Hindari Matahari Siang, Itu Informasi “Menyesatkan”

Berada di bawah sinar matahari di tengah siang bolong tanpa memakai krim pelindung matahari? Wah, itu tentunya merupakan hal yang enggan dilakoni kaum perempuan pada umumnya. Namun di sisi lain, menurut para ahli hal itu justru menyehatkan. Mengapa bisa begitu?

Kontras dengan berbagai saran untuk menghindari sinar matahari terlebih di siang hari, para ahli kini malah mengemukakan bahwa berada di bawah terik matahari setidaknya selama 15 menit justru menyumbangkan kadar vitamin D yang baik bagi tubuh kita.

Terkait dengan risiko kanker kulit yang disebabkan berlebihannya paparan sinar ultraviolet, paparan sinar matahari di sing hari justru membuat kebutuhan vitamin D tubuh Anda tercukupi, terutama bagi anak yang menderita rakhitis yang disebabkan kekurangan vitamin D.

Menurut konsensus dari tujuh badan amal dan profesional, pada musim panas, seseorang disarankan untuk berada di bawah sinar matahari setidaknya selama 15 menit tiga kali seminggu supaya wajah, tangan, dan kaki mereka terpapar vitamin D. Hal itu paling baik dilakukan pada tengah hari saat sinar UVB matahari sedang mencapai kadar paling efektif sehingga mampu menyintesis vitamin D.

“Saran untuk menghindari sinar matahari sangatlah menyesatkan,” kata Oliver Gillie, pendiri Health Research Forum kepada Daily Mail.

Ritme sirkadian kita meregulasi siklus tidur kita, yang terpengaruh oleh sinar di siang hari. Cobalah untuk menghabiskan waktu setidaknya 30 menit dalam sehari di luar ruangan yang cerah. Para ahli tidur malah menganjurkan untuk menghabiskan waktu 1 jam di bawah sinar matahari per hari jika Anda adalah penderita insomnia. (fn/mi/km)

Sumber: www.suaramedia.com

Artikel Terkait:

Sinar Matahari yang Sehat adalah Siang Bukan Pagi

 

 

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!