Sebagai makanan cepat saji, burger biasanya dikaitkan dengan kolesterol serta jumlah kalori yang tinggi. Ternyata bukan itu saja, jika ukurannya terlalu besar maka rahang juga rentan cedera saat menyantapnya.

Kalangan dokter gigi di Taiwan baru-baru ini mendesak restoran cepat saji untuk menghapus burger berukuran besar dari daftar menunya.

Imbauan ini menyusul keluhan beberapa pelanggan yang mengalami gangguan setelah menyantap makanan tersebut. Gangguan rahang juga sering terjadi ketika orang menguap terlalu lebar.

Profesor Hsu Ming-lung dari National Yang-Ming University mengatakan, gangguan tersebut umumnya berupa rasa sakit pada rahang. Sebagian yang lain bahkan mengalami kesulitan untuk membuka mulut karenanya.

Dikutip dari AFP, Jumat (9/7/2010), masalah tersebut bisa terjadi apabila ketebalan burger melebihi 8 cm. Sementara menurut Prof Hsu, mulut manusia hanya didesain untuk melahap makanan dengan ketebalan tidak lebih dari 4 cm.

Apabila dipaksakan untuk menganga terlalu lebar, rahang bisa mengalami cedera pada persendian yang terletak di depan telinga. Akibatnya rasa nyeri yang akut bisa muncul ketika sendi tersebut digerakkan.

Sementara itu dikutip dari Foxnews, ancaman lain yang lebih serius dari burger cepat saji tentu saja kandungan kalorinya. Salah satu jenis burger, Grilled Cheese BurgerMelt bahkan mengandung 1.160 kalori yang cukup untuk jogging nonstop selama 2 jam.

Apabila tidak habis digunakan, kelebihan kalori bisa memicu bermacam-macam gangguan kesehatan. Mulai dari diabetes, kolesterol hingga berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sumber: DetikHealth

Tags:

©2020 Healindonesia. All Rights Reserved

Kontak via Email

Silahkan Anda menghubungi kami via Form Kontak ini.

Mengirim
WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun