnya. Dan juga karena unsur bisnis, standar medis menolak pengobatan alami yang murah apalagi gratis.

Jika Anda mendapatkan seorang dokter, klinik, atau rumah sakit yang menerapkan akupuntur, terapi suplemen alami, terapi sayur, dan pengobatan alternatif lainnya, itu berarti mereka TIDAK MENGIKUTI STANDAR MEDIS KONVENSIONAL, karena standar medis konvensional tidak menyarankan terapi-terapi alternatif.

Pengobatan seperti terapi bawang putih,  terapi matahari, terapi garam laut, terapi minyak ikan, dan terapi alami/alternatif lainnya tidak akan MENJADI STANDAR medis konvensional, bukannya karena semua terapi tersebut kurang uji ilmiah, tapi karena kurang komersil bagi perusahaan farmasi.

Semua terapi alami yang saya sebutkan di atas sebenarnya telah melewati BANYAK uji ilmiah dan LOLOS untuk digunakan sebagai pengobatan yang LEBIH EFEKTIF, LEBIH AMAN dan LEBIH MURAH dibandingkan pengobatan kimia medis konvensional. Jadi adalah kebohongan jika seseorang mengatakan bahwa pengobatan alami atau yang biasa disebut sebagai alternatif belum terbukti secara ilmiah. Sebagai bukti, lihat saja toko-toko buku di kota Anda dan juga jelajahilah internet, maka akan Anda dapatkan beribu-ribu penelitian ilmiah tentang kehebatan terapi alami yang menyembuhkan segala penyakit. Ini pun bukan sekedar teori belaka, faktanya pun bisa Anda dapatkan di sekitar kita dan di seluruh dunia.

Contoh lain sains ilmiah dalam kesehatan yang TIDAK DISTANDARKAN DALAM MEDIS KONVENSIONAL: sains peran leptin dalam penyembuhan kasus diabetes, sains energy psychology, sains akupuntur (ya benar, ini sudah ada penelitian ilmiahnya), sains quantum-physic, dan lain-lain. Semua sains ini sebenarnya telah terbukti LEBIH EFEKTIF, LEBIH AMAN dan LEBIH MURAH dibandingkan pengobatan kimia medis konvensional.

Berbeda dengan medis konvensional, holistik modern yang memiliki banyak aliran, DASAR DAN STANDAR sainsnya CENDERUNG sama dengan sains ilmiah, dan dengan demikian jauh lebih maju dibandingkan medis konvensional (ingat contoh 1 dan 2 di atas).

.

Demi Masa Depan Anda dan Keluarga, Sains Pengobatan Mana yang Anda Pilih?

Mengapa  holistik modern menentang medis konvensional? Apa karena kepentingan bisnis? Bukan. Holistik modern menentang medis konvensional bukan karena kepentingan atau persaingan bisnis, tapi karena hati nurani dan kebenaran.

Sebagai gambaran, Anda tahu bahwa demi membela kesehatan masyarakat, BPOM bekerja keras membasmi penjualan daging mengandung formalin dan daging kadaluarsa. Kenapa harus dibasmi? Karena bisnis ini jika dibiarkan akan merugikan kesehatan banyak orang dan memakan korban jiwa.

Nah, sama dengan tindakan BPOM ini, holistik modern dengan terang-terangan menentang praktek dan standar medis konvensional yang SALAH dan membahayakan jiwa banyak orang. Holistik modern tidak akan menentang medis konvensional, jika hanya karena masalah perbedaan cara berbisnis dan teknik menyembuhkan yang tidak membahayakan nyawa. Tapi pada kenyataannya, standard dan praktek medis konvensional benar-benar BERBAHAYA DAN BERESIKO TINGGI.

Saya tidak memfitnah dan sisi negatif dari medis konvensional telah banyak diberitakan di seluruh dunia seperti misalnya jurnal berikut ini:

Penggunaan Obat Menyebabkan 700.000 Warga Amerika Dirawat di UGD per Tahunnya

Suatu penelitian mempelajari dokumentasi kejadian akibat kontraindikasi obat, yang dilaporkan oleh 63 rumah sakit di Amerika di antara tahun 2004 dan 2005. Selama masa penelitian, semua rumah sakit tersebut melaporkan adanya kunjungan gawat darurat hampir berjumlah 21.300 kunjungan.

