Bubuk Kandung Kemih Babi Dipakai untuk Menumbuhkan Jari

Ekstrak bubuk yang berasal dari kandung kemih babi kini banyak digunakan untuk menumbuhkan jaringan yang rusak seperti jari terpotong. Meski hasilnya tidak maksimal, namun bubuk itu diklaim baik untuk penyembuhan luka.

Seperti yang dialami seorang pemilik toko di Cincinnati, AS, yang memotong sedikit ujung jari sendiri di tahun 2005 karena ingin menunjukkan ke pelanggannya bahwa motor model pesawat yang dijualnya tajam dan berbahaya.

Sesaat setelah itu, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena ujung jarinya terputus. Dokter membalut luka dan merekomendasikan untuk melakukan cangkok kulit untuk menutup bagian atas jarinya, karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kembali jari yang sudah putus.

Tetapi salah seorang temannya yang bekerja di bidang regenerasi jaringan, mengusulkan padanya untuk tidak melakukan cangkok kulit melainkan menerapkan ekstrak bubuk yang berasal dari kandung kemih babi untuk menggantikan ujung jarinya yang putus.

Dilansir dari Howstuffworks, Rabu (28/7/2010), ekstrak yang disebut matriks ekstraselular (extracellular matrix) memungkinkan sel untuk menghasilkan setiap bagian tubuh tertentu. Ekstrak ini berisi sinyal yang langsung membagi sel, membedakan dan mengintegrasikannya menjadi bentuk tertentu.

Matriks ekstraselular merupakan komponen jaringan yang berfungsi di luar sel tubuh. Ekstrak ini sebagian besar terdiri dari kolagen, sejenis protein. Jadi, matriks ekstraselular yang diekstraksi dari kandung kemih babi tidak benar-benar mengandung sel babi di dalamnya.

Pada janin manusia, zat ini bekerja dengan sel induk untuk tumbuh dan menumbuhkan kembali organ yang rusak, mulai dari aorta hingga jari kaki. Janin dapat tumbuh kembali dari keadaan yang rusak, selagi masih di dalam rahim. Dan ilmuwan telah lama percaya bahwa ketika janin mencapai perkembangan penuh, matriks ekstraseluler berhenti berfungsi.

Sedangkan matriks ekstraselular yang berasal ekstrak babi telah digunakan dokter untuk membantu mengobati ligamen kuda yang sobek. Pada manusia, ekstrak ini digunakan untuk mengobati bisul dan menutup lubang di jaringan lapisan lambung.

Nah, pada saat jari terpotong, sel-sel akan mati dan isinya bocor ke jaringan sekitarnya. Ini tanda bagi sistem imun bahwa ada masalah pada tubuh. Sistem imun akan merespons sel mati dengan peradangan dan jaringan parut. Tapi pembentukan jaringan parut dapat mencegah pengembangan seluler di daerah tersebut.

Ketika matriks ekstraselular diberikan ke luka, zat ini tidak akan memicu respons kekebalan. Sebaliknya, ketika zat tersebut mulai terurai menjadi jaringan sekitar, ini menyebabkan sel-sel di dalam jaringan untuk mulai memperbaiki kerusakan, sama halnya dengan perbaikan pada janin. Zat ini membagi jaringan dan membangun kembali, menciptakan jaringan baru yang merupakan jaringan normal, bukan bekas luka.

Dikombinasikan dengan perkembangan penelitian tentang sel induk, pada awal 2007 pengujian efek matriks ekstraselular dilakukan di pangkalan militer di Texas.

Ilmuwan menggunakan ekstrak bubuk babi pada veteran perang Irak yang tangannya putus atau terluka dalam perang. Ilmuwan membuka luka dan menerapkan komponen ‘jari rintisan’ dalam upaya untuk menumbuhkan kembali jari atau tangan terluka.

Meski begitu ilmuwan tidak mengharapkan zat ini dapat menumbuhkan jari secara seluruhan, melainkan harapan untuk menumbuhkan kembali jari agar bisa sedikit berfungsi.

Sumber: Detikhealth

Buat Akun Baru
Reset Password