Video Hoax tentang Penyebaran HIV Antar Sel T

testTelah tersebar di komunitas Odha akan adanya video yang memperlihatkan bagaimana HIV menyebar dari sel T yang terinfeksi ke sel T yang sehat melalui struktur yang disebut “virological synapses”. Berita mengenai video yang mencengangkan ini tergolong masih segar karena dipublikasikan oleh The Body di bulan Maret 2009. Tapi sungguh sayang ternyata video ini hanya menampilkan satu lagi “kebodohan” penelitian HIV yang lagi-lagi sekedar manipulasi uji ilmiah belaka. Mari kita teliti bersama-sama apa saja “kebohongan”-nya.

.

Antusiasme Baru Dari Bukti Visualisasi Lab

The Body menyatakan bahwa ini pertama kalinya proses penyebaran HIV yang berhasil direkam dalam video. Hal ini dilakukan oleh tim peneliti dari Mount Sinai School of Medicine dan UC Davis Center for Biophotonics Science and Technology, dengan memakai video microskopis untuk tampilan sel.

Anda bisa melihat berita dan video ini, yang memperlihatkan bagaimana HIV menyebar dari sel T yang terinfeksi ke sel T yang sehat di link:

http://broadcaster. thebody.com/ t?ctl=16B872: 0158E0F634EBA141 A144A4D4BE7D8A65 &

video penularan HIV

Terobosan tersebut diperkirakan dapat menghasilkan cara-cara baru (terutama vaksin) untuk memblokir transmisi HIV, mengingat bahwa proses penyebaran HIV dari sel T satu ke sel T lainnya ternyata sangat efisien dan mungkin merupakan cara utama penyebaran HIV di dalam tubuh.

Selama ini penelitian-penelitian tentang penyebaran HIV difokuskan pada partikel yang beredar bebas (free-roaming particles) yang diperkirakan sangat berperan dalam penyebaran HIV (dengan cara menempel pada sel sehat, lalu mereplikasi diri setelah menguasai mekanisme replikasinya, kemudian partikel-partikel baru itu melanjutkan proses infeksi dengan menempel pada sel-sel sehat lainnya setelah berada dalam aliran darah).

Bagi para peneliti, studi ini menunjukkan dengan jelas bagaimana proses infeksi dari sel T langsung ke sel T lainnya, terjadi melalui “virological synapses“, hal mana sebenarnya sudah diketahui sejak tahun 2004, tetapi ketika itu belum jelas bagaimana prosesnya.

.

Kesalahan Fatal pada Video yang Tidak Dilihat Orang Awam dan Golongan Medis Konvensional

Awalnya sebelum membaca dengan cermat, melihat, dan mempelajari berita dari The Body ini saya menjadi penasaran dan berkata di dalam hati… kalau memang HIV itu ada dan sudah ketahuan batang hidungnya secara visualisasi, … “yo wess” tinggal kita basmi saja pakai cara alami. Toh akhirnya dia sudah ketahuan dan tidak bisa “ngumpet” lagi.

Tapi ya ampun… setelah saya selesai membacanya, saya langsung bisa melihat kesalahan fatal dari uji ilmiah dan video ini yang menunjukkan bahwa bukti visualisasi ini SANGAT TIDAK MASUK AKAL DAN 100% MANIPULASI BELAKA.

Saya pernah menyebutkan dalam artikel saya yang lain bahwa isolasi HIV selama ini adalah manipulasi , ternyata video yang menampakkan “HIV” ini juga termasuk manipulasi terbaru. Video ini tidak bisa dijadikan bukti bahwa HIV itu ada karena dalam penelitian yang dilakukan oleh UC Davis dan Mount Sinai School of Medicine, semuanya dilakukan lewat manipulasikultur jaringan lab.

Perlu Anda ketahui bahwa dari awal penelitian AIDS sampai detik ini, belum pernah ditemukan bukti otentik yang berhasil memvisualisasikan HIV di dalam sel. Semua isolasi HIV sampai sekarang ini, terlebih yang diperlihatkan video ini, hanya merupakan MANIPULASI kultur jaringan belaka.

Manipulasi ini terlihat dengan jelas jika Anda MEMBACA DENGAN CERMAT artikel The Body tersebut.

