Susu Mentah Lebih Sehat Dibandingkan Susu Olahan

Susu SegarSebelum diproses, susu mengandung banyak unsur yang baik, namun alangkah bijaksana jika bayi, anak-anak, dan wanita hamil tidak mengonsumsi susu sapi yang diproses dengan jenis pasteurisasi apapun, karena proses pemanasan pasteurisasi akan benar-benar merubah struktur protein menjadi suatu komponen yang tidak sehat dan menyebabkan berbagai penyakit.

Menurut Dr. Joseph Mercola (salah satu dokter holistik modern terkemuka di dunia), susu sapi olahan atau terpastuerisasi merupakan salah satu makanan pemicu alergi di Amerika Serikat. Susu olahan berhubungan dengan beberapa gejala dan penyakit seperti:

  • Diare, kram dan perut kembung.
  • Osteoporosis
  • Arthritis
  • Sakit jantung.
  • Kanker.
  • Infeksi telinga dan kolik pada bayi dan anak-anak.
  • Diabetes tipe 1.
  • Rheumatoid arthritis
  • Kemandulan.
  • Leukemia.
  • Autisme.

Susu sapi yang menyehatkan adalah susu sapi mentah, bukan susu sapi olahan/pasteurisasi. Susu sapi mentah mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh kita , mengandung bakteri menguntungkan seperti misalnya lactobacillus acidolphilus, mengandung banyak vitamin dan enzyme, apalagi kalsium.

Susu mentah tidak akan menyebabkan berbagai gejala dan penyakit di atas, bahkan bagi orang-orang yang memiliki alergi susu sapi olahan, lebih sanggup beradaptasi dengan susu sapi mentah. Namun ada juga yang alergi susu sapi, benar-benar tidak sanggup mentolerir walaupun yang mentah dan itu adalah karena masalah jenis sapi A1 atau A2 pada penelitian Dr. Thomas Cowan.

.

Jenis Turunan Sapi Juga Mempengaruhi Kualitas Susu

Peneliti makanan terkemuka Dr. Dr. Thomas Cowan telah terlibat dalam aspek medis susu sapi sepanjang karirnya. Cowan yakin bahwa sebagian besar penyakit di Amerika berhubungan dengan bagaimana kita memanfaatkan dan mengolah susu sapi.

Semua protein merupakan bentuk rantai panjang dari berbagai asam amino. Beta kasein adalah suatu rangkaian 299 asam amino. Sapi yang memproduksi protein ini dalam susunya dengan prolin di urutan ke 67 disebut dengan sapi jenis A2. Sapi jenis ini adalah turunan tertua dari semua sapi yang ada (misal, sapi dari Asia, Jersey, dan Afrika). Tapi rata-rata sejak 5000 tahun yang lalu, asam amino prolin ini mengalami mutasi, berubah menjadi histidin. Sapi-sapi yang memiliki mutasi dari beta kasein disebut sebagai sapi jenis A1, termasuk turunan sapi Holstein.

Proline memiliki ikatan kuat terhadap protein kecil yang disebut BCM 7, yang membuatnya tetap ada dalam susu. Dengan demikian, BCM 7 tidak akan ditemukan di urin, darah, atau saluran cerna pada sapi jenis A2. Di lain pihak, histidin, protein yang bermutasi, menempel pada BCM 7, sehingga dapat dengan mudah ditemukan di saluran cerna hewan dan manusia yang minum sapi jenis A1.

BCM 7 telah diteliti dapat menyebabkan kerusakan neurologis pada hewan dan manusia, terutama pada kasus autis dan schizophrenia. BCM 7 mengganggu respon imunitas dan didapati bahwa menyuntikkan BCM 7 pada hewan percobaan memicu diabetes tipe 1. Buku karya Dr. Keith Woodford, “The Devil in the Milk” memberikan hasil penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara populasi yang minum susu sapi jenis A1 dengan insiden penyakit autoimun, sakit jantung, diabetes tipe 1, autisme, dan schizophrenia.

