Seri Berpikir Holistik: Perbedaan Pengobatan Itu Indah, Tapi Kesalahan Pengobatan Adalah Bencana

Beberapa orang salah paham ketika saya dengan terus terang menyatakan kesalahan dunia medis konvensional. Mereka tidak setuju dengan tulisan-tulisan kontroversial saya dan menganggap saya telah berlebihan dengan sengaja berusaha menjelek-jelekkan medis konvensional. Mereka berpendapat, “Mengapa Anda menjelek-jelekkan medis konvensional? Bukankah masing-masing orang punya cara pengobatan berbeda-beda yang harus dihargai!?”

Perlu Anda ketahui bahwa yang mengkritik pengobatan medis konvensional bukan hanya saya, tapi juga banyak praktisi holistik modern lainnya termasuk para “dokter murtad” (dulunya murni medis konvensional tapi akhirnya berbalik ke holistik). Justru saya melakukan hal ini karena terinspirasi dari para praktisi dan ilmuwan holistik modern bertaraf internasional yang berjuang demi perubahan positif di dunia kesehatan. Mereka adalah Sir William Osler, Arthur Schopenhauer, Thomas Alva Edison, dr. Joseph Mercola, Gary Null, David Bruce Fife, Dr. Hiromi Shinya, Stevan Lanka, Dr. Robert Giraldo, dan masih banyak lagi lainnya.

“Salah satu tugas utama seorang dokter adalah mendidik masyarakat untuk tidak mengambil obat kimia”

Sir William Osler

“Semua kebenaran melalui tiga tahapan. Pertama, ia dicela. Kedua, ditentang habis-habisan. Ketiga, ia diterima sebagaimana benar adanya.”

Arthur Schopenhauer

“Dokter masa depan tidak lagi memberi obat, namun akan menempatkan kepentingan pasiennya dalam rangka bimbingan kemanusiaan, bimbingan pengaturan pola makan, dan mengenai penyebab serta pencegahan penyakit.”

Thomas Alva Edison

.

Bukan Karena Masalah Perbedaan Pengobatan, Tapi Karena Masalah Benar dan Salah

Banyak dari masyarakat tidak menyadari bahwa konspirasi dan bisnis di dunia medis konvensional itu ada. Banyak orang tidak percaya bahwa sains medis konvensional telah dipenuhi dengan “konflik kepentingan” sehingga melahirkan standar dan praktek kesehatan yang “error”.

Tulisan-tulisan saya di situs Healindonesia tidak saya tulis untuk menyenangkan hati semua orang. Bukan… Saya menulisnya untuk menyelamatkan banyak orang. Jadi jangan heran jika bahasa penulisan saya begitu blak-blakan menyatakan atau menilai sesuatu.

Semua tulisan saya tidak ditulis untuk menjelek-jelekan pihak tertentu. Jika sesuatu itu benar, saya akan katakan benar. Dan jika sesuatu itu salah, maka saya juga akan katakan salah. Lain dari itu, berarti saya berbohong. Oleh karena itu, saya harap Anda sebagai pembaca bisa memahami kenapa tulisan saya penuh dengan pernyataan atau penilaian negatif yang “seolah-olah” dengan sengaja bermaksud untuk menjelek-jelekan pihak tertentu.

Tujuan saya adalah untuk menyelamatkan banyak orang, dengan cara MENYATAKAN SESUATU APA ADANYA.

Dalam dunia pengobatan terdapat berbagai macam aliran, apalagi alternatif. Aliran-aliran ini memiliki cara atau teknik pengobatan yang berbeda-beda, misal akupuntur memakai jarum, apitherapy memakai sengat lebah dan madu, naturopathy memakai herbal, ananopathy memanfaatkan Hukum Alam, allopathy (medis konvensional) memakai obat-obatan kimia dan operasi, reiki memakai energy Qi, dan sebagainya. Semua perbedaan cara pengobatan ini adalah indah karena tidak semua orang sudah pasti cocok dengan satu jenis pengobatan saja.

Apa yang saya kritik di pengobatan medis konvensional hanyalah pada kesalahan-kesalahan sains dan teknik pengobatannya yang mengakibatkan malapetaka. Mengapa saya tidak mengkritik perbedaan pengobatan lainnya seperti akupuntur, reiki, naturopathy, uropathy, dan lain-lain? Karena mereka hanya menunjukkan perbedaan dalam pengobatan, bukannya kesalahan-kesalahan dalam pengobatan yang akan mengakibatkan malapetaka pada pasien.

Perbedaan cara penyembuhan itu indah, tapi KESALAHAN cara penyembuhan HARUS dikoreksi. Perbedaan bisnis pengobatan itu baik, tapi KESALAHAN bisnis yg menambah masalah pasien HARUS dikoreksi. Itulah yangg biasa dilakukan oleh KPK, BPOM, Badan Peradilan, dan Healindonesia. Bahkan Healindonesia tidak sekedar mengkoreksi, tapi juga fokus memberikan solusi.

