Kejanggalan dalam Peringatan Flu Babi yang Naik Tingkat

swine-flu-source-pig1Pada tanggal 11 Juni WHO memperingatkan 194 negara akan kemungkinan 1/3 populasi tiap negara terinfeksi flu babi. Namun WHO juga mengungkapkan bahwa yang muncul dalam kebanyakan kasus akan berupa gejala sakit ringan. Haruskah kita panik? Tidak perlu, karena bukti yang ada malah menunjukkan kejanggalan besar yang membuat kita lebih baik “cuek”.

KUNCI dalam menanggapi berita ini adalah jangan panik dan mudah percaya begitu saja dengan berita yang ada, walaupun berita tersebut dari WHO. Milikilah sikap skeptik yang sehat dan SELIDIKI SENDIRI berita yang ada.

Mari kita simak tanggapan dari Dr. Joseph Mercola mengenai kasus flu babi yang “naik kelas” ini.

WHO telah menaikkan tingkat peringatan bahaya ke Tingkat 6 yang artinya patut diperhitungkan sebagai wabah menakutkan di seluruh negeri.

Dr. Mercola menanggapi bahwa walaupun WHO mengumumkan berita “horror” ini ditambah pemberitahuan, dalam kebanyakan kasus gejala yang terlihat adalah ringan (statistik terbaru juga mendukung hal ini), Anda juga perlu menyadari REALITA yang ada bahwa sampai dengan 12 Juni, yang meninggal DI SELURUH DUNIA hanya 145 orang. Mexico berada dalam ranking tertinggi yaitu 108 kematian dan Amerika 27 kematian.

Dr Mercola kemudian mendorong semua orang untuk menelaah lebih seksama akan statistik dan realitas ini. CDC melaporkan bahwa ada 35.000 orang meninggal setiap tahunnya di Amerika oleh karena flu biasa. Itu artinya dalam kurun waktu 6 minggu ketika 27 orang meninggal di Amerika karena flu babi, telah ada lebih dari 4.000 orang meninggal karena flu biasa. Itu artinya 150 kali lebih besar dibandingkan meninggal karena flu babi.

swine_flu_torontoMajalah Time justru menambahkan ketakutan yang ada dengan pernyataan:

“Pandemi terakhir – flu Hongkong tahun 1968 – telah membunuh sekitar 1 juta orang. Flu biasa membunuh sekitar 250.000-500.000 tiap tahunnya.”

Jika Anda melihat angka-angka di atas, angka statistik dari flu babi tidak ada apa-apanya.

Mercola melanjutkan, jika kita asumsikan rata-ratanya saja dari yang diberitakan oleh Majalah Time, yaitu 375.000 orang meninggal per tahunnya karena flu biasa, itu berarti ada 43.000 orang meninggal karena flu biasa dalam kurun waktu 6 minggu dan hanya ada 145 orang meninggal karena flu babi. Itu sama saja dengan hampir 300 kali orang akan meninggal karena flu biasa dibandingkan karena flu babi, apalagi WHO menyatakan bahwa kebanyakan kasus yang terlihat adalah gejala sakit ringan!

Kasus flu babi tidak bisa dibandingkan dengan epidemi flu sesungguhnya di tahun 1918 yang telah membunuh 20 juta orang di seluruh dunia.

Ini adalah kejanggalan yang saya nilai sangat “menggelikan”. Sebenarnya yang mematikan dan perlu kita takuti itu yang mana? Flu biasa atau flu babi. Semua bukti statistik dan realitas yang ada hanya menunjukkan bahwa epidemi flu babi ini hanyalah hoax (bohongan) belaka untuk menguntungkan pihak tertentu, terutama perusahaan farmasi yang menjual vaksin. (Dt Awan)

Referensi: Time Magazine June 11, 2009

 

Register New Account
Reset Password

Lihat panduan!

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!