Cowan menyatakan, dengan mengubah kebiasaan minum susu sapi mentah dari sisi jenis sapi akan memberikan dampak yang sangat berbeda bagi kesehatan Anda.

.

Apa Perbedaan Sapi Jenis A1 dan A2?

Tipe protein pada susu berbeda-beda tergantung dari jenis turunan sapi dan jenis hewan tersebut (sapi, kambing, domba, dll).

Salah satu protein terbesar susu sapi adalah kasein, dan yang dominan dari kasein ini adalah beta-kasein. Dalam turunan sapi yang tertua, seperti misalnya sapi Asia, Jersey, dan Afrika (disebut dengan sapi A2), beta-kaseinnya mengandung asam amino yang disebut dengan prolin.

Dalam turunan sapi yang terbaru seperti misalnya sapi Holstein (sapi A1), asam amino prolin yang dikandungnya telah bermutasi menjadi asam amino histidin.

Hal ini penting karena beta-kasein juga mengandung asam amino BCM 7, dimana BCM 7 ini merupakan komponen yang selalu menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Prolin yang ada pada sapi A2 memiliki ikatan yang kuat dengan BCM 7, sehingga tidak ikut terkandung dalam susu. Namun, pada sapi jenis A1 (jenis terbaru), memiliki ikatan lemah pada BCM 7, sehingga BCM 7 ikut terkandung ke dalam susu dan masuk ke dalam manusia yang meminumnya.

Jadi boleh dikatakan, dengan meminum susu sapi jenis A1, Anda akan terpapar BCM 7, yaitu komponen yang berhubungan dengan:

Sapi jenis A1 umum dijumpai di Amerika, New Zealand, Australia, dan Eropa. Tapi perlu diingat bahwa, susu sapi jenis A2-pun akan memiliki efek negatif bagi kesehatan ketika susu tersebut telah dipastuerisasi dan dihomogenisasi.

.

Susu yang Dijual di Toko Adalah Lemak Teroksidasi

Sebelum diproses, susu mengandung banyak unsur yang baik. Contohnya, susu mengandung banyak jenis enzim, misalnya enzim yang menguraikan laktosa; lipase, yang menguraikan lemak; dan protease, enzim yang menguraikan protein. Susu dalam wujudnya yang alami juga mengandung laktoferin, yang dikenal memiliki efek antioksidan, anti-peradangan, antivirus, dan pengatur imunitas tubuh. Namun perlu Anda ketahui bahwa, kandungan nutrisi yang tertulis pada kemasan susu formula adalah kandungan sebelum diolah (homogenisasi dan pasturisasi)!

Susu yang dijual di toko-toko telah kehilangan banyak nutrisi melalui proses pengolahannya. Proses pengolahan susu secara modern adalah sebagai berikut. Pertama-tama, mesin pengisap dihubungkan dengan puting susu sapi untuk memerah susu, yang kemudian disimpan sementara dalam sebuah tangki. Susu segar yang dikumpulkan dari setiap peternakan kemudian dipindahkan ke tangki yang lebib besar lagi, tempat susu itu kemudian diaduk dan dihomogenisasi. Yang sebenarnya terhomogenisasi adalah butiran-butiran lemak yang ditemukan dalam susu segar.

Susu segar terdiri dari sekitar 4% lemak, tetapi sebagian besar lemak tersebut terdiri dari partikel-partikel lemak yang berbentuk. butiran-butiran kecil. Semakin besar partikel lemak, semakin mudah mereka terapung. Jika susu segar dibiarkan, lemak akan menjadi sebuah lapisan krim di permukaan.

Sebuah mesin yang disebut mesin homogenisasi digunakan, dan secara mekanis partikel-partikel lemak pun dipecah menjadi lebih kecil. Hasil akhirnya adalah susu homogen. Namun, pada saat homogenisasi berlangsung, lemak susu yang terdapat dalam susu segar berikatan dengan oksigen sehingga mengubahnya menjadi lemak terhidrogenisasi (lemak teroksidasi). Seperti halnya semua lemak terhidrogenisasi, lemak dalam susu homogen buruk bagi tubuh.