Kata-kata saya yang “jujur” dan tidak ditutup-tutupi ini mungkin “membakar jenggot” pihak-pihak tertentu, tapi saya percaya bahwa suatu organisasi atau komunitas YANG BAIK pasti memiliki hati dan jiwa yang besar untuk menerima dengan positif semua kritikan dan koreksi yang ada. Apalagi jika organisasi atau komunitas tersebut ternyata dalam standar ilmu dan prakteknya memiliki banyak kesalahan yang bisa membahayakan nyawa banyak orang, ia harus dengan kerendahan hati dan berjiwa besar MAU BERUBAH setelah dikoreksi.

.

Jika Sudah Tahu Beberapa Teknik Alternatif Berhasil, Kenapa Tidak Mau Menirunya?

Salah satu contoh kesalahan teknik medis konvensional yang saya kritik adalah dalam mengobati diabetes. Untuk lebih memahami apa yang saya maksudkan, mari kita baca contoh kesaksian di bawah ini:

Sembuh dari Diabetes dan Tidak Jadi Amputasi Kaki

Kesaksian dari Ibu Damrah (56 tahun), Bone

“Pada tahun 2002, saya mengalami gejala-gejala seperti lemas, selalu mengantuk, haus, selalu ingin buang air kecil, dan berat badan yang semakin lama semakin menyusut. Saya memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosis terkena diabetes melitus. Singkat cerita, selama kurang lebih 4 tahun, saya terus menerus mengonsumsi obat dokter dan ramuan tradisional, sehingga tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai PNS.

Pada tahun 2005, dalam perjalanan ke kantor, kaki kanan saya melepuh. Dan hanya dalam waktu 3 hari, kaki kanan saya menjadi bengkak. Saya segera dibawa ke sebuah RS di Sinjai untuk mendapatkan pengobatan dan dirawat inap selama 1 minggu. Namun , kaki kanan saya tidak juga membaik, saya pindah ke RS di Makassar untuk kembali mendapatkan pengobatan.

Pada Agustus 2005, saya dirawat di salah satu RS di Makassar. Kondisi saya pada saat itu lemas, sulit tidur, pegal-pegal sekujur badan, kurus, luka di kaki kanan bernanah, dan terlihat tulangnya. Dokter juga telah memvonis bahwa kaki saya harus diamputasi. Kadar gula darah saat itu adalah kurang lebih 300 mg/dL. Namun, Tuhan menunjukkan jalan melalui pasien yang ada di samping saya. Pasien tersebut memiliki kerabat di Jayapura yang mempunyai masalah yang sama. Kerabat si pasien telah terbantu dengan produk madu X. Singkat cerita, saya berusaha mencari tahu mengenai produk madu X dengan bantuan keponakan saya, Ibu Irmawati (penjaga pasien).

Setelah mencoba produk X selama 3 hari, saya sudah mulai dapat tidur nyenyak, rasa pegal dan linu mulai berkurang. Tapi dokter tetap menyarankan agar kaki kanan saya diamputasi. Namun, dengan kepercayaan terhadap produk madu X, saya menolaknya dan memilih keluar dari RS dan menjalani perawatan di rumah dengan menggunakan madu X.

Syukurlah kurang lebih 3 bulan kemudian, kaki kanan saya yang semula sudah terlihat tulang akhirnya mulai ditutupi daging. Dan setelah kurang lebih 8 bulan, luka dikaki kanan saya telah mengering dan saya dapat kembali berjalan. “

Dari contoh kesaksian di atas kita memahami bahwa pengobatan konvensional justru memperparah kondisi penderita dengan obat-obatan berefek samping dan diet yang salah, termasuk juga amputasi pada organ yang membusuk karena luka diabet.

Kadar gula darah yang 300 mg/dl dan luka diabet yang sampai terlihat tulangnya ternyata bisa sembuh dengan produk lebah ciptaan Tuhan. Produk lebah tersebut adalah madu murni, bee pollen, dan propolis. Digabung dengan lidah buaya untuk pemakaian luar, proses kesembuhan jadi makin cepat.

Ibu Damrah, penderita DM tadi memberi kesaksian bahwa ia telah dirawat di rumah sakit tapi kondisi tetap makin memburuk bahkan dianjurkan untuk amputasi kaki. Uang jutaan rupiah yang telah dikeluarkan tidak membawa hasil sama sekali!

Tapi lain halnya ketika mereka berpaling kepada suatu produk murni alam ciptaan Tuhan dan mengatur pola makan, ia akhirnya mendapatkan mujizat kesembuhan yang sederhana, aman dan murah!

