Agar Kanker Tak Bikin Kantong Kering

Bila tidak diantisipasi dengan baik, penyakit kanker benar-benar bisa membuat orang jatuh miskin alias kantong kering (kanker). Biaya pengobatan yang mahal tak jarang membuat survivor (pasien yang sembuh dari kanker) hidup dengan lilitan hutang.

Bagaimana tidak, untuk sekali kemoterapi seorang pasien membutuhkan dana sedikitnya Rp 13 juta. Jenis kanker tertentu bahkan membutuhkan obat-obat yang nilainya mencapai Rp 20 juta, dan harus dilakukan selama beberapa kali.

Itu belum termasuk pengeluaran untuk operasi. Bahkan jika berhasil sembuh, pasien masih harus rutin menjalani pemeriksaan untuk memastikan sel kanker tidak tumbuh lagi.

Kondisi ini dirasakan sendiri oleh Enny Hardjanto, seorang konsultan keuangan yang 5 tahun lalu terserang kanker payudara stadium 4. Tak sedikit beban finansial yang harus ia tanggung untuk menjalani 6 kali kemoterapi dan 1 kali operasi.

“Ketika itu saya sudah pensiun, dan anak saya baru 1 yang menikah. Anak kedua saya suruh membiayai sendiri pernikahannya,” ungkap Enny saat menjadi pembicara dalam pertemuan Support Group Reach to Recovery – Yayasan Kanker Indonesia, di Jalan Sam Ratulangi, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Enny yang memiliki 3 anak dan seorang cucu ini memang tidak sampai berhutang untuk menutup pengeluaran tersebut. Selain karena masih memiliki penghasilan, yang terpenting adalah mantan karyawan bank berusia 60 tahun ini pandai mengelola keuangan.

“Saat menghadapi situasi seperti itu, kita harus tegas membedakan kebutuhan atau needs dengan keinginan atau wants atau desires,” tambah Enny.

Bersikap ikhlas, tidak konsumtif dan menghindari stres menurut Enny akan banyak membantu dalam situasi seperti ini. Kebiasaan untuk membandingkan kesejahteraan orang lain harus dijauhi, karena kebutuhan survivor kanker tentu saja berbeda.

Selain menghemat pengeluaran, Enny juga berusaha membuat arus kas rumah tangga tetap stabil dengan menjaga pemasukan. Dengan kondisi masih kurus dan berkepala botak karena efek kemoterapi, ia tetap bersemangat mengajar sebagai konsultan.

Bagi pensiunan atau penderita kanker yang terpaksa berhenti bekerja karena penyakit tersebut, Enny menyarankan investasi atau wirausaha. Sebab menurutnya, survivor masih membutuhkan dana untuk pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya.

Mulai memikirkan surat wasiat juta tak kalah penting, karena sewaktu-waktu serangan kanker bisa muncul lagi. Wasiat perlu disiapkan untuk mengantisipasi serangan berikutnya, dan bisa direvisi setiap 5 tahun.

Sumber: DetikHealth

.

Tidak Perlu Keluar Uang Banyak Untuk Kanker via Terapi Medis Holistik

Masyarakat termasuk praktisi medis konvensional menganggap bahwa pengobatan untuk kesembuhan kanker akan memakan biaya puluhan, ratusan, atau bahkan milyaran rupiah. Anggapan ini memang benar tapi jika penderita memilih pengobatan secara medis konvensional.

Sebenarnya ada cabang pengobatan medis lain yang bisa menyembuhkan kanker dengan tingkat kesuksesan lebih tinggi dibandingkan teknik lama (obat kimia dan operasi), yaitu pengobatan medis holistik. Medis holistik adalah suatu pengobatan medis yang memanfaatkan ilmu pengetahuan modern dan alam untuk mengobati berbagai penyakit secara menyeluruh. Para dokter medis holistik cenderung memakai media yang alami tapi dilandasi dengan ilmu pengetahuan modern dalam menangani pasien-pasiennya. Oleh karena memakai media alam, biaya pengobatan jadi jauh lebih murah dibandingkan pengobatan medis holistik, termasuk dalam menangani kasus kanker.

Dalam mengobati kanker sampai sembuh, pengobatan medis holistik memakai propolis, madu, bubuk kayu manis, atau bahkan coklat dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, aman tanpa efek samping, dan juga lebih murah.

Mari kita ambil sebagai contoh terapi coklat untuk mengobati kanker:

Komponen coklat mampu menghentikan siklus sel kanker dilaboratorium, seperti diungkapkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics tahun 2005 oleh tim peneliti dari Lombardi Comprehensive Cancer Center di Georgetown University. Flavonoid coklat melindungi sel dari kerusakan oleh radikal bebas, yang berkontribusi pada timbulnya penyakit jantung dan perkembangan sel kanker.

Disamping itu penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 3,4 ons cairan yang mengandung bubuk kakao/cocoa setiap hari selama tiga bulan meningkat aliran darahnya ke kulit dan 25% lebih rendah kulit rusak akibat keriput, terbakar matahari, dan kanker kulit.

Namun perlu Anda ketahui bahwa coklat yang dimaksud bukanlah coklat yang biasa ada dipasaran karena coklat-coklat tersebut adalah jenis milk chocolate yang banyak mengandung susu dan gula. Jika Anda ingin sehat dengan terapi coklat, carilah coklat jenis dark chocolate (coklat hitam) sebagai camilan atau bisa juga bubuk coklat untuk diminum.

Untuk meningkatkan keberhasilan dalam menyembuhkan kasus kanker apalagi yang sudah di stadium 3 dan 4, coklat hitam perlu ditunjang dengan terapi lain seperti misalnya terapi jahe, curcuma, propolis, dan lain-lain. Saya pribadi mengembangkan terapi coklat hitam yang saya tambahkan dengan berbagai herbal pilihan untuk mengobati kasus kanker. Dengan teknik pengobatan ini, sekarang pengobatan kanker tidak harus mahal, pahit atau menyakitkan, malahan bisa murah, manis dan enak untuk dinikmati.

Untuk mengetahui detail info tentang terapi coklat yang saya maksudkan di atas, silahkan lihat situsnya di www.coklatdach.com

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

Register New Account
Reset Password

Lihat panduan!

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!