.

Pasteurisasi Merusak Enzim Pada Susu

Namun, proses pengolahan susu belum selesai sampai di situ. Sebelum dipasarkan, susu homogen dipasteurisasi dengan panas untuk menekan berkembang biaknya berbagai kuman dan bakteri.

Ada 4 cara dasar pasteurisasi bagi susu, yaitu:

  • Pasteurisasi suhu rendah berkelanjutan (LTLT = low temperature long fr’me/suhu rendah waktu lama). Pasteurisasi dengan memanaskan hingga 62,2°-65°C selama 30 menit. Cara ini biasanya disebut metode pasteurisasi suhu rendah.
  • Pasteurisasi suhu tinggi berkelanjutan (HTLT = high temperature long t/me/suhu tinggi waktu lama). Pasteurisasi dengan memanaskan hingga lebih dari 75°C selama lebih dari 15 menit.
  • Metode suhu tinggi waktu singkat (HTST = high temperature short time].Pasteurisasi pada suhu lebih dari 72°C selama lebih dari 15 detik. Cara ini adalah metode pasteurisasi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
  • Pasteurisasi suhu sangat tinggi waktu singkat (UHT = ultra high temperature).Pasteurisasi dengan memanaskan hingga 120°-130°C selama 2 detik (atau hingga 1 50°C selama 1 detik).

Metode yang paling banyak digunakan di dunia adalah proses pasteurisasi suhu tinggi waktu singkat dan suhu sangat tinggi waktu singkat. Enzim sensitif terhadap panas dan mulai terurai pada suhu 48°C. Pada suhu 115°C, enzim sudah hancur seluruhnya. Oleh ka-      rena itu, terlepas dari lama waktu yang digunakan dalam pemrosesan, pada saat suhu mencapai 130°C, enzim telah hampir seluruhnya rusak.

Terlebih lagi, jumlah lemak yang teroksidasi meningkat lebih banyak lagi pada suhu sangat tinggi dan suhu tinggi mengubah kualitas protein yang terdapat dalam susu. Sama halnya seperti kuning telur yang lama direbus mudah pecah, perubahan yang serupa pun terjadi pada protein susu. Laktoferin, yang sensitif terhadap panas, juga rusak.

Oleh karena telah dihomogenisasi dan dipasteurisasi, susu yang dijual di supermaket-supermaket di seluruh dunia tidak baik bagi Anda.

Dalam usaha pasteurisasi mencegah keasaman susu, susu yang asam justru sangat baik untuk kesehatan dan mudah untuk dicerna. Tapi justru dengan proses pasteurisasi,  bakteri menguntungkan jadi hilang sehingga meningkatkan bakteri merugikan di dalam perut kita. Itulah sebabnya tidak jarang orang-orang mengalami masalah pencernaan sesudah minum susu olahan.

Mitos yang beredar di masyarakat adalah bahwa tuberculosis pada anak disebabkan oleh kuman berbahaya pada susu mentah. Inilah yang menjadi landasan kuat untuk diadakannya pasteurisasi. Namun para ilmuwan telah menguji dan meneliti ribuan sampel susu, juga telah bereksperimen pada ratusan hewan, untuk mencari tahu tentang penyebab tuberculosis pada susu. Dari penelitian tersebut didapati bahwa susu mentah itu sebenarnya BERSIH, lebih berkualitas dibandingkan susu olahan, dan tidak mengakibatkan tuberculosis.

Dalam suatu penelitian selama 5 tahun mengenai penyebaran tuberculosis melalui susu, didapati bahwa selama 5 tahun tersebut, 70 anak rutin diberikan susu mentah dan hanya ada 1 kasus tuberculosis muncul. Sedangkan ketika diberikan susu olahan, muncul 14 kasus tuberculosis pada mereka.