Para peneliti begitu memuji akan keberhasilan mereka dalam memanfaatkan teknologi canggih yang sanggup melihat “virus”. Tapi mereka ceroboh untuk memperhatikan pokok permasalahan sebenarnya, yaitu: Mereka harus memiliki KULTUR JARINGAN ASLI dalam penelitian.

Alih-alih memiliki kultur jaringan asli, mereka malah membuat “kloning molekular” . Jadi sudah jelas bahwa kultur jaringan yang diteliti tidaklah asli, telah “dimanipulasi”. Dan parahnya lagi, mereka mengambil komponen genetika dari ubur-ubur ke dalam kultur dengan tujuan supaya sel T yang “dianggap terinfeksi HIV” bisa memperlihatkan cahaya HIV-nya dan bisa ditangkap oleh video. Campuran genetika dan praktek kloning tersebut tentu saja “mencemari” sifat asli kultur jaringan yang diteliti.

Kesalahan fatal yang tidak dipertimbangkan lainnya oleh mereka adalah kultur jaringan ini diteliti di dalam lab dalam tempo 19 jam.

Maksud saya begini… kondisi di dalam piringan penelitan adalah statis tidak ada pergerakan sel, suhunya tidak sesuai dengan suhu tubuh, serta tidak ada perputaran energi hidup antar sel. HABITATNYA BERBEDA DARIPADA HABITAT ASLINYA! Apalagi selama 19 jam penelitian, kultur jaringan di atas piringan boleh dibilang kondisinya SANGAT JAUUUUH berbeda jika masih di dalam organ inang. Tapi ingat, … kultur ini bukan asli dan merupakan kloning lho. Ini sama saja dengan meneliti bagaimana kehidupan seseorang dengan cara melihatnya di dalam kolam air padahal habitat asli manusia adalah di atas tanah dan lingkungan bebas yang “penuh warna”.

Rangkuman kesalahan fatal dari uji ilmiah rekaman “video super” ini adalah:

  • Kultur jaringan yang diteliti tidak asli, merupakan kloning dari sel yang dianggap terinveksi HIV. Ini benar-benar meragukan kebenaran klaim yang menyatakan bahwa “partikel” yang ada merupakan HIV. Bagaimana jika bukan? Buktinya mana kalau itu asli HIV? Bukankah ini sekedar hasil kloning dari jaringan aslinya?
  • Sudah tidak asli, eeh… dicemari lagi oleh komponen genetik ubur-ubur.
  • Walaupun diteliti secara real time, sayangnya diteliti di atas piringan kultur jaringan yang statis -tidak real condition, apalagi selama 19 jam. Kondisi atau keadaan di dalam inang selama 19 jam adalah SANGAT JAUUH berbeda dibandingkan dengan di atas piringan kultur jaringan.

.

Saya harap, teman-teman Odha dan semua orang cukup mengerti dengan penjelasan singkat saya ini dan sekali lagi saya nyatakan, bahwa HIV ITU TIDAK ADA DAN BELUM PERNAH BERHASIL DIBUKTIKAN SECARA ILMIAH SERTA VISUAL KALAU HIV ITU NYATA!!!

Tidak semua uji ilmiah bisa dipercaya bahkan yang menggunakan teknologi paling canggih sekalipun, karena peralatan tercanggih tidak menjamin bisa membuktikan suatu kebenaran. Yang diperlukan adalah POLA PIKIR dan HATI yang benar, serta metode yang tepat dan menuju sasaran. Dalam sains holistik modern, Anda akan memiliki “mata ketiga” yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang “manipulasi/konspirasi”.

Anda perlu sains yang tepat dan sains holistik modernlah jawabannya. Silahkan Anda membaca artikel saya yang berjudul “Sains Holistik Modern Jauh Lebih Unggul Dibandingkan Medis Konvensional” supaya Anda mengetahui perbedaan antara sains holistik modern dengan sains medis konvensional. Disamping itu, Anda juga bisa belajar mengerti perbedaan pola pikir antara dokter holitik modern dengan dokter medis konvensional di artikel “Perbedaan Dokter yang Setia kepada Medis Konvensional dengan Dokter yang ‘Murtad'”.

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

Buat Akun Baru
Reset Password