Walau Biasa, Jangan Sepelekan Kerak Kepala!

Duh, masih bayi koq sudah berketombe. Pasti Moms risih kalau ada yang mengatai begitu soal kepala si kecil, bukan? Ya, pada beberapa bayi memang sering ditemui semacam sisik atau kerak tebal berminyak pada dahi dan kulit kepalanya.

Begitu mengering, kerak itu bisa terkelupas sendiri menjadi serpihan-serpihan tipis seperti ketombe. Berani taruhan, pasti Moms gemas ingin segera mempretelinya. Apalagi bayangan dinilai jorok atau tidak mengurus si kecil dengan bersih, terus membuntuti Moms.

O, o… tenang Moms. Memang, hal itu tak boleh dipandang sebelah mata. Ia tetap perlu perawatan khusus meski kerak kepala bisa rontok dengan sendirinya!

.

Sejak 12 minggu kelahiran

Kerak kepala (cradle crap) biasanya muncul ketika bayi memasuki usia 12 minggu. Hal itu terjadi karena terlalu aktifnya kelenjar lemak kulit (kelenjar sebaseus). Kelenjar sebaseus itu memroduksi sebum yakni kandungan minyak untuk melembabkan kulit, termasuk kulit kepala.

Jika sebum ini sangat aktif, ia bisa mengeluarkan lemak atau minyak berlebih yang akhirnya ‘menumpuk’ pada kulit kepala. Begitu lemak itu mengering, akan menimbulkan lapisan tebal pada kulit yang akan berkerak.

.

Penyebab

Ada dua faktor mengapa terjadi gangguan fungsi kelenjar minyak pada rambut yakni adanya disfungi kelenjar minyak dan faktor kelainan atopik (alergi).

1. Disfungsi kelenjar minyak

Kadar tinggi hormon kehamilan atau hormon androgen yang diperoleh melalui plasenta ketika bayi masih di rahim adalah salah satu faktor terjadinya disfungsi kelenjar minyak.

Kerak yang keluar karena disfungsi kelenjar minyak ini biasanya memang akan mengelupas dan jatuh setelah terlepas dari epidermis (kulit ari).

Sayangnya, ketika kulit kepala bayi mulai berkontak dengan lingkungan yang ada, debu yang terbawa udara itu akan melekat pada kulit kepala yang berminyak. Akibatnya, timbul sisik-sisik halus berwarna putih yang akan menjadi kerak atau yang akrab dikenal sebagai sumbukan, atau dermatitis seboroik ringan.

Umumnya, ketika bayi memasuki usia 8 – 12 bulan, kerak kepala ini akan hilang dan mengelupas dengan sendirinya karena berkurangnya jumlah hormon androgen. Ini berarti, produksi kelenjar minyak bayi pun sebanyak usia awal-awal kelahiran. Kendati demikian, ada baiknya Moms tetap memberi perhatian pada kulit kepala si kecil. Kalau tidak dibersihkan, bisa saja ia akan muncul kembali.

2. Kelainan atopik

Bayi yang memiliki kelainan kulit kepala akibat alergi, biasanya akan mengalami kerak kepala lebih lama, hingga usia bayi lebih dari setahun. Tak ayal, bayi yang mempunyai riwayat alergi di keluarga umumnya akan mengalami peradangan dermatitis seboroik berat. Di mana sisik-sisik tersebut akan bisa meluas ke seluruh daerah yang kaya akan kelenjar minyak, hingga akan menebal sampai menutupi seluruh kepala.

Ingat Moms, bila keraknya sudah menebal dan keras, jangan selalu mencuci rambut bayi setiap kali memandikannya. Hal ini malah bisa menimbulkan kekeringan pada kulit kepala, yang akhirnya mempercepat peradangan.

Untuk itu, bila Moms menjumpai tanda-tanda seperti timbul ruam-ruam merah dan mengeluarkan cairan kuning agak berminyak, bawa segera bayi ke dokter. Bila sudah begitu, sangat diperlukan intervensi dokter dan harus mendapatkan pengobatan yang sifatnya menekan produksi kelenjar minyak.

“Jangan melepas secara paksa kerak kepala saat kering, apalagi dilakukan dengan jemari tangan. Itu bisa melukai kulit kepala bayi dan berisiko infeksi,” ujar dr. Abraham Arimuko, SpKK dari RSPAD Gatot Soebroto.

.

Sumber: Okezone.com, 7 Maret 2010

.

Tips Menaklukkan Masalah Kerak Kepala Secara Alami

  1. Pijit secara perlahan kulit kepala bayi Anda dengan minyak kelapa murni (VCO = Virgin Coconut Oil) selama kira-kira 3 menit. Lakukan ini di malam hari sebelum tidur. Beberapa orang menyarankan untuk memakai baby oil, tapi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan kulit adalah minyak kelapa murni.
  2. Biarkan sisa minyak kelapa menempel di kulit kepala dan rambut bayi Anda semalaman.
  3. Keesokan paginya, sisir rambut bayi dengan menggunakan sisir sikat halus, sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas. Lakukan perlahan dan hati-hati.
  4. Setelah itu, cuci rambutnya dengan sampo bayi. Basuh dengan air dan bayi Anda pun terbebas dari kerak kepala yang membandel.

.

Artikel Terkait:

VCO, Minyak Penyembuh Berbagai Penyakit

Cara Memilih Suplemen VCO yang Baik dan Aturan Pakainya

Minyak Perawan Gerus Diabetes

Minyak Kelapa Baik untuk Program Penurunan Berat Badan

Minyak Kelapa dan Urin Obat Alternatif Untuk HIV/AIDS

VCO; Bukti Tak Terbantahkan Itu

Buat Akun Baru
Reset Password