Selain menghancurkan sebagian vitamin A, vitamin B Kompleks, vitamin C dan bakteri menguntungkan pada susu, pasteurisasi juga merubah komponen gula pada susu, yaitu laktosa, menjadi beta-laktosa. Beta-laktosa ini lebih cepat larut dan dengan demikian cepat diserap ke dalam sistem yang membuat anak jadi lapar lagi.

Proses pasteurisasi menjadikan kalsium yang terkandung pada susu susah untuk dicerna. Hal ini menyebabkan kelainan tulang pada anak (rickets), gigi rusak, dan syaraf pun bermasalah karena kalsium sangat diperlukan bagi pertumbuhan anak.

Pasteurisasi juga menghancurkan 20% iodine dalam susu, sehingga mengakibatkan sembelit.

.

Kekurangan Susu Mentah

Walaupun susu mentah memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan kita, ia juga memiliki beberapa kelemahan yaitu hanya bisa bertahan beberapa jam saja dengan suhu ruangan. Dan walaupun disimpan dilemari pendingin, ia hanya bertahan 1-2 hari saja. Sistem pendistribusian di Indonesia tidak memungkinkan susu mentah untuk bisa didistribusikan dengan baik ke konsumen dan dinikmati tepat pada waktunya tanpa kadaluarsa. Selain itu, untuk bisa mendapatkan susu mentah yang hygienis hampir mustahil untuk dilakukan di Indonesia. Lain halnya dengan kondisi di Amerika dan negara maju lainnya, yang memiliki akses susu mentah yang hygienis. Jika Anda mengenal peternak yang bisa memberikan akses susu mentah hygienis, silahkan mengonsumsi susu mentah. Tapi bagi yang tidak memiliki akses seperti ini, saya anjurkan untuk Anda tidak terlalu mengandalkan susu sebagai minuman yang “HARUS DIMINUM”. Ini termasuk susu bayi formula. Susu olahan memiliki dampak negatif jika dikonsumsi terus menerus, jadi saya anjurkan Anda memiliki pengganti susu seperti misalnya banyak mengkonsumsi sayur mayur, atau mengonsumsi produk perlebahan bee pollen dan madu murni (madu tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun).

.

Jangan Berikan Susu Olahan kepada Orang Sakit!

Mengetahui kebenaran tentang susu mentah dan olahan, saya tidak pernah menganjurkan atau memberikan susu pada pasien-pasien saya. Pernah saya memiliki pasien balita berusia 2 tahun yang menderita pneumonia dan malnutrisi, dimana bayi ini seringkali keluar masuk rumah sakit tapi tidak kunjung sembuh juga. Ibu bayi ini tidak bisa mengeluarkan ASI dan sebagai pengganti ASI, saya tidak memberikan susu olahan pada bayinya.

Yang saya berikan adalah madu murni, minyak ikan dan larutan garam laut asli. Makanan sehari-hari untuk anak inipun saya sesuaikan dengan usia, kondisi penyakit, dan golongan darahnya. Dalam waktu satu bulan, ia pun bisa sembuh dari pneumonia dan masalah malnutrisinya!

Selain itu, bayi inipun mulai bisa berjalan dan lincah, dibandingkan sebelumnya ia hanya bisa berjalan dengan kedua tangan sambil menyeret pantatnya.

Di rumah sakit, standar medis konvensional menganjurkan  bayi ini untuk diinfus, diberi suntikan yang menyakitkan, dan juga diberi obat-obatan kimia yang mahal dan berefek samping, ternyata tidak mampu memulihkan kesehatannya. Namun dengan penerapan holistik modern yang benar akan manfaat alam ciptaan Tuhan, bayi ini bisa pulih dari segala permasalahan kesehatan dia.

Standar medis konvensional yang juga menganjurkan pemberian susu pada pasien diabetes adalah salah satu kesalahan fatal medis lainnya, dimana pasien bukannya sembuh, kondisinya kian hari makin menurun dan akhirnya meninggal. Praktek memberi susu olahan pada pasien yang opname di rumah sakit  adalah standar medis yang salah kaprah, tidak ilmiah dan memperhambat kesembuhan pasien.

