Memaksa Menyapih Anak Picu Trauma

Saat menyapih anaknya, ibu-ibu sering mengoleskan sesuatu agar putingnya terasa pahit. Cara semacam ini sebaiknya dihindari, sebab bisa memicu trauma psikis pada si anak.

Tidak ada batasan yang pasti soal kapan seharusnya seorang anak mulai disapih. Namun disarankan sejak anak memasuki usia 2 tahun, frekuensi menyusui mulai dikurangi.

Kebutuhan nutrisi anak mulai berkembang, ASI tidak mencukupi lagi sehingga harus beralih ke makanan lain. Di samping itu, menyapih pada usia tersebut juga bertujuan untuk membatasi kelekatan emosional antara ibu dan anak agar tidak berlebihan.

Idealnya inisiatif untuk berhenti menyusu harus datang dari anak sendiri. Cara-cara yang bersifat memaksa atau membohongi anak sebaiknya dihindari karena akan mempengaruhi perkembangan psikologis anak.

dr. Ni Wayan Ani Purnamawati, Sp.KJ. memaparkan hal itu di sela-sela soft launching Klinik Laktasi RSUD Koja Jakarta Utara, Kamis (20/5/2010). Usia 18-36 bulan menurutnya adalah masa toilet training atau belajar menyeimbangkan dorongan dan kendali, antara lain melalui cara-cara buang air kecil.

Pada masa tersebut, orang tua menjadi sosok yang otoriter di mata anak karena harus mengarahkan kapan dan di mana anak buang air kecil. Jika saat menyapih orang tua menggunakan sikap yang sama, maka kesan tersebut akan makin kuat di dalam benak anak.

Di mata anak, orang tua yang terlalu melarangnya untuk menyusu tampak sebagai figur yang menakutkan dan membuat mereka merasa cemas. Dalam perkembangannya, anak tersebut menjadi tidak berdaya saat berhadapan dengan pihak luar yang memaksa.

Cara-cara yang akan dianggap memaksa oleh anak antara lain mengoleskan biji mahoni agar puting terasa pahit. Berbohong dengan memasang plester dan mengatakan pada anak bahwa puting ibu sedang luka juga tidak baik.

“Cara-cara semacam itu sebisa mungkin dihindari. Jika pada usia tersebut anak selalu dipaksa dan diarahkan, ia akan tumbuh menjadi paranoid,” kata dr. Wayan.

Menurut dr. Wayan, penyapihan bisa dilakukan secara bertahap dengan mulai mengurangi frekuensi menyusui pada usia 2 tahun. Perlahan-lahan, inisiatif untuk berhenti menyusu akan datang dengan sendirinya dari si anak.

Sumber: DetikHealth

 

 

Buat Akun Baru
Reset Password