Itu berarti jika secara keseluruhan semua rumah sakit yang ada di Amerika Serikat digabungkan, itu berarti ada lebih dari 700.000 orang, terutama yang berusia 65 tahun ke atas, telah mengunjungi Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) tiap tahunnya oleh karena kontraindikasi obat.

Para manula ternyata 7 kali lebih sering dirawat rumah sakit dibandingkan yang masih muda, dan perbandingannya dua kali lebih sering dirawat di UGD.

Kriteria obat-obatan yang masuk dalam penelitian tersebut adalah termasuk obat yang diresepkan, obat pelengkap, vaksin, vitamin, suplemen harian, dan produk herbal. Kontraindikasi obat termasuk reaksi alergi, beberapa efek samping, overdosis, pingsan dan leher terasa tercekik.

Kejadian oleh karena kontraindikasi obat kebanyakan oleh karena overdosis dan reaksi alergi. Faktor kematian yang berhubungan karena obat, usaha untuk bunuh diri, penyalahgunaan obat, dan penarikan diri dari obat, tidak dimasukkan sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini.

Kebanyakan pasien dirawat dengan cepat sehingga dengan segera bisa pulang tanpa harus rawat inap. Tapi rata-rata 117.000 pasien per tahunnya perlu rawat inap oleh karena kontraindikasi obat. Dalam hal ini kebanyakan berasal dari kasus-kasus pemakaian obat yang perlu pemonitoran untuk menghindari akumulasi racun, yaitu:

  • Insulin.
  • Obat penghilang rasa sakit yang mengandung opioid.
  • Obat anti penggumpalan darah.
  • Amoxicillin.
  • Antihistamin dan anti masuk angin.
  • Khusus manula berusia 65 ke atas, kunjungan ke UGD berhubungan dengan :
  • Coumadin, obat untuk mencegah penggumpalan darah.
  • Digoxin, obat untuk membantu jantung lemah bekerja lebih efisien.

.

Sumber:

· Journal of the American Medical Association October 18, 2006; 296(15): 1858-1866

· WebMD October 17, 2006

.

Coba Anda renungkan pertanyaan-pertanyaan saya berikut ini:

  1. Apakah Anda rela menyerahkan istri Anda pada skrining mammografi beresiko tinggi (ingat contoh 2 di atas), padahal ada teknologi skrining termografi dari holistik modern yang sangat maju dan aman untuk deteksi kanker payudara?
  2. Apakah Anda rela membiarkan keluarga Anda yang menderita diabetes diamputasi kakinya (ingat contoh 1 di atas) padahal ada sains ilmiah dari holistik modern yang dapat memulihkan kaki pasien diabetes dengan alami, murah, dan efektif tanpa amputasi?
  3. Apakah Anda rela menjadikan anak Anda tempat pembuangan racun obat kimia pas ketika dia sakit padahal ada sains ilmiah dari holistik modern yang memanfaatkan alam secara LEBIH EFEKTIF, AMAN, DAN LEBIH MURAH? Ingat, semua pengobatan alami telah TERBUKTI SECARA ILMIAH DAN TAK TERBANTAHKAN LAGI!

.

Dalam ilmu matematika, jika kita telah salah menghitung dari awal, maka hasil perhitungan berikutnya juga akan salah. Itulah yang terjadi pada dunia medis konvensional, kesalahan telah dibuat dari sejak awal dan jutaan jiwa melayang sia-sia karena PENERAPAN PENGETAHUAN YANG SALAH ini.

Saya mencintai bangsa Indonesia dan saya tahu, kesalahan dunia medis konvensional sekarang ini telah mengakibatkan melayangnya jutaan jiwa di antara saudara-saudari kita tercinta. Hati nurani saya tidak bisa tinggal diam dengan kenyataan ini dan oleh karena itulah saya membuat weblog Healindonesia yang kontroversial.

Sekarang, sudah jelaskah Anda melihat perbedaan antara holistik modern dengan medis konvensional dan tahu konsekuensi jika SALAH MEMILIH pengobatan yang BENAR?

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

Buat Akun Baru
Reset Password