Seri Berpikir Holistik: Obat Pencegah Flu Babi Lebih Membawa Kerugian Daripada Manfaatnya

Jurnal The Times Online dari Inggris tanggal 31 Juli 2009 melaporkan bahwa lebih dari setengah anak-anak yang mengambil obat flu Tamiflu (untuk mencegah flu burung dan babi) mengalami efek samping seperti mual dan mimpi buruk. Hal ini menunjukkan solusi yang tidak tepat dari permasalahan kesehatan yang sebenarnya bisa diatasi dengan cara yang sederhana.

Beberapa penelitian terhadap 103 anak telah menunjukkan bahwa 51-53 persen menunjukkan adanya efek samping dari Tamiflu. Efek samping paling sering adalah mual (29%), kemudian sakit perut atau kram perut (20%), lalu susah tidur (12%). Hampir 1 dari 5 anak memiliki efek samping “neuropsychiatric” seperti misalnya tidak mampu berpikir jernih, mimpi buruk, dan “bersikap aneh”.

Peter Holden, seorang pakar flu babi dari the British Medical Association mengatakan bahwa Tamiflu telah disalahgunakan dan tidak perlu diberikan kepada siapapun yang hanya menunjukkan gejala (flu) ringan. Bahkan, Holden menekankan bahwa pada orang yang bukan dalam kelompok beresiko, virus flu babi “biasanya hanya menunjukkan gejala ringan dan tidak memerlukan Tamiflu.”

Dr. Joseph Mercola, salah satu dokter holistik modern terkemuka menganjurkan bahwa sebelum Anda memilih suatu pengobatan untuk diri sendiri atau untuk anak Anda, adalah bijaksana untuk memeriksa perbandingan antara kerugian dan manfaat suatu pengobatan. Dalam kasus flu babi, kebanyakan gejala yang timbul adalah ringan bahkan bisa sembuh sendiri. Memilih Tamiflu sebagai pengobatan, justru pada lebih dari separuh anak, telah menyebabkan efek samping mulai dari mual sampai kepada efek neuropsychiatric, seperti misalnya tidak sanggup berpikir jernih.

.

Tamiflu BUKAN Obat yang Aman, Bahkan Tidak Efektif

Lebih lanjut Dr. Mercola menjelaskan bahwa tidaklah masalah jika Anda mengambil suatu obat flu seperti misalnya Tamiflu, jika obat tersebut hanya beresiko sakit perut sedikit dan BENAR-BENAR manjur/efektif dalam mengenyahkan flu, tapi pada kenyataannya itu tidak terjadi pada Tamiflu.

Tamiflu adalah bagian dari suatu kelompok obat anti-influenza yang disebut sebagai penghambat neuraminidase, yang bekerja dengan cara menghambat enzim virus yang membantu virus influenza menyerang sel-sel saluran pernapasan Anda.

Efek samping serius dari obat jenis ini adalah kejang-kejang, delirium atau delusi (emosi tidak stabil atau berlebih disertai halusinasi), bahkan telah mengakibatkan 14 remaja dan anak-anak meninggal dunia. Jepang telah melarang pemberian Tamiflu terhadap anak-anak di tahun 2007 oleh karena resiko yang cukup serius tersebut.

Tapi baru akhir-akhir ini FDA (BPOM-nya Amerika) mulai memperhatikan laporan-laporan dari sikap abnormal dan efek samping mengganggu otak lainnya yang terjadi pada lebih dari 1800 anak yang mengambil Tamiflu.

Lebih jauh lagi perlu diperhatikan adalah Tamiflu pada umumnya justru memunculkan efek samping yang MENYERUPAI gejala flu yang seharusnya ia enyahkan, yaitu:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Letih lesu
  • Batuk

Melihat fakta-fakta di atas, Dr. Mercola tidak setuju jika Tamiflu merupakan obat yang aman dan efektif untuk digunakan. Bahkan berdasarkan data resmi yang ada, ketika Tamiflu digunakan sesuai anjuran (dua kali sehari selama lima hari), ia hanya dapat mengurangi gejala flu Anda selama 1 – 1,5 hari saja!

Lebih jelas lagi Dr. Mercola menyimpulkan: jika Anda mengambil Tamiflu, itu berarti Anda mengambil obat yang beresiko bisa membunuh Anda, obat yang telah dilarang di Jepang, yang penuh dengan efek samping mirip dengan flu itu sendiri, yang harganya lebih dari $100, dan ternyata hanya mampu mengurangi gejala flu selama 36 jam saja!

Skenario ini memang terlihat tidak menguntungkan Anda, tapi ini sangat menguntungkan perusahaan pembuat Tamiflu. Laporan dari The Financial Times menyebutkan bahwa pemerintah di seluruh dunia telah mempersiapkan 220 juta obat flu sebagai tindakan penanggulangan akan pandemic dimasa depan, dimana ini semua telah menghabiskan $7 miliar.

.

Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid) dalam Pengobatan

Dalam teknik pengobatan, kita hendaknya mencari teknik terbaik untuk memecahkan setiap masalah kesehatan yang terjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Teknik pengobatan medis konvensional telah lalai memperhatikan “unsur kesederhanaan” dalam sains-nya, sehingga pemecahan masalah yang ditawarkan sangatlah rumit, bahkan tidak efektif, seperti diperlihatkan pada kasus Tamiflu untuk mengatasi flu burung dan flu babi.