Ini bukan kasus langka dimana pasien diabetes bisa SEMBUH TOTAL dan tidak jadi amputasi kaki. Ada banyak kasus-kasus NYATA yang bisa Anda temui bahwa pengobatan medis konvensional TIDAK BISA menyembuhkan diabetes, tapi bisa untuk pengobatan alternatif.

Jika Anda butuh bukti tentang kesembuhan-kesembuhan ini, silahkan Anda mendatangi ke tempat praktek penyembuhan alternatif herbal seperti misalnya Yasar Nurma Foundation, Klinik Gus Muh, Kliniik Dr. Hembing, atau datang ke pertemuan-pertemuan MLM seperti misalnya K-Link, High-Desert, Melilea, dan lain-lain. Anda bisa menemukan banyak contoh nyata dalam penyembuhan diabetes.

Nah yang perlu dipertanyakan (tapi sering tidak disadari oleh masyarakat) adalah jika ada teknik pengobatan lain yang telah berhasil menyembuhkan diabetes, kenapa medis konvensional tidak mau dengan rendah hati menirunya? Sikap keras kepala inilah yang mengakibatkan malapetaka pada pasien. Coba bayangkan apa jadinya jika kesalahan teknik pengobatan ini tetap diteruskan? Jawabannya mudah, makin banyak pasien yang kakinya diamputasi dan terus menderita seumur hidupnya karena diabetesnya tidak sembuh-sembuh, bahkan makin parah.

Sama seperti KPK, BPOM, Badan Peradilan dan Kepolisian mengkoreksi apa yang salah, demikian juga saya lewat Healindonesia mengkoreksi apa yang salah di dunia medis konvensional. Tapi saya tidak hanya sekedar memberikan koreksi, saya juga menunjukkan solusinya.

Saya bukan figur pemerintah atau orang yang memiliki pengaruh dalam membuat undang-undang atau memerintah rakyat. Tapi saya tahu bagaimana caranya membawa perubahan positif untuk bangsa ini, yaitu dengan cara membagi dan mengajarkan sains yang benar kepada masyarakat. Jika masyarakat tahu mana yang sehat dan mana yang tidak sehat, mana teknik pengobatan yang benar dan mana yang tidak benar, maka masyarakat akan terhindar dari kasus-kasus malpraktek serta memiliki kehidupan yang sehat dan bahagia.

Bagaimana masyarakat bisa tahu mana yang sehat dan mana yang tidak sehat, jika tidak ada yang memberitahukan perbedaannya? Bagaimana masyarakat bisa tahu mana teknik pengobatan yang benar dan mana yang tidak benar, jika tidak ada orang yang mengkoreksinya?

Jika tidak ada orang yang bertindak tegas menyatakan apa yang salah, maka kesalahan tersebut tidak akan diketahui sebagai kesalahan. Ia akan diketahui sebagai suatu hal yang lumrah atau biasa terjadi sehingga masyarakat akan terus “jatuh ke lubang yang sama”. Tapi jika ada orang yang mulai bertindak dan dengan tegas menyatakan apa yang salah, mata pikiran masyarakat akhirnya terbuka dan tahu batasan antara mana yang sehat dan mana yang tidak sehat, mana teknik pengobatan yang benar dan mana yang tidak benar.

Jika tidak ada orang yang mau peduli dan berani memberitahukan apa yang salah, masyarakat akan menjadi korbannya. Sama seperti jika KPK tidak melakukan tugasnya mencari koruptor, BPOM tidak mengawasi keamanan peredaran obat dan makanan, serta kepolisian tidak menjaga keamanan rakyat, maka bangsa kita akan dipenuhi dengan ketidakadilan, kemiskinan, ketidakaturan, dan bencana.

Inilah saatnya masa dimana masyarakat makin mengenal kesehatan dan berpaling pada sains kesehatan yang sejati. Jika pengobatan medis konvensional tidak ingin MAKIN JATUH, hal sederhana yang bisa dilakukan adalah MEMILIKI KEBESARAN JIWA UNTUK MAU DIKOREKSI SERTA KERENDAHAN HATI UNTUK MAU BELAJAR DARI KEBERHASILAN-KEBERHASILAN PENGOBATAN HOLISTIK.

Sekali lagi saya tekankan: Healindonesia mengkritik bukan karena masalah perbedaan, tapi karena masalah benar dan salah. Perbedaan cara penyembuhan itu indah, tapi KESALAHAN cara penyembuhan HARUS dikoreksi.

Dt Awan (Andreas Hermawan)

.

 

Artikel Terkait:

Memahami Prinsip Penyembuhan dari Perumpamaan Tentang Petani

Terapi Suplemen, Harapan Pasien Pengganti Obat-Obatan Kimia

Perbandingan Pengobatan Medis Konvensional dengan Pengobatan Holistik

Sains Medis Konvensional yang Salah Harus Dikoreksi dan Diganti

Buat Akun Baru
Reset Password