Jangan Terlalu Sering Minum Air Dingin

Ice-WaterDr. Hiromi Shinya, salah seorang dokter holistik modern yang terkenal dikalangan para gastroenterologist dan ahli bedah seluruh dunia, menganjurkan kita untuk tidak terlalu sering minum air dingin. Mengapa demikian? Ketika air dingin dikonsumsi, tubuh berusaha menghangatkan air itu secepat mungkin, dengan menggunakan berbagai cara untuk menaikkan suhunya agar setingkat dengan suhu tubuh. Bahkan, minum air dan menstimulasi saraf simpatetik adalah satu bagian dari sistem yang memproduksi energi untuk meningkatkan suhu tubuh Anda.

Namun, ingatlah bahwa jika Anda mencoba untuk meningkatkan konsumsi energi dengan cara meminum air yang terlalu dingin, seperti air es, hasilnya akan menimbulkan efek sebaliknya. Ini terjadi karena air yang terlalu dingin mendinginkan tubuh dengan seketika sehingga menyebabkan diare dan berbagai masalah fisik lain.

Shinya melanjutkan, bahwa akhir-akhir ini, terjadi peningkatan jumlah orang, terutama orang-orang muda, yang memiliki “sindrom suhu tubuh rendah”, yakni rata-rata suhu tubuh seseorang sekitar 35°C. Suhu tubuh yang rendah ini dapat menyebabkan berbagai efek yang berbahaya. Suhu tubuh normal seseorang yang sehat adalah sekitar 37°C, tetapi begitu suhu ini menurun, kecepatan metabolisme pun menurun hingga sekitar 50%. Terlebih lagi, suhu tubuh saat sel-sel kanker dapat lebih mudah berkembang biak adalah sekitar 35°C. Hal ini disebabkan aktivitas enzim menjadi lebih lambat sehingga mengurangi fungsi kekebalan tubuh. Enzim bekerja lebih aktif pada suhu tubuh yang lebih tinggi. Manusia menderita demam karena sesungguhnya tubuh mereka berusaha untuk meningkatkan fungsi kekebalan mereka. Oleh karenanya, kecuali pada musim panas, lebih aman untuk meminum air yang memiliki suhu sekitar 20°C.

Sumber: Buku “The Miracle of Enzyme” halaman 188 – 189, oleh Dr. Hiromi Shinya, MD.

.

Buat Akun Baru
Reset Password