Untuk lebih memahami apa artinya “unsur kesederhanaan” dalam sains pengobatan, mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini:

(1) Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

(2) Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar! Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Seperti yang telah saya katakan sebelumya, teknik pengobatan medis konvensional telah lalai memperhatikan “unsur kesederhanaan” dalam sains-nya, sehingga pemecahan masalah yang ditawarkan sangatlah rumit, bahkan dalam banyak kasus menunjukkan tidak efektif.

Lain halnya dengan pengobatan holistik (baik tradisional maupun modern), unsur kesederhanaan sangat terlihat didalam teknik pengobatannya. Para paktisi atau pemikir holistik memiliki prinsip: “JANGAN SUKA MEMPERUMIT MASALAH DAN SEDERHANAKAN  APA YANG BISA DISEDERHANAKAN” atau istilahnya adalah KISS (Keep It Simple Stupid).

Sebenarnya Tuhan telah mengarunikan kepada kita alam sebagai solusi praktis, aman, murah, dan efektif dalam mengobati SEMUA jenis penyakit. Untuk menaklukkan atau menyembuhkan segala jenis flu, kita hanya perlu memanfaatkan rahasia kekayaan alam seperti misalnya:

  • Bawang putih.
  • Terapi jus.
  • Minyak kelapa murni.
  • Cuka apel.
  • Propolis (dari sarang lebah yang berkhasiat sebagai antivirus alami).
  • Terapi matahari.
  • Terapi garam mineral
  • Dan istirahat yang cukup.

Unsur-unsur alam yang saya sebutkan di atas sangat praktis, aman, murah, dan efektif untuk menyembuhkan segala jenis flu, termasuk flu burung dan flu babi. Anda tidak perlu berusaha MEMBUAT SENDIRI obat diluar alam ciptaan Tuhan untuk menaklukkan influenza. Tindakan berusaha membuat sendiri obat diluar alam ciptaan Tuhan seringkali tidak disadari merupakan tindakan TIDAK BERSYUKUR akan karunia Tuhan.

Lebih jauh lagi, bisa juga merupakan keangkuhan tersamar yang ditunjukkan dalam tindakan, seolah-olah berkata, “Tuhan, aku lebih percaya dengan buatanku sendiri daripada buatanMu!” Memang lidah tidak mengucapkannya, tapi tindakanlah yang menunjukkan keangkuhan ini.

Kita juga perlu menyadari bahwa pengobatan alami akan membuat kita makin kagum akan kehebatan karya-Nya, meningkatkan rasa syukur padaNya, membuat kita makin mengandalkan Dia, dan kita jadi sering mengingat Dia dikala kita sakit. Pengobatan alami akan membantu kita untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Jika ada yang berpendapat bahwa pengobatan alami tidak bisa dipercaya karena kurang penelitian atau evidence based science, saya katakan ini adalah pendapat yang salah besar. Jika Anda melakukan pencarian pada Search Engine Google, akan Anda dapati beribu-ribu jurnal ilmiah yang mempublikasikan bukti-bukti ilmiah dari pengobatan alami. Saat ini, rak-rak toko buku juga telah dipenuhi dengan buku-buku kesehatan alami yang menunjukkan banyak bukti ilmiah, termasuk yang unsur-unsur alam yang saya sebutkan di atas.

Tapi perlu Anda sadari juga bahwa dalam pengobatan alami, dukungan tidak hanya dari penelitian saja, tapi juga banyak didukung oleh kesaksian kesembuhan dari para pasien. Bukti NYATA bahwa suatu pengobatan itu efektif atau tidak adalah dari prosentase kesembuhan atau perbaikan kesehatan pasien, bukan dari kehebatan teori atau penelitiannya yang bisa dimanipulasi.

Jadi, dalam usaha memecahkan permasalah kesehatan, jangan pernah melupakan Tuhan dan unsur kesederhanaan.

Dt Awan (Andreas Hermawan)

.

Link referensi:

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2009/08/22/Half-of-Kids-Given-Flu-Drug-Have-Side-Effects.aspx

http://www.timesonline.co.uk/tol/news/uk/health/Swine_flu/article6734056.ece

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/11/22/tamiflu-implicated-in-childrens-deaths.aspx

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2008/03/15/tamiflu-s-effects-on-your-brain.aspx

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2008/06/21/rebel-scientist-battles-dangerous-vaccines-and-antibiotics.aspx

http://www.ft.com/cms/s/f7ca6e42-3f1d-11de-ae4f-00144feabdc0,dwp_uuid=6a23b396-a51c-11dd-b4f5-000077b07658,print=yes.html

.

Artikel Terkait:

Rutin Minum Obat Kimia Membuat Tubuh dan Penyakit Makin Resisten!

Kejanggalan dalam Peringatan Flu Babi yang Naik Tingkat

Flu Babi; Nyata atau Bohongan?

Jangan Sampai Tertipu; Flu Burung Itu Bohongan!

Buat Akun Baru
Reset Password