Marilah kita belajar dari sejarah dunia dan rancangan Tuhan akan ciptaanNya. Benarkah Tuhan merancangkan manusia dan makhluk mamalia lainnya harus mengkonsumsi susu olahan? Jika ya, itu berarti dari awal penciptaan, semua makhluk mamalia harus minum susu olahan atau pasteurisasi. Toh, para ahli medis konvensional berteori bahwa susu asli-murni mentah tidak baik buat kesehatan dan susu olahan bebas dari bakteri dan bergizi tinggi?!

Benarkah Tuhan juga merancangkan semua mamalia yang telah dewasa harus minum susu supaya sehat? Tentu saja tidak. Anak sapi dewasa saja tidak minum susu induk sapinya, dan tidak pernah sapi itu menderita osteoporosis.

Gunakanlah Hukum Alam yang Tuhan sudah standarkan maka terciptalah keajaiban bagi kesehatan Anda!

.

Bijak dalam Menyikapi Apa yang Perlu Dikonsumsi

Bayi di atas 2 tahun dan wanita hamil, tidak diharuskan untuk minum susu. Adalah mitos dan strategi bisnis belaka yang mengharuskan kita minum susu sesudah lewat usia 2 tahun untuk selalu sehat. Ratusan penelitian, fakta sejarah, dan realita kesehatan pasien menjadi bukti atas pernyataan ini.

Hanya karena sebuah komponen yang ditemukan dalam makanan membantu satu bagian tubuh berfungsi dengan baik, tidak berarti bahwa komponen tersebut baik bagi seluruh tubuh. Saat memilih makanan dan minuman, pertimbangkanlah semuanya secara keseluruhan. ANDA TIDAK DAPAT MEMUTUSKAN APAKAH SUATU MAKANAN BAIK ATAU BURUK HANYA DENGAN MELIHAT DARI SATU BAHAN YANG TERKANDUNG DALAM MAKANAN TERSEBUT. Contoh: susu sapi mengandung kalsium yang cukup tinggi, tapi ternyata susu sapi lebih cocok untuk anak sapi bukannya manusia dan LEBIH BANYAK membahayakan kesehatan dibandingkan manfaatnya.

Hukum yang sama juga berlaku yaitu ANDA TIDAK DAPAT MEMUTUSKAN APAKAH SUATU MAKANAN BAIK ATAU BURUK HANYA DENGAN MELIHAT DARI SATU MANFAAT YANG DIMILIKI MAKANAN TERSEBUT. Contoh: kopi baik untuk menghilangkan rasa kantuk dan menenangkan pikiran, tapi kopi JAUH LEBIH banyak membawa kerugian yang menghambat produksi melatonin, mengganggu pertumbuhan janin, memperburuk kondisi diabetes, dan meningkatkan resiko serangan jantung.

Di jaman sekarang, tidak ada makanan yang 100% sempurna. Semuanya memiliki kelebihan dan kelemahan. Tapi sebagai bahan pertimbangan, nilailah prosentase baik dan buruk dari apa yang Anda konsumsi. Jika suatu makanan lebih banyak membawa kerugian dibandingkan keuntungan, adalah bijaksana jika Anda tidak mengonsumsinya.

.

.

Referensi:

Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme: Self-Healing Program. Bandung: Qanita. (2009)

http://thebovine.com/2009/03/20/the-devil-in-the-milk-dr-thomas-cowan-on-how-a2-milk-is-the-answer-to-the-mystery-of-why-even-raw-milk-sometimes-does-not-seem-to-be-enough-of-an-improvement-over-store-bought/

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2009/07/09/The-Devil-in-the-Milk.aspx

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2003/03/26/pasteurized-milk-part-one.aspx

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2003/03/29/pasteurized-milk-part-two.aspx

Artikel Terkait:

Hati-hati, Susu Olahan Tidak Baik untuk Kesehatan!

Osteoporosis Bukanlah Penyakit Kekurangan Kalsium!

Susu Olahan Menyebabkan Asma, Peradangan, dan Osteoporosis

Buat Akun Baru